PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Ha : “Ada pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan sains anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu. Artinya ada pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan sains anak usia 5-6 tahun anak tua di PAUD IT Al Qiswah kota Bengkulu “Pengaruh metode eksperimen terhadap keterampilan sains anak usia 5-6 tahun di TK Salsa Percut Sei Tuan.”
Judul Penelitian : Pengaruh metode eksperimen terhadap keterampilan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Ha : Hipotesis alternatif ―Terdapat pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu. H0 : Hipotesis nol ―Tidak terdapat pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu. H0 : “Tidak terdapat pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penenlitian
LANDASAN TEORI
Pengertian Sains Bagi Anak Usia Dini
Sains bagi anak usia dini adalah segala sesuatu yang mengejutkan, sesuatu yang ditemukan dan dianggap menarik serta memberikan pengetahuan atau merangsang mereka untuk mengetahui dan menyelidikinya.12 Sains merupakan kemampuan berpikir anak untuk secara aktif membangun pengetahuannya sendiri tentang dunia secara alami 13 .Jadi Dapat disimpulkan dari beberapa pengertian para ahli di atas bahwa sains merupakan kegiatan anak usia dini yang terstruktur atau terorganisir. 9Ajeng Riski Safira & Ayunda Syyaidatul Ifadah, Pembelajaran Sains dan Matematika Anak Usia Dini (Gresik: Cramedia, 2020).
12Siti Asiah, “Keupayaan Sains Kanak-Kanak Awal Melalui Pembelajaran dengan Kemahiran Proses dan Produk”, Al-Fikrah: Jurnal Pendidikan Islam IAIN 1, bil.
Tujuan pembelajaran Sains bagi Anak Usia Dini
Pembelajaran sains anak usia dini dilakukan untuk melatih keterampilan pemecahan masalah ilmiah agar anak mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Perolehan pengetahuan dan informasi ilmiah, yaitu segala informasi yang diperoleh anak berdasarkan apa yang telah dicapainya.
Pembelajaran Sains bagi Anak Usia Dini
Sains bagi anak mempunyai peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan kognitif pada anak usia dini. Jadi, pengajaran IPA pada anak usia dini harus dilakukan dengan benar agar dapat memberikan dampak yang baik dan signifikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan logika anak secara bertahap. Pembelajaran sains bagi anak usia dini bukan sekedar kumpulan fakta, melainkan kegiatan mengamati apa yang terjadi, mengklasifikasikan atau mengorganisasikan informasi, meramalkan apa yang akan terjadi, menguji prediksi melalui kegiatan, dan merumuskan kesimpulan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA anak usia dini diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat merangsang munculnya respon yang bervariasi dari siswa.
Ruang Lingkup Sains Anak Usia Dini
Kemampuan Sains Anak Usia Dini
Sejalan dengan pendapat di atas, Sujiono juga menyatakan bahwa kegiatan sains pada pendidikan anak usia dini pada umumnya membantu anak untuk aktif mencari informasi tentang apa yang ada disekitarnya, karena melalui eksplorasi dalam bidang sains, anak berusaha memahami dunianya dengan cara mengambil, menyelidiki dan percobaan. Selain itu, dalam pengembangan kemampuan ilmiah anak perlu memperhatikan ciri-ciri pembelajaran sains anak usia dini yang dikemukakan oleh Suyanto, yaitu lebih menekankan pada proses daripada produk. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan ilmiah anak usia dini adalah kegiatan pada anak usia dini yang meliputi pengembangan pengetahuan tentang lingkungan alam (sains) dimana anak telah mempunyai kemampuan dasar yang berkaitan dengan pengetahuan tentang lingkungan alam, yang terlihat dari kemampuannya. untuk memberi nama. benda-benda disekitarnya, menjelaskan peristiwa yang sedang terjadi, telah terjadi dan akan terjadi dan lain-lain.
24 Siti Asiah, "Keupayaan Sains Kanak-Kanak Awal Melalui Pembelajaran dengan Kemahiran Proses dan Produk." Al-Fikrah: Jurnal Pendidikan Islam IAIN Bil.
Materi Sains bagi Anak Usia Dini
Selanjutnya menurut Dewi Artika dengan judul penelitian “Pengaruh Penggunaan Metode Eksperimen Terhadap Kemampuan Sains Anak Usia Dini Kelompok B RA AT TAMAM BANDAR LAMPUNG”. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mengajukan hipotesis analisis sebagai berikut: “Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara metode eksperimen dengan kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu.”
Lembar observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui secara langsung mengenai pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu. Melihat persentase hasil yang ada, dapat dikatakan kemampuan ilmiah anak tergolong awal berkembang sebelum menggunakan metode eksperimen. Melihat persentase hasil yang ada, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan ilmiah anak setelah menggunakan metode eksperimen tergolong berkembang sesuai harapan.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu. Berdasarkan tabel diketahui nilai sig (2-tailed) sebesar 0,002 > 0,05 maka terdapat pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Al Qiswah dengan signifikansi nilai 0,002, nilai 0,05. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan sebelumnya, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan Metode Eksperimen melalui Eksperimen Letusan Gunung Api sederhana berpengaruh terhadap kemampuan ilmiah anak usia 5 -6 tahun di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu. .
Pengaruh Penggunaan Metode Eksperimen Terhadap Keterampilan Sains Anak Kelompok B Usia Dini RA Di Taman Bandar. Apakah metode eksperimen di PAUD IT Al Qiswah sudah digunakan untuk mengembangkan kemampuan sains anak?
Metode Eksperimen pada Anak Usia Dini
- Pengertian Metode Eksperimen bagi Anak Usia Dini
- Tujuan dan Manfaat Metode Eksperimen Anak Usia Dini
- Macam-Macam Metode Eksperimen Anak Usia Dini
- Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen Anak Usia Dini
- Langkah-Langkah Metode Eksperimen Anak Usia Dini
Kajian Penelitian Terdahulu
Dalam tesis Fitria Arumsari dengan judul penelitian: “Upaya meningkatkan keterampilan proses ilmiah melalui metode eksperimen di TK ASSA’ADAH BALENDRO PUWOREJO”, penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK). bentuk siklus yang berulang. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 23 anak yang terdiri dari 17 laki-laki dan 12 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian proses ilmiah anak sebelum dilakukan tindakan, tidak ada (0%) anak yang memiliki kriteria baik dan sangat baik.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental dan desain single-group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan keterampilan ilmiah siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan metode eksperimen. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan sebesar 33,94 antara rata-rata kemampuan pretest dan posttest siswa, dengan rata-rata posttest lebih tinggi dari nilai pretest.
Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode eksperimen terhadap keterampilan sains anak kelas B RA DI TAMAM SUKARAME BANDAR LAMPUNG.42. 41 Fitria Arumsari, “Upaya meningkatkan keterampilan proses sains menggunakan metode eksperimen pada kelompok B1 di TK Assa’adah Balendono Purworejo.” 2013. 42 Dewi Artika, “Pengaruh penggunaan metode eksperimen terhadap keterampilan sains anak usia dini pada kelompok B di RA At Taman Bandar Lampung.” Jurnal Informasi Kimia dan Pemodelan 53, no.
Kedua penelitian relevan di atas serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitria Arumsari dan Dewi Artika yang sama-sama membahas tentang bagaimana meningkatkan keterampilan ilmiah dengan metode eksperimen. Namun yang membedakan penelitian ini adalah fenomena dan observasi menunjukkan bahwa peneliti telah memperbarui kegiatan yang lebih dekat dengan anak dan dapat meningkatkan keterampilan sains anak.
Kerangka Berpikir
Secara singkat penelitian ini akan mengungkap apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen yaitu Metode Eksperimen dengan variabel dependen yaitu kemampuan ilmiah.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
Tempat dan waktu Penelitian
Desain Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Instrumen Penelitian
Menampilkan aktivitas yang bersifat eksplorasi dan investigasi (seperti: Apa yang terjadi jika air tumpah).
Teknik Pengambilan Data
Berdasarkan hasil penelitian, dilakukan post test dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal, sehingga dapat diketahui hasil kemampuan sains anak, dan setelah mendapat perlakuan kelas eksperimen yang diberikan dengan eksperimen sederhana. gunung berapi yang meletus dari peneliti terdapat perubahan kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan. Dari hasil perhitungan diatas diperoleh nilai rata-rata kemampuan ilmiah anak kelompok eksperimen di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu sebelum menggunakan metode eksperimen yaitu sebesar 16,1 dan dilihat dari tabel kategori kemampuan ilmiah anak usia 5 -6 tahun disimpulkan kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun pada tahap pretest dengan menggunakan instrumen lembar observasi dikategorikan belum berkembang sebesar 53,8% mulai. Dari hasil perhitungan di atas diperoleh nilai mean kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun pada kelompok eksperimen di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu setelah diberi perlakuan dengan metode eksperimen adalah 24,0, dilihat dari tabel dari kategori kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun disimpulkan bahwa kemampuan ilmiah anak usia 5-6 tahun pada tahap posttest dengan menggunakan instrumen lembar observasi dikategorikan belum berkembang 0%, mulai berkembang 15,3% , berkembang sesuai ekspektasi 30,7%, berkembang sangat baik 53,8%.
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh nilai mean keterampilan sains anak usia 5-6 tahun kelompok kontrol di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu sebelum diberikan perlakuan bernilai 15,4 dan dilihat dari tabel Kategori keterampilan ilmiah anak usia 5-6 tahun disimpulkan bahwa keterampilan ilmiah anak usia 5-6 tahun pada tahap pre-test dengan menggunakan instrumen lembar observasi dikategorikan belum berkembang 53,8%, mulai berkembang 15,3%, berkembang sesuai ekspektasi 15,3%, berkembang sangat baik 15,3%. Melihat hasil persentase yang ada maka dapat dikatakan bahwa kemampuan sains anak sebelum diberikan perlakuan tergolong dalam perkembangan awal. Dari hasil perhitungan di atas diperoleh nilai mean keterampilan sains anak usia 5-6 tahun kelompok kontrol di PAUD IT Al Qiswah Kota Bengkulu setelah diberikan perlakuan bernilai 18,0 dan dilihat dari tabel kategori keterampilan ilmiah anak usia 5-6 tahun disimpulkan bahwa keterampilan ilmiah anak usia 5-6 tahun pada tahap posttest dengan menggunakan instrumen lembar observasi dikategorikan kurang berkembang 30,7%, mulai berkembang 15,3 %, berkembang sesuai harapan 38,4%, berkembang sangat baik 15,3% Lihat Dari hasil persentase tersebut dapat dikatakan bahwa kemampuan sains anak sebelum diberikan perlakuan tergolong Perkembangan Sesuai Harapan.
Dengan pembelajaran menggunakan metode eksperimen bertujuan untuk mengembangkan kemampuan ilmiah anak agar kemampuan ilmiahnya berkembang dengan baik. Berdasarkan tabel diketahui nilai signifikansi (2 ekor) sebesar 0,002 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh metode eksperimen. . pada keterampilan sains anak usia dini usia 5-6 tahun di IT PAUD Al Qiswah Kota Bengkulu dengan nilai signifikan sebesar 0,002 nilai 0,05. Keterampilan sains anak usia dini melalui pembelajaran dengan keterampilan proses dan produk.” Al-Fikrah: Jurnal Pendidikan Islam IAIN 1, no.
Peningkatan Kemampuan Sains Menggunakan Metode Eksperimen Pada Kelompok A TK Sandhy Putra Singaraja." Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 4, No Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Kemampuan Sains Anak Kelompok B TK Tunas Harapan 1 WaitungJanggir Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan." JCE 1, tidak.
Teknik Uji Analisis Data
PEMBAHASAN
Pembahasan
Dari data pre dan post test kelas eksperimen terlihat adanya pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan metode eksperimen. Terdapat dua kelas yang mendapat perlakuan berbeda, dimana kelas eksperimen mendapat perlakuan dengan metode eksperimen dengan eksperimen sederhana (letusan gunung berapi) dan kelas kontrol tidak diberi perlakuan hanya dengan media biasa tanpa metode. Sedangkan pada saat post-test di kelas eksperimen setelah menggunakan metode eksperimen dengan eksperimen sederhana, anak dapat merancang bentuk gunung dengan rapi, anak dapat mengetahui apa yang ada di dalam gunung, anak dapat menyimpulkan kejadian di gunung tersebut. letusan gunung berapi, anak dapat mengetahui, anak dapat membicarakan kembali apa yang telah dilakukan.Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dapat mendorong tumbuhnya rasa senang anak selama proses belajar mengajar, sehingga kemampuan ilmiah anak dapat tumbuh secara maksimal dan mengembangkan.
Salah satu metode eksperimen yang dilakukan peneliti adalah dengan melakukan eksperimen sederhana (gunung berapi meletus). Dimana kelas eksperimen diberi perlakuan dengan metode eksperimen dan kelas kontrol tidak diberi perlakuan melalui pengajaran reguler. Bagi peneliti, diharapkan kepada peneliti lain dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan agar dapat mempersiapkan penelitian yang lebih baik lagi dan dapat mencoba menggunakan media atau jenis permainan lainnya untuk meningkatkan perkembangan keterampilan ilmiah anak.
Upaya meningkatkan keterampilan proses ilmiah melalui penerapan metode eksperimen pada kelompok B1 di TK Assa'adah Balendono Purworejo, 2013. Pengaruh metode eksperimen tema gejala alam terhadap kemampuan kognitif mengenal sebab akibat pada kelompok B di TK Lab School UNESA Afif Izza Fauziyah.' Jurnal PAUD Teratai 9, No Upaya Peningkatan Keterampilan Ilmiah Menggunakan Metode Eksperimen Pada Kelompok A TK 01 Nglebak Tawamangu Tahun Pelajaran Jurnal Manajemen Kearsipan.
Penerapan metode eksperimen untuk mengembangkan keterampilan sains sederhana anak di TK Goemerlang Sukarame Bandar Lampung Tahun 2018. Sejauh mana guru mencapai keberhasilan dalam mengembangkan keterampilan sains anak dengan menggunakan media atau metode yang pernah digunakan sebelumnya.
PENUTUP
Saran
Menggunakan metode eksperimen dalam pengembangan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Gelora Mekar Tanjung Raya Lampung Barat.” Raden Intan Repository, 2018.