No Aliran
Tabel perbandingan
Hukum Pelaku Dosa Al qur’an
Besar
abariah
1
Mu‘tazilah
2
qodariyah
3
Pahala dan siksa akan mengakui keberadaan al Qur`an dan didapat berdasarkan hujjahnya,tetapi mereka mengikuti amal perbuatan ayat-ayat mutasyabih dan
manusia, kalau itu mentakwilkannya, sebuah paksaan maka
tidak ada pahala dan siksa,gugur pula janji dan ancaman Allah, dan tidak ada pujian bagi oaring yang baik dan tidak ada celaan bagi orang yang berbuat dosa.
Mu’tazilah melihat al-Qur’an sebagai suatu perkataan yang terdiri dari huruf
manusia,
manusialah yang mendahulukan akal sebagai rujukan
utama, setelah itu menempatkan al Qur`an sebagai sumber berikutnya.
paham ―banyak yang kekal‖
(ta‟adud al- qudama‟) yang dapat melahirkan paham syirik Allah sama sekali tidak diberi sifat, Allah tidak kuasa untuk mengatur
kehidupan berargumen bahwa jika Tuhan mempunyai sifat dan Zat Tuhan berarti Allah tersusun, jika demikian maka yang bersifat kekal bukan satu, tetapi banyak. Jika Tuhan itu
mempunyai sifat- sifat maka akan menyebabkan Zat Allah.
Allah akan tetapi bukanlah sifat Mengetahui, dan lain sebagainya itu
Tuhan tidak mempunyai sifat.
Allah Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha mendengar bernafas, berbicar dan lainnya seperti melihat,
dengan makhluk yang serupa dengan mahkluk dan sama persis
Allah tidak memiliki sifat
Sifat Allah
orang yang berdosa besar bukan kafir tetapi juga bukan mukmin. Orang yang melakukan dosa besar mengambil posisi
a n t a r a
m u k m i n
d a n
k a f i r
y a i t u f
asiq (Manzilah baina
anzilatain).
Orang Islam yang melakukan dosa besar kafir dan harus
dibunuh.
Asy‘ariyah Menurut asy’ariyah Al Qur’an adalah qadim dan bukan makhluk
berpendapat apabila perbuatan dosa itu berkaitan dengan keyakinan maka kafir, tapi apabila perbuatan dosa tersebut berkaitan dengan perbuatan
4 seperti meninggalkan solat, zakat dan lain- lain maka berakibat bagi pelakunya menyandang gelar Mukmin Ashiy menurut
‗Asy‘ariah dan bergelar Mukmin Fasiq
mengatur dan
menjamin kehidupannya didunia ini.
Sifat-sifat Tuhan kekal melalui kekekalan yang terdapat dalam esensi Tuhan.
Sifat-sifat Allah tak terhingga
umlahnya. Ibarat matahari dengan sinarnya, sinar matahari bukanlah matahari akan tetapi sinar tersebut tidak di luar matahari.
Antara Zat dan sifat Tuhan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan