• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN DENGAN TENAGA KESEHATAN LAIN

N/A
N/A
Agri Sugiarto

Academic year: 2025

Membagikan "PEDOMAN DENGAN TENAGA KESEHATAN LAIN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PANDUAN PEDOMAN PELAYANAN PERAWATUNIT KAMAR OPERASI DENGAN

TENAGA KESEHATAN LAINNYA

TAHUN 2025

(2)
(3)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

American Medical Assosiation (AMA), 1994, kolaborasi sebagai berikut ; Kolaborasi adalah proses dimana dokter dan perawat merencanakan dan praktek Bersama sebagai kolega, bekerja saling ketergantungan dalam batasan-batasan lingkup praktek mereka dengan berbagi nilai-nilai dan saling mengakui dan menghargai terhadap setiap orang yang berkontribusi untuk merawat individu, keluarga dan Masyarakat.

Hubungan kerja antara perawat dan tenaga kesehatan lainnya dalam pelayanan Kesehatan dirumah sakit sangatlah penting, hubungan kerja tim kesehatan sangatlah penting karena masing-masing tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan, keahlian, dan pengalaman yang berbeda. Dalam kolaborasi tim kesehatan, mempunyai tujuan yang sama yaitu sebuah keselamatan untuk pasien. Selain itu, kolaborasi tim kesehatan ini dapat meningkatkan performa di berbagai aspek yang berkaitan dengan sistem pelayanan kesehatan.

Semua tenaga kesehatan dituntut untuk memiliki kualifikasi baik pada bidangnya masing- masing sehingga dapat mengurangi faktor kesalahan manusia dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kolaborasi penting bagi terlaksananya patient safety. Ada beberapa tenaga kesehatan yang di golongkan menurut pasal 199 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 yaitu:

1. Tenaga psikologis klinis 2. Tenaga keperawatan 3. Tenaga kebidanan 4. Tenaga kefarmasian

5. Tenaga kesehatan Masyarakat 6. Tenaga kesehatan lingkungan

B. Tujuan

1. Kemampuan dari pelayanan kesehatan yang berbeda dapat terintegrasikan sehingga terbentuk tim yang fungsional

2. Kualitas pelayanan kesehatan dan jumlah penawaran pelayanan meningkat sehingga masyarakat mudah menjangkau pelayanan kesehatan .

3. Bagi tim medis dapat saling berbagi pengetahuan dari profesi kesehatan lainnya dan menciptakan kerjasama tim yang kompak .

4. Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan manggabungkan

keahlian unik professional.

(4)

PEMBAHASAN

A. Hubungan Perawat dengan CSSD 1. Alur alat kotor

Pengiriman instrumen kotor dari ruangan adalah suatu kegiatan pengiriman peralatan dan alat-alat kesehatan pakai ulang yang terkontaminasi dengan menggunakan container instrumen kotor ke CSSD. Instrumen kotor adalah alat-alat kesehatan yang telah dipakai atau terkontaminasi oleh darah atau cairan tubuh lain. Pengiriman instrumen kotor dilakukan oleh petugas unit setiap Senin - Sabtu pukul 07.00-20.00 WIB. Ruang lingkup prosedur ini dimulai dari persiapan alat sampai dengan serah terima instrument kotor di CSSD.

a) Petugas unit mencuci alat instrument dengan benar dan bersih sesuai dengan standar.

b) Petugas unit mencatat alat instrumen yang akan disterilkan.

c) Petugas unit dan poliklinik memberi label pada instrumen kedalam sterilisator yang akan di sterilkan.

d) Petugas unit memberikan tanggal sterilisasi pada setiap barang yang akan disterilkan.

e) Petugas unit melakukan penataan dan membereskan barang serta mencatatnya ke dalam buku mengenai tanggal, jam, dan nomor mesin sterilisator yang digunakan.

f) Petugas unit mendatangi CSSD membawa alat dan barang yang akan disterilkan.

g) Petugas unit dan petugas CSSD melakukan pengisian form serah terima.

h) Petugas unit menyerahkan barang dan alat yang akan disterilkan.

i) Petugas CSSD membawa alat yang akan disterilkan ke ruangan packing.

j) Petugas CSSD melakukan pengisian kasa ataupun kapas sesuai dengan form / bon permintaan dari ruangan yang sudah di tandatangani oleh penanggung jawab kedalam tromol ruangan yang di bawa.

k) Petugas CSSD membawa tromol tersebut ke ruang packing

l) Petugas CSSD memberi label, autoklaf tape dan tanggal sterilisasi dari butir 4 dan 6 pada setiap barang yang akan disterilkan.

m) Petugas CSSD melakukan penataan dan membereskan barang dari butir 4 dan 6 serta mencatatnya ke dalam buku mengenai tanggal, jam, dan nomor mesin steam yang digunakan.

n) Petugas CSSD memasukkan kedalam mesin sterilisator.

o) Mesin steam melakukan sterilisasi.

2. Alur Pengambilan Alat Bersih

Dimana alat dalam keadaan bersih dan dengan kondisi bebas dari semua mikroorganisme termasuk spora.

a) Setelah alat dan barang steril, petugas CSSD melakukan pengambilan barang tersebut di ruang steril dan melakukan pencatatn ke dalam buku.

b) Petugas CSSD melakukan penyimpanan alat dan barang steril tersebut ke dalam pass box.

c) Petugas CSSD mengambil dari pass box lalu membereskannya ke tempat penyimpanan sesuai nama dari masing – masing ruangan.

d) Pada saat petugas ruangan datang ke CSSD, maka petugas CSSD akan

menyerahkan alat / instrument yang steril tersebut setelah keduanya melakukan proses serah terima.

(5)

3.

Referensi

Dokumen terkait