Sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan pada program studi teknik sipil Universitas Medan Area, terlaksananya praktikum survei dan kartografi merupakan penunjang mata kuliah survei dan kartografi. Kami berharap buku panduan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kegiatan laboratorium khususnya dalam bidang pendidikan teknik sipil. Kamaluddin Lubis, Ir.MT lahir di Maga Lombang, Kabupaten Madina, Sumatera Utara, pada tanggal 10 November 1964, menyelesaikan program studi Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Medan Area, pada tahun 1990, pada tahun 1991 menjadi dosen tetap Teknik Sipil di Yayasan Pendidikan Agus Salim hingga saat ini, pada tahun 2006, melanjutkan studi pascasarjana pada program studi Perencanaan Kota dan Manajemen Arsitektur di Universitas Sumatera Utara dan mendapatkan gelar Magister pada tahun 2008.
Beliau pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan II FT.UMA, Ketua Program Studi Teknik Sipil dan sebagai Ka. Laboratorium Sipil, Laboratorium Survei dan Pemetaan, Laboratorium Mekanika Tanah, Laboratorium Bahan Perkerasan dan saat ini mengajar mata kuliah Survei dan Pemetaan pada program studi Teknik Sipil Universitas Medan Area. Beliau pernah mengajar di beberapa perguruan tinggi di kota Medan seperti UISU, Universitas Taman Kirana. Beliau juga pernah melakukan beberapa pekerjaan survey dan pemetaan pada proyek-proyek pemerintah dan swasta di bidang teknik sipil.
Peserta praktikum harus menaati seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di Laboratorium Survei dan Pemetaan Program Studi Teknik Sipil Universitas Medan Area. Data yang diperoleh di lapangan pada saat praktik lapangan harus diparaf oleh asisten/pembimbing praktik yang bersangkutan. Data lapangan mengacu pada data yang diperoleh di lapangan dan diperlukan untuk pemetaan.
Data elevasi : yaitu selisih ketinggian titik-titik yang diukur satu sama lain sehingga menghasilkan garis counter/trans garis (garis ketinggian titik).
Miknometer
PENYETELAN DAN PEMAKAIAN ALAT UKUR
Theodolite
Theodolite merupakan alat untuk mengukur sudut bidang, sudut vertikal dan juga digunakan dalam pengukuran jarak optik/jarak taechymetric. Hampir semua teodolit yang digunakan berjenis transit yaitu teropong yang dapat diputar secara vertikal dan pembacaan sudut vertikalnya ditempatkan di kiri/kanan lensa mata. Pengukuran sudut dibedakan menjadi dua berdasarkan letak pelat vertikal (pada alat tertentu), skala horizontal, dan skala vertikal.
Alat pelindung diri (APD)
- Maksud dan tujuan Pengukuran
- Alat-Alat Yang Digunakan
- Skets Pengukuran
- Hasil pengukuran digambar autocad 1.8.Kesimpulan
Tentukan tinggi titik, jarak dan luas lapangan, jika salah satu tinggi titik diketahui maka tinggi titik tersebut. Pasang alat perata pada suatu titik yang diketahui ketinggiannya sampai alat siap digunakan, lihat tata cara penyetelan alat perata pada langkah kerja pemasangan bidang datar. Ukur tinggi alat (Ta.A) di titik A dimulai dari titik tengah lensa okuler sampai tegak lurus permukaan tanah.
Baca dan catat benang atas (Ba), benang tengah (Bt) dan benang gelendong (Bb) untuk memastikan bahwa Ba+ Bb = Bt. Ukur jarak A-1 dengan pita ukur untuk selanjutnya perhitungan pengecekan dengan cara mengukur jarak dengan pita ukur, untuk pengecekan jarak optis harus sama dengan jarak pita ukur. Putar alat dan arahkan ke titik A-2, perhatikan sudutnya, baca dan catat kawat diafragma, dan ukur jarak antara titik A dan titik 2 dengan pita pengukur.
Pindahkan alat ukur ke titik B, tandai suatu titik pada salah satu titik sambungan sebelumnya yang dijadikan tiang penghubung.
MODUL.2 PENGUKURAN WATER PASS II (WII)
- Maksud dan tujuan Pengukuran
- Alat-Alat Yang Digunakan 1. Alat water pass
- Prosedur pengukuran
- Profil Memanjang
- Profil Melintang
- Perhitungan Data Pengukuran A.Profil memanjang
- Analisa kesalahan
- Hasil pengukuran digambar autocad 2.8.Kesimpulan
Profil memanjang atau membujur adalah pengukuran ketinggian pada arah memanjang serta titik-titik detail lainnya yang dianggap penting. Yang mempunyai perbedaan ketinggian yang berbeda-beda adalah profil melintang untuk mengukur tinggi pada arah melintang pada sumbu memanjang baik pada titik profil memanjang maupun pada titik-titik detail yang dianggap penting. Jika diketahui penampang memanjang dan melintang maka dilakukan penggalian dan timbunan untuk ' suatu konstruksi dapat dihitung. Dengan menggunakan pita pengukur, ukur jarak dari titik 1 ke a, titik 1 ke b dan seterusnya, jarak ini dikontrol secara optik.
Hitung volume galian dan timbunan dari darah yang diukur dengan menggambar garis (Ketinggian rencana).
MODUL.3 PENGUKURAN WATER PASS III (WIII)
- Maksud dan tujuan Pengukuran
- Peralatan yang digunakan 1. Alat water pass
- Prosedur Pengukuran
- Perhitungan Data pengukuran
- Analisa kesalahan Koreksi sudut
- Hasil pengukuran digambar Autocad 3.8.Kesimpulan
2. Untuk mencari besar sudut 1 dan jarak 1 - 2 dan 1 - 8, letakkan alat ukur siap pakai di titik 1. Arahkan pesawat ke titik 8, baca skala derajat dan baca BA, BT dan BB , ukur jaraknya dengan pita pengukur. 5. Perlu diketahui bahwa pembacaan BA, BT dan BB pada poin 2 dan poin 8 tidak termasuk dalam tabel perhitungan, jarak optik dan jarak pita pengukur sudah termasuk.
Siapkan pesawat untuk digunakan, perkirakan posisi pesawat di tengah titik 1 dan 2 (db1 = dm1) dan berbaring pada garis ukur titik 1 dan 2. Arahkan pesawat ke titik 2 searah jarum jam, ambil bacaan BA Bt dan BB dan hitung dm1. Khusus untuk pukulan terakhir, dalam hal ini antara titik 8 dan titik 1, bidang diposisikan sedemikian rupa sehingga db = dm mengingat pengukuran level II.
Koreksi perbedaan ketinggian ini tersebar merata pada semua perbedaan ketinggian, dan perhatikan bahwa koreksi terbesar diberikan untuk jarak terjauh.
MODUL.4 PENGUKURAN THEODOLITE I (T.I)
Prosedur Pengukuran
Arahkan ke titik 2 dan bacalah senar Ba, Bt dan Bb, lalu ukur jaraknya dengan pita pengukur, atur skala pada posisi 00º.00´.00” bidik ke titik 3, ambil hasil pembacaan Ba, Bt dan Bb dan skalanya, lalu ukur jarak A dan B dengan pita pengukur. Pembacaan skala pada poin 2 dan 3 adalah normal (B) dan luar biasa (LB).
Perhitungan Data pengukuran
MODUL5 PENGUKURAN THEODOLITE II (T.II)
- Maksud dan tujuan Pengukuran
- Prosedur Pengukuran
- Hasil pengukuran digambar Autocad
- Analisa kesalahan 5.8.Kesimpulan
Untuk menghitung = ß1 dan dan = d1-5 arahkan bidang ke titik 5, baca skalanya dan baca juga Ba, Bt dan Bb, ukur jarak 1-5 dengan meteran sebagai cek perhitungan. Jika persamaan tersebut tidak terpenuhi berarti ada koreksi pada sudut poligon dalam/luar ((fß) yang harus berdistribusi sama dengan jumlah sudut (n). Koreksi terbesar diberikan pada sudut dengan sudutnya lebih pendek. Jika persamaan di atas tidak terpenuhi maka ada koreksi ordinat (f1) yang harus didistribusikan juga (fx.
MODUL6 PENGUKURAN THEODOLITE III (T.III )
Maksud dan tujuan Pengukuran 1. Membuat peta situasi suatu daerah
Tetapkan dan atur bidang pada titik poligon 1 (titik yang diketahui ordinat dan ketinggian titiknya) sehingga siap digunakan. Atur tinggi pahat sedemikian rupa sehingga tinggi pahat (TA) mempunyai ukuran bulat, misalnya 1,50 m, 1,60 m, dan seterusnya. Arahkan lensa ke utara sehingga jarum magnet mengarah tepat ke utara dan selatan, ambil pembacaan skala derajat horizontal.
Bidik poligon 2, koreksi pembacaan Bt = TA, kemudian ambil pembacaan Ba, Bt dan Bb serta skala derajat horizontal dan skala derajat vertikal. Begitu seterusnya, bidik titik poligon dan titik detail dari utara ke belakang utara searah jarum jam. Rentang titik poligon 1 sampai 6 merupakan poligon tertutup, lihat percobaan Theodolite 2 (T2), sehingga sistem perhitungan koordinat dan koreksi sudutnya sama dengan Theodolite 2.
0, Jika terdapat koreksi perbedaan ketinggian, maka koreksi tersebut didistribusikan ke seluruh titik poligon, dengan besar setiap koreksi sebanding dengan jarak. Ketinggian titik detail diambil relatif terhadap titik poligon Lihat penjelasan koordinat titik detail dan tingginya Tidak ada koreksi untuk titik detail.
Kesimpulan
Ispen Safrel 2020 "Pedoman Praktikum Survei Tanah" Laboratorium Survei Tanah Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang.