• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peinnimbi"sil - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peinnimbi"sil - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

SARANA I}AN PRASARANA OBJEK WISATA PANTAI PADANG KOTA PADANG

JURNAL

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat (lntuk Memperolelt Gelar Sarjana Pendidikan Snata Satu (Sl)

Oleh:

OKGI ALFAJRI NPM z l203tl32

Pembimbing

I Peinnimbi"sil

{A

qy@w l-

Rozana Eka Putri, S.Pd., M.Si Yuherman, SP., M,Pd

PROGRAM STUDI PENDMIKAN GEOGRAFI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP} FIGRI SUMATERA BARAT

PADANG 20t7

(2)

SARANA DAN PRASARANA OBJEK WISATA PANTAI PADANG KOTA PADANG

Oleh :

Okgi Alfajri* Rozana Eka Putri S.Pd., M.Si ** Yuherman S.P., M.Pd**

Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat*

Staf Pengajar Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat*

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sarana dan prasarana yang ada di objek wisata Pantai Padang khususnya di Pantai Danau Cimpago Purus Padang, dilihat dari: 1) Sarana dan 2) Prasarana. Jenis penelitian ini adalah kualitatif.

Penelitian ini menjalani langkah-langkah serta proses untuk sampai kepada suatu kesimpulan, artinya mencari informasi sebanyak mungkin melalui informan dan pengamatan di lapangan. Informan dalam penelitian ini adalah para pengunjung dan masyarakat sekitar objek Wisata Pantai Padang, informan kunci dalam penelitian ini adalah Lurah dan Pengelola Objek Wisata. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1) Sarana yang ada pada saat sekarang ini sudah bisa dikatakan memadai, tetapi masih ada yang harus dibenahi dan ditambahkan seperti wahana pantai dan arena permainan anak-anak seperti yang terlihat pengunjung hanya pergi untuk duduk-duduk dan berfoto, 2) objek wisata Pantai Padang ini memiliki prasarana pendukung yang memadai. Kondisi ini didukung oleh kenyataan Pantai Padang berada dekat dengan pusat kota sehingga prasarana pendukung tersedia dengan lengkap.Upaya Pemerintah dalam pemenuhan sarana dan prasarana di objek wisata ini sudah sangat baik dengan terus meningkatkan dan menambah fasilitas-fasilitas yang diperlukan bahkan melibatkan masyarakat setempat untuk ikut memajukan dan mendukung kegiatan di objek wisata Pantai Padang ini karena objek wisata Pantai Padang ini khususnya Danau Cimpago berpotensi besar untuk tempat wisata yang mempunyai daya tarik untuk wisatawan dengan terus mengembangkan dan membuat atau membangun fasilitas-fasilitas lainnya.

Kata kunci: sarana dan prasarana

(3)

FACILITIES AND INFRASTRUCTURE TOURIST DESTINATION PADANG BEACH PADANG CITY

By:

Okgi Alfajri* Rozana Eka Putri S.Pd., M.Si **Yuherman, SP., M.Pd *

Geography education college student of STKIP PGRI West Sumatera*

Geography education lecturers of STKIP PGRI West Sumatera*

ABSTRACTEDLY

This study aims to determine the existing facilities and infrastructure in the tourist destination Padang Beach especially at the Danau Cimpago Purus Padang beach, seen from: 1) facilities and 2) infrastructure. This type of research is qualitative. This study through the steps and the process to come to a conclusion, means to find much information as possible through informants and observations in the field. Informants in this study were the visitors and the surrounding community objects Padang Beach Tourism, Key informants in this study is the village chief and business tourist destination. The results of this study found that: 1) facilities that there is at the present time it can be argued adequate, but still to be addressed and added as a vehicle for the beach and children’s games arena as seen visitors just going to sit around and take pictures. 2) Tourist destination of this padang beach has adequate supporting infrastructure. This condition is supported by the fact the padang beach is close to the town center so that the support infrastructure available to complete. Government efforts in fulfilling the facilities and infrastructure in this tourist destination has been very good to continue to improve and add necessary facilities evem involving the local community for helping promoting and supporting the activties of tourist destination of this padang beach because tourist destination for this particular lake shore cimpago great potential for the tourist destination that have sppeal for tourists to continue to develop and create or build other facilities.

Key word: facilities and infrastructure

(4)

A. PENDAHULUAN

Pelaksanaan pembangunan daerah pada dasarnya merupakan bagian dari integral dari pembangunan nasional yang

diserahkan untuk

mengembangkan daerah dan menserasikan laju pertumbuhan antar daerah di Indonesia. Dalam rangka melancarkan pelaksanaan pembangunan maka hubungan yang serasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dikembangkan atas keutuhan Negara Kesatuan dan diarahkan pada pelaksanaan otonomi daerah secara nyata, dinamis dan bertanggung jawab yang dapat menjamin perkembangan dan pembangunan daerah di era globalisasi sekarang ini, bidang pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menunjang pembangunan perekonomian nasional. Dimana pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Sektor ini dicanangkan selain sebagai salah satu sumber penghasilan devisa juga mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong investor untuk menanamkan modalnya.

Pemerintah berusaha keras membuat rencana dan berbagai kebijakan yang mendukung kearah kemajuan sektor ini yakni

menggali, menginvestasi dan mengembangkan objek-objek wisata yang ada sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.

Pariwisata mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional yaitu sebagai penghasil devisa, meratakan dan meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan, memperkokoh persatuan dan kesatuan serta mengenal budaya bangsa, mengembangkan pariwisata melalui pendekatan sistem yang utuh dan terpadu bersifat interdisipliner dan partisipatoris dengan menggunakan kriteria ekonomis, teknis, agronomis, sosial, budaya hemat energi, melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan.

Dalam pembangunan

kepariwisataan tetap dijaga terpeliharanya kepribadian bangsa dan kelestarian serta mutu lingkungan hidup.

Pembangunan kepariwisataan dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dengan sektor- sektor pembangunan lainnya serta antara berbagai usaha kepariwisataan yang kecil, menengah dan besar saling menunjang.

Pariwisata telah terbukti dapat mendorong pertumbuhan perekonomian melalui peluang investasi, peluang kerja, peluang berusaha dan pada akhirnya

dapat meningkatkan

kesejahteraan masyarakat.

Pada objek wisata kelengkapan fasilitas wisata

(5)

sangat berpengaruh, karena fasilitas wisata merupakan elemen penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan selama berada di objek wisata. Menurut Muljadi (2009: 13) “Komponen fasilitas wisata terdiri dari prasarana wisata dan sarana wisata”.

Sarana dan prasarana yang tersedia dengan baik akan berdampak terhadap minat wisatawan untuk datang ke objek wisata tersebut, bahkan dengan sarana dan prasarana yang baik akan membuat wisatawan tidak hanya sekali atau sekedar mengunjungi, tetapi juga akan membuat wisatawan mau berulang kali datang ke objek wisata tersebut.

Kota Padang mempunyai potensi bidang kepariwisataan yang cukup besar untuk dikembangkan, dengan terdapat banyak objek wisata alam maupun buatan. Mengingat objek wisata yang ada dan potesinya cukup pesat dimasa yang akan datang. Dari berbagai objek wisata di Kota Padang, objek wisata Pantai Padang merupakan objek wisata yang

memiliki berbagai

keistimewaan.

Namun demikian objek wisata Pantai Padang ini masih mengalami permasalahan yang ada seperti masih kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia, seperti contoh ketersedian wc umun, tempat pemandian yang masih kurang, pemindahan kafe-kafe yang awalnya di pinggir pantai yang menyebabkan jalan terpakai untuk parkir kendaraan

pengunjung, serta wahana pantai yang masih belum juga tersedia.

Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 6 Maret 2016 terlihat bahwa sarana dan prasarana yang ada di Pantai Padang masih kurang, hal ini dapat dilihat dari kurangnya tempat pemandian umum dan wc umun yang disediakan, yang mana pemandian umum ini berfungsi untuk wisatawan membersihkan badan sesudah berenang di Pantai Padang. Dan juga fasilitas yang masih kurang seperti arena bermain anak-anak, pohon pelindung, tempat duduk dan wahana pantai dalam hal ini contohnya wahana banana boat, flying fish, parasailing dan juga wahana pantai lainnya serta sarana spesial yang dapat menarik minat wisatawan untuk tetap datang ke objek wisata Pantai Padang.

Berdasarkan latar belakang diatas tersebut, penulis sangat tertarik untuk menulis dan ingin mengetahui sarana dan prasarana di objek wisata Pantai Padang.

Oleh karena itu, penulis sangat berkeinginan untuk menuangkan hal-hal tersebut dalam bentuk tulisan berupa skripsi dengan judul “Sarana dan Prasarana Objek Wisata Pantai Padang Kota Padang”.

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengungkapkan dan menganalisis tentang: 1) Sarana di objek wisata Pantai Padang Kota Padang. 2) Prasarana di Objek Wisata Pantai Padang Kota Padang.

B. METODOLOGI PENELITIAN

(6)

Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian kualitatif.

Penelitian ini menjalani langkah- langkah serta proses untuk sampai kepada suatu kesimpulan, artinya mencari informasi sebanyak mungkin melalui informan dan pengamatan dilapangan.

Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka lagsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (McMillan dan Schumacher, 2003).

Adapun metode yang digunakan untuk penelitian informan adalah metode snowball sampling yaitu bola salju, pengambilan subjek penelitian dilakukan secara langsung dan menanyakan kepada subjek secara bergulir.

Sehubungan penelitian ini maka yang dijadikan subjek penelitian adalah: 1) Subjek yang sudah lama dan telah lama menyatu dengan kegiatan atau aktivitas yang menjadi sasaran penelitian, 2) Subjek yang terlibat secara aktif pada lingkungan kegiatan yang menjadi sasaran perhatian penelitian, 3) Subjek yang mempunyai kesempatan untuk dimintai informasi, 4) Subjek yang dapat dipercaya untuk memberikan oinformasi apa adanya, dalam artian subjek yang jujur memberikan informasi yang tidak merekayasa informasi yang diberikan.

Analisis data dalam penelitian ini adalah proses mencari dan menyususn secara

sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi.

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Daerah Penelitian

1. Letak Astronomis, Batas dan Luas

Kelurahan Purus adalah salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Luas wilayah daerah ini sekitar 0,68 km2, terdiri dari 13 RW dan 45 RT. Kelurahan Purus merupakan Kelurahan yang terletak paling dekat dari pusat kota, yaitu ± 1,5 km. Kelurahan Purus terletak pada 100021’7,955” BT – 100021’11,071” BT dan 0055’54,71” LS – 0056’4,61”

LS. Jarak tempuh pusat Pemerintah ke Kelurahan Purus ke Kecamatan 1 km, jarak dari Kota 15 km, jarak dari Provinsi 2 km. (Kantor Lurah Purus, 2016)

Purus terdiri atas lima daerah, yaitu :

 Purus Satu

 Purus Dua

 Purus Tiga

 Purus Empat

 Purus Lima

Batas wilayah Kelurahan Purus adalah sebagai berikut:

Sebelah Utara berbatasan dengan Bandar Kali

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Olo

Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Pd. Pasir

Sebelah Timur berbatasan dengan Samudera Hindia.

(7)

2. Penduduk

Jumlah penduduk di Purus tercatat 7.685 orang dengan rincian jumlah laki-laki 3.891 orang dan jumlah perempuan 3.794 orang serta jumlah Kepala Keluarga 1.781 Kepala Keluarga. (Kantor Lurah Purus, 2016)

3. Agama

Agama memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, karena agama merupakan sumber moral, petunjuk kebenaran, sumber informasi tentang masalah metafisika, dan agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik dikala suka, maupun dikala duka, khususnya di kelurahan Purus Kota Padang. Agama di Kelurahan Purus cukup beragam dan pada umumnya menganut agama islam.

B. HASIL DAN

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil temuan dilapangan dan sesuai tujuan penelitian, maka didapatkan hasil dari wawancara dengan beberapa informasi dapat diambil kesimpulan bahwa Studi Sarana dan Prasarana Objek Wisata pantai Padang Kota Padang.

Pertama, sarana yang ada di objek wisata Pantai Padang khususnya di Danau Cimpago ini sudah bagus, hal ini dapat dilihat dengan adanya fasilitas-fasilitas yang telah tersedia pada saat ini, walaupun masih ada beberapa kekurangan.

Hal itu berdasarkan dari

wawancara yang dilakukan, sebagaimana yang dikatakan oleh masyarakat dan pengunjung bahwa untuk sarana di objek wisata ini masih kurang karna tidak adanya aktifitas yang dilakukan pengunjung selain hanya untuk duduk-duduk dan berfoto hal itu senada dengan apa yang dikatakan oleh Lurah dikelurahan Purus yang mengatakan bahwa di objek wisata ini masih dalam proses pembenahan, masih banyak yang dibenahi sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang bahwa pada saat sekarang ini pembangunan- pembangunan fasilitas terus dilakukan guna meningkatkan ketersedian sarana yang memadai.

Hal ini sesuai dengan pendapat Bakaruddin (2008: 92),

“sarana” yang dimaksud yaitu perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung dan hidup serta kehidupannya banyak tergantung pada kedatangan wisatawan.

Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa sarana yang tersedia pada saat ini bisa dikatakan memadai karena sudah mampu menjadi daya tarik buat menarik minat wisatawan utuk datang, walaupun hanya untuk duduk-duduk dan berfoto.

Kedua, objek wisata Pantai Padang ini memiliki prasarana pendukung yang memadai. Kondisi ini didukung oleh kenyataan Pantai Padang berada dekat dengan pusat kota sehingga prasarana pendukung

(8)

tersedia dengan lengkap. Seperti yang dapat kita lihat adanya angkutan umum menuju objek wisata, lampu penerangan, jalan yang disediakan 2 jalur, pos keamanan yang disediakan.

upaya pemerintah sejauh ini sudah cukup bagus, dengan menggunakan anggaran APBD Daerah, pemerintah kota Padang yang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang mengelola langsung objek wisata ini, dengan bekerja sama dengan Muspika, Polsek, Koramil dan juga masyarakat setempat.

Seperti yang

diungkapkan oleh Lurah Kelurahan Purus bahwa Pemerintah terus melakukan sosialisasi dengan masyarakat untuk menciptakan objek wisata yang maju dan berkembang dan mengadakan pelatihan kepada masyarakat khususnya para pedagang didaerah sekitar objek wisata Pantai Padang ini, begitu juga dengan apa yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang bahwa saat ini terus dilakukan pembangunan untuk memenuhi prasarana yang diharapkan dapat terwujudnya objek wisata yang maju dan

berkembang sehingga

kelemahan objek wisata dapat ditanggulangi serta juga mengadakan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat pedagang untu bisa berwirausaha yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke objek wisata Pantai Padang khususnya Danau Cimpago.

Hal ini sesuai dengan pendapat Bakaruddin (2008: 92)

dijelaskan bahwa prasarana pariwisata ada tiga bagian yaitu:

1) Prasarana Umum yaitu menyangkut kebutuhan orang banyak yang tujuannya adalah untuk membantu kelancaran roda perekonomian, pembangkit tenaga listrik, penyedian sumber air bersih, sistem jaringan jalan raya, sistem irigasi dan telekomunikasi. 2) Kebutuhan masyarakat banyak seperti rumah sakit, kantor pos, pompa bensin, perbankan, polisi dan 3) Prasarana Kepariwisataan lainnya.

Pendapat tersebut didukung oleh Suwantoro (2004) yaitu prasarana wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanan didaerah tujuan wisatan dalam perjalanan didaerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air, telekomunikasi, terminal, jembatan dan sebagainya.

Dari pendapat yang dikemukan dapat diketahui bahwa kondisi prasarana yang ada sudah memadai, hal ini dapat dilihat dari adanya fasilitas-fasilitas yang tersedia dan juga tempat penginapan yang tidak jauh dari lokasi serta masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sudah disediakan dengan dua jalur yang dibuat dan buat yang menggunakan kendaraan umum tidak jauh dari lokasi pemberhentian kendaraan umum tersebut. Prasarana pendukung yang tersedia di objek wisata ini sudah memadai karena objek wisata yang berada di pusat kota.

(9)

Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa upaya pemerintah dalam mendukung adanya sarana dan prasarana di objek wisata Pantai Padang ini khususnya Danau Cimpago sudah sangat baik dengan menggunakan dana dari APBD untuk mengelola dan

membenahi serta

mengembangkan objek wisata ini.

D. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat disampaikan :

1. Sarana yang ada pada saat sekarang ini sudah bisa dikatakan memadai, tetapi masih ada yang harus dibenahi dan ditambahkan seperti wahana Pantai dan arena permainan anak-anak seperti yang terlihat pengunjung hanya pergi untuk duduk-duduk dan berfoto

2. Prasarana pendukung objek wisata Pantai Padang ini memiliki prasarana pendukung yang memadai. Kondisi ini didukung oleh kenyataan Pantai Padang berada dekat dengan pusat kota sehingga prasarana pendukung tersedia dengan lengkap.

3. Upaya pemerintah dalam pemenuhan sarana dan prasarana di objek wisata ini sudah sangat baik dengan terus meningkatkan dan menambah fasilitas-fasilitas yang diperlukan bahkan melibatkan masyarakat setempat untuk ikut memajukan dan

mendukung kegiatan di objek wisata pantai padang ini karena Objek wisata Pantai Padang ini khususnya Danau Cimpago berpotensi besar untuk tempat wisata yang mempunyai daya tarik untuk wisatawan dengan terus mengembangkan dan membuat atau membangun fasilitas-fasilitas lainnya.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti peroleh, maka saran dari penulis adalah sebagai berikut :

1. Diharapkan kepada Pemerintah, Dinas Pariwisata dan Lurah setempat agar terus berperan aktif dalam mengelola objek wisata Pantai Padang agar sarana dan prasarana di objek wisata ini dapat terus menambah wisatawan yang datang.

2. Bagi masyarakat yang akan datang kalau seandainya ada program dari pemerintah untuk membangun kemajuan objek wisata Pantai Padang agar dapat mendukung program pemerintah tersebut dan ikut menjaga keamanan ataupun kebersihan objek wisata ini.

3. Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai penelitian yang relevan

E. DAFTAR PUSTAKA

Bakaruddin. 2009. Perkembangan permasalahan kepariwisataan.

Padang: IKIP

C.S.T Kansil. 2002. Pemerintah Daerah di Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta,

(10)

Hasan Alwi.2007 et.al, (ed.),

“upaya”, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,), ed. 3, Cet. Ke-4.

HAW Widjaya. 2005

Penyelenggaraan Otonomi Daerah di Indonesia, PT Raja Grafindo, Jakarta.

https://www.scribd.com/doc/679705 79/Bab-II-Skripsiku

Moeleong, Lexy (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:

Remaja Rosda Karya

Ramly, Nadjamuddin. 2007.

Pariwisata Berwawasan Lingkungan. Jakarta. Grafindo.

Soejono soekanto dan sri mamudji.

2006. penelitian hukum normatif suatu tinjauan singkat, penerbit universitas Indonesia.

Wiwoho, B. 1990. Pariwisata Citra dan Manfaatnya. Jakarta: Bina Rena Pariwisata.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan sampel tentang sosiologi pengarang dan sosiologi sastra dalam novel “Dia, Tanpa Aku” Karya Esti Kinasih, karena dalam novel ini mengandung temuan sosiologi

The job description of the work field being handled at the Central Luzon State University Infirmary are as follow: Recording of the Patient's Clinical Treatment Card document, Recording