Psikodiagnostik II : Observasi
Pertemuan ke-2
Rifa Juniartika, M.Psi., Psikolog [email protected]
APA ITU OBSERVASI?
Observasi adalah sebuah pernyataan yang menjelaskan fakta. Saat observer (orang yang melakukan observasi) melakukan observasi, maka observer lebih dari sekedar
”melihat”. Observer melakukan observasi dengan melibatkan kelima panca indera
(mata, telinga, hidung, kulit, lidah)
[email protected] Slide 3
Apa itu observasi?
Definisi Observasi
Merupakan suatu kegiatan pengamatan terhadap suatu objek yang sedang diteliti
Observasi merupakan penyeleksian, pencatatan, pengartian perilaku
Pengamatan dan pencatatan yang sistematik mengenai fenomena yang diselidiki
Pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diselidiki, baik dalam situasi
alamiah maupun dalam situasi buatan
Metode pengumpulan data yang dilakukan secara sistematik dan sengaja melalui
pengamatan dan pencatatan terhadap objek yang diteliti
Termasuk pengamatan yang dilakukan secara tidak langsung dengan
menggunakan alat-alat yang sudah disiapkan sebelumnya
Istilah-istilah dalam observasi
Observer
Merupakan orang yang melaksanakan atau melakukan kegiatan observasi/pengamatan.
Dapat peneliti sendiri atau orang lain yang diminta membantu peneliti
Observee
Adalah Objek
pengamatan, dapat
berupa benda hidup atau
benda mati
[email protected] Slide 5
Macam-macam Observasi
Berdasarkan strategi Pencatatan:
Narative types / running record;
Checklist notations; Rating scales;
Anecdotal records
Berdasarkan bagaimana melakukan Sistematis – Non Sistematis Berdasarkan Pencatatan
Time sampling – event sampling
Berdasarkan Pengamat Partisipan – Non Partisipan Berdasarkan Setting
Natural - Eksperimental
Macam- macam Observasi
Berdasarkan Setting
1. Objek Observasi adalah fenomena- fenomena yang terjadi secara alamiah 2. Pengamat mengamati perilaku yang
muncul pada keadaan atau situasi sesungguhnya
3. Pengamat terlibat dalam habitat alami subjek yang diamati tanpa mempengaruhi proses yang terjadi di dalam habitat tersebut
4. Dapat dilakukan pada 2 tingkatan berbeda: a) Natural Environment (lingkungan alamiah tempat subjek berada); b) simulated Natural Environment
1. Subjek dipisahkan dari lingkungan alamiah 2. Situasi dikendalikan sepenuhnya oleh peneliti 3. Tujuannya ialah untuk mengetahui hubungan
kausal dari dua variabel
4. Lebih banyak dilakukan pada hewan percobaan 5. Pengamat menciptakan kondisi khusus untuk
menimbulkan perilaku yang akan diamati 6. Dilakukan dengan cara mengendalikan unsur-
unsur penting kedalam situasi tersebut 7. Faktor lain yang dapat menimbulkan bahaya
dan mengganggu situasi dapat dikendalikan
Natural (alamiah) Eksperimental
[email protected] Slide 7
Macam- macam Observasi
Berdasarkan Pengamat
1. Observasi yang dilakukan dengan cara peleburan diri pengamat sehingga menjadi bagian dari objek yang diamati
2. Sering dilakukan untuk penelitian eksploratif
3. Tujuan: untuk menyelidiki perilaku individu dalam suatu sosial (misal: cara hidup, hubungan sosial, dll)
4. Pengamat terlihat karena akan mengikuti aktivitas yang dilakukan oleh individu yang diamati
1. Pengamat tidak terlihat meskipun yang diamati menyadari adanya pengamat
2. Pengamat tidak terlibat dalam aktivitas subjek yang diamati
Partisipan Non Partisipan
Macam- macam Observasi
Berdasarkan Bagaimana Melakukan
1. Ada kerangka yang memuat faktor-faktor dan ciri-ciri khusus dari setiap faktor yang diamati
2. Pengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang tersusun dan didalamnya telah tercantum aspek-aspek ataupun gejala-gejala yang perlu diperhatikan 3. Menekankan pada segi frekuensi dan
interval waktu tertentu
1. Pada umumnya pengamat belum atau tidak mengetahui sebelumnya apa sebenarnya yang harus dicatat dalam pengamatan itu
2. Aspek-aspek atau peristiwa dapat tidak terduga sebelumnya
Sistematis Non Sistematik
[email protected] Slide 9
Macam- macam Observasi
Berdasarkan Pencatatan
1. Pengamatan dengan pencatatan perilaku yang diperoleh selama periode waktu tertentu (frekuensi, durasi, dll)
1. Pengamatan atas kejadian penting yang muncul pada situasi tertentu
Time Sampling Event Sampling
Macam- macam Observasi
Berdasarkan Strategi Pencatatan
1. Pengumpulan / pencatatan data oleh observer apa adanya / sesuai dengan kejadian dan urutan kejadian
2. Observer mencatat setiap detail peristiwa / perilaku
3. Tujuan : “menangkap” setiap peristiwa sedetil mungkin sehingga orang lain dapat memperoleh gambaran yang akurat dan jelas tentang peristiwa / perilaku tersebut 4. Biasanya dilakukan hanya untuk satu
individu pada situasi tertentu 5. Kelemahan:
• Informasi penting dapat luput dari pengamatan
1. Observer menyusun struktur observasi dengan memilih dan mendefinisikan perilaku sebelum observasi dilaksanakan
2. Perilaku / karakteristik perilaku yang akan diamati didefinisikan ke dalam suatu bentuk list / daftar perilaku
3. Observer memberi tanda / check mark ketika perilaku tersebut muncul
4. Terdapat 2 tipe checklist:
• Static descriptor : seperangkat aitem yang mendeskripsikan karakteristik subjek atau setting yang relatif stabil (umur, jenis kelamin, ras, status ekonomi, karakteristik lingkungan, dan waktu.
Narrative types Checklist Notations
[email protected] Slide 11
Macam- macam Observasi
Berdasarkan Strategi Pencatatan
1. Observer membuat interpretasi terhadap apa yang diamati (rating scales)
2. Informasi direkam sebagai refleksi dari penilaian observer
1. Narasi singkat yang menggambarkan sebuh kejadian lucu/menarik
2. Tidak fokus hanya pada satu anak atau kelompok, dan tidak terbatas pada kemunculan perilaku baru
3. Melaporkan apapun yang terjadi, pada orang yang berbeda dan waktu yang berbeda 4. Tidak membutuhkan spesifikasi watu tertentu
tetapi dapat dilakukan kapanpun ketika perilaku yang penting/menarik muncul, tidak tergantung pada setting atau lingkungan tertentu dan dapat dilakukan dimanapun. Tidak mensyaratkan kode khusus atau kategori atau diagram dapat ditulis secara sederhana pada buku catatan
Rating Scales Anecdotal Record
Alasan menggunakan observasi
Observasi dilakukan karena beberapa hal, diantaranya:
Informasi didapat langsung
Untuk mendeskripsikan nature (bagaimana perilaku berlangsung)
Menggeneralisasi dan menguji hipotesis (observasi awal eksperimen)
Asesmen perilaku, observasi dilakukan sepanjang proses asesmen
Karena metode lain tidak dapat diterapkan, misalnya ingin mengetahui bagaimana reaksi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya karena kematian, atau bagaimana reaksi anak saar mendapat potongan uang saku dari orangtua
Ada bukti fisik, atau hasil yang dapat mudah dilihat
[email protected] Slide 13
Langkah Observasi
Berikut merupakan langkah-langkah yang dilakukan saat observasi:
Step 1
Step 2
Step 3
Step
Start 4 Finish
Memilih individu, kelompok, perilaku, peristiwa atau suatu
periode waktu tertentu yang akan menjadi fokus
Menentukan apakah perilaku akan dimanipulasi
atau menanti sampai perilaku muncul
Menentukan system kode
Melakukan pengamatan
Step
5 Step
6 Step
7
Menentukan cara yang akan dilakukan:
• Berdasarkan ingatan
• Pencatatan melalui audio atau video
• Sistem pemantauan fisiologis
• Pencatatan waktu, dll
Menyusun pedoman Observasi
Analisis dan interpretasi penemuan
Observasi sebagai alat penyelidik ilmiah
Guideline dan pencatatan sesuai tujuan riset yang telah dirumuskan
Direncanakan secara sistematis
Dicatat dan
dihubungkan secara sistematis dengan proporsi yang lebih umum, tidak hanya dilakukan untuk memenuhi rasa ingin tahu saja
Dapat dicek dan dikontrol validitas, realibilitas dan ketelitiannya sebagaimana data ilmiah lainnya
01
02
03
04
[email protected] Slide 15
Observasi terstruktur vs Observasi tidak terstruktur
Berikut perbedaannya:
1. Menggunakan panduan terstruktur 2. Prosedur terstandar
3. Biasanya melibatkan waktu, penghitungan dan rating scale
1. Melihat apa yang terjadi secara alami 2. Observer mencatat perilaku secara
lengkap
Observasi Terstruktur Observasi Tidak Terstruktur
Objek Observasi
Objek observasi terdiri dari 4 jenis, yaitu:
People (individual, kelompok atau komunitas)
Characteristics
Interactions
Behaviors
Reactions
Physical settings
Environmental features
Products/physical artifacts
[email protected] Slide 17
Keunggulan dan Kelemahan Observasi
Berikut perbedaannya:
1. Dapat memberi petunjuk secara langsung tentang perilaku yang diamati
2. Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit diterangkan
3. Dapat digunakan tanpa metode lain 4. Simple dan menghemat waktu
5. Menggambarkan berbagai tanda tentang sebab munculnya suatu perilaku (situasi dimana perilaku itu muncul)
6. Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
1. Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman menunjukkan perilaku yang tidak sewajarnya
2. Hal yang diamati mungkin tidak mewakili suatu peristiwa secara keseluruhan
3. Dapat mengganggu proses yang sedang diamati
4. Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-
kejelekannya
5. Mungkin memerlukan pelatihan
6. Potensi bias, potensi untuk mengabaikan aspek bermakna, potensi salah tafsir.
Keunggulan Kelemahan
Tujuan Observasi
Untuk mengumpulkan informasi yang tidak dapat diperoleh dengan metode lain dan melengkapi data lain sebagai bagian dari
asesmen
Thank You!
Any Questions?