AKU
Di sudut kota tinggallah seorang anak muda yang bernama Angkasa dengan adiknya yang bernama Semesta. Mereka hanya hidup berdua.Orang tua mereka sudah dipanggil yang maha kuasa. Angkasa yang masih duduk di bangku kelas 11 SMA harus bekerja untuk melanjutkan hidup dia dengan adiknya. Ia mencari kerja kesana kemari di tolak karena ia masih di bawah umur dan masih bersekolah. Angkasa hanya bisa bekerja serabutan dengan gaji yang hanya cukup untuk ia dan adiknya makan sehari hari.
Setiap pagi angkasa harus mengurus adiknya untuk bersekolah, setelah itu mengurus dirinya untuk bersekolah. Sepulang sekolah, Angkasa lanjut bekerja, kadang ia menjadi kuli panggul,atau membantu tetangganya berjualan di pasar. Apapun ia lakukan demi kehidupan ia dengan adiknya. Angkasa beberapa Minggu ini sering bolos sekolah, Karena ia harus bekerja lebih keras untuk membayar sekolah ia dan adiknya. Sekarang angkasa setia pagi hari membantu tetangganya berjualan kue untuk menambah penghasilan.
Angkasa mempunyai teman yang sangat amat baik hati yang bernama Bagaskara atau yang sering dipanggil dengan Aska. Aska adalah seorang yang kaya raya,orang tua aska mempunyai beberapa perusahaan di luar kota. Disaat Aska sedang santai menonton TV bersama ayah dan bundanya, Aska teringat dengan Angkasa yang akhir akhir ini jarang sekali masuk sekolah. Aska menceritakan semua kehidupan Angkasa kepada orang tuanya.
"Ayah,bunda sabahatku Angkasa akhir akhir ini ia jarang sekali masuk sekolah." ucap Aska
"Mengapa ia jarang masuk sekolah Aska?" tanya ayah Aska
"Aku dengar ia bekerja di pasar untuk membayar sekolah ia dengan adiknya." ucap Aska
"Malang sekali dia,harus bekerja untuk membayar sekolah "ucap bunda Aska
"Bun,apa kita bantu saja angkasa?"tanya ayah Aska
"Bantu seperti apa yah?" ucap bunda Aska
"Bantu untuk membayar biaya sekolah Angkasa dengan adiknya" saran ayah Aska
"Boleh tuh yah" jawab bunda Aska
"gimana aska?" tanya ayah Aska kepada Aska
"Boleh yah. Boleh bangett."jawab aska
"Oke, mumpung besok ayah dan bunda libur. Besok kita ke rumah Angkasa yaa" saran ayah Aska
"Siapp ayahh" seru Aska
Pada malam hari angkasa bersama adiknya sedang ngobrol dan bercanda angkasa sedang menggelitiki adiknya.
"Kaka saa jangan gituuu geli tauu" ucap Semesta yang sedang kegelian
"Yaudah bilang ampun dulu.." ucap Angkasa
"Iya iya ampun kaka sa ampun" seru Semesta.
"Nahh,udahh makanya jangan ngeledek lagi yaa" Angkasa.
Mereka menyudahi bercandaannya,dan semesta melanjutkan menggambar.
"Kaka sebentar lagi aku ulang tahun loh,kaka ingat kan" ucap Semesta yang sedang menggambar.
"Ingat kok kaka ingat" jawab Angkasa
"Aku mau minta kado boleh?" tanya Semesta
"Memang kamu mau apa?" Angkasa
"Aku ingin tas baru, karena tas lama ku sudah rusak sekali" jawab Semesta
"Nanti yaa kalau kaka punya rezeki nanti kaka beli kan kamu tas baru, Kamu pakai tas yang lama dulu yaa semester, doa kan saja kaka punya rezeki nya" ucap Angkasa
"Sudah malam,mari kita tidur" ajak Angkasa
"Baik kaka sa" jawab Semesta dan mereka pun bergegas untuk tidur
Keesokan paginya Angkasa dengan adiknya berjualan kue di pasar.
"Kaka Alhamdulillah kue kita tinggal sedikit lagi" seru Semesta
"Iyaa Alhamdulillah" ucap Angkasa
"Ayo kita siap-siap untuk pulang" ajak Angkasa
"Iya kaka ayo" jawab Semesta.
Mereka bersiap siap untuk pulang ke rumah karena jualan mereka sudah habis Sesampainya di rumah Angkasa dan adiknya beberes rumah, dan tiba tiba Aska bersama ayah dan bunda nya datang.
"Assalamu'alaikum angkasa" salam Aska
"Iya waalaikumsalam, eh Aska, om tante" jawab Angkasa
"Mari masuk dulu Aska, om, dan tante" Angkasa mempersilahkan keluarga Aska untuk masuk ke rumahnya.
"Silahkan duduk aska,om, tante," ucap Angkasa mempersilakkan keluarga Aska.
"Maaf ya kami tidak menyediakan apa apa hanya air kosong saja" ucap Angkasa tidak enak kepada keluarga Aska.
"Iya angkasa tidak apa apa" jawab bunda Aska
"Oh iya, ada apa ya om,tante,aska datang ke mari?" tanya Angkasa heran.
"Jadi seperti ini Angkasa sahabat mu ini sudah menceritakan ke kita berdua, kalau kamu akhir akhir ini jarang masuk sekolah yaa? Kata Aska kamu ini berjualan kue di pasar ya setiap pagi untuk membayar uang sekolah kamu dengan adik mu ya?" tanya ayah Aska.
"Iya benar om,tante, saya harus bekerja demi kebutuhan sehari hari sama untuk membayar uang sekolah" jawab Angkasa
“bagaimana kalo kami bantu untuk uang sekolah kamu dengan adik kamu, dengan syarat kamu harus rajin sekolah dan tidak bolos-bolosan lagi?" tanya ayah Aska
Angkasa berujar dalam hatinya, sekolah dibayarkan, tapi gimana dengan makan sehari hari ku dengan adikku?,tidak mungkin juga aku meminta kepada mereka. Ahh aku terima saja lah, urusan sehari hari aku masih bisa bekerja setelah pulang sekolah.
“Jadi bagaimana Angkasa?" tanya ayah Aska memastikan
"Saya terima om tawaran om dan tante" jawab Angkasa
"Horeee... Angkasa sekolah lagii" sorak Aska
"Terimakasih banyak om tante dan Aska sudah meringankan beban saya untuk membayar sekolah. Sekali lagi terimakasih banyak" ucap Angkasa sungguh-sungguh.
"Sama sama angkasa" jawab ayah, bunda, dan Aska
"Pokoknya kamu harus rajin belajar yaa biar jadi orang sukses" bunda Aska
"aamiin" ucap Angkasa
"Ya sudah gitu saja ya nak Angkasa" ucap ayah Aska
"Ayo bunda, aska kita pulang" ajak ayah Aska
"Iya ayo ayah" jawab Aska
"Kami pamit ya Angkasa" ucap bunda Aska
"Iya tante, sekali lagi terimakasih om tante, hati hati dijalan ya" ucap Angkasa.
Setelah itu ayah, bunda, dan Aska pun pulang ke rumah. Lalu Angkasa dan Semesta menjalankan hari hari nya seperti biasa. Angkasa teringat dengan adiknya yang sebentar lagi ulang tahun, adiknya meminta kado tas baru, karena tas lama nya sudah tidak layak pakai.
Setiap Angkasa mendapat upah dari pekerjaannya Angkasa menyisihkan sebagian uangnya untuk kado adik nya. Satu hari sebelum ulang tahun Semesta, uang Angkasa sudah terkumpul untuk membeli kado adiknya. Sepulang bekerja Angkasa langsung menuju ke toko tas untuk membeli tas baru untuk adiknya. Setelah Angkasa memilah milih, Angkasa menemukan tas yang cocok dengan adiknya, dan harganya juga tidak terlalu mahal.
"Semoga Semesta suka dengan kado yang kuberikan" ucap Angkasa
Sesampainya angkasa di rumah Angkasa langsung menyembunyikan kadonya di atas lemari, lalu esokan hari dia berikan ke Semesta.
Ke esokan harinya angkasa pura pura lupa dengan ulang tahun semesta, angkasa bersiap siap seperti biasanya dan berangkat sekolah, begitu juga dengan semesta. Pada malam harinya angkasa dan semesta sedang mengerjakan tugasnya masing-masing.
"Kakak apakah kaka lupa dengan hari ini?" tanya Semesta sedih
"Tidak dong,. Hari ini hari rabu kan?" jawab Angkasa
"Ishh kaka, ya sudah lah" jawab Semesta yang sebal dengan Angkasa
"Kaka tidak lupa kok,hari ini kamu ulang tahun kan?" tanya Angkasa
"Aku kira kaka lupa" jawab Semesta
"Kaka tidak lupa dong dengan ulang tahun adik kaka yang satu ini" ucap Angkasa
"Tunggu sebentar yaa" Angkasa
Lalu Angkasa mengambil kado untuk Semesta
"Tutupp mata dulu dong Semesta" suruh Angkasa
"Siapp kaka" jawab semesta
"1...2...3... taraaa, selamat ulang tahun yaa semesta, semoga doa kamu terkabul kan semua yaa. semangat belajarnya yaa" ucap Angkasa
"Aaaa terimakasih kaka Sa" ucap Semesta sambil memeluk Angkasa
"Sama sama Semesta" jawab Angkasa.
TAMAT...