Metodologi Geolistrik
Eksplorasi metoda resistivity adalah metoda eksplorasi geofisika yang menggunakan arus listrik searah (DC Current) yang diinjeksikan melalui dua buah elektroda kedalam bumi, lalu mengamati potensial yang terbentuk melalui dua buah elektroda potensial di tempat lain.
Perbedaan potensial yang terukur merefleksikan sebaran tahanan jenis yang terdapat di bawah permukaan. Pada dasarnya metoda ini didasarkan pada konsep perambatan listrik didalam media homogen isotropis, arus listrik bergerak ke segala arah sama besar, berdasarkan asumsi tersebut, maka bila didapat anomaly yang membedakan jumlah rapat arus yang mengalir diasumsikan diakibatkan oleh adanya perbedaan akibat sebaran tahanan jenis yang berbeda- beda, perbedaan ini yang akan digunakan untuk merekonstruksi keadaan bawah permukaan.
Gambar 2. 1 Konfigurasi dasar elektroda pada metoda resistivity, C dan P adalah elektroda arus dan Potensial
Gambar 2. 2 Beberapa konfigurasi elektroda dan masing-masing faktor geometrinya
Dari injeksi arus (i) yang dilakukan, didapatkan beda potensial(V) di titik lain, sehingga akan didapatkan nilai resistivity ( ) :
ρa = k V / I
dimana k adalah faktor geometri yang bergantung kepada susunan elektroda yang digunakan.
Dari hasil pengukuran didapatkan nilai R sebagai V/I, sehingga akan didapatkan : ρa = k R
dimana nilai resistivity yang terukur adalah nilai resistivity semu, untuk mendapatkan nilai resistivity sebenarnya dilakukan pengolahan dan perhitungan data inversi secara manual maupun menggunakan software.
Metoda resistivity 2-D adalah metoda resistivity yang dilakukan untuk mengukur perubahan variasi resistivity secara horizontal maupun vertikal. Beberapa tahapan eksplorasi resistivity 2-D yang dilakukan adalah :
- Penentuan panjang lintasan, konfigurasi elektroda dan spasi antar elektroda.
- Pembuatan stackingchart untuk seluruh datum poin sesuai dengan target kedalaman
- Akuisisi data
- Pengolahan data dan Interpretasi
Panjang lintasan pada survey ditentukan sepanjang 120 m untuk masing-masing lintasan dengan konfigurasi elektroda Wenner-Alfa dan spasi antar elektroda 5 m.
Gambar 2. 3 Konfigurasi elektroda dipole-dipole dan faktor geometrinya
Gambar 2. 4 Rangkaian konfigurasi dipole-dipole untuk satu lintasan pengukuran 2-D
Stackingchart adalah diagram yang memperlihatkan seluruh datum point pada suatu rangkaian konfigurasi untuk satu lintasan pengukuran 2-D.
Gambar 2. 5 Model Stackingchart