PENDAHULUAN
Latar Belakang
Selain itu, solat juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap kawalan hawa nafsu terutama bagi mereka yang melaksanakannya dengan khusyu (teruk) dan hanya mengharapkan keredhaan Allah. Dengan menunaikan solat lima waktu diharapkan iman dan taqwa seseorang akan bertambah.
Fokus Penelitian
Pada dasarnya shalat sebagai rukun agama juga mempengaruhi perilaku siswa, khususnya perilaku nakal remaja. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan judul Implementasi Ibadah Sholat Sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember Tahun 2017/2018.
Tujuan Penelitian
Alasan peneliti memilih lokasi penelitian di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember karena sebagian besar siswanya meremehkan pendidikan agama Islam, mereka menganggap pendidikan kejuruan lebih utama dari pendidikan agama Islam (dalam penelitian ini shalat). Mendeskripsikan pelaksanaan ritual sholat siswa sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember Tahun 2017/2018.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca sehingga dapat memahami bahwa remaja terkadang mempunyai pandangan tersendiri terhadap segala sesuatu yang ingin diperolehnya, yang nantinya akan mempengaruhi pola perilakunya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru pendidikan agama Islam dalam menerapkan konsep sholat sebagai upaya pengendalian sikap negatif remaja sehingga dapat tercipta sinergitas dalam proses pembelajaran maupun di lapangan.
Definisi istilah
Latar Belakang Pelaksanaan Sholat Sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember. Langkah-langkah pelaksanaan ibadah salat sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember.
Sistimatika pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Berdasarkan penjelasan di atas terlihat bahwa penelitian ini berbeda dengan penelitian yang akan kita pelajari, yaitu peneliti lebih memfokuskan pada pengaruh ritual salat terhadap perilaku nakal siswa remaja SMK Tunas Bangsa Ajung Jember. Berdasarkan penjelasan di atas terlihat bahwa penelitian ini berbeda dengan penelitian yang akan kita pelajari, yaitu peneliti lebih memfokuskan pada pengaruh ritual salat terhadap perilaku nakal siswa remaja SMK Tunas Bangsa Ajung Jember.
Kajian Teori
Efektivitas pelaksanaan sholat sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember pada kondisi siswa remaja. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan ibadah salat sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan melalui uraian dalam bentuk kata-kata dan bahasa, dalam konteks tertentu yang wajar dan menggunakan cara yang berbeda-beda. metode alami.31 Pendekatan kualitatif bertujuan untuk memahami situasi sosial, peristiwa, peran, interaksi dan kelompok.32. Jenis penelitiannya adalah kualitatif naratif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan apa adanya. Dalam hal ini peneliti tidak memanipulasi atau memastikan adanya perlakuan tertentu terhadap objek penelitian dengan menggunakan narasi kualitatif dalam mendeskripsikan data.33.
Lokasi Penelitian
Dengan kata lain, pengenalan inovasi pembelajaran dan upaya pencegahan kenakalan remaja melalui pelaksanaan shalat wajib (dzuhur) dan shalat sunnah (dhuha) merupakan kebijakan SMK Tunas Bangsa Ajung Jember yang merupakan hasil arahan kepala sekolah. pengambilan keputusan melalui berbagai pertimbangan. Berdasarkan hal tersebut, sudah sepantasnya guru pendidikan agama Islam adalah orang yang mengetahui fokus kajian dalam penelitian ini, karena fokus pembahasan penelitian skripsi ini berkaitan dengan upaya guru dalam mencegah kenakalan remaja dengan cara melaksanakan shalat wajib (dzuhur) dan shalat sunnah (dhuha). . Oleh karena itu, guru bimbingan dan konseling dipilih sebagai subjek penelitian dalam penelitian ini untuk menggali informasi mendalam tentang kondisi keagamaan siswa dan efektivitas upaya pencegahan kenakalan remaja melalui pelaksanaan ibadah oleh kepala sekolah dan guru pendidikan agama Islam.
Selain itu guru bimbingan dan konseling dipilih sebagai subjek penelitian untuk memperoleh data dokumenter berupa surat, gambar, arsip, agenda, dan lain-lain. selama proses pendidikan siswa di sekolah. Selain menggunakan metode yang tepat, peneliti juga harus memilih teknik dan alat pengumpulan data yang sesuai. Alasan penggunaan teknik ini adalah untuk memperoleh data yang lengkap, andal, dan memahami tingkat signifikansi setiap perilaku yang diamati.
Dengan teknik ini peneliti bermaksud mencari data berupa tulisan, gambar, agenda, dokumen, arsip atau hal-hal lain yang dapat melengkapi data hasil observasi dan wawancara, sehingga hasil penelitian akan lebih kredibel.
Analisis Data
Aktivitas siswa selama proses sholat dan dokumentasi aktivitas siswa yang dilakukan, baik yang berkaitan dengan pembelajaran agama, materi sholat di kelas, maupun kegiatan ekstrakurikuler. Keduanya menyatakan bahwa kegiatan analisis data kualitatif bersifat interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai. Pengumpulan data adalah kegiatan meneliti data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sesuai pedoman yang telah ditentukan.
Dengan cara ini, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan pengumpulan data selanjutnya jika diperlukan. Data disajikan dalam bentuk deskripsi singkat, peta atau hubungan antar kategori yang kemudian dijadikan teks naratif agar mudah dipahami. Inferensi/verifikasi adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi sejak awal yang bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data.
Namun jika kesimpulan awal didukung oleh data yang valid dan konsisten, maka kesimpulan tersebut dapat dipercaya.39.
Keabsahan Data
Tahap-tahap penelitian
Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kenakalan Remaja Di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember Tahun 2017/2018. Model kenakalan remaja di sekolah banyak sekali, namun umumnya terjadi di luar sekolah. Kenakalan remaja pada umumnya merupakan produk dari apa yang mereka pelajari di lingkungannya.
Bentuk-bentuk kenakalan remaja di SMK Tunas Bangsa antara lain bolos sekolah, memakai pakaian yang tidak rapi dan atribut yang tidak lengkap, merokok, berkelahi dengan guru, terlambat masuk sekolah dan terlambat masuk kelas, berkelahi, berbohong, meminum minuman beralkohol dan menggunakan narkoba. Kenakalan remaja yang terjadi pada siswa SMK Tunas disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Jenis kenakalan remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember Tahun 2017/2018 adalah : membolos sekolah, memakai pakaian yang tidak rapi dan atribut yang tidak lengkap, merokok, berkelahi dengan guru, terlambat masuk sekolah dan terlambat masuk kelas, berkelahi, berbohong, meminum minuman beralkohol. , dan mengonsumsi narkoba.
Kenakalan remaja yang terjadi pada siswa SMK Tunas Bangsa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Letak suatu lembaga pendidikan di suatu daerah seringkali dianggap sebagai representasi perkembangan dan kemajuan intelektual penduduk daerah tersebut. Selain minimnya jumlah SMK, keberagaman dan pertumbuhan jumlah penduduk menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi berdirinya SMK Tunas Bangsa di Dusun Desa Mangaran. Sukamakmur Kecamatan Ajung yang berdiri sejak tahun 2009. Lokasi gedung SMK Tunas Bangsa berada di tengah masyarakat, dikelilingi lahan pertanian desa, jalan cukup mendukung yaitu sekitar 5 km dari kecamatan, 10 km dari kota. Kepala sekolah pertama dan saat ini dipimpin oleh Bpk. Muhammad Khausul Amal, S.Th.I, M.Pd.
Berdasarkan peta kota Jember, lokasi SMK Tunas Bangsa berada di Dusun Mangaran, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Lebih tepatnya sekitar 10 km dari Kota Jember dan sekitar 5 km dari PUSLIT (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao). Lokasi sekolah berada di kawasan pemukiman, tepatnya di Dusun Mangaran, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung.
Jalur menuju SMK Tunas Bangsa tidak dilalui kendaraan umum sehingga banyak siswa yang membawa kendaraan sendiri.
Penyajian Data dan Analisis
Dari pengamatan langsung para peneliti di bidang ini, terlihat adanya berbagai macam bentuk kenakalan remaja. Jika melihat langsung ke sekolah, sangat kecil kemungkinannya kita akan menemui kenakalan remaja seperti minuman keras dan narkoba. Mereka yang melakukan kenakalan remaja rata-rata berasal dari keluarga menengah ke atas.
Bahkan remaja nakal pun tidak semuanya berasal dari keluarga yang berantakan; bahkan mereka yang berasal dari keluarga baik-baik, orang tua yang berpendidikan tinggi, atau bahkan latar belakang keluarga yang terpelajar pun menunjukkan perilaku yang buruk. Namun demikian, beberapa kelakuan buruk mungkin masih dapat ditoleransi oleh pihak sekolah, sehingga siswa hanya mendapat teguran dan tidak dikeluarkan.57. Rata-rata remaja nakal berasal dari keluarga baik-baik, namun tentunya dengan alasan yang berbeda-beda.
Jadi kalau ada yang bilang kenakalan remaja karena pembobolan rumah, maka perlu dicek kembali kebenarannya. Berdasarkan data yang ada di sekolah, sebagian besar remaja nakal adalah siswa yang memiliki orang tua yang sibuk. Baik mereka yang bekerja di pabrik tembakau sebagai buruh maupun pegawai PT, meski ada juga beberapa anak nakal yang orangtuanya berprofesi sebagai PNS.
Pembahasan Temuan
Suasana dalam keluarga, hubungan remaja dengan orang tuanya memegang peranan penting dalam timbulnya kenakalan pada anak di bawah umur. Kenakalan remaja pada umumnya merupakan produk dari nilai-nilai negatif yang dipelajarinya di lingkungannya. Faktor sosiologis kenakalan remaja merupakan faktor eksternal yang mendukung terjadinya kenakalan remaja, sehingga dapat dikatakan adanya lingkungan kenakalan yang mempengaruhi remaja tersebut, antara lain latar belakang keluarga, masyarakat tempat remaja tersebut berada, dan lingkungan sekolah. 81.
Implementasi Layanan Doa Siswa Sebagai Upaya Pencegahan Kejahatan Remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember, 2017/. Sholat yang khusyuk akan membentuk pribadi yang mampu menyelamatkan diri dari kenakalan, termasuk kenakalan remaja. Dengan demikian terdapat kesinambungan antara kewajiban di sekolah dan kewajiban di rumah, yang implikasinya diharapkan dapat mendorong perilaku positif pada anak, atau setidaknya meminimalisir atau menekan kenakalan remaja.
Gunarsa, Singgih D. 2004. Antologi Psikologi Perkembangan: Dari Masa Kecil Hingga Lanjut Usia Jakarta: PT BOK Gunung Mulia.
PENUTUP
Kesimpulan
Pelaksanaan salat siswa sebagai upaya pencegahan kehausan remaja di SMK Tunas Bangsa Ajung Jember. Pelaksanaan sholat maghrib sudah baik jika dilihat dari peraturan dan ketentuan yang ada di sekolah. Siswa yang tidak menaati peraturan dihukum dengan membuat surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh orang tua dan kepala sekolah atau dengan berdiri di depan gerbang sekolah sambil membawa kalung yang bertuliskan “Saya malu karena saya tidak ikut jamaah tidak. berdoa".
Saran
El-Ulthani, Mawardi Labay. 1997. Zikir dan Sholat, mendirikan salat khusyuk. Jakarta: Al Mawardi Pers. Az-Zaghabi.2001.Muhammad Abdul Malik.Orang Malang Nian Yang Tidak Sholat.Jakarta: Pustaka Al Kautsar.