• Tidak ada hasil yang ditemukan

pelaksanaan retribusi parkir berlangganan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pelaksanaan retribusi parkir berlangganan"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Oleh karena itu, ketika tiba waktunya membayar pajak STNK, otomatis masyarakat akan membayar biaya parkir berlangganan. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 5 Tahun 2011 Bab VII Pasal 57 dijelaskan bahwa biaya parkir berlangganan diwajibkan bagi pelanggan untuk mendapatkan layanan parkir gratis di pinggir jalan umum.

Fokus Penelitian

Oleh karena itu penulis mengambil judul “Penerapan Retribusi Parkir Berlangganan di Kabupaten Probolinggo dalam Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 5 Tahun 2011 ditinjau dari Hukum Ekonomi Islam”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi baru yang positif dan menambah koleksi penelitian serta referensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dan dapat menjadi acuan dalam pembuatan peraturan daerah tentang retribusi parkir berlangganan di Kabupaten Probolinggo.

Definisi Istilah

Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kesadaran akan wajib retribusi parkir berlangganan agar tidak diberikan uang kepada tempat parkir yang telah dibayar oleh pemerintah. Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 5 Tahun 2011 Peraturan Daerah yang selanjutnya disebut Peraturan Daerah atau disebut dengan nama lain adalah Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota. 11 Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo no. , salah satunya tentang retribusi parkir. langganan.

Sistematika Pembahasan

Berapa tarif parkir berlangganan di pinggir jalan umum di Kabupaten Probolinggo dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011? Penerapan retribusi parkir berlangganan di Kabupaten Probolinggo dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Perbedaan dalam penelitian ini adalah tesis ini hanya membandingkan tarif parkir di pinggir jalan umum sebelum dan sesudah peraturan daerah nomor 19 tahun 2002 di Kota DIY. Sedangkan tesis yang disusun peneliti adalah tentang penerapan retribusi parkir berlangganan di pinggir jalan umum di Kabupaten Probolinggo dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 dan Hukum Ekonomi Islam.

Kajian Teori

  • Retribusi
  • Retribusi Daerah
  • Definisi Ijarah
  • Pengertian Hadiah
  • Pengertian Dharibah

25 Peraturan Bersama No. 4 Tahun 2012 tentang Pemungutan Retribusi Parkir Berlangganan Kendaraan Bermotor di Kabupaten Probolinggo Pasal 1 angka 6. Pelayanan parkir jalan umum di Kabupaten Probolinggo melampaui tugasnya, misalnya juru parkir menyediakan kardus di atas sepeda yang memerlukan biaya berlangganan parkir sehingga sepeda jangan terlalu panas. Dari peraturan daerah di atas terlihat jelas bahwa masyarakat Kabupaten Probolinggo dalam hal ini masyarakat pemilik kendaraan bermotor roda dua atau empat wajib berlangganan retribusi parkir.

Yang membayar biaya parkir berlangganan adalah masyarakat Kabupaten Probolinggo yang memiliki kendaraan bermotor, roda dua atau empat. Jadi, wajib membayar biaya parkir berlangganan sekaligus membayar pajak STNK dan mengganti plat nomor. Pemungutan Bea Parkir Berlangganan dilakukan dari suatu kantor bersama dengan sistem administrasi tunggal dalam satu atap.

Oleh karena itu, pembayaran yang dilakukan dari biaya parkir langganan wajib merupakan upah dalam akad Ijaroh. Pajak parkir berlangganan di Kabupaten Probolinggo dilaksanakan secara bersama-sama antara Bupati Probolinggo dan Walikota Probolinggo. 19 Tahun 2002 tentang Retribusi Parkir Di Pinggir Jalan Umum Kota Yogyakarta Ditinjau dari Hukum Islam”, (Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009).

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu observasi, wawancara atau telaah dokumen. 58 Peneliti memilih jenis pendekatan ini karena daripada mempertimbangkan bahwa adaptasi metode kualitatif lebih mudah jika berhadapan langsung dengan kenyataan yang ada, maka dengan pendekatan ini peneliti dapat secara langsung menyajikan sifat hubungan antara peneliti dan responden, dan pendekatan ini juga lebih peka dan mudah beradaptasi dengan pola nilai yang ditemui. Nasution menggambarkan penelitian kualitatif sebagai peneliti yang memiliki sejumlah karakteristik yang memungkinkan seorang peneliti memperoleh informasi dari observasi wawancara dan partisipasi langsung.59. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang objeknya berkaitan dengan gejala atau peristiwa yang terjadi pada kelompok masyarakat, oleh karena itu penelitian ini dapat juga disebut penelitian kasus atau studi kasus (Case Study) dengan pendekatan deskriptif.

Lokasi Penelitian

Bagi Wajib Pajak yang membayar biaya parkir berlangganan di luar Kabupaten Probolinggo, Samsat Kota Probolinggo, dan Samsat Keliling, hasilnya dibagi dua kemudian disetorkan ke Kasda Kota dan Kabupaten Probolinggo. Warga Kota dan Kabupaten Probolinggo yang membayar Retribusi Parkir Berlangganan dan parkir di area jalan umum yang ditetapkan Dinas Perhubungan dibebaskan dari retribusi parkir, namun kenyataannya masyarakat tetap membayar uang kepada juru parkir. Probolinggo telah mengeluarkan peraturan bersama mengenai pemungutan retribusi parkir berlangganan kendaraan bermotor di Kota dan Kabupaten Probolinggo yaitu No. 4 Tahun 2012 untuk Kota Probolinggo dan No. 01 Tahun 2012 untuk Kabupaten Probolinggo.

Peraturan ini diambil mengingat bupati dan walikota bekerja sama dalam memungut iuran parkir. Dalam Peraturan Daerah No. . Pemungutan retribusi parkir berlangganan meliputi unsur Dinas Perhubungan sebagai unsur penunjang dan peran juru parkir yang berada di wilayah Dinas Kabupaten Probolinggo untuk menyelenggarakan pelayanan parkir berlangganan pinggir jalan.

Bagi pemerintah Kabupaten Probolinggo, perlu adanya pembaharuan terhadap peraturan daerah tentang retribusi parkir berlangganan di Kabupaten Probolinggo karena peraturan daerah nomor 5 tahun 2011 tidak memuat larangan terhadap juru parkir dan kewajiban juru parkir.

Subyek Penelitiaan

Teknik Pengumpulan Data

Teknik observasi ini dilakukan untuk melihat langsung kejadian yang benar-benar terjadi di lapangan, mengetahui pihak-pihak yang terlibat, waktu kejadian serta jawaban yang diberikan oleh pelaku yang diamati mengenai kejadian yang dimaksud untuk menunjang penelitian. Dalam hal ini penulis mengunjungi lokasi penelitian untuk mengetahui secara langsung kondisi di daerah tersebut. Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang hal-hal yang tidak dapat diperoleh melalui observasi.64 Wawancara adalah proses memperoleh informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden yang ditujukan pada individu tertentu. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data secara tertulis, berupa catatan, transkrip, arsip, dokumen, buku tentang pendapat (doktrin), teori, postulat atau hukum, dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah penelitian.65.

Analisis Data

Keabsahan Data

Tahap-Tahap Penelitian

Dalam pelayanan parkir di pinggir jalan umum, seorang juru parkir memberikan beberapa pelayanan kepada mereka yang harus membayar biaya parkir berlangganan, misalnya saja juru parkir menyediakan box pada sepeda yang memerlukan biaya parkir berlangganan.

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Gambaran Obyek Penelitian

Batas administratif Kabupaten Probolinggo berbatasan dengan Kabupaten Madura di utara, Kabupaten Situbondo di timur, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember di selatan, serta Kabupaten Pasuruan di barat.71. Jumlah penduduk wilayah Probolinggo dari hasil proyeksi sebanyak 1.140.480 jiwa pada tahun 2015 atau meningkat sebesar 0,30%. Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas di Wilayah Probolinggo yang termasuk angkatan kerja sebanyak 601.681 jiwa, sedangkan yang bukan angkatan kerja sebanyak 267.977 jiwa. Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang masuk kategori angkatan kerja yang kegiatan utamanya pengangguran terbuka sebanyak 12.088 laki-laki dan 3.038 perempuan.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo selalu berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong penggalian sumber-sumber keuangan baru secara intensif, adil dan tertib agar dana pembangunan tidak terlalu bergantung pada pemerintah pusat. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo mempunyai tugas pokok dan fungsi yang diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pelayanan Kabupaten Probolinggo. 74Ibid, 291. . ditentukan kedepannya, Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo telah menetapkan misi sebagai berikut.

Dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur negara di lingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Probolinggo yang profesional, bersih, bermartabat dan mempunyai sikap mental positif melalui program pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan, metode efektif, teknik dan administrasi modern. sistem. serta dalam rangka pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 28 Tahun 2000 tentang Pelayanan Kabupaten Probolinggo dan Keputusan Bupati Probolinggo Nomor 09 Tahun 2007. Mengenai tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan, maka tugas pokok Dinas Perhubungan adalah Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo adalah sebagai berikut: 1) Merumuskan, membina dan mengendalikan beberapa urusan rumah tangga daerah di bidang transportasi.

Penyajian Data danAnalisis

Dari wawancara di atas dapat dianalisis bahwa Kementerian Perhubungan sering menekankan agar juru parkir tidak memungut biaya parkir wajib berlangganan, karena juru parkir digaji oleh pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pemungutan Retribusi Parkir Berlangganan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 berlangsung dengan melibatkan pejabat Dinas Perhubungan dari masing-masing daerah sebagai unsur pendukung. Dari hasil analisis di atas, peneliti memperoleh beberapa temuan yang menunjukkan bahwa pelaksanaan retribusi parkir berlangganan dipungut oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan Walikota Probolinggo.

Hasil dari retribusi parkir berlangganan akan dibagi dua, yakni 50% disetorkan ke Kasda Kabupaten Probolinggo dan 50% disetorkan ke Kasda Kota Kabupaten Probolinggo. Pembayaran retribusi wajib parkir berlangganan kepada juru parkir di pinggir jalan umum hanya ingin diberikan sebagai bentuk rasa terima kasih karena para juru parkir telah menjaga dan memberikan pelayanan yang lebih terhadap retribusi wajib parkir berlangganan. Hal ini termasuk hadiah berupa retribusi wajib parkir kepada juru parkir, dimana retribusi wajib parkir telah memberikan gaji yang lebih kepada petugas parkir.

Peraturan Bersama Kota Probobolinggo dan Kabupaten Probolinggo No. 4 Tahun 2012 dan No. 01 Tahun 2012 tentang Pemungutan Retribusi Parkir Kendaraan Bermotor di Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

Pembahasan danTemuan

PENUTUP

Kesimpulan

Penerapan retribusi parkir berlangganan di Kabupaten Probolinggo sudah sesuai dengan hukum ekonomi Islam, karena pembayaran upah melalui kewajiban retribusi parkir berlangganan merupakan pemberian kewajiban retribusi parkir berlangganan kepada tukang parkir berlangganan jasa tukang parkir.

Saran

Harum Sulistiyaningsih dengan judul “Analisis Retribusi Parkir Jalan Umum Sebelum dan Sesudah Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2002 Kota Daerah Istimewa Yogyakarta”. Feriyanto dengan judul “Pemungutan Retribusi Parkir Dalam Perspektif Normatif, Yuridis dan Sosiologis Hukum Islam (Studi Kasus di Taman Plaza Sriwedani)”. Tesis Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015) oleh Ira Fatunnis dengan judul “Review Hukum Islam Terhadap Implementasi Peraturan Daerah.

Kota Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2012 (Studi Kasus Kenaikan Harga Tarif Parkir Kendaraan Bermotor di Kawasan Wisata Kota Yogyakarta)” (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015). Nailul Marom dengan judul “Peranan Retribusi Dalam Peningkatan Pendapatan Primer Daerah (PAD) dan Pembangunan Kabupaten Jember Berdasarkan Hukum Ekonomi Islam”, (Skripsi: STAIN Jember, 2015). Vokal bahasa Arab, seperti halnya bahasa Indonesia, terdiri dari satu vokal atau monoftong dan beberapa vokal atau diftong.

Referensi

Dokumen terkait