Nurlistiani, S.Sos. M.A.
-30/08/2021-
Teori dan Konsep Dasar Preservasi dan Konservasi Koleksi Perpustakaan
Landasan Hukum
Pengertian Pelestarian (Preservasi, Konservasi, & Restorasi) Tujuan Pelestarian
Fungsi Pelestarian
Unsur-Unsur Pelestarian Kriteria Seleksi Pelestarian
Kendala/Hambatan Kegiatan Pelestarian
Landasan Hukum
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak & Karya Rekam
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Pembangunan Nasional (Propernas) Tahun
2000-2004
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan
Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1991 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak &
Karya Rekam
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1999
tentang Pelaksanaan Serah Simpan Karya Rekam dan Pengelolaan Karya Rekam Film Cerita/Film Dokumenter
Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 3 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI
Undang-Undang No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 1:
Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara
profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi
kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Perpustakaan Nasional adalah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakan tugas
pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian,
perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring
perpustakaan, serta berkedudukan di ibukota negara.
Pasal 3: Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi,
dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.
Pengertian Pelestarian
Secara konsep istilah preservasi sering disebut juga dengan istilah pelestarian.
Begitu pula halnya dengan istilah konservasi.
Kata preservasi & konservasi ini berasal dari bahasa Inggris
“preservation” & “conservation”.
Dalam kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John M.
Echols & Hasan Shadily, kedua kata tersebut mempunyai arti yang hampir sama.
Preservasi berarti pemeliharaan, penjagaan, dan pengawetan.
Konservasi berarti perlindungan, pengawetan.
Mana yang lebih luas artinya?
Preservasi atau Konservasi?
Menurut J.M. Dureau & D.W.G. Clements,
preservasi mempunyai arti yang lebih luas, yaitu mencakup unsur-unsur pengelolaan keuangan, cara penyimpanan, tenaga, teknik, dan metode untuk melestarikan informasi dan bentuk fisik bahan perpustakaan.
Sedangkan konservasi adalah teknik yang dipakai untuk melindungi bahan perpustakaan dan arsip dari kerusakan dan kehancuran.
Menurut The American Institute for Conservation (AIC), preservasi mempunyai pengertian yang lebih luas jika dibandingkan dengan pengertian konservasi.
Preservasi adalah aktivitas memperkecil kerusakan secara fisik dan kimiawi dan mencegah hilangnya kandungan informasi.
Tujuan utama preservasi di sini adalah untuk memperpanjang eksistensi benda budaya.
Konservasi merupakan istilah yang lebih spesifik, yaitu menyangkut penanganan secara fisik pada masing-
masing benda budaya, biasanya setelah benda budaya tersebut sudah mengalami kerusakan.
Menurut Teygeler (2001:34), bahwa preservasi terdiri dari 4 komponen, yaitu:
1. Preventive conservation 2. Passive conservation 3. Active conservation 4. Restoration
Preventive conservation yaitu tindakan dalam mengoptimalkan kondisi lingkungan untuk
memperpanjang umur koleksi. Tindakan ini dimulai dengan menyusun kebijakan yang jelas. Kebijakan
tersebut mencakup pelatihan, membangun kesadaran, dan adanya staf yang profesional.
Passive conservation yaitu kegiatan-kegiatan untuk memperpanjang umur koleksi yang
mencakup memonitor kebersihan, udara bersih, penggunaan AC. Dan yang tidak kalah pentingnya dalam passive conservation ini adalah
melaksanakan survei untuk mengetahui kondisi fisik koleksi dan kondisi lingkungan tempat
koleksi disimpan.
Active conservation adalah tindakan yang
berhubungan langsung dengan koleksi. Tindakan ini meliputi: membuat kotak pelindung dan
membungkus ulang koleksi, menjilid ulang dengan mengganti lembar pelindung (paper
back) dengan kertas bebas asam, membersihkan koleksi, menghilangkan asam (deacidification), dll.
Restoration yaitu tindakan untuk
memperpanjang umur koleksi dengan
memperbaiki tampilan koleksi agar mendekati keadaan semula sesuai dengan aturan dan etika konservasi.
Berbeda dengan pengertian yang dikemukakan oleh Feilden (1982:28), konservasi mempunyai pengertian yang lebih luas jika dibandingkan dengan preservasi.
Menurut sumber ini, ada beberapa tingkatan dalam kegiatan konservasi:
1. Prevention of deterioration 2. Preservation
3. Consolidation 4. Restoration 5. Reproduction
Prevention of deterioration adalah tindakan
preventif untuk melindungi benda budaya dengan mengendalikan kondisi lingkungan dan kerusakan lainnya, termasuk cara pananganan.
Preservation adalah penanganan yang
berhubungan langsung pada benda budaya.
Kerusakan karena udara lembab, faktor kimia, serangga, dan mikroorganisme harus dihentikan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Consolidation adalah memperkuat bahan yang rapuh dengan memberikan perekat (adhesive) atau bahan penguat lainnya.
Restoration adalah memperbaiki koleksi yang
telah rusak dengan mengganti bagian yang hilang agar bentuknya mendekati keadaan semula.
Reproduction adalah membuat copy dari bahan asli, termasuk membuat bentuk mikro dan foto repro serta transformasi ke dalam bentuk digital.
Definisi yang lebih sederhana terkait dengan istilah preservation, conservation, dan restoration
dikemukakan oleh Wendy Smith dari The National Library of Australia.
Preservation yaitu semua kegiatan yang bertujuan untuk memperpanjang umur bahan pustaka dan informasi yang ada di dalamnya.
Conservation yaitu kegiatan yang meliputi perawatan, pengawetan, dan perbaikan bahan pustaka oleh
konservator yang profesional.
Restoration termasuk dalam kegiatan konservasi yang memperbaiki bahan perpustakaan yang rusak agar
kondisinya seperti aslinya.
Conservation: menjaga supaya tidak hilang, rusak atau disia-siakan. Sedangkan preservation
didefinisikan dengan melindungi dari kerusakan, resiko, dan bahaya lainnya, menjaga agar tetap utuh dan menyiapkan sesuatu untuk melindungi dari
kehancuran (The American Heritage Dictionary).
Conservation sebagai kegiatan yang direncanakan untuk melestarikan, menjaga, dan melindungi
(Webster’s Third New International Dictionary).
Di lingkungan museum, definisi konservasi
adalah semua kegiatan dalam usaha melindungi benda-benda budaya untuk kepentingan masa depan.
Pelestarian mencakup kegiatan: pemeliharaan, perawatan, pengawetan, perbaikan, dan
reproduksi.
Tujuan Pelestarian
Memperpanjang umur bahan perpustakaan dan kandungan informasi (Widya Smith dalam The National of Australia)
Melestarikan kandungan informasi ilmiah yang direkam dengan dialihkan pada media lain &
melestarikan bentuk fisik bahan perpustakaan sehingga dapat digunakan dalam bentuk seutuh mungkin (The International Review Team for
Conservation & Preservation serta J.M. Dureau &
D.W.G Clements dalam “Principles for The
Preservation & Conservation of Library Materials”)
Menurut Karmidi Martoatmodjo (2010), tujuan pelestarian bahan pustaka
Menyelamatkan nilai informasi dokumen Menyelamatkan fisik dokumen
Mengatasi kendala kekurangan ruang Mempercepat perolehan informasi
Tujuan akhir pelestarian?
Penggunaan Koleksi
Fungsi Pelestarian
➢ Fungsi Melindungi
➢ Fungsi Pengawetan
➢ Fungsi Kesehatan
➢ Fungsi Pendidikan
➢Fungsi Kesabaran
➢Fungsi Sosial
➢Fungsi Ekonomi
➢Fungsi Keindahan
Unsur-Unsur Pelestarian
Manajemennya
Tenaga yang merawat bahan pustaka Laboratorium
Dana
Kriteria Seleksi Pelestarian
Buku atau koleksi yang rusak secara fisik Buku atau koleksi yang banyak peminatnya Buku yang bersifat langka atau antik
Harganya sangat mahal
Kebijakan dari perpustakaan itu sendiri Harus diperhitungkan budgetnya
Harus dilihat tenaga ahlinya Ada tidaknya materi perbaikan
Kendala/Hambatan Kegiatan Pelestarian
Kurangnya kesadaran masyarakat pengguna perpustakaan
& staf perpustakaan/pihak perpustakaan tentang pentingnya pelestarian bahan perpustakaan
Masalah pendanaan mengingat kegiatan pelestarian bahan perpustakaan butuh biaya yang besar
Minimnya literatur mengenai pelestarian
Umumnya masyarakat belum tahu kegiatan pelestarian Pakar atau ahli dalam bidang pelestarian masih kurang Sarana & fasilitas kurang menunjang untuk kegiatan pelestarian