• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat pemadam api ringan merupakan alat pemadam api yang sangat populer dan digunakan secara luas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Alat pemadam api ringan merupakan alat pemadam api yang sangat populer dan digunakan secara luas"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

29 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Dalam karya ilmiah terapan ini penulis akan mendeskripsikan tentang gambaran umum obyek penelitian sesuai dengan judul penelitian ini yaitu

“PENGUNAAN DAN PERAWATAN ALAT PEMADAM API RINGAN GUNA MEMINIMALISIR KEBAKARAN DI ATAS KAPAL”. Sehingga dengan adanya deskripsi gambaran umum obyek penelitian ini pembaca dapat memahami tentang hal yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di atas kapal MV. Strait Mas, kapal tempat penulis melaksanakan prala.

MV. Strait Mas mempunyai route yang tiap voyagenya Surabaya- Makassar, Makassar-Ambon, Ambon-Manokwari, Manokwari-Jayapura, Jayapura-Surabaya. Kapal ini memuat dan membongkar muatan container.

Dalam pengoperasiannya, muatan yang akan dibongkar dan dimuat atau dikenal dengan istilah Discharging dan Loading yang sudah terhitung dalam sebuah Cargo Manifest. Dan akan diperiksa kembali oleh mualim I di atas kapal dengan dibuatnya sebuah Stowage Plan untuk proses bongkar dan muat.

Hal tersebut diulang berulang kali tiap voyage dan dilakukan pada saat kapal sandar di pelabuhan ataupun Ship to Ship.

Alat pemadam api ringan merupakan alat pemadam api yang sangat populer dan digunakan secara luas. Alat pemadam api ringan terdapat 3 jenis di MV. Strait Mas yaitu: Foam, Powder, dan CO2.

(2)

Mv. Strait Mas adalah sebuah kapal container yang dikelola oleh PT. Asia Marine Temas yang berkantor di JL. Yos Sudarso, Kav. 33, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Phone : +62-2143-02388, Fax : +62-2143-938-658, Email : [email protected].

B. HASIL PENELITIAN 1. PENYAJIAN DATA

Penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan penerapannya di atas kapal harus dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini dikarenakan jika tidak diterapkan dengan baik alat pemadam kebakaran ini akan rusak, baik tabung dan isinya yang di dalam, sehingga tidak siap pakai apabila terjadi kebakaran secara darurat serta akan dapat menghambat proses pertolongan pertama, sehingga akan menyebabkan kepanikan dan yang ada anak buah kapal tidak terselamatkan. Selain itu alat pemadam api harus ditempatkan di area yang mudah dijangkau, strategis, mudah dilihat, serta aman dari suhu yang ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin).

a. Hasil Wawancara

Mengenai bagaimana cara penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan yang dilakukan dengan wawancara, yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Nakhoda,

1) Hasil wawancara dengan Nakhoda

Berdasarkan wawancara tanggal 20 Desember 2018 dengan Nakhoda. Pengunaan dan perawatan alat pemadam api ringan, penerapannya diatas kapal harus dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan

(3)

Transmigrasi No: PER.04/MEN/1980. Apabila hal ini tidak diterapkan dengan baik, alat pemadam api ringan ini akan rusak, baik tabung, atau isinya yang di dalam, sehingga tidak siap pakai pada saat terjadi kebakaran diatas kapal.

Ada beberapa masalah yang sering terjadi pada alat pemadam api ringan. Mulai dari expired yang melampaui batas tanggalnya, lubang pada tabung alat pemadam api ringan, serta macetnya handle tabung pemadam sehingga tidak bisa dipakai pada saat kejadian kebakaran diatas kapal.

Dalam wawancara ini pula Nakhoda menjelaskan penggunaan dan perawatan alat pemadam kebakaran, yaitu:

a) Penggunaan alat pemadam api ringan : (1) Angkat Tabung dari tempatnya.

(2) Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai.

(3) Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda.

(4) Lepas pen pengaman.

(5) Pegang corong/Nozzle arahkan corong ke atas.

(6) Tekan tangkai penekannya.

(7) Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai.

(8) Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.

(9) Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.

(10) Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran padam.

(11) Jangan melawan arah angin.

(4)

b) Perawatan alat pemadam api ringan : (1) Dilakukan pengecekan berkala per-6 bulan.

(2) Untuk menghindari pembekuan media pada tabung pemadam api, harap dilakukan 1 kali pembolak-balikan tabung per-bulan.

(3) Dilakukan pengecekan tekanan dalam tabung dengan mengecek pressure/indikator yang berada pada tabung pemadam api.

(4) Dilakukan pengecekan selang pada tabung pemadam api.

(5) Dilakukan pembersihan tabung untuk menghindari karat dan korosi.

2) Hasil wawancara dengan Mualim II

Berdasarkan wawancara tanggal 25 Februari 2019 dengan Mualim II. Pengunaan dan perawatan alat pemadam api ringan, penerapannya diatas kapal harus dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: PER.04/MEN/1980. Apabila hal ini tidak diterapkan dengan baik, bisa menyebabkan alat pemadam api ringan tidak siap pakai pada saat terjadi kebakaran diatas kapal.

Dalam wawancara ini pula Mualim II menjelaskan penggunaan dan perawatan alat pemadam kebakaran, yaitu:

a) Penggunaan alat pemadam api ringan : (1) Angkat Tabung dari tempatnya.

(2) Lepas pen pengaman.

(3) Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda.

(4) Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.

(5) Tekan tangkai dan gerakkan corong/Nozzle kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran padam.

(6) Jangan melawan arah angin.

(5)

b) Perawatan alat pemadam api ringan :

(1) Melaksanakan pembersihan tabung pemadam api ringan agar tidak karat dan korosi.

(2) Melaksanakan pemeriksaan tanggal expired pada tabung alat pemadam.

(3) Pastikan Valve, Selang, Meter Pressure dan Segel dalam keadaan baik.

3) Hasil wawancara dengan Mualim III

Berdasarkan wawancara tanggal 17 Juni 2019 dengan Mualim III. Pengunaan dan perawatan alat pemadam api ringan, penerapannya diatas kapal harus dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: PER.04/MEN/1980. Serta pemahaman menggunakan alat pemadam api ringan bagi seluruh crew kapal sangatlah penting demi mencegah terjadinya kebakaran diatas kapal.

Dalam wawancara ini pula Mualim III menjelaskan penggunaan dan perawatan alat pemadam kebakaran, yaitu:

a) Penggunaan alat pemadam api ringan :

Dengan menggunakan metode P.A.S.S (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) :

(1) Pull adalah menarik pin pengaman handle hingga putus atau terlepas.

(2) Aim adalah mengarahkan noozle atau ujung hose yang kita pegang kearah pusat api

(6)

(3) Squeeze adalah menekan handle atau pegangan untuk mengeluarkan/menyemprotkan isi tabung.

(4) Sweep adalah menyapukan atau menggerakkan nozzle yang kita pegang ke arah kiri dan kanan api seperti saat menyapu, agar media yang disemprotkan merata mengenai api yang sedang terbakar.

b) Perawatan alat pemadam api ringan :

(1) Cek segel di tabung Cartridge yg berada di leher tabung, apakah masih dalam keadaan utuh, lalu kembalikan pada posisi semula. (Berlaku untuk tabung tipe Cartridge) (2) Bersihkan tabung dari debu, air, maupun korosi. Caranya

gosok tabung dengan kain basah hingga tak ada lagi debu, lalu gosok lagi dengan kain kering. Setelah itu oleskan sedikit solar pada body tabung secara merata, lalu akhiri dengan penggosokan menggunakan kain kering.

(3) Bolak-balikan tabung guna menghindari pembekuan pada cairan dalam tabung. Caranya, satu tangan memegang bagian atas tabung, dan tangan satunya lagi memegang bagian bawah tabung. Lalu bagian atas tabung dibalik ke bawah dan sebaliknya, bagian bawah tabung dibalik ke atas. Lakukan hingga tiga sampai lima kali secara perlahan. (Berlaku untuk tabung model Portable Standard, baik Stored Pressure maupun Cartridge).

(7)

(4) Pastikan Valve, Selang, Meter Pressure dan Segel dalam keadaan baik.

(5) Yakinkan posisi Bracket dalam keadaan kuat dan melekat sempurna dengan dinding. (Berlaku untuk tabung model Portable Standard, baik Stored Pressure & Cartridge).

(6) Jangan hadapkan tabung pemadam api ringan dengan sinar matahari dan hujan.

(7) Usahakan agar tabung pemadam api ringan terhindar dari kontak langsung matahari dan disarankan untuk memberi penutup/canopy/pelindung pada tabung demi menjaga kualitas tabung lebih tahan lama.

(8) Buatlah Kartu Check List perawatan bulanan dan tahunan untuk mengecek kondisi tabung sebagai bahan laporan dan evaluasi.

b. Hasil Observasi

Berdasarkan hasil penelitian dengan observasi taruna, dengan melaksanakan pemeriksaan alat pemadam api ringan tiap bulan sekali, melihat kerusakan pada tabung/handle yang macet, memeriksa expired alat pemadam api ringan, membersihkan alat pemadam api ringan untuk menghindari karat dan korosi, serta menulis tanggal dan tanda tangan dibuku pemeriksaan alat pemadam setelah selesai di periksa.

Diperoleh hasil dari pengunaan dan perawatan alat pemadam api ringan diatas kapal :

(8)

1) Penggunaan alat pemadam api ringan :

(a) Tenang dan jangan panik, pilih alat pemadam api ringan sesuai dengan klasifikasi/jenis kebakaran ditempat.

(b) Angkat tabung dari tempatnya.

(c) Lepas pen pengaman.

(d) Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda.

(e) Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.

(f) Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.

(g) Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran padam.

(h) Jangan melawan arah angin.

2) Perawatan alat pemadam api ringan :

(a) Dilakukan pengecekan berkala per-1 bulan sekali.

(b) Melakukan 1 kali pembolak-balikan tabung pemadam api tiap bulan.

(c) Dilakukan pengecekan tekanan dalam tabung dengan mengecek pressure/indikator yang berada pada tabung pemadam api.

(d) Dilakukan pengecekan selang pada tabung pemadam api.

(e) Dilakukan pembersihan tabung untuk menghindari karat dan korosi.

Ditemukan alat pemadam api ringan yang terdapat di kapal MV.

Strait Mas hilang penutup atau canopy pada alat pemadam foam 9 Kg.

c. Dengan Dokumentasi

Berdasarkan hasil penelitian dengan dokumentasi, diperoleh dokumentasi. Hasil penelitian mengenai dokumentasi-dokumentasi yang diperlukan pada saat pelaksanaan kegiatan penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan :

(9)

Gambar 4. 1 Surat Permintaan Barang

Sumber : Dokumentasi pribadi Mv. Strait Mas.

Gambar 4.1 merupakan dokumen surat permintaan barang dari kapal terhadap perusahaan demi mencukupi kebutuhan diatas kapal MV.

Strait Mas.

(10)

Gambar 4.2 Jadwal percobaan dan pemeriksaan alat pemadam api

Sumber : Dokumentasi pribadi Mv. Strait Mas.

Gambar 4.2 merupakan jadwal percoba’an dan pemeriksaan alat pemadam api ringan diatas kapal MV. Strait Mas.

Penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan seharusnya dilaksankan secara rutin oleh mualim III sesuai dengan aturan Safety Of Life At Sea chapter II tahun 1974. Sebagai seorang perwira keselamatan, mualim III harus memperkenalkan dan menjelaskan cara menggunakan maupun perawatan semua jenis alat pemadam kebakaran (fire fighting appliances) kepada crew baru di atas kapal.

Sehingga dapat menunjang kelancaran pemadaman api saat terjadi bahaya kebakaran di atas kapal. Minimum jangka waktu penggunaan dan perawatan alat pemadam api harus dilaksanakan satu bulan sekali.

(11)

C. PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian peneliti, mualim telah melakukan briefing kepada awak kapal tentang penggunaan alat pemadam api ringan sesuai dengan prosedur diatas kapal. Mualim juga memberikan contoh untuk penggunaan alat pemadam api ringan kepada awak kapal agar mereka mengerti cara penggunaan alat pemadam api ringan saat keadaan darurat. Cara penggunaan alat pemadam api ringan yaitu, pertama pilih alat pemadam api ringan sesuai dengan jenis kebakaran, kedua lepas pin pengaman alat pemadam kebakaran, ketiga pegang noozle dan arahkan kesumber api, keempat tekan tuas alat pemadam api ringan, dan kelima sapukan noozle kekanan dan kekiri agar merata mengenai api kebakaran.

Berdasarkan hasil penelitian peneliti, mualim telah melaksanakan perawatan setiap 1 bulan sekali dengan pemeriksaan seluruh alat pemadam api ringan diatas kapal sesuai dengan prosedur diatas kapal, melaporkan kepada nakhoda jika ada alat pemadam api ringan yang hilang penutup/canopy dari alat pemadam api tersebut, melakukan permintaan barang (Supply) dari kapal ke perusahaan untuk tercukupinya kebutuhan diatas kapal.

Permintaan barang tersebut telah 6 bulan belum digantikan sehingga untuk tindakan sementara, penutup/canopy yang hilang tersebut, diganti dengan pipa. Meski demikian, hal tersebut memiliki resiko kebocoran yang dapat mengakibatkan foam menguap dan habis sehingga alat pemadam api ringan tidak siap pakai.

(12)

Berdasarkan paparan diatas, menunjukkan bahwa penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan di MV. Strait Mas telah dilakukan sesuai dengan prosedur.

(13)

41 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan rumusan masalah di bab-bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan mengenai penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan guna meminimalisir kebakaran diatas kapal, yaitu :

1. Dalam penggunaan alat pemadam api ringan diatas kapal MV. Strait Mas telah dilakukan sesuai prosedur diatas kapal, meski bagi awak kapal yang baru masih ditemukan kesalahan dalam melakukan prosedur penggunaan alat pemadam api ringan.

2. Pelaksanaan perawatan alat pemadam api ringan diatas kapal MV. Strait Mas telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan prosedur diatas kapal, meski masih terdapat tutup alat pemadam api yang hilang dan disubstitusi dengan pipa karena permintaan barang (supply) belum terpenuhi oleh kantor.

B. SARAN

Dari kesimpulan yang telah diambil diatas maka dapat ditarik beberapa saran untuk penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan diatas kapal MV. Strait Mas. Berikut saran-saran dari penulis:

1. Pendistribusian barang permintaan (supply) dari kapal dipercepat proses pemenuhannya agar semua alat pemadam api siap pakai.

2. Untuk perawatan alat pemadam api ringan terutama jenis foam perlu melaksanakan pemeriksaan rutin setiap 1 bulan sekali agar kondisinya

(14)

tetap terkontrol. Serta selesai melakukan pemeriksaan, jangan lupa perhatikan alat pemadam api ringan dalam keadaan baik sebelum meninggalkan alat pemadam api tersebut.

3. Anak buah kapal yang baru bisa meningkatkan keterampilannya dalam menggunakan alat pemadam api ringan sesuai prosedur yang benar melalui kegiatan briefing maupun fire drill yang dilakukan setiap bulan.

Semoga saran diatas dapat diterapkan di kapal dan mampu meningkatkan kemampuan dan pemahaman awak kapal tentang penggunaan dan perawatan alat pemadam api ringan guna meminimalisir kebakaran diatas kapal sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama saat menanggulangi kebakaran di atas kapal.

Referensi

Dokumen terkait

First, private economic actors have rights direct or indirectly derive from the WTO Agreements, and second, Indonesian Government suppose to conduct international trade by focusing more