• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemahaman wanita karir alumni pesantren

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pemahaman wanita karir alumni pesantren"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Untuk menghindari penyimpangan dalam pembahasan maka diterapkan rumusan masalah atau fokus penelitian yang memudahkan cara kerja penelitian sehingga tidak terjadi tindakan menyimpang.

Tujuan Penelitian

Dan ayat-ayat tersebut merupakan ruh bahwa laki-laki dan perempuan adalah setara di sisi Allah.” Berdasarkan teori-teori Barat dan juga diperkuat dengan ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, hal ini berarti kesetaraan gender semakin meningkat, khususnya bagi aktivis feminis dan wanita karir.

Manfaat penelitian

Definisi Istilah

Fenomena interaksi atau model “membaca” masyarakat Islam terhadap Al-Qur’an sangat beragam, sebagai respon dan apresiasi terhadap kitab suci. Hanya saja semua disiplin ilmu Al-Qur'an dimulai pada tahap awal pengamalan, sehingga memunculkan disiplin ilmu baru.

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

20 Al-Quran, 62:10 “Apabila telah selesai shalat, lebarkanlah dirimu di muka bumi; mintalah rahmat Allah dan banyak-banyaklah berzikir kepada Allah agar kamu beruntung.” Living Qur'an merupakan praktik menghidupkan Al-Qur'an yang dilakukan Agus Riyadi pada tahun 2005 dengan judul “Konsep Dzikir Menurut Al-Qur'an Sebagai Terapi Mental Penderita Psikoneurotik (Studi Analisis Bimbingan dan Konseling)” sehari-hari. Fenomena interaksi atau model positioning masyarakat Islam terhadap Al-Qur’an sangat luas jangkauannya, sebagai reaksi dan apresiasi terhadap kitab suci.

Dalam buku “Al-Qur’an Pengantar Singkat”, Esack mengelompokkan para pembaca Al-Qur’an yang kemudian ia sebut sebagai pecinta, ke dalam tiga tingkatan, yaitu: pertama, pecinta yang tidak kritis, pecinta yang terpelajar (kekasih yang terpelajar) dan pecinta yang terpelajar. pecinta kritis (critical lovers).28. Bagi pecinta yang tidak kritis ini, Al-Quran ditempatkan pada tempat yang sangat tinggi, sehingga sering kali justru karena kedudukan Al-Quran yang tinggi, no. Mereka juga menggunakan Al-Quran dalam berbagai aspek kehidupan, seperti penggunaan ayat-ayat tertentu untuk penyembuhan, penyemangat hidup, perlindungan dari bahaya, dan lain-lain.

Hasil kajian ilmiah ini kemudian dituangkan dalam karya ilmiah seperti tafsir dan kitab ilmiah lain yang mempelajari Al-Qur'an. Pencinta yang kritis tidak hanya akan menempatkan Al-Qur'an sebagai pencinta yang sempurna dan tanpa cela, namun akan menjadikannya bahan kajian yang sangat menarik. Dengan bantuan cara-cara tersebut, para pecinta bisa mendalami lebih dalam makna yang tersirat dalam diri kekasihnya, yakni Al-Qur'an.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Namun penulis tidak akan menelusuri seluruh wilayah yang terdapat santri karir, melainkan beberapa tempat saja, misalnya saja di beberapa kecamatan seperti Kelurahan Kaliwates, Kelurahan Panti, Kelurahan Ambulu. , Kecamatan Ajung, Kecamatan Tanggul, Kecamatan Sumber Sari Kabupaten Jember sebagai kajian pola. Subyek penelitian dalam hal ini adalah para wanita profesional Pondok Pesantren Jember yang catatannya adalah pegawai, guru, politikus, pengusaha, dan lain-lain, yang berdomisili di Jember dan merupakan alumni Islam yaitu Talitha Zulis Islamy, STr. Ibu Hj. Observasi adalah suatu cara atau cara menganalisis dan mencatat tingkah laku secara sistematis melalui pengamatan atau pengamatan langsung terhadap individu atau kelompok.

Metode ini digunakan untuk melihat dan mengamati secara langsung kondisi di lapangan, sehingga peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai permasalahan yang diteliti.37 Selain itu, data yang diperoleh dengan menggunakan observasi partisipan akan lebih lengkap, tajam dan lebih mudah dipahami. . tingkat makna, setiap perilaku yang terlihat. Melalui metode observasi ini, data yang diperoleh merupakan data terpenting untuk mengetahui secara langsung perbedaan pandangan terhadap ayat-ayat kesetaraan gender, aktivitas yang dilakukan oleh wanita karir dan hal-hal yang diperlukan untuk menunjang hasil penelitian. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis besar masalah yang akan diajukan.39 Wawancara ini juga merupakan suatu metode untuk memperoleh jawaban dari responden melalui tanya jawab sepihak.

Dengan wawancara ini peneliti melakukan proses tanya jawab secara langsung dengan para tokoh wanita karir mengenai pemahaman mereka terhadap kesetaraan gender, dengan harapan memperoleh informasi yang lengkap dari para informan. Seperti buku, dokumen, peraturan, notulensi rapat, catatan harian peneliti hingga mencari data mengenai pemahaman ayat kesetaraan gender dari tokoh wanita karir. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu. analisis data, yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang objek penelitian berdasarkan data variabel yang diperoleh dari kelompok subjek.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

Ayat-ayat kesetaraan gender yang relevan adalah ayat-ayat yang mendukung bahwa perempuan dan laki-laki setara di hadapan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa : 124 yaitu laki-laki dan perempuan itu sederajat, yang disini sederajat yaitu sederajat dihadapan Allah begitu. Selain itu, dalam ayat ini laki-laki dan perempuan setara dalam berperang, seperti yang dilakukan oleh Aisyah istri Nabi yang ikut berperang.

Jika mencermati ayat-ayat tersebut, Allah tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan, kecuali amal ibadahnya. Padahal, seperti yang kita tahu, Allah SWT tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan kecuali ibadah dan kesalehan mereka. Luluk mengatakan, dasar pemahamannya adalah banyak ayat Al-Qur'an yang menjelaskan persamaan antara laki-laki dan perempuan dan juga ditambah dengan hadis-hadis pendukung.

Luluk mengatakan ayat-ayat tersebut bisa menjadi bukti bahwa perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Selain setara di hadapan Allah, dalam ayat Al-Qur’an lainnya juga dijelaskan bahwa kesetaraan gender berarti laki-laki dan perempuan setara dalam melakukan hal-hal baik seperti bekerja di luar rumah, mendapatkan pendidikan yang sama dan juga mendapatkan hak-hak sosial yang sama. . Di Hadapan Allah, Hubungan Laki-Laki dan Perempuan dalam Tradisi Islam Pasca-Patriarkal, trans.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Penyajian Data

Ayat ini juga menjelaskan bahwa hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan adalah sama, perempuan tidak lagi dijadikan budak seperti sebelum masuknya Islam.” Laki-laki dan perempuan juga mempunyai keterbatasan, namun kita harus saling memahami berdasarkan pemahaman masing-masing. keterbatasan tersebut..Dalam wawancaranya Ibu Rodliyah memahami bahwa yang membedakan laki-laki dan perempuan hanyalah kelebihan dan keterbatasannya masing-masing, masing-masing diberikan kelebihan dan keterbatasan tersebut untuk saling melengkapi.

Dalam wawancara tersebut Ibu Ummul menyampaikan bahwa laki-laki dan perempuan adalah setara, sama-sama disebut pelayan, mempunyai hak yang sama, bahkan dalam urusan publik. Namun jika seorang wanita ingin bekerja seperti pria juga tidak masalah. Allah sendiri menyebutkan dalam firman-Nya bahwa perempuan dan laki-laki tidak dibedakan kecuali ibadahnya.”

Pandangan yang mendasarinya adalah semangat Islam telah meninggikan derajat perempuan dan menyetarakan kedudukan laki-laki. Dalam wawancara tersebut, Thalita mengamini dan menyikapi positif karena adanya ayat tersebut dapat memberikan motivasi bahwa perempuan juga mempunyai hak yang sama dengan laki-laki. Dalam wawancaranya, Khusnul mengatakan, meski perempuan diberikan hak yang sama dengan laki-laki, namun segala sesuatunya harus tetap sesuai dengan kehendak suami.

Pembahasan Temuan

-Nisa:124 Dari analisa data diatas, berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa wanita karir alumni ponpes, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemahaman wanita karir alumni ponpes terhadap QS. Berkenaan dengan fenomena maraknya isu kesetaraan gender yang mempunyai narasi berbeda-beda di tengah masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, maka sangat penting dan relevan disini peneliti menelusuri seluk beluk yang ada pada diri para wanita karir. pada alumni pesantren dalam memahami ayat-ayat kesetaraan gender. Pada bagian ini peneliti ingin mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menjadi landasan para tokoh wanita karir di Jember khususnya alumni pesantren dalam memahami ayat-ayat tentang kesetaraan.

Untuk itu dari analisis data di atas, berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai tokoh wanita karir alumni pesantren, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa yang menjadi dasar pemahaman wanita karir alumni pesantren dalam kaitannya dengan ayat-ayat tersebut. Al-Quran tentang kesetaraan gender didasarkan pada adanya kalam Allah, dan juga kitab-kitab tafsir yang banyak menjelaskan tentang persamaan antara laki-laki dan perempuan, baik dalam hal ibadah maupun urusan kemasyarakatan. Untuk itu peneliti dalam diskusi ini ingin mengetahui apa implikasi keberadaan ayat-ayat kesetaraan gender bagi perempuan alumni residensi Islam karir. Dari analisa data diatas, berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa wanita pemimpin karir alumni pondok pesantren, peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat implikasi QS.

-Nisa : 124 terhadap wanita alumni karir Penetren disebutkan karena hampir semuanya beranggapan baik, karena dengan ayat tersebut seorang wanita dapat dianggap setara tidak hanya di hadapan Allah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, asalkan itu masih dalam batas-batas Islam dan tidak melanggar. Aturannya, kamu tetap bisa menjadi wanita shalihah, yang selalu taat pada suami dan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Pada bagian akhir penulisan disertasi ini diambil kesimpulan dari hasil penelitian pemahaman wanita karir alumni pesantren mengenai ayat-ayat kesetaraan gender yang diteliti di Kabupaten Jember, sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: Pemahaman perempuan terhadap gender kesetaraan Karir Pemahaman perempuan terhadap ayat-ayat kesetaraan gender dibahas dalam Q.S AN-NISA: 124 (Kajian Al-Qur'an hidup di Kelurahan Kaliwates, Kelurahan Panti, Kelurahan Ambulu, Kelurahan Ajung, Kecamatan Tanggul, Kecamatan Sumber Sari, Kabupaten Jember).

PENUTUP

Saran-saran

Pendidikan kesetaraan gender harus diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar perempuan yang mulai lebih banyak bekerja di luar rumah tidak menjadi bentuk penindasan budaya. Serta seruan kepada seluruh perempuan Indonesia untuk berperan aktif dalam memajukan posisi dan kondisi dalam berbagai aspek pembangunan, seperti peningkatan pengetahuan dan penyebaran informasi, serta partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan politik, guna memajukan diri. agar menjadi wanita yang cerdas dan bermoral sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan serta Diklat Kementerian Agama RI Lan, Thung Ju. Perempuan dan Modernisasi Perempuan dan Modernisasi,.

Pembagian Peran dan Rumah Tangga pada Pasangan Jawa, Jurnal Penelitian Humaniora, Vol.16, No. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Litbang. Konstruksi baru budaya hukum hakim. Alumni, Kamus Besar Bahasa Indonesia, diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entry/ alumni 8 Desember 2018. Setara, Kamus Besar Bahasa Indonesia, diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/. M. Quraish Shihab, “Membumikan Al-Quran” http://media.isnet.org/islam/. Quraish/Mumbumikan/Perempuan.html 27 April 2019.

Kajian Al Quran Hidup di Kelurahan Kaliwates, Kelurahan Panti, Kelurahan Ambulu, Kelurahan Ajung, Kecamatan Tanggul, Kelurahan Sumber Sari, Kabupaten Jember).

Foto bersama Thalita Zulis Islamy
Foto bersama Thalita Zulis Islamy

Referensi

Dokumen terkait