PEMANENAN
SUATU TINDAKAN MEMISAHKAN BAHAN MAKANAN (DENGAN ATAU TANPA BAGIAN NON EDIBLE) LANGSUNG DARI MEDIA
TUMBUH & BIASANYA DILAKUKAN OLEH MANUSIA (memetik buah, menuai padi, menjala/memancing ikan)
(Post harvest)
SESUDAH PANEN/SESUDAH MELAKUKAN TINDAKAN PEMISAHAN BAHAN MAKANAN LANGSUNG DR MEDIA TUMBUHNYA
- Awal pasca panen: segera setelah panen
- Akhir pasca penen: sejak mulai dimasak atau waktu mulai melakukan persiapan untuk mengkonsumsi langsung masuk ke tubuh manusia
• Kualitas produk hortikultura: ketepatan waktu panen
• Waktu panen yang tepat: saat masak fisiologis
• Kualitas produk hortikultura setelah dipanen: tidak bisa dinaikkan, hanya bisa dipertahankan saat dipanen: kualitasnya harus maksimal, dengan
penanganan yang baik, dapat dipertahankan untuk waktu yang lama
• Ketepatan saat panen: sangat menentukan kualitas produk
• Produk yang dipanen tidak tepat waktu:
kuantitas dan kualitasnya menurun
• Pemanenan terlalu muda/awal: menurunkan kuantitas hasil, pada banyak komoditas buah
menyebabkan proses pematangan tidak sempurna sehingga kadar asam justru meningkat (buah
terasa masam)
• Pemanenan terlalu tua/lewat panen: kualitas menurun dengan cepat saat disimpan, rentan terhadap pembusukkan, pada beberapa
komoditas sayuran menyebabkan kandungan serat kasarnya meningkat, tidak renyah lagi
MUTU BUAH2AN & SAYUR TIDAK DAPAT DIPERBAIKI/
DITINGKATKAN, TETAPI HANYA DAPAT DIPERTAHANKAN
MUTU YANG BAIK DIPEROLEH BILA PEMANANEN DILAKUKAN PD TINGKAT KEMASAKAN YG TEPAT
TERLALU AWAL MUTU JELEK
PENUNDAAN WAKTU PANEN MENINGKATKAN KEPEKAAN BUAH & SAYUR THD PEMBUSUKAN
• Bila hasil harus dikirim ke pasar yg jauh letaknya
• Bila harus disimpan untuk menunggu harga yg baik
PANEN DAPAT DILAKUKAN PD KEADAAN TUA TETAPI BELUM MASAK
• Tingkat kematangan akan berpengaruh pada:
Umur disimpan
Kualitas
Umur produk di pasar
• Tingkat kematangan produk harus sesuai kriteria:
Tingkat kualitas terbaik saat diterima konsumen.
Kematangan optimum
Ukuran diterima pasar
Tidak beracun
Umur disimpan optimum
TINDAKAN TERHADAP HASIL PERTANIAN PASCA PANEN BERTUJUAN
• MENCEGAH KEHILANGAN (YIELD LOSS) DAN
• MEMPERTAHANKAN MUTU
KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL PANEN TERGANTUNG
INTERNAL TANAMAN 1. Bibit
2. Genetik
EKSTERNAL TANAMAN 1. Tehnik Budidaya
tanaman (jarak tanam, pemupukan, waktu
panen)
2. Lingkungan (iklim)
Factors contributing to postharvest losses
•
Temperature
•
Water loss
•
Damage
•
Disease
•
Ethylene
•
Continued growth
•
Physiological disorders
Visual warna, ukuran
Fisik kekerasan, kemudahan dipetik
Kimiawi
Komputasi/perhitungan
Fisiologis
KRITERIA PEMANENAN DITENTUKAN
Indikator Visual
• Paling banyak dipergunakan, baik pada komoditas buah maupun sayuran
• Dasarnya: perubahan warna, ukuran, warna kulit biji/buah, ukuran, sisa tangkai putik (masih atau sudah hilang), daun tua di bagian luar kering,
tubuh tanaman mengering, buah berisi penuh
• Sifatnya sangat subyektif, keterbatasan dari indra penglihatan manusia
• Sering salah: pemanenan dilakukan terlalu
muda/awal atau terlalu tua/sudah lewat panen
Indikator Fisik
• Indikatornya: mudah tidaknya buah dilepaskan dari tangkai buah karena lapisan absisi (absiscion layer), uji ketegaran buah (penetrometer)
• Uji ketegaran buah lebih obyektif, karena dapat dikuantitatifkan
• Prinsip: buah ditusuk dengan suatu alat, besarnya tekanan yang diperlukan untuk
menusuk buah menunjukkan ketegaran buah
• Semakin besar tekanan yang diperlukan: buah
semakin tegar, proses pengisian buah sudah
maksimal/masak fisiologis dan siap dipanen
Analisis Kimia
• Terbatas pada perusahaan besar (relatif mahal)
• Indikator pengamatan: kandungan zat padat terlarut, kandungan asam, kandungan pati, kandungan gula
• Metode analisis kimia lebih obyektif dari pada visual, karena terukur
• Dasarnya: terjadinya perubahan biokimia selama proses pemasakan buah
• Perubahan yg sering terjadi: pati mjd gula, menurunnya kadar asam, meningkatnya zat padat terlarut
Komputasi/perhitungan
• Yang dihitung: jumlah dari suhu rata-rata harian selama satu siklus hidup tanaman (derajad hari) mulai dari penanaman sampai masak fisiologis
• Dasarnya: adanya korelasi positif antara suhu lingkungan dengan pertumbuhan tanaman
• Dapat diterapkan baik pada komoditas buah maupun sayuran
• Jumlah hari setelah bunga mekar sampai panen
Fisiologis
• Indikator utama: laju respirasi
• Sangat baik diterapkan pada komoditas yang bersifat klimakterik (kurang cocok pada
komoditas yang non klimakterik)
• Saat komoditas mencapai masak fisiologis, respirasinya mencapai klimakterik (paling tinggi)
• Berarti: kalau laju respirasi suatu komoditas sudah mencapai klimakterik, siap dipanen
Fisiologis Respiration
• Perishable products are alive
• Life is a complex
biochemical process
• Each cell is a minute factory carrying
thousands of tasks
simultaneously
Kelemahan indeks kemasakan adalah bervariasi dalam:
a. Nutrisi
b. Ukuran atau besar buah c. Dampak iklim dan musim d. Letak di pohon,
e. Jenis tanah
f. Kelembaban tanah, g. Cara pemangkasan h. Penggunaan hormon
HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN SAAT PANEN:
1. Hindarkan memar dan luka-luka
mengakibatkan bercak-bercak berwarna pirang dan hitam
2. Hindarkan penanganan yang kasar
berakibat pada gangguan fisiologi 3. Hindari luka pada kulit
dapat menjadi tempat infeksi jasad renik
ALAT PANEN 1. Gunting kecil/besar
2. Galah panjang (aluminium atau bambu)
3. Tangga
4. Anjungan hidrolik 5. Mesin pemanen
6. Guncang tangkap
7. Pemanen mekanik
ALAT PANEN
MANUAL MESIN
BIAYA BESAR
WAKTU PANEN
PAGI SORE
Keuntungan:
1. Ada petik pilih 2. Kerusakan
fisik lebih kecil
Kelemahan:
1. Lama
2. Tenaga yg
dibutuhkan banyak
Kelemahan:
1. Kerusakan fisik lebih besar
2. Tidak semua hasil tnm terpanen
3. Tidak ada pilih petik
Pemanenan dengan tangan
• Selektif
• Berulang
• Kerusakan minimum
• Kecepatan dapat diatur
• Investasi modal minimum
• Biaya cukup tinggi
• Memerlukan manajemen tenaga kerja
khusus
• Varietas harus selektif
• Pengaturan jarak barisan
• Pemangkasan
• Tanaman berlanjut
• Pengamatan kematangan buah penting
• Kelebihan
Panen cepat
Kondisi kerja lebih baik
Pengelolaan tenaga kerja berkurang
Memerlukan tenaga kerja dan operator khusus