Meningkatkan Nilai Tambah Sampah Peneliti Utama : dr. Jabatan : Guru Besar Program Studi Teknik Kimia. Penulis memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Cat Limbah Cathodic Electron Deposition (CED) pada Industri Otomotif Sebagai Cat Daur Ulang” dapat terselesaikan. Bagus. Roda Prima memberikan kesempatan dan dana untuk penelitian ini agar penelitian dapat berjalan dengan baik.
Ciri-ciri produk limbah cat CED yang paling mendekati untuk digunakan kembali adalah perbandingan limbah cat CED terhadap pelarutnya adalah 1:1. Cat CED dapat digunakan kembali untuk pengecatan dinding, zebra cross, pagar, mesin pompa, namun tidak dapat digunakan kembali untuk pengecatan bagian pada material sepeda motor. CED (Cathodic Electro Deposition) adalah proses pelapisan suatu benda dengan permukaan penghantar listrik menggunakan bahan organik.
The characteristics of the CED paint waste product that is closest to being reused is the comparison of CED paint waste with solvents is 1: 1. CED paint can be reused for wall painting, zebra crossing, fencing, pumping machines, but cannot be reused for paint parts on bike material motorcycle.
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Variabel dan Parameter
- Batasan Masalah
Bahan berbahan dasar air yang digunakan pada sistem awal adalah semua jenis resin anodik, berdasarkan teknologi cat primer berbahan dasar air yang ada. Proses elektrodeposisi sangat mirip dengan proses pelapisan listrik untuk logam seperti nikel, kromium, tembaga, dll. Perbedaan mendasar antara elektrodeposisi dan pelapisan logam adalah bahwa zat organik digunakan untuk melapisi nonlogam.
Proses CED (Cathodic Electrodeposition) menghasilkan limbah cat yang diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah. Karena ciri-ciri limbah cat CED adalah padatan yang keras, namun dapat berubah jika suhunya >60. ⁰ Limbah cat C meleleh/tidak keras, sedangkan limbah cat CED tetap keras pada suhu ruangan.
Manfaat dari penelitian ini adalah bagi perusahaan untuk mengurangi biaya pembuangan limbah cat CED kepada pihak ketiga dan menghasilkan alternatif bahan baku cat yang dapat digunakan kembali untuk cat seperti: Zebra Cross, pagar, pot tanaman dan lain-lain. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah perbandingan sampel limbah CED terhadap pelarut aditif (glikol eter) yaitu dan 1,3 serta waktu pelarutan sesuai dengan seberapa cepat komposisi limbah cat CED terlarut.
- Pengertian Cat
- Syarat mutu cat
- Bahan Baku Pembuatan Cat
- Parameter Pengujian
- Pengertian ED Coating secara Umum
- Mekanisme Proses CED
- Pentingnya pretreatment sebelum proses CED
- Pengolahan Limbah CED painting
Pada percobaan ini, sampel limbah cat CED akan dilarutkan dengan pelarut aditif untuk melarutkan kembali sampel limbah keras ke dalam larutan cat. Penelitian berjudul Pemanfaatan Limbah Cat CED (CATHODIC ELECTRON EMERGING) Sebagai Bahan Pembuatan Cat telah dilakukan di PT. Variabel yang digunakan adalah perbandingan limbah CED terhadap pelarut dengan perbandingan 1,3 dan waktu pelarutan yang tidak ditentukan oleh seberapa cepat komposisi limbah cat CED tersebut larut.
Produk tinta pada penelitian ini adalah tinta yang berasal dari limbah CED hasil pengecatan elektrolisis. Pada saat pengecatan, perbandingan tinta CED dengan pelarut adalah 1:3, sehingga tinta yang dihasilkan tidak memenuhi standar kehalusan yang diinginkan. Dari hasil percobaan terlihat bahwa semakin tinggi perbandingan antara residu CED dengan pelarut maka semakin tinggi pula kehalusan (kekasaran).
Hal ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah cat CED dengan pelarut yang menyebabkan skala pada grindometer meningkat. Pada variabel waktu pelarutan, semakin pekat sampel limbah cat yang digunakan maka viskositas yang dihasilkan semakin besar karena sampel limbah pelarut dan CED lebih banyak sampel limbahnya, sedangkan pelarut yang digunakan lebih sedikit. Pada pengujian pH ini, rasio limbah cat CED terhadap pelarut mencapai target yaitu 7,0 – 9,5.
Sedangkan perbandingan warna limbah CED dibandingkan pelarut adalah 2:1, 3:1, hasilnya kurang standar, karena warna yang dihasilkan terlalu kental, dan limbah CED dipisahkan antara air dan cat dengan larutan NaOH pada saat pertama. perlakuan, sehingga hasil warnanya bersifat basa yaitu Dari hasil percobaan terlihat bahwa semakin tinggi perbandingan cat bekas CED terhadap pelarut maka akan semakin tinggi pH yang dihasilkan karena kandungan NaOH pada cat bekas akan menyebabkan pH naik. Pada Gambar 4.5 terlihat perbandingan cat CED dan perbandingan cat daur ulang (waste CED), sehingga dapat disimpulkan bahwa cat daur ulang tidak dapat digunakan kembali untuk cat komponen sepeda motor karena kehalusannya belum memenuhi standar kehalusan yang diinginkan. , sehingga terlihat kasar pada permukaan bagian yang dicat dengan sampel cat daur ulang (limbah CED).
Limbah cat CED dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pengecatan pagar, pot tanaman, pompa, zebra cross, dll. Ciri-ciri cat bekas CED yang paling mendekati reuse adalah perbandingan cat bekas CED dengan pelarut tambahan adalah 1:1 sebagai berikut. Saat ini, cat yang dihasilkan dari bahan limbah CED daur ulang hanya dapat digunakan untuk mengecat mesin atau pompa, pagar, pembatas jalan, dan tembok atau tembok.
Ambil sampel air limbah CED dan tambahkan larutan NaOH hingga pH 10 – 12, kemudian aduk hingga cat dan air limbah terpisah dan tiriskan sampel cat CED. Larutkan sampel limbah CED dengan larutan aditif sesuai variabel dan panaskan hingga larut lalu aduk hingga rata.
Waktu dan Tempat Penelitian
Variabel dan Parameter
- Varibel Penelitian
- Parameter Penelitian
Alat dan Bahan
- Alat
- Bahan
Prosedur Percobaan
Pengujian Penelitian
- Uji Kehalusan
- Uji viskositas
- Uji Berat Jenis
- Uji pH
Diamkan hingga sampel mendingin lalu saring dari sisa residu hingga diperoleh sampel cat yang bersih. Ambil pinometer dari timbangan lalu masukkan sampel cat yang akan diuji berat jenisnya hingga meluap lalu bersih.
- Hasil Penelitian
- Pengujian Kehalusan
- Pengujian Viskositas
- Pengujian Berat Jenis
- Pengujian Warna
- Pengujian pH
- Aplikasi Cat Daur ulang
Viskositas cat dipengaruhi oleh komposisi pelarut aditif. Semakin banyak pelarut aditif yang digunakan maka semakin rendah kekentalan cat yang dihasilkan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin tinggi perbandingan pelarut terhadap limbah cat maka semakin tinggi pula viskositas yang diperoleh. Hal ini disebabkan oleh adanya gesekan antara spindel dengan cat yang menyebabkan perubahan skala pada viskometer, semakin tinggi kekentalan suatu zat maka semakin tinggi pula pembacaan kekentalan yang dihasilkan. Hal ini juga disebabkan oleh semakin sedikitnya penggunaan larutan aditif sehingga meningkatkan viskositas pada Gambar 4.2.
Dari penelitian yang dilakukan, nilai berat jenisnya adalah semakin pekat sampel yang diambil maka semakin tinggi pula berat jenisnya. Sedangkan jika membandingkan sampel limbah yang lebih banyak dibandingkan dengan pelarut aditif, hasilnya kurang memenuhi standar karena tinta yang dihasilkan terlalu kental yaitu gr/cc. Dari hasil percobaan, semakin tinggi perbandingan antara pelarut dan sisa tinta maka semakin tinggi pula berat jenis yang diperoleh, hal ini disebabkan bertambahnya massa tinta seiring dengan bertambahnya perbandingan larutan tinta, hal ini berdampak pada hasil percobaan berat jenis.
Pengujian warna dilakukan dengan melakukan observasi dan mengaplikasikannya pada material kaca untuk melihat warna yang dihasilkan. Dalam pengujian ini, cat daur ulang diaplikasikan pada sejumlah sampel untuk melihat apakah cat daur ulang dapat digunakan kembali untuk bagian-bagian mesin. Maka kami mencari alternatif lain selain menggunakan cat daur ulang, seperti pengecatan trotoar, mesin atau pompa dan tembok yang tidak terlalu mempengaruhi kehalusan cat.
Bereksperimenlah dengan mengecat sampel cat daur ulang (limbah CED) pada bagian besi (terlihat kasar atau tidak halus). Dari hasil perhitungan biaya pengolahan limbah daur ulang cat diperoleh keuntungan tahunan sebesar Rp 8.500.000/tahun. Aplikasi cat daur ulang tidak dapat digunakan kembali untuk pengaplikasian yang sama seperti cat CED sebelumnya atau tidak dapat digunakan untuk mengecat bagian-bagian sepeda motor karena spesifikasi kehalusannya tidak sesuai standar sehingga bagian tersebut akan terlihat kasar atau tidak mulus, namun cat daur ulang dapat digunakan kembali menjadi
Biaya produksi cat dari limbah CED daur ulang adalah Rp, sedangkan total harga jual produk cat dari limbah CED daur ulang adalah Rp, sehingga menghasilkan pendapatan keuntungan sebesar Rp 8.500.000/tahun. Mengingat tinta yang dihasilkan belum layak untuk digunakan kembali pada tinta CRD, maka disarankan untuk menggunakan pelarut selain glikol eter untuk penelitian lebih lanjut.