Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA | 52
Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA
Mas’amah#1, Monika Wutun2, Juan Ardiles Nafie3
#Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Nusa Cendana
1mas’[email protected]
Abstrak
Kovergensi media tidak dapat dihindari oleh media massa konvensional seperti surat kabar atau koran, majalah, radio siaran, dan televisi. Media baru hasil konvergensi berbasis internet bisa berupa website berita, streaming radio/televisi, memiliki dan mengoptimalkan berbagai pilihan media sosial yang tersedia saat ini. Dengan konvergensi ini media dapat menjangkau masyarakat lebih cepat dan diharapkan lebih tepat. Ketersediaan berbagai media informasi membuat masyarakat mengalami disrupsi informasi. Karena itu, masyarakat dituntut untuk cerdas dan cermat dalam memilah informasi yang layak dan dibutuhkan termasuk ketika menonton Televisi atau mendengarkan Radio siaran. Selain itu, informasi yang diperoleh dari media sosial yang rentan dengan hoax, penyebaran ujaran kebencian dan berbagai konten negatif lainnya membutuhkan masyarakat yang cerdas bermedia. Karena itu, FISIP Undana tahun 2023 ini menggandeng mitra KPID NTT telah melaksanakan kegiatan pembekalan kemampuan literasi media di era digital bagi siswa SMA di Kota Kupang khususnya di SMA Negeri 6 Kupang. Kegiatan ini telah menghasilkan pemahaman yang tepat tentang literasi media dan komitmen untuk menjadi generasi muda yang cerdas bermedia oleh siswa SMA Negeri 6 Kupang ini. Selain itu, kegiatan ini telah dipublikasikan lewat media sosial seperti facebook, website resmi Program Studi Ilmu Komunikasi dan pada jurnal ilmiah nasional.
Kata kunci: Literasi Media, Literasi Digital, Kota Kupang, Siswa SMA.
Abstract
Conventional mass media such as newspapers, magazine, radio and television cannot avoided media convergence.
New media as resulting from media convergence based on internet can be in the news website form, streaming radio, streaming television, or owning and optimizing the various social media options currently available. With this media convergence, the media can reach the public more quickly and it is hoped that it will be more precise. The availability of various information media makes people experience information disruption. Therefore, people are required to be smart and careful in sorting out appropriate and needed information, including when watching television or listening to radio broadcasts. In addition, information obtained from social media which is vulnerable to hoaxes, the spread of hate speech and various other negative content requires people who are media savvy. Therefore, FISIP Undana in 2023 collaborated with KPID NTT partners to carry out media literacy skills training activities in the digital era for high school students in Kupang City, especially at SMA Negeri 6 Kupang. This activity has resulted in a proper understanding of media literacy and a commitment to become a media-savvy young generation by student of SMA Negeri 6 Kupang. Furthermore, this activity has been published via social media such as Facebook, the official website of the Communication Studies Study Program and in national scientific journals.
Keywords: Media Literacy, Digital Literacy, City of Kupang, High School Students 1. PENDAHULUAN
Masyarakat dewasa ini boleh dikatakan sebagai masyarakat informasi. Setiap hari masyarakat diterpa informasi dari berbagai media baik media cetak, media elektronik termasuk media penyiaran maupun media digital. Belum lagi realitas, keberadaan handphone pintar yang menemani masyarakat sejak bangun tidur dengan tawaran aneka informasi. Sumber informasi tersebut terkadang tanpa ada filter usia seperti parental key yang dapat menjamin penggunaan informasi sesuai peruntukkan.
Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA | 53 Kemudahan mengakses berbagai kategori informasi dengan perangkat teknologi komunikasi yang mudah, murah dan cepat bila tidak ditangani dengan baik akan memicu lahirnya masalah baru. Salah satu masalah yang dapat timbul adalah penyebaran berita bohong/hoax, ujaran kebencian, konten pornografi/pornoaksi ataupun akses informasi tidak sesuai kategori usia atau kepantasan mengakses.
Sebab, tidak dapat dipungkiri Indonesia belum memiliki teknologi dan regulasi yang memadai untuk menyaring informasi berdasarkan kategori usia dan kategori kesesuaian peruntukkan yang dapat memicu penyalahgunaan informasi.
Realitas lain yang membingkai terpaan informasi pada masyarakat adalah sumbangan peran media massa dalam menyebarkan informasi sebagai media yang dapat dipercaya. Dikatakan media massa dapat dipercaya sebab menerapkan prinsip jurnalistik sesuai etika jurnalistik yang dibingkai dibawah regulasi Undang-Undang NRI Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers atau Undang-Undang NRI Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Meski media menjalankan peran ini, namun tetap saja dibutuhkan kemampuan masyarakat sebagai penerima atau pengguna informasi untuk memilah informasi mana yang layak dan pantas untuk dikonsumsi.
Liliweri menulis informasi adalah kunci untuk membuka suatu mesin kehidupan atau perilaku manusia. Oleh karena itu kita tidak saja harus menghitung tetapi juga mengontrol tindakan manusia.
Menurut perspektif ini, umpan balik dari proses informasi memungkinkan organisme atau mesin yang mengatur dirinya sendiri sama seperti prinsip kerja thermostat. Dalam studi informasi, terdapat juga entropy yang merupakan pengukuran terhadap suatu kecenderungan alamiah dari sistem fisik yang mengubah pesan menjadi kurang teratur. Selalu ada hambatan dalam proses komunikasi yang membuat perpindahan makna pesan dari informasi yang diperoleh mengalami distorsi termasuk di zaman digital ini [1].
Kemampuan untuk memilah informasi yang layak dan benar untuk dikonsumsi dikenal dengan istilah kemampuan literasi. Literasi merupakan kemampuan seseorang mengunakan informasi tertulis atau tercetak untuk pengembangan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
Bahkan literasi dapat dipahami sebagai melek teknologi, melek politik, berpikir kritis, dan peka terhadap lingkungan.
Untuk bisa memiliki kemampuan literasi maka setiap orang diharapkan bisa mulai dengan peduli terhadap pentingnya keakuratan sumber informasi bahkan setiap orang punya hak untuk memutuskan mengakses informasi dari sumber atau media yang mana. Setelah itu mulai mempelajari secara kritis, menganalisis informasi yang diterima, ajukan pertanyaan, mencari frame bahkan bisa dengan kelompok.
Dan langkah terakhir, mengeksplorasi lebih dalam informasi yang diterima dengan melihat siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan dari penyebaran suatu informasi baik di melalui media massa maupun media komunikasi lainnya [2].
Literasi media merupakan upaya pembelajaran bagi khalayak media agar berdaya di tengah dunia yang sesak media atau disebut media saturated. Masyarakat juga harus siap diterpa informasi dari media massa. Masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan. Karena dunia saat ini sesak informasi, maka untuk memproteksi diri masyarakat membutuhkan kemampuan literasi agar terhidnar dari dampak negatif media [3].
Pertanyaan penting mengapa kemampuan literasi dibutuhkan terlebih literasi media? Mesti disadari bisnis media terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Orientasi pengelolaan media massa tidak lagi berbentuk Yayasan yang terbatas penerapan prinsip ekonomi tetapi telah beralih ke Perseroan Terbatas (PT) yang berorientasi profit. Para konglomerat ataupun politisi mulai menanamkan modal dan berusaha di bidang media atau informasi. Selain itu, media telah bermetamorfosis ke berbagai bentuk dengan adanya konvergensi media [4].
Kovergensi media telah terjadi untuk hampir semua bentuk media konvensional mulai dari media cetak seperti surat kabar/koran, radio siaran, televisi yang sekarang sudah memiliki versi new media berbasis internet. Konvergensi media ini boleh dikatakan dengan bersaing dalam jangkauan informasi dengan media sosial atau jenis media baru lainnya. Masyarakat dituntut untuk cerdas dan cermat dalam memilah informasi yang layak dan dibutuhkan.
Salah satu Lembaga yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan literasi media adalah Komisi Penyiaran Indonesia sebagaimana tercantum dalam tugas dan kewajiban KPI yang diatur pada Undang-
Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA | 54 Undang NRI Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran berbunyi KPI Menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia [5]. KPI termasuk Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID NTT) juga telah konsisten melakukan literasi media agar masyarakat dari berbagai kalangan dan golongan dengan beraneka latar demografisnya mendapatkan pemahaman yang benar tentang literasi media termasuk literasi media digital.
Karena itu, tahun 2023 ini FISIP Undana menggandeng KPID NTT untuk melaksanakan literasi media baik media penyiaran maupun media digital dengan target peserta adalah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Kupang. PKM ini mengedepankan isu literasi media penyiaran yang terdiri dari literasi televisi dan radio. Pekerjaan literasi media penyiaran merupakan tanggung jawab dari KPID NTT berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2022 tentang Penyiaran. Kemampuan literasi lain yang juga dibutuhkan oleh pelajar atau siswa SMA adalah kecerdasan dalam menggunakan media sosial seperti facebook, instagram, twitter, youtube, tiktok dan lainnya.
Pemilihan pelajar SMA ini diharapkan mereka yang adalah kaum muda telah memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam memilah informasi dan mau menyebarkannya kepada orang lain agar memiliki kesadaran yang sama. Pelajar SMA yang menjadi target adalah siswa SMA Negeri 6 Kota Kupang. Sekolah ini, berdasarkan hasil observasi dari Tim pengusul PKM memiliki kepedulian terhadap literasi media bahkan literasi tercantum pada misi sekolah. Selain itu, di SMA ini belum pernah terbentuk komunitas pelajar literat sehingga mendorong Tim pengusul dan mitra KPID NTT untuk menjadikan sebagai sampel atau model. Demi tercapainya tujuan ini masing-masing pihak baik FISIP Undana maupun KPID NTT memiliki sumbangsih masing-masing dalam kegiatan PKM yang diberi judul PKM Pembekalan Literasi Media Di Era Digital Bagi Siswa SMA Di Kota Kupang.
2. LANDASAN TEORI DAN METODE
Pengertian literasi sering dikaitkan dengan kemampuan untuk mengkonstruksikan makna (mengerti) tulisan dan selanjutnya mengungkapkan makna/pesan secara tertulis di atas kertas. Pengertian literasi yang terkait dengan kemampuan membaca dan menulis ini relevan ketika media yang digunakan untuk menyampaikan informasi/pesan terbatas pada media cetak. Dewasa ini informasi tentang dunia di sekitar kita tidak terbatas pada media cetak. Di era digital ini, informasi tentang dunia di sekitar kita telah tampil dalam wujud yang berbeda (visual dan audio) dan lebih kompleks. Selain intensitas informasi digital tersebut yang semakin besar, tidak mudah kita bisa memahami makna informasi digital tersebut secara langsung [6].
Literasi media dipahami sebagai pendidikan yang mengajari khalayak media agar memiliki kemampuan menganalisis pesan media, memahami bahwa media memiliki tujuan komersial atau bisnis dan politik sehingga mampu bertanggungjawab dan memberikan respon yang benar ketika berhadapan dengan media[7]. Literasi media adalah kemampuan di dalam mengakses (access), menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate), menciptakan (create), dan berpartisipasi (participate) dengan berbagai bentuk media [6]. Secara singkat literasi media seringkali diidentikkan dengan melek media atau kesadaran bermedia. Maksudnya, publik atau pemirsa memiliki kesadaranpenuh ketika mengakses media dan dapat bersikap secara tepat serta proporsional di hadapan media. Dengan adanya literasi media, masyarakat lebih peduli dan bergeser dari ‘penikmat’ kepada ‘pengamat media [8].
Literasi digital mulai popular sekitar tahun 2005. Literasi digital bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti bacaan takberurut berbantuan komputer. Istilah litegasi digital pernah digunakan pada tahun 1980-an, secara umum bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hiptertekstual dalam arti membaca non-sekuensial atau nonturutan berbantuan komputer. Konsep literasi digital diperluas sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital, dengan kata lain kemampuan untuk membaca, menulis dan berhubungan dengan informasi dengan menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya [9].
Lebih lanjut, kegiatan ini memnggunakan metode Focus Group Disccussion (FGD). Metode ini diskusi kelompok terarah antara Tim PKM FISIP Undana dengan KPID NTT dalam memetakan informasi yang disajikan pada kegiatan Pembekalan Literasi Media Di Era Digital Bagi Siswa SMA Di Kota Kupang.
Selanjutnya, Ceramah atau Penyuluhan. Penyuluhan dilakukan oleh narasumber dari KPID NTT dan Dosen
Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA | 55 tersertifikasi media digital dari FISIP Undana. Masing-masing membawakan materi Literasi Media Penyiaran di Era Digital dan Literasi Digital bagi Siswa SMA. Dilanjutkan dengan diskusi bersama sebagai tahap ketiga PKM, serta tahap terakhir adalah menentukan bersama rencana tindak lanjut.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN (Calibri, Bold, 11 pt)
Kegiatan PKM Pembekalan Literasi Media Di Era Digital Bagi Siswa SMA Di Kota Kupang dilaksanakan pada Jumat, 9 Juni 2023 bertempat di aula SMA Negeri 6 Kupang. SMA ini terletak di Jl. H.R Koroh, RT.23/RW.09, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sekolah ini memiliki 66 orang guru yang terdiri dari 25 orang laki-laki dan 41 orang guru perempuan, 11 orang tenaga pendidikan (pegawai) sehingga jumlah sumber daya manusia pendidik dan kependidikan di SMA Negeri 6 Kupang sebanyak 77 orang. Untuk siswa terdata pada Semester Genap 2022/2023 terdapat 503 siswa laki-laki dan 591 siswa perempuan, sehingga total jumlah siswa SMA ini sebanyak 1.094 orang [10].
SMA Negeri 6 Kupang didirikan pada tahun 1995 dan resmi beroperasi pada tahun 1996 dengan SK Pendirian Nomor 107/O/1997 tanggal 16 Mei 1997. Sejak tahun 1996 SMA Negeri 6 Kota Kupang. Sejak berdiri sma ini telah dipimpin oleh 7 orang kepala sekolah. Drs J Selan (1994-1995) sebagai PLT; Drs. Otniel Penu Moy (1996-2003) sebagai kepala sekolah definitif; Drs.Ronin Pea (2003-2008) sebagai kepala sekolah definitif; Drs. Ngongo L. Manumeza,M.Pd (2008-2010) sebagai kepala sekolah definitif; Amirullah Muhammad,S.Pd (2010-2012) sebagai kepala sekolah definitif; Drs. Jemmy A Baria (2012-2021) sebagai kepala sekolah definitif; dan yang terakhir Hendrikus Hati,S.Pd.,MM yang menjabat sebagai kepala sekolah definitif sejak tahun 2021 sampai dengan sekarang [7].
Sekolah Menengah Atas Negeri ini dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan lembaga pendidikannya dibingkai dibawah Visi: Terwujudnya lulusan yang beriman dan bertakwa, berbudi pekerti luhur, berbudaya, mandiri, gotong royong serta kompetitif di era globalisasi. Visi ini diejawantahkan ke dalam 9 misi sebagai berikut: (1) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur; (3) Menciptakan iklim disiplin melalui budaya bersih, budaya tertib dan budaya kerja; (4) Menumbuhkan rasa tanggung jawab; (5) Menumbuhkan budaya gotong royong; (6) Menumbuhkan budaya gemar membaca/literasi; (7) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik; (8) Menciptakan sistem informasi manajemen berbasis komputer; dan (9) Membekali diri dengan keterampilan dalam era globalisasi.
SMA Negeri 6 Kupang terakreditasi B namun memiliki sejumlah presetasi di bidang terkait kurikulum (pendidikan) maupun ekstrakurikuler. Bahkan sekolah ini menjadi sekolah contoh yang ditetapkan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai sekolah contoh bersama SMA Negeri 1 Kupang. Sekolah ini sempat viral karena penerapan waktu sekolah yang dimulai jam 5 pagi dengan berbagai kontroversinya baik di media sosial maupun pemberitaan media massa sejumlah momen diskusi lainnya. Pemilihan sekolah ini sebagai tempat dilaksanakan PKM Pembekalan Literasi Media Di Era Digital Bagi Siswa SMA Di Kota Kupang tidak didasarkan pertimbangan penerapan jam belajar lebih awal yakni jam 05.00 WITA pagi tetapi lebih pada kesesuaian antara Misi Sekolah dan Fokus PKM ini. Misi sekolah ke- enam yakni menumbuhkan budaya gemar membaca/literasi yang menjadi pertimbangan tim pelaksana PKM memilih SMA Negeri 6 Kupang.
Kepala SMA Negeri 6 Kupang menyambut baik pelaksanaan PKM dan memfasilitasi baik tempat kegiatan maupun peserta kegiatan dan perangkat teknis penunjang. Sebanyak 40 orang siswa berprestasi di sekolah ini dipilih untuk menjadi peserta PKM Pembekalan Literasi Media Di Era Digital Bagi Siswa SMA yang diselenggarakan pada Jumat, 9 Juni 2023. Para siswa didampingi langsung oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan dan guru pendamping antusias mengikuti kegiatan.
Sesuai Rundown Acara PKM dimulai dari registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan, dilanjutkan pemaparan oleh Narasumber terdiri dari dua orang yakni Ketua KPID NTT dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana. Ketua KPID NTT membawakan materi dengan judul Literasi Media Penyiaran dan Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dengan judul materi Literasi Digital Media Sosial bagi Siswa SMA 6 Kota Kupang.
Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA | 56
Gambar 1. Sesi Pemaparan Materi oleh Narasumber
Siswa/Siswi SMA Negeri 6 Kupang terlihat antusias mengikuti materi yang diberikan dan terlibat aktif dalam menyampaikan pertanyaan ketika masuk pada sesi diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan seperti bagaimana menjadi penonton televisi yang baik, bagaimana menjadi cerdas dalam menggunakan media sosial, bagiamana membedakan hoax dan apa yang harus dilakukan agar terhindar dari hoax, apa yang harus dilakukan oleh kaum agar paham dengan cyber crime serta pertanyaan lainnya. Narasumber pun menyampaikan jawaban sesuai kompetensinya. Sesi pemaparan materi dan diskusi dibuat semenarik mungkin dengan berbagai games dan aktivitas lainnya yang dapat mendorong peserta memusatkan perhatian pada materi yang dipaparkan dan terlibat secara aktif pada sesi diskusi.
Gambar 2. Aktivitas Diskusi Pada PKM di SMA Negeri 6 Kupang
Luaran kegiatan ini publikasi pada jurnal ilmiah nasional dengan target Jurnal Pengabdian Masyarakat Undana sedangkan luaran yang dicapai adalah peningkatan kemampuan literasi media di era digital bagi siswa SMA di Kota Kupang. Peningkatan kemampuan literasi ini nampak ketika para peserta yang adalah siswa SMA mengajukan pertanyaan kritis kepada narasumber maupun dalam diskusi bersama rekan siswa lainnya. Ketika diminta untuk mengenal jenis-jenis hoax melalui handphone mereka, para siswa pun antusias mencoba mencari jenis-jenis hoax pada pemberitaan media sosial yang dapat mereka akses dengan HP sambil berdiskusi bersama rekan siswa yang lain.
Luaran lain dari PKM Pembekalan Literasi Media Di Era Digital Bagi Siswa SMA Di Kota Kupang adalah video kegiatan yang dapat dijadikan sebagai dokumentasi kegiatan yang diakses pada link google drive https://drive.google.com/drive/folders/100AlInZbAFw_g94ve0RtHYGI1mpsSSxe?usp=drive_link. Luaran selanjutnya yakni publikasi pada website resmi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nusa Cendana. Untuk publikasi pada website ini dapat diakses melalui link berikut ini https://jikom.undana.ac.id/2023/07/17/pkm-pembekalan-literasi-media-di-era-digital-bagi-siswa-sma-di- kota-kupang-2.
Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA | 57 4. KESIMPULAN
Kegiatan PKM Pembekalan Literasi Media Di Era Digital Bagi Siswa SMA Di Kota Kupang kerja sama Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Univesitas Nusa Cendana dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT telah dilaksanakan pada Jumat, 9 Juni 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Kupang dan dihadiri oleh 40 orang siswa serta didampingi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan dan Guru Pendamping. PKM berjalan sukses dengan menghasilkan pemahaman siswa tentang literasi media yang terlihat dari diskusi maupun berbagai games yang dijalankan ketika materi bersama narasumber dan Moderator.
Saran untuk pengembangan kegiatan PKM Pembekalan kemampuan literasi media di era digital bagi siswa SMA di Kota Kupang ini diharapkan tidak hanya dilaksanakan untuk satu SMA sasaran saja tetapi dapat diperluas ke bebagai SMA lainnya di Kota Kupang. Selain itu, Prodi Ilmu Komunikasi dapat menambah mitra pada kegiatan literasi media di era digital pada kegiatan PKM selanjutnya agar kemampuan literasi dapat merata untuk semua siswa SMA di Kota Kupang.
DAFTAR PUSTAKA
[1] A. Liliweri, Komunikasi Serba Ada Serba Makna, Edisi Pert. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2011.
[2] E. Ardianto, L. Komala, and S. Karlinah, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Edisi Revi. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media, 2007.
[3] Sumartono and H. Astuti, “Kritis melihat tayangan televisi yang layak dikonsumsi (Literasi media TV pada ibu-ibu rumah tangga di Taruma Jaya, Bekasi),” J. Abdimas, vol. 5, no. 2, 2019.
[4] Y. Iriantara, LITERASI MEDIA Apa, Mengapa, Bagaimana, Cetakan Pe. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2009.
[5] Komisi Penyiaran Indonesia, “Pengawasan Penyiaran,” 2017. https://kpi.go.id/id/struktur- penyiaran/pengawasan-penyiaran (accessed Feb. 04, 2023).
[6] D. Ginting, Fahmi, D. indrianis Fitri, Y. S. Mulyani, N. Islamiyani, and D. Sabudu, Literasi Digital Dalam Dunia Pendidikan Di Abad 21, Cetakan 1,., no. 1. Malang: Media Nusa Creative, 2021. [Online].
Available: https://repository.bsi.ac.id/index.php/unduh/item/336180/Buku-Referensi-Literasi- Digital-dalam-Dunia-Pendidikan-dikompresi_compressed_compressed.pdf
[7] M. Wutun, L. L. Daga, M. V. D. P. Wan, F. T. Meilawati, and H. L. L. Lada, “Kampanye Literasi Media
’Diet Televisi’Bagi Mahasiswa Di Kota Kupang,” J. Pengabdi. …, vol. 16, no. 1, pp. 28–35, 2022, [Online]. Available: https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jlppm/article/view/8080/4113 [8] B. K. KPI, MERETAS JALAN SOSIALISASI LITERASI MEDIA DI INDONESIA, MATERI PEL. Jakarta, 2012.
Gambar 3. Luaran Publikasi PKM pada Website Resmi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana dan Media Sosial
Pembekalan Kemampuan Literasi Media Penyiaran Dan Media Sosial Bagi Siswa SMA | 58 [9] H. Susanto, “Literasi Informasi dan Literasi Digital,” 2023.
https://www.academia.edu/11300632/Literasi_Informasi_dan_Literasi_Digital (accessed Jul. 24, 2023).
[10] R. dan T. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, “Data Pokok Pendidikan SMA Negeri 6 Kupang,”
2023. https://dapo.kemdikbud.go.id/sekolah/F0503E4062ECDD33174D (accessed Jul. 13, 2023).