PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Fokus penyidikan hendaknya singkat, jelas, tegas, spesifik, dan terstruktur secara operasional, sebagaimana ditunjukkan dalam kalimat interogatif.4. Bagaimana pembelajaran Al-Quran melalui media Braille meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran bagi siswa tunanetra di SLB-A Taman Pendidikan dan Peduli (TPA) Bintoro Kabupaten Jember. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran Al-Quran melalui media Braille untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran bagi siswa tunanetra di SLB-A Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) Bintoro Kabupaten Jember.
Apa saja faktor pendukung pembelajaran Al-Qur'an melalui media braille untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an? Apa saja faktor penghambat pembelajaran Al-Quran melalui media Braille untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran bagi siswa tunanetra di SLB-A Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) Bintoro Kabupaten Jember.
Tujuan Penelitian
Menjelaskan langkah-langkah pengajaran Al-Qur'an melalui media braille dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi siswa tunanetra di SLB-A Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) Bintoro Kabupaten Jember. Mendeskripsikan faktor pendukung pembelajaran Alquran melalui media braille dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran bagi siswa tunanetra di SLB-A Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) Bintoro Kabupaten Jember. Menjelaskan faktor penghambat pembelajaran Alquran melalui media braille dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa tunanetra di SLB-A Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) Bintoro Kabupaten Jember.
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Jadi pembelajaran Al Quran adalah suatu proses belajar mengajar antara dosen dan siswa di SLB-A TPA Bintoro dalam pembelajaran Al Quran dengan menggunakan kaidah Ilmu Tajwid. Sedangkan menurut Criticos, media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai penyampai pesan dari komunikator kepada komunikator. Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat dikatakan bahwa media adalah perantara dalam proses pembelajaran 10 Media adalah sesuatu yang menyampaikan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan keinginan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran 11.
Braille merupakan rangkaian titik timbul yang dapat dibaca dengan sentuhan jari oleh penyandang tunanetra. Simbol baraille terdiri dari enam titik timbul yang disusun dalam dua kolom dan tiga baris.12. Jadi media braille adalah media yang terdiri dari rangkaian titik-titik timbul yang tersusun dalam dua kolom dan tiga baris yang dapat dibaca dengan sentuhan jari oleh penyandang tunanetra.
Menurut para ulama, kemampuan membaca Al-Qur'an adalah mampu membaca Al-Qur'an sesuai kaidah ilmu tajwid. Jadi siswa tunanetra adalah anak yang mempunyai gangguan penglihatan yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dalam proses pendidikan.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
- Pembelajaran Al-Qur’an melalui media braille
- Kemampuan Membaca Al-Qur’an melalui media braille 51
Ketiga kelompok agama ini kemudian dibekali dengan pembahasan prinsip-prinsip dasar hukum Islam yaitu pembelajaran Al-Quran dan Al-Hadits serta penambahan lagu-lagu sejarah Islam (tanggal). Oleh karena itu, pembelajaran Al-Quran merupakan suatu proses belajar mengajar antara pendidik, peserta didik dan lingkungan untuk mempelajari Al-Quran dengan menggunakan kaidah ilmu tajwid. Pembelajaran Al-Qur'an bertujuan agar peserta didik senang membaca Al-Qur'an dengan benar, sekaligus dapat mempelajari Al-Qur'an, memahaminya, mengimani kebenarannya dan mengamalkan ajarannya.
Pembacaan Al-Quran yang wajib dicapai misalnya oleh siswa sekolah dasar kelas IV bertujuan untuk menguasai kemampuan membaca Al-Qur'an dengan menerapkan Tajwid. Namun dikembangkan juga dengan membaca bacaan/ayat tertentu dalam Alquran yang konon mempunyai hukum gila untuk membacanya dengan benar. Kemampuan menulis Al-Quran akan terlihat jika siswa menyalin huruf atau kalimat dalam bahasa Arab (Al-Quran).
Membaca dan mendengarkan secara klasikal merupakan strategi yang digunakan untuk belajar membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an oleh orang lain. Qiraat adalah ilmu cara membaca Al-Qur'an yang dipilih oleh salah satu ahli qiraat atau imam. Di bawah ini akan kami jelaskan kelebihan metode qiraat, yaitu: 24. a) Walaupun siswa belum menguasai Tajwid, namun mereka sudah bisa membaca Al-Qur'an secara Tajwid.
Metode Iqra merupakan metode membaca Al-Quran yang penekanannya langsung pada amalan membaca. Dalam praktiknya, metode IQra ini tidak memerlukan alat yang berbeda-beda, karena penekanannya adalah pada membaca (membaca surat-surat Al-Quran dengan lancar). Menyiapkan media Braille merupakan salah satu faktor penting dalam tercapainya proses pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa tunanetra.
Dalam pengajaran Al-Quran kepada anak tunanetra, guru memberikan pelajaran membaca dan menulis huruf Arab Braille. Secara umum ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar Al-Qur'an, yaitu: 47. 59 Tim Penyusun, Pedoman Transliterasi Tajwid (PTTQ) Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (Jakarta: Departemen Agama umumnya terdapat di penulisan ayat.
Menulis ayat dalam Al-Quran Braille menggunakan rangkaian enam titik terangkat yang disusun dalam dua lajur dan tiga baris. Iaitu jika pada permulaan surah dari al-Quran terdapat kesalahan atau lebih daripada satu daripada lima huruf iaitu: ح, ي, ط, ه, ر.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Taman Pendidikan dan Peduli (TPA) SLB-A Bintoro Kabupaten Jember. Pemilihan lokasi penelitian ini karena kesabaran pendidik dalam mendidik peserta didik dari latar belakang keterbatasan fisik yang tidak dapat memfungsikan indera penglihatannya dalam membaca Al-Quran. Guru-guru di SLB-A TPA Bintoro tidak hanya guru yang mempunyai perlengkapan fisik saja, namun ada juga guru yang mempunyai keterbatasan fisik pada indra penglihatannya.
Selain itu, Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) SLB-A Bintoro merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menggunakan media pembelajaran Braille untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi siswa tunanetra. SLB- Taman Pendidikan dan Peduli (TPA) Bintoro Kabupaten Jember merupakan salah satu sekolah luar biasa (SLB) yang ada di Jember.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa tunanetra. Faktor penghambat pembelajaran Al-Qur'an melalui Braille adalah faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, diperlukannya suatu media pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam mengajar membaca Al-Qur’an.
Salah satu media pembelajaran yang cocok digunakan oleh siswa tunanetra dalam membaca Al-Qur’an adalah media pembelajaran Braille. Dalam pembelajaran Al Quran di Taman Edukasi dan Peduli (TPA) SLB-A Bintoro Kabupaten Jember dipimpin oleh tenaga pendidik/guru. Sehingga timbullah keinginan peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Pembelajaran Al-Quran melalui media braille.
Keabsahan Data
Pembelajaran Al-Quran melalui media braille untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi siswa tunanetra. Langkah-langkah pembelajaran Al-Qur'an melalui media braille untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi siswa tunanetra. Langkah-langkah pembelajaran Al-Quran melalui media braille di SLB-A TPA Bintoro adalah: Pertama, tahap persiapan.