PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Bagaimana RPP Aswaja Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMA Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Bagaimana penerapan ajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMA Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Bagaimana evaluasi pengajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMA Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember.
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Untuk mendeskripsikan implementasi pengajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Untuk mendeskripsikan evaluasi pengajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember.
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia no.20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional bab 1 pasal 1 menyatakan pengertian pembelajaran sebagai proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.11. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, pengajaran dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan pembelajaran dilakukan oleh siswa. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses pemberian ilmu pengetahuan dari seorang pendidik atau guru kepada peserta didik atau peserta didik agar peserta didik dapat meniru dan mengembangkan ilmu yang diberikan oleh pendidik.
Dapat disimpulkan bahwa Ahlussunnah wal-Jama'ah adalah kelompok yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan ajaran para sahabatnya secara bersama-sama dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
Sistematika Pembahasan
Bagian ini merupakan penyajian data yang diperoleh di lapangan dan juga menarik kesimpulan untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan. Kesimpulan ini memuat temuan-temuan yang berbeda dengan analisis bab-bab sebelumnya, sedangkan saran-saran merupakan kelanjutan yang konstruktif.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, pengajaran dilakukan oleh guru sebagai pendidik, dan pembelajaran dilakukan oleh siswa. 20 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. Tujuan pendidikan Aswaja dan NU adalah mengenalkan dan menanamkan kepada peserta didik nilai-nilai Aswaja dan NU secara utuh sehingga peserta didik menjadi umat Islam yang terus berkembang dalam keimanan dan ketakwaan. sebagai bekal akhlak mulia dalam kehidupan individu maupun bermasyarakat, sesuai dengan syarat ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah yang dicontohkan oleh jamaah mulai dari sahabat, tabi'in, tabi'it tabi'in dan juga para ulama. dari generasi ke generasi.27.
Media pembelajaran mempunyai banyak arti baik luas maupun sempit, adapun pengertian media secara luas adalah sesuatu yang dapat memberikan pengetahuan kepada semua orang, sedangkan pengertian media yang sempit adalah suatu alat yang bersifat impersonal (bukan manusia) yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. proses untuk mencapai tujuan pembelajaran.29 Media sering diartikan sebagai alat, padahal pada hakikatnya media adalah segala sesuatu yang dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa serta dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, guna merangsang siswa. pikiran, perasaan, perhatian dan ketertarikan serta perhatian sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran KBM berlangsung secara maksimal. Pelaksanaan pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa baik secara individu maupun kelompok.Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran ini untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik. Dalam kaitannya dengan pembelajaran, metode diartikan sebagai cara-cara penyajian materi pembelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah dilaksanakan.
Metode adalah unsur-unsur prosedural yang disusun secara teratur dan logis serta dituangkan dalam suatu rencana kegiatan untuk mencapai tujuan, jadi metode mencakup prosedur, sistematis, logis, terencana dan organisasional kegiatan peserta didik untuk mencapai tujuan.37. Agar ceramah yang berkualitas dapat dijadikan metode pengajaran, guru harus menjaga perhatian siswa tetap terfokus pada materi pembelajaran yang disampaikan. Perkuliahan hendaknya diakhiri dengan rangkuman pokok-pokok materi agar materi pelajaran yang telah dipahami dan dikuasai mahasiswa tidak melayang kembali.
Metode tanya jawab merupakan metode pengajaran yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung dalam bentuk lalu lintas dua arah karena terjadi dialog antara guru dan siswa pada saat yang bersamaan. Penilaian adalah suatu kegiatan untuk memberikan informasi yang berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang dicapai guna mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil dari siswa 41. Penilaian juga menjadi salah satu penentu keberhasilan proses hasil pembelajaran karena guru sadar harus memperhatikan keberhasilan siswa.
Lokasi ini dipilih karena SMA Satya Dharma merupakan sekolah negeri dan mempunyai kurikulum Aswaja dimana siswa dapat memperdalam keimanan sesuai dengan apa yang diamalkan Ahlussunnah Wal-Jama'ah.
Subyek Penelitian
Lokasi penelitian atau tempat dilakukannya penelitian ini adalah SMA Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi penerus Ahlussunnah Wal-Jama'ah.
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara peneliti melakukan pengamatan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap gejala-gejala subjek atau objek yang diteliti, baik dalam keadaan nyata maupun tertentu. 63 Metode observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi pasif dengan partisipan observasi pasif partisipan).partisipasi pasif), dimana peneliti hanya memusatkan perhatian pada tempat atau objek penelitian tanpa melakukan apapun, dengan kata lain peneliti tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. . Data yang ingin diperoleh dari metode penelitian ini adalah bagaimana pengajaran Aswaja meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMA Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Wawancara merupakan suatu proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan, dimana dua orang atau lebih secara tatap muka mendengar informasi atau pernyataan secara langsung.
Hal ini dilakukan dengan tujuan agar peneliti dapat memperoleh data yang valid namun dalam suasana santai sehingga lebih fleksibel dan tidak terkesan kaku. Bagaimana Pengajaran Aswaja Diimplementasikan Dalam Kaitannya dengan Peningkatan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Bagaimana evaluasi pengajaran aswaja dalam kaitannya dengan peningkatan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember.
Analisis Data
Penyajian data adalah langkah merancang baris dan kolom matriks untuk data kualitatif dan menentukan jenis dan bentuk data yang akan dimasukkan ke dalam kotak matriks. Memilih dan memilih data kemudian mengambil data yang diperlukan dan membuang data yang tidak diperlukan lagi c.
Keabsahan Data
Bandingkan apa yang orang katakan dalam situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. Teknik triangulasi juga digunakan untuk memperkaya data, yaitu digunakan untuk memeriksa kebenaran data yang dilakukan peneliti melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Tahap-Tahap Penelitian
Pada tahap ini peneliti terlebih dahulu membuat desain penelitian, dimulai dari penyampaian judul, penyusunan matriks dan proposal seminar. Setelah mendapat izin, peneliti mulai menjelajah dan mengkaji lapangan untuk mengetahui latar belakang objek penelitian, lingkungan sosial, adat istiadat, adat istiadat, agama dan pendidikan. Pada tahap ini peneliti mulai memilih informan untuk memperoleh informasi yang dipilih. Para informan dibawa pergi.
Dalam penelitian lapangan, Anda harus mencari dan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
Penyajian dan Analisis Data
Pembahasan Temuan
Perencanaan Pembelajaran Aswaja dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Membahas temuan tersebut, peneliti kali ini menyoroti perencanaan pembelajaran aswaja yang dilaksanakan di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Tujuan dari SMP Satya Dharma adalah melahirkan generasi penerus SEKARANG dan meningkatkan kecerdasan spiritual siswa dalam hal kesadaran diri siswa.
Implementasi Pengajaran Aswaja Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Dalam pembahasan temuan kali ini, peneliti menyoroti pelaksanaan pembelajaran Aswaja yang dilaksanakan di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Evaluasi Pengajaran Aswaja Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember.
Dan dari penilaian sikap beliau terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa SMA Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember menurut Bapak. Hal ini terjadi dengan menerapkan dua metode pada saat pembelajaran, yaitu metode ceramah dan tanya jawab. dan cara respons. Evaluasi pembelajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di Sekolah Menengah Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember yaitu kepala sekolah, pimpinan kurikulum dan dewan guru.
Dari penelitian yang dilakukan peneliti di SMP Nurul Islam Kabupaten Antirogo Jember, terdapat beberapa hal yang mendorong peneliti untuk memberikan masukan mengenai pendidikan Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Aswaja mengajar untuk meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember.
PENUTUP
Saran
Perencanaan Pembelajaran Aswaja dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan, terkait perencanaan pembelajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan, terkait implementasi pendidikan Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember.
Pelaksanaan pendidikan Aswaja di sekolah ini menggunakan metode ceramah dan metode tanya jawab sebagai strategi untuk memudahkan siswa dalam memahami materi yang dijelaskan. Evaluasi Pembelajaran Aswaja Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Waahid Hasyim Balung Jember. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan, terkait evaluasi pembelajaran Aswaja dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Satya Dharma Yayasan Pendidikan Wahid Hasyim Balung Jember.
Penilaian pembelajaran yang dilaksanakan guru menyesuaikan dengan pembelajaran siswa dan tujuan yang diharapkan di sekolah, dengan menggunakan penilaian hasil. Hasil observasi dan wawancara kepada kepala sekolah, kepala kurikulum dan guru dalam pembelajaran bahasa Jawa di SMP Satya Dharma Balung Jember menemukan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan pembelajaran. Metode yang harus diterapkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah penggunaan metode ceramah dan tanya jawab pada saat pembelajaran Aswaja.
Dalam pembahasan temuan kali ini peneliti membahas tentang evaluasi perencanaan, metode, strategi dan pembelajaran aswaja yang dilaksanakan di SMA Satya Dharma Balung Jember.