• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING DI ERA SOCIETY 5.0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING DI ERA SOCIETY 5.0 "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Palangka Raya, 15 Maret 2022

163

PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING DI ERA SOCIETY 5.0

Nadila Husnah

Program Magister Pendidikan Biologi, Universitas Riau, Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia

[email protected]

Abstrak

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui keterkaitan pembelajaran Inkuiri dengan tuntutan pembelajaran di Era Society 5.0. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka. Pengajaran inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur. Pada era Society 5.0 kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa berupa literasi dasar, berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, kolaborasi, serta memiliki kemampuan problem solving. Pembelajaran berbasis inkuiri sejalan dengan pembelajaran di era society 5.0.

Kata Kunci : Inkuiri, Society 5.0, inkuiri dengan society Abstract

The purpose of writing ths article is to determine the relationship between inquiry learning and the demands of learning in era society 5.0. The method used in the article is literature study. Inquiry teaching is a strategy that is centered on a problem or looking fo answer to questions in a procedure. In the era society 5.0, the competencies that student are expected to possess are in the form of basic literacy, critical thinking, reasoning, creativity, communication, collaboration and problem solving skills. Inquiry based learning is in linen with learning in the aera of society 5.0.

Keyword: Inquiry, Society, inquiry and society

PENDAHULUAN

(2)

164

Situasi covid-19 telah mengubah semua elemen kehidupan saat ini, mulai dari bidang sosial, budaya, ekonomi, terutama dibidang pendidikan. Bidang pendidikan adalah salah satu dampak yang diakibatkan oleh situasi saat ini, sehingga proses pendidikan dapat dikatakan tidak lagi berjalan secara efektif dan efisien. Kondisi saat inilah yang menggeser transisi revolusi industry 4.0 menuju era society 5.0.

Era society 5.0 merupakan proses kolaborasi antara manusia sebagai pusatnya (human-contered) dan teknologi sebagai dasarnya (technology based). Artinya pendidikan era Society 5.0 adalah proses pendidikan yang menitik beratkan pada pembangunan manusia sebagai spesies yang mempunyai akal, pengetahuan dan etika dengan ditopang oleh perkambangan teknologi modern saat ini. Perubahan era ini tidak dapat dihindari oleh siapapun sehingga dalam menghadapi inovasi ini diperlukan persiapan sumber daya manusia (SDM) yang memadai agar siap menyesuaikan dan mampu bersaing dalam skala global. Peningkatan kualitas SDM melalui jalur pendidikan mulai dari pendidikan dasar dan menengah hingga ke perguruan tinggi adalah kunci untuk mampu mengikuti perkembangan di era society 5.0. (Astini, 2022)

Solusi dalam menghadapi era society 5.0 ini dunia pendidikan diperlukan seorang pendidik yang dapat membentuk generasi yang kreatif, inovatif, serta kompatitif. Hal tersebut dapat dicapai dengan cara mengoptimalkan

penggunaan teknologi sebagai alat bantu pendidik yang diharapkan mampu menghasilkan generasi yang dapat mengikuti atau mengubah zaman untuk menjadi lebih baik. (Arjunaita, 2020)

Di era ini pendidik sangat berperan penting dalam mencapai keberhasilan dari proses pembelajaran pada masa ini, untuk itu pendidik juga dituntut untuk menguasai berbagai keahlian menggunakan teknologi baru. Situasi ini seperti memaksa lembaga pendidikan mempersiapkan orientasi dan literasi baru dalam perjalanan pendidikan di negara ini. Literasi lama yang mengandalkan baca, tulis dan berhitung harus diperkuat dengan literasi baru yaitu literasi data, teknologi dan sumber daya manusia. Literasi data adalah kemampuan beraktivitas membaca, menganalisa dan memanfaatkan informasi dari data yang didapatkan.

Sedangkan literasi teknologi adalah kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, sedangkan liteasi sumber daya manusia yakni kemampuan berinteraksi dengan baik, tidak kaku dan berkarakter. (Rahmawan dan Zaenuriyah : 2021)

Salah satu untuk menyongsong dan menghadapi era society 5.0 khusunya di dunia pendidikan adalah dengan memperbaiki kualitas guru yang harus berada dibarisan terdepan dalam pendidikan. Dengan kemajuan teknologi yang cepat dan masif mengharuskan sector dunia pendidikan untuk dapat beradaptasi terhadap digitalisasi sitem

(3)

165

pendidikan yang perlu dikemas dan dipersiapkan secara matang. (Hermansyah, Supiana, dan Zakiah, 2020)

Dalam menghadap era society 5.0 seorang pendidik harus menghadirkan pembelajaran yang mengajarkan peserta didik untuk mampu memiliki keterampilan 4 C yaitu critical thingking and problem solving, communication, collaboration dan creativity and innovation. (Dewi K Putri : 2021)

Selain itu peserta didik tidak hanya sebatas memiliki kemampuan kognitif saja.

Hal lain yang dibentuk adalah karakter, sikap mampu berkolaborasi dan memecahkan masalah. Sehingga pendidikan di masa ini mampu memerikan kerampilan Soft Skill menjadi Hard Skill kepada peserta didik agar mampu menjadi manusia yang berkompeten yang sesuai dengan masanya. Pembelajaran yang diharapkan mampu mehadapi era society 5.0 ini adalah pembelajaran yang bersifat inovatif. salah satu pembelajaran itu adalah pembelajaran Inkuiri.

Sustrisna dkk, menjelaskan bahwa pembelajaran inqury merupakan pembelajaran yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. inkuiri sendiri merupakan suatu proses menyelidiki.

konsep ini sesuai dengan pernyataan kemendikbud, bahwa inkuiri berasal dari baha ingris yaitu to inquire’ yang berarti bertanya atau menyelidiki. pernyataan merupakan inti dari pembelajaran berbasis inkuiri. pernyataan dalam proses pembelajaran dapat menentukan

siswa untuk memahami materi dan menuntun siswa dalam melakukan penyelidikan sebagai usaha mencari informasi.(Sustrisna, Nana dan Gusnidar : 2022). Sehingga dapat dituliskan bahwa tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui keterkaitan pembelajaran Inkuiri dengan tuntutan pembelajaran di Era Society 5.0

METODE

Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka, yaitu pengumpulan data- data berdasararkan jurnal dan penelitian yang berkaitan dengan topik. langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan junal dan mengambil beberapa teori dan data dari jurnal dan penelitian tersebut. selanjutnya teori dan data tersebut dianalisis dengan mengkaitkan teori satu sama lainnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada era Society 5.0 kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa berupa literasi dasar, berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, kolaborasi, serta memiliki kemampuan problem solving (memecahkan masalah). Di era society 5.0 nilai karakter harus dikembangkan begitu juga dengan empati dan toleransi harus dipupuk seiring dengan perkembangan kompetensi yang berpikir kritis, inovatif, dan kreatif. Salah satu model pembelajaran yang sejalan dengan tujuan era society 5.0 adalah pembeajaran inkuiri.

(4)

166

Pengajaran inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan- pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas. dalam pembelajaran inkuiri siswa mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran melalui pengalaman langsung secara kontekstual, yaitu dengan cara mengeksplorasi dan mengelaborasi pengalaman belajarnya.

Pembelajaran inkuiri dapat memaksimalkan kemampuan siswa yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia, atau peristiwa) secara sistematis kritis, logis dan analitis.

Karakteristik pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut : (Sutrisna, Nana. dan Gusnidar : 2022)

a. Menekankan pada proses mencari dan menemukan

b. Pengetahuan dibangun oleh siswa melalui proses pencarian

c. Peran guru sebagi fasilitator dan pembimbing siswa dalam belajar d. Menekankan pada proses berfikir

kritis dan analitis untuk merumuskan eksperimen.

Manfaat pembelajaran inquiry adalah siswa dapat menjadi aktif, melalui penemuan sendiri, dan menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan, tak mudah dilupakan, siswa dapat berpikir analisis dan mencoba memecahkan problema

yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat.

(Mubarok, Achmad dan Lili Mashluka : 2022) Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sumilah dan Sri Cacik (2018) menunjukkan bahwa penerapan model inquiry pada materi sumber daya alam dapat meningkatkan kemampuan literasi sains.

Kemampuan literasi sains siswa dapat meningkat karena seluruh aktivitas siswa yang dilakukan dalam mempelajari konsep sumber daya alam diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga menumbuhkan sikap percaya diri. (Sumilah dan Sri Cacik : 2018)

hal ini senada dengan penelitian Aini Zulvawati dkk yang membenarkan bahwa pembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kreativitas belajar siswa dengan peningkatan dari awal (pre-test) dengan rata-rata nilai 60,2 meningkat menjadi 72,8 (post-test). (Zulvawati, Aini.dkk : 2019)

Menurut Azizah, Nur Hani (2016) model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik secara signifikan daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. (Azizah, Nur Hani : 2016)

Telah disebutkan bahwa pembelajaran inkuiri berpusat pada persoalan atau mencari jawaban dari pertanyaan yang ada. Siswa

(5)

167

mencari dan menemukan. Menekankan pada proses berpikir kritis. Pada pembelajaran inkuiri yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti yang telah disebutkan diatas, dapat hasil penelitian berupa peningkatan berpikir kritis, literasi sains dan kreativitas siswa. Hal ini sesuai dengan tujuan atau sasaran pembelajaran era society 5.0 berupa literasi dasar, berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, kolaborasi, serta memiliki kemampuan problem solving (memecahkan masalah).

Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa di era society 5.0 menuntut siswa agar lebih mandiri dalam melakukan pembelajaran. Hal ini tentu tidak luput dari pengawasan pendidik yang berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator. Dalam artian emampuan berpikir kritis siswa menunjukkan hasil belajar dan kreativitas yang dimiliki siswa.

KESIMPULAN

Pembelajaran berbasis inkuiri sejalan dengan pembelajaran di era society 5.0. Pada hakikatnya pembelajaran inkuiri mengharuskan siswa menemukan, dan memecahkan masalah yang ditemukan dengan bimbingan seorang pendidik. Dimana pendidik berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator.

DAFTAR PUSTAKA

Arjunaita. 2022. Pendidikan di Era Rovolusi Industri 5.0. Prosiding Semninar

Nasional. Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.

Azizah, Nur Hani. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Energi Bunyi.

Jurnal Pena Ilmiah. Vol 1. No 1 (51- 60)

Hermansyah, Iwan. Supiana dan Qiqi Yuliati Zakiah. 2020. Kebiajakan Pengembangan Guru di Era Society 5.0. JIEMAN : Journal Of Islamic Educational Managemen. Vol 1.

No.3.(243-264).

Mubarok, Achmad dan Lili Mashluka. 2022.

Pengaruh Strategi Pembelajaran Inquiry Learning Terhadap Hasil Belajar Pai Siswa Kelas Viii Di Smpn 02 Purwosari. Jurnal Fakultas Agama Islam. vol 4. No 1 (119-131)

Rahmwan, Aditya Zulmi dan Zaenuriyah Efendi. Implementasi Society 5.0 dalam Kebijakan dan Strategi Pendidikan Pada Pandemi Covid-19.

Sumilah, dan Sri Cacik. 2018. Penerapan Model Inquiry Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas V Sdn Sidorejo 1 Tuban. Jurnal Teladan Vol 3. No 1 (31-40)

Sustrisna, Nana dan Gusnidar. 2022.

Pengembangan Buku SISWA Berbasis Inkuiri Pada Materi IPA Untuk Siswa

(6)

168

Kelas VIII SMP. Jurnal Inovasi Penelitian. Vol.2 No.8 (2859-2868) Zulvawati, Aini.dkk. Penerapan Model

Pembelajaran Inkuiri Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Islam Di Smp Muhammadiyah 4 Palembang.

Jurnal PAI Raden Fatah. Vol. 1. No.2 (62-67)

Referensi

Dokumen terkait

Result and Discussion There are seven aspects of the learning application the researchers want to discover in this study, those are: Visual Appearance Aspect, Material Organization

THE YOUNG CITIZEN December~ 1940 CHRISTMAS SPIRIT THE SPIRIT OF CHRIST- THE WIFE OF RIZAL Continued from page 458 MAS: I mean just this?. Continued from page 469 lowly I