Buku pegangan ini telah dikembangkan untuk membantu guru memahami literasi di kelas awal dan bagaimana rasanya mengajar siswa. Panduan ini tidak hanya memuat materi literasi untuk kelas awal, tetapi juga cara mengajarkannya di kelas. Dengan demikian, tidak akan sulit bagi pengguna buku sumber ini untuk memahami materi secara keseluruhan.
Keunggulan buku ajar ini adalah dapat digunakan untuk kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa PGSD/PGMI, kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dan kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
APA DAN MENGAPA
- PENGANTAR
- RUANG LINGKUP TOPIK
- PENGUATAN DAN PENGAYAAN
- SUMBER BACAAN
- IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Peran visual, teks dan bahasa lisan
Jika pembelajaran literasi (membaca dan menulis) tidak kuat di kelas awal, siswa akan berjuang untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis yang memadai di tingkat membaca dan menulis yang lebih tinggi. Kemampuan membaca dan menulis merupakan kemampuan dasar dalam pembelajaran, karena hampir semua kemampuan pencarian informasi dalam pembelajaran bergantung pada kemampuan tersebut. Diskusi dengan siswa merupakan salah satu media lisan yang efektif untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis siswa.
Carilah contoh lain peran gambar, teks, dan bahasa lisan dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa.
Memperkenalkan Topik
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Peran visual, teks dan bahasa lisan Peran visual, teks dan bahasa lisan.
Memodelkan
Menggali Informasi
Mempraktikkan
Refleksi
Menilai
PENILAIAN
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Menciptakan lingkungan kelas yang literat
Sebelum menyampaikan materi kuliah, perlu disiapkan media yang berkaitan dengan motivasi; foto kelas melek huruf dan tidak melek huruf, foto sikap positif guru, foto partisipasi orang tua. Refleksi bertujuan untuk mengungkapkan apa yang telah dipelajari, kesan tentang pembelajaran yang telah berlangsung, saran perbaikan pembelajaran dan penguatan usaha/kerja keras siswa yang meliputi hal-hal sebagai berikut. Aspek motivasi dalam rangka mengajarkan prinsip literasi di kelas awal meliputi literasi kelas, sikap guru yang positif, dan keterlibatan orang tua.
MEDIA
LITERASI DI KELAS AWAL
Ruang Lingkup Topik
Dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis siswa kelas awal, seorang guru dapat menggunakan berbagai jenis media. Pemilihan media didasarkan pada keefektifan media dalam membantu upaya pengembangan literasi siswa kelas awal.
Media Literasi di Kelas Awal
Guru dapat memilih buku-buku bagus yang cerita dan topiknya sesuai dengan minat siswa atau sesuai dengan tema pelajaran. Memberi kesempatan kepada siswa untuk secara bersama-sama memberi makna pada setiap kitab suci dalam buku besar. Berikut langkah-langkah membuat buku besar yang dilakukan secara manual dan menggunakan alat sederhana.
Buku Pedoman Guru LPTK 47 Ide cerita The Big Book dapat diambil dari kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan siswa.
Kalender Cerita
Keistimewaan story calendar adalah adanya materi yang saling berkaitan dan diperkaya dengan gambar yang dapat memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dan berimajinasi. Sebelum membuat kalender cerita, guru terlebih dahulu harus menentukan tujuannya; atau untuk melatih keterampilan tulisan tangan, menulis kreatif atau pemahaman membaca. Dengan tema tersebut, guru meminta siswa mengembangkan isi kalender cerita sebanyak 5-6 halaman yang terdiri dari (1) halaman 1, cerita tentang binatang; (2) halaman 2, mind map cerita; (3) halaman 3, tuliskan tokoh-tokoh dalam cerita; (4) halaman 4, menulis puisi; (5) halaman 5, imajinasi siswa terkait cerita; dan (6) halaman 6, komentar tokoh cerita.
Media Gambar
Buku Sumber Dosen LPTK 55 Penggunaan media gambar di dalam kelas menawarkan beberapa keuntungan baik bagi siswa maupun guru. Lloyd Ryan (1993), penggunaan media gambar akan lebih efektif jika guru memperhatikan hal-hal berikut dalam pembuatannya. Sumber gambar dapat diambil dari foto objek, majalah, kalender, kartu ucapan, kartu pos, brosur, poster atau buku besar.
Saat menggunakan gambar di dalam kelas, guru dapat memvariasikan kegiatan agar penggunaan gambar dapat efisien. Setelah selesai dengan Buku Besar, guru memberikan satu set gambar berukuran gambar (mengikuti gambar di Buku Besar, tetapi tanpa kata-kata) kepada setiap kelompok dan meminta mereka untuk mengurutkannya menurut cerita. Guru juga dapat meminta setiap siswa untuk menceritakan setiap gambar dan cerita untuk dipadukan dengan cerita siswa lainnya sesuai dengan urutan gambarnya.
Media Tulis
PENGUATAN DAN PENGAYAAN
SUMBER BACAAN
Diunduh dari http://www.mun.ca/educ/faculty/mwatch/vol2/ryan2.html, Oktober 2013.
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN
Menggali informasi
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Praperkuliahan
Juri menilai dengan menggunakan instrumen observasi kealamian, volume dan ekspresi, namun kriterianya tidak jelas. Dosen menanyakan kepada evaluator mengapa hasilnya berbeda dengan tahap 1, lalu apa alasan pemberian nilai tersebut. Sebelum perkuliahan, guru hendaknya menyiapkan bahan dan alat yang berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis di kelas satu.
Bahan dan alat yang akan disediakan untuk materi ini adalah tulisan siswa bergradasi siswa. Siswa mengamati pekerjaan siswa yang telah dinilai dan memberikan umpan balik atas hasil yang dilaporkan dalam karangan siswa. Dosen menanyakan kepada mahasiswa apakah penilaian yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa sudah sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Instruktur kemudian membagikan rubrik dan meminta semua siswa untuk menilai esai mereka menggunakan rubrik di bawah ini.
PEMODELAN MEMBACA
MENULIS
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN PEMODELAN Pemodelan Membaca di Kelas Awal
Bacalah big book sampai Anda benar-benar memahami isinya sehingga Anda dapat menggunakannya dengan baik dan kreatif. Baca Big Book dan tonton video modeling sampai benar-benar paham isinya agar bisa digunakan dengan baik dan kreatif. Selain itu, guru juga harus menyiapkan metode yang tepat sesuai dengan keadaan dan situasi kelas.
Guru menyampaikan kritik dan saran kemudian membimbing siswa untuk menyimpulkan apa yang perlu dilakukan dalam kegiatan pemodelan membaca. Setelah kegiatan simulasi, instruktur membimbing mahasiswa melakukan refleksi dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang mengarah pada rencana tindak lanjut setelah mengikuti perkuliahan ini, sebagai berikut.
MEMBACA DAN
PERMULAAN
RUANG LINGKUP
Materi ini akan membahas tentang konsep membaca dan menulis permulaan, langkah-langkah pembelajaran di kelas awal dan implementasinya. Awal belajar membaca merupakan tingkatan proses belajar membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual dari bahasa. Berdasarkan kata-kata yang digunakan dalam Big Book, guru dapat mengambil kata dan membuat kartu huruf.
Kegiatan menulis dapat dilakukan dengan meminta siswa menggambar suatu tokoh dalam Big Book dan menulis huruf sebanyak mungkin untuk menggambarkan tokoh tersebut. Dengan menggunakan Big Book, siswa dapat mendeskripsikan objek atau kejadian yang mereka lihat dari buku, memprediksi apa yang akan terjadi atau menceritakannya kembali secara lisan. Setelah kegiatan di atas, guru dapat meminta siswa untuk bercerita melalui gambar dan menulis sesuai dengan kemampuannya.
Guru menuliskan kata tersebut di depan siswa agar siswa dapat melihat cara menulis bola dan melafalkannya bersama guru. Ketertarikan pada buku akan memotivasi siswa untuk menghasilkan karya yang menarik ketika mereka menulis. Guru meminta siswa menulis huruf di atas awan dan mempraktekkannya, kemudian siswa menuliskannya di buku bergaris seperti contoh di halaman.
Untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang membaca dan menulis permulaan, carilah media yang dapat Anda gunakan dalam kegiatan pembelajaran.
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Membaca Permulaan
Menginformasikan Topik
Siswa dalam kelompoknya menemukan bentuk-bentuk kegiatan untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas satu.
MENULIS BERSAMA
SUMBER BACAAN
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Membaca Bersama
TERBIMBING
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Membaca Terbimbing
Menggunakan buku besar, guru memodelkan proses membaca terbimbing yang dilakukan di dalam kelas (prabaca, saat baca, pascabaca).
INTERAKTIF
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Membaca Interaktif
Memperkenalkan topik
Refleksi ini dapat dilakukan dengan membahas hal-hal yang berkaitan dengan manfaat pembelajaran membaca dan menulis interaktif bagi mahasiswa LSM/PGMI. Bentuk penilaian dalam pemodelan membaca dalam perkuliahan menggunakan penilaian autentik yaitu penilaian simulasi pembelajaran membaca interaktif.
MEMBACA
PEMAHAMAN
- Mengenali detail bacaan
- Memperhatikan persamaan dan perbedaan
- Mengurutkan secara detail
- Membedakan antara fakta dan opini
- IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Strategi dan Keterampilan Pemahaman
Dalam pemahaman membaca, ada proses menghubungkan informasi yang baru diperoleh dengan pengetahuan sikap yang ada. Pembaca didorong untuk menghubungkan apa yang telah mereka ketahui dengan informasi dalam teks. -Contoh pertanyaan yang dapat dikembangkan untuk mendorong pembaca terlibat dalam "kegiatan yang menghubungkan" antara lain sebagai berikut.
Strategi ini menuntut pembaca untuk membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi dan mengkonfirmasi prediksi tersebut dalam kegiatan membaca mereka. Keuntungan yang diperoleh dari strategi ini adalah bahwa pembaca akan menggunakan pertanyaan untuk membimbing mereka melalui bacaan, mengklarifikasi kebingungan mereka, dan membentuk pemahaman awal. Keuntungan dari strategi ini adalah pembaca memiliki pemahaman yang lebih baik ketika menarik kesimpulan tentang apa yang mereka baca.
Informasi ini dapat diperoleh melalui pertanyaan yang jawabannya sederhana dan dinyatakan secara eksplisit dalam ceramah. 142 Buku Sumber Guru LPTK 4. Keterampilan ini dapat diajarkan melalui pertanyaan yang telah diajukan atau dibuat oleh pembaca. Keterampilan ini dapat diajarkan dengan terlebih dahulu mendefinisikan fakta sebagai pernyataan yang dapat dibuktikan, dan fakta dapat benar atau salah.
-contoh soal yang dapat ditanyakan untuk melatih keterampilan. membedakan antara fakta dan opini, antara lain: Dosen menunjuk buku besar yang dibawanya dan menanyakan apa yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengajarkan pemahaman membaca.
MENULIS KREATIF
MENULIS KREATIF
Menulis kreatif adalah tulisan yang dimaksudkan untuk menyampaikan ide, perasaan, dan emosi, bukan sekadar menyampaikan informasi. Penulisan kreatif adalah tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penulis dengan cara yang imajinatif, seringkali unik dan puitis. Menurut pernyataan di atas, menulis kreatif adalah tulisan yang memuat pikiran dan perasaan penulis dengan menggunakan imajinasinya, unik dan ditulis secara puitis.
Namun, karena siswa dapat menemukan kesenangan dalam kegiatan menulis kreatif, maka menulis kreatif ini harus terus dipraktikkan dan dipupuk. Berbagai media tulis dan sumber ide yang tersedia akan membantu siswa menuangkan semua imajinasinya ke dalam tulisan kreatif. Berikut adalah beberapa media atau cara yang dapat membantu siswa mengungkapkan ide dalam menulis kreatif.
Guru dapat meminta siswa untuk menulis jurnal seminggu sekali pada hari Senin untuk berbagi pengalaman pada hari Sabtu atau Minggu. Dalam pembuatan karya tulis ini, para siswa memadukan imajinasi dengan pengalaman dan pengetahuan dari berbagai buku bacaan. Cara lain untuk mendorong siswa menulis kreatif adalah dengan meminta mereka menulis tentang apa yang mereka sukai, misalnya bersepeda, bermain, dan membaca.
Untuk memotivasi siswa dalam menulis, guru dapat memajang hasil karya siswa pada papan pajangan untuk dibaca siswa lainnya.
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Menulis Kreatif
Menginformasikan topik
Siswa diajak untuk merefleksikan: apa yang telah mereka pelajari, apa manfaatnya bagi mereka dan apa yang masih belum jelas.
MENULIS MANDIRI
IMPLEMENTASI DAN PENILAIAN Membaca Mandiri
Siswa menonton video siswa SD/MI secara mandiri melakukan kegiatan membaca di perpustakaan dan menyampaikan pandangannya. Siswa diminta untuk membuat program membaca mandiri untuk siswa kelas satu dengan fokus pada membaca buku dan program.