Disertasi ini disusun sebagai salah satu syarat penyelesaian program Doktor pada program studi Manajemen Sumber Daya Manusia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta dengan judul : PEMBERDAYAAN PADA PEDAGANG LAPANGAN KREATIF (PKL) DI KOTA MANADO. Djaali, selaku Direktur Studi Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta sekaligus Ketua Panitia Promosi yang telah banyak memberikan petunjuk dan arahan dalam penyusunan disertasi ini. Luddin, MA, selaku Ketua Departemen Manajemen Sumber Daya Manusia Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.
Orbanus Naharia, Msi., Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Manado, dan Koordinator PPs UNJ di Manado. Seluruh Pedagang Lapangan Kreatif yang tersebar di kecamatan Kota Manado memberikan informasi dan data kepada peneliti. Akhir kata, peneliti berharap disertasi ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya, khususnya untuk pengembangan sumber daya manusia Pedagang Lapangan Kreatif.
Latar Belakang Masalah
Kenyataan menunjukkan bahwa di perkotaan, pedagang lapangan yang kreatif menjadi penyebab kekacauan di lokasi keberadaan para pedagang tersebut. Tentu saja kenyataan di atas menjadi alasan kuat untuk memberdayakan Pedagang Lapangan Kreatif. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran dari pemerintah atau lembaga sosial yang melaksanakan pemberdayaan terhadap pedagang lapangan kreatif.
Dengan dilaksanakannya relokasi Pedagang Kreatif yang dilakukan pemerintah, hal ini merupakan tindakan nyata dalam upaya pemberdayaan Pedagang Kreatif. Situasi dan kondisi pedagang lapangan kreatif di kota Manado merupakan fenomena yang dapat digambarkan pada tabel 1.1. Hal ini menyebabkan para Pedagang Lapangan Kreatif mencoba membuat sendiri barang hasil kerajinannya untuk dijual.
Fokus dan Sub Fokus Penelitian
- Fokus Penelitian
- Sub Fokus Penelitian
Observasi partisipatif ini selanjutnya membantu peneliti untuk menemukan permasalahan yang terjadi sebagai fenomena dalam pemberdayaan Pedagang Lapangan Kreatif, yaitu: pendidikan, pembinaan, bimbingan teknis, permodalan, lokasi dan fasilitas berdagang, legalitas/izin berusaha, kemitraan dan organisasi usaha. Peneliti menemukan bahwa subfokus penelitian menyangkut beberapa sudut pandang, yaitu proses Pemberdayaan melalui pendidikan, pembinaan, bimbingan teknis, permodalan, lokasi dan fasilitas perdagangan, legalitas/izin berusaha, kemitraan dan organisasi usaha. Dari fenomena yang terjadi dan permasalahan yang ada, keunikan yang tercipta serta proses pemberdayaan yang dilakukan pemerintah terhadap para pedagang di kota Manado yang peneliti temukan di lapangan maka peneliti memberi judul skripsi ini : Pemberdayaan Pedagang Pedagang Lapang Kreatif di Kota Manado.
Rumusan Masalah
Manfaat Penelitian
Deskripsi Konseptual Pemberdayaan Pedagang Kreatif Lapangan
- Konsep Pemberdayaan (Empowerment)
- Konsep program pendidikan
- Konsep program pembinaan
- Konsep program bimbingan teknis
- Konsep program permodalan
- Konsep program lokasi dan fasilitas dagang
- Konsep program legalitas/ijin usaha
- Konsep program kemitraan
- Konsep program organisasi usaha
- Konsep Manajemen Sumberdaya Manusia
- Konsep Human Capital
- Konsep sosial kapital
- Konsep pedagang sektor informal
Upaya memajukan dan mengembangkan usaha kecil meliputi bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia dan teknologi; Berdasarkan klasifikasi dan tingkat pengembangan usaha kecil, ditentukan bobot, intensitas, prioritas dan jangka waktu pembinaan dan pengembangan usaha kecil. Ruang lingkup pengembangan dan pengembangan usaha kecil meliputi produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia, dan teknologi.
Pembinaan dan pengembangan usaha kecil bidang pemasaran dilakukan dengan: a) melakukan penelitian dan pengkajian pemasaran; b) meningkatkan kemampuan manajemen dan teknik pemasaran; Pembinaan dan pengembangan usaha kecil di bidang sumber daya manusia dilakukan dengan: a) pembinaan dan pembinaan kewirausahaan; b) meningkatkan keterampilan teknis dan manajemen; 172 Oleh karena itu, kegiatan pedagang lapangan kreatif merupakan bagian dari Kelompok Usaha Kecil yang bergerak di sektor informal, hal ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pedagang kaki lima merupakan usaha kecil yang berorientasi pada keuntungan seperti berwirausaha. Pedagang lapangan kreatif merupakan usaha kecil-kecilan yang dapat dijalankan oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah (upah harian) dan modal terbatas.
Hasil Penelitian Yang Relevan
- Penelitian Trisni Utami
- Penelitian Muzakir
- Penelitian Ari Sulistio Budi
Banyak pedagang kaki lima yang memilih berjualan di tempat ramai seperti pasar, tempat hiburan, terminal kereta dan bus, dan lain sebagainya. Dalam upaya memberikan jalan keluar dalam pengelolaan PKL berdasarkan Nota Kesepahaman 3 Kementerian Nomor 500-738. Hasilnya menunjukkan bahwa aspirasi dan kendala yang dihadapi komunitas PKL, khususnya setelah bertransisi menjadi pedagang pasar (ditemukan melalui wawancara mendalam/wawancara), menunjukkan bahwa komunitas sektor informal di perkotaan merupakan salah satu kelompok masyarakat marginal. yang harus mampu menjalankan kegiatan ekonomi pada tingkat yang lebih tinggi, meningkatkan taraf hidupnya dan berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan bangsa.
Kelompok ini umumnya memiliki keterbatasan dalam berusaha, antara lain: (1) kurangnya modal, (2) rendahnya tingkat pendidikan, dan (3) kurangnya akses terhadap kebijakan pemerintah, informasi, serta fasilitas ekonomi dan sosial. Penelitian tentang Kajian Persepsi Harapan Sektor Informal Terhadap Kebijakan Pemberdayaan Dunia Usaha Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Unauna. Untuk memperbaiki pola pemberdayaan sektor informal di Kabupaten Tojo Unauna, dipandang perlu untuk melihat persepsi harapan para pelaku sektor informal terhadap kebijakan pemberdayaan manusia pemerintah daerah Kabupaten Tojo Unauna dari berbagai pihak. aspek.
Objek yang diteliti dalam penelitian ini terfokus pada pelaku usaha informal di Kabupaten Tojo Unauna. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung terhadap responden pemilik usaha (responden) kategori sektor informal dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Artinya pemberdayaan sektor informal khususnya pedagang informal berperan positif dalam meningkatkan pendapatan.
Penelitian tersebut berjudul Kajian Lokasi PKL Berdasarkan Preferensi PKL dan Persepsi Masyarakat Sekitar di Kota Pemalang. Pengaturan PKL telah berupaya untuk mengatur PKL, termasuk dengan menentukan lokasi PKL, namun masih belum efektif. Badaruddin menyatakan bahwa pedagang kecil mempunyai peranan yang strategis baik dalam sistem kegiatan perekonomian maupun dalam penyerapan tenaga kerja.187 Pedagang kecil ini merupakan bagian terbesar dari seluruh pelaku ekonomi di sektor perdagangan.
Kajian Profil Pekerja Sektor Informal dan Arah Kebijakan Masa Depan: Direktorat Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi.
- Tujuan Penelitian
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Waktu
- Tempat
- Latar Belakang
- Metode dan Prosedur Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
- Prosedur Analisis data
- Pemeriksaan Keabsahan Data
Penelitian ini dilakukan di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara dengan mengidentifikasi beberapa kawasan pasar, kawasan perbelanjaan dan lahan terbuka yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Manado sebagai lokasi Pedagang Kreatif Lapangan sebagai lokasi penelitian. Jadi, penelitian mengenai fenomena pedagang lapangan kreatif di kota Manado ini merupakan penelitian mendalam mengenai pemberdayaan pedagang lapangan kreatif yang dilakukan pemerintah kota Manado. Subyek penelitian mulai dari Pemerintah Kota Manado, organisasi usaha Pedagang Kreatif Lapangan hingga perorangan Pedagang Kreatif Lapangan.
Dalam penelitian kualitatif (induktif), data yang diperoleh membentuk pemahaman peneliti terhadap sudut fokus yang akan diteliti yaitu Pemberdayaan Pemasar Kreatif di Lapangan. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik fenomenologi, dalam penelitian ini peneliti mengeksplorasi apa yang penting dalam pemberdayaan pemasar kreatif di lapangan. Peneliti membuat alur dan kerangka penelitian untuk menggambarkan pengalaman subjek, selanjutnya peneliti akan mencoba melihat lebih dalam fenomena yang terjadi dalam Pemberdayaan Pedagang Kreatif di lapangan di Manado.
Peneliti menggunakan cara pandang penelitian yang mendalam terhadap objek yang diteliti, yaitu menggali objek penelitian dengan mencari jawaban bagaimana cara memberdayakan Pedagang Lapangan Kreatif di kota Manado. Peneliti kemudian mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan mendokumentasikan data dari sumber data Pemasar Kreatif. Informan terdiri dari pemerintah kota Manado di wilayah kecamatan dan kelurahan tempat Pedagang Kreatif Lapangan beroperasi, pengurus organisasi usaha Pedagang Kreatif Lapangan, dan sejumlah pedagang Lapangan Kreatif.
Peneliti sebagai human instrument yang menentukan fokus penelitian dalam penelitian ini, memilih informan sebagai sumber data yaitu Pedagang Kreatif Lapangan, pimpinan organisasi pedagang kreatif lapangan dan pemerintah terkait. Oleh karena itu, dalam memperoleh data informasi dari informan sebagai sumber data penelitian, peneliti juga menggunakan daftar pertanyaan tentang pemberdayaan Pedagang Lapangan Kreatif di kota Manado. Selain itu, teknik yang berbeda digunakan di tempat yang berbeda, dengan pengumpulan data melalui wawancara; Observasi dilakukan pada kegiatan pemberdayaan Creative Field Trader di kota Manado.
Triangulasi teknis terhadap Pedagang Kreatif Lapangan, pimpinan organisasi usaha Pedagang Kreatif Lapangan dan pemerintah kota Manada dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Gambaran Umum Tentang Latar Penelitian
- Tinjauan Lokasi Penelitian
- Jumlah dan Status Usaha Pedagang Kreatif Lapangan
- Lokasi Lahan Usaha
- Sarana Tempat Usaha
- Pedagang Kreatif Lapangan Menurut Jenis Dagangan
- Pedagang Kreatif Lapangan Menurut Jenis Kelamin dan
- Pedagang Kreatif Lapangan Menurut Tingkat Pendidikan
- Pedagang Kreatif Lapangan Menurut Asal Suku dan
- Pedagang Lapangan Kreatif Menurut Permodalan, Alasan
- Kendala, Organisasi dan Prospek Usaha
- Kebijakan Penataan dan Pembinaan Usaha
- Langkah Pemberdayaan PKL
Dari Tabel 4.3 terlihat bahwa pedagang lapangan kreatif yang beroperasi di kota Manado pada tahun 2000 sebanyak 4.106 orang, mayoritas pedagang lapangan kreatif berada di lokasi tersebut. Pedagang lapangan kreatif di Kota Manado mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu mencapai 3.136 orang (69,24%), sedangkan jumlah pedagang lapangan kreatif sebanyak 954 orang (30,76%). Sedangkan jumlah pedagang pasar kreatif pada kelompok usia di atas 54 tahun sebanyak 8,38 persen pedagang pasar kreatif.
Pedagang lapangan kreatif di kota Manado memiliki tingkat pendidikan yang cukup beragam, mulai dari tidak bersekolah hingga lulus perguruan tinggi. Dari tabel di atas, sebagian besar pedagang lapangan kreatif di kota Manado merupakan pendatang dari berbagai daerah yang menetap di kota Manado. Sementara itu, sekitar 3,6 persen Pedagang Lapangan Kreatif mengandalkan kerja sama sistem perantara dengan pemilik aset modal.
Dengan kata lain, kecenderungan mereka menjadi pemasar kreatif di bidangnya adalah semata-mata untuk mencari pekerjaan. Kebijakan penataan pedagang lapangan kreatif dapat dilaksanakan dengan menempatkan perusahaan pada lokasi atau waktu tertentu. Kondisi ini perlu menarik perhatian pemerintah berdasarkan keyakinan para pedagang lapangan kreatif tentang alasan terjadinya hal tersebut di setiap kecamatan.
Lokasi sementara adalah prasarana kota, fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai tempat usaha para pedagang lapangan kreatif. Lokasi tidak resmi adalah lokasi yang ditempati oleh pedagang lapangan kreatif di luar lokasi tersebut di atas (belum/belum mendapat izin dari Walikota Manado). Pada umumnya Pedagang Lapang Kreatif di Manado tersebar di berbagai tempat ramai seperti perkantoran, pusat perbelanjaan/.
Temuan Penelitian
- Pendidikan
- Pembinaan
- Bimbingan teknis
- Pemodalan
- Lokasi dan Fasilitas Dagang
- Legalitas
- Kemitraan
- Organisasi Usaha
Di lapangan, pemerintah mengoordinasikan aparat kepolisian pamong praja untuk menertibkan para pedagang lapangan kreatif dan memindahkan mereka ke lokasi yang dituju.258. Terlihat di lapangan, pemerintah mengkoordinasikan kepolisian aparatur sipil negara untuk menertibkan para pedagang lapangan kreatif dan memindahkannya ke lokasi yang dituju.264. Menurut narasumber, program permodalan merupakan program permodalan pemerintah untuk para pedagang kreatif di lapangan yang berupaya mengamankan lokasi dan fasilitas berdagang, serta sumber daya untuk membantu.
Juga bantuan dana berupa uang tunai yang dapat digunakan oleh Pedagang Lapangan Kreatif untuk membeli dagangannya. Hal-hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mendorong para wirausahawan kreatif di bidangnya untuk lebih mengembangkan usahanya.374. Menurut informan permasalahannya adalah beberapa lokasi belum dimanfaatkan secara maksimal, masih ada beberapa lokasi yang belum bisa menampung pedagang pasar kreatif.
Menurut informan, pedagang lapangan kreatif yang telah dilatih dan ditempatkan oleh pemerintah kecamatan mengatakan pendapatannya meningkat. Menurut informan, pedagang lapangan kreatif yang berada di lingkungan pemerintah kecamatan menyatakan pendapatannya meningkat. Para informan menjelaskan bahwa program pemerintah memberikan perlindungan hukum kepada para pedagang lapangan kreatif dengan menerbitkan Surat Izin Berdagang (SIB).
Informan menjelaskan, melalui persyaratan tersebut, pedagang lapangan kreatif memperoleh SIB sehingga mendapat perlindungan hukum. Artinya, izin usaha yang diberikan pemerintah hanya kepada pedagang lapangan kreatif yang telah mempunyai tempat usaha di dalam atau di luar pasar. Menurut informan, hasilnya para pedagang di bidang kreatif dapat memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan dana bantuan dari pemerintah atau swasta.
Para informan menjelaskan bahwa program pemberdayaan pedagang lapangan kreatif dalam hal kemitraan dagang dengan.
Rangkuman Hasil Penelitian
- Bimbingan Teknis
- Permodalan
Pendidikan
Pembinaan
Bimbingan Teknis
Pemodalan
Lokasi dan Fasilitas Dagang
Legalitas/Izin Usaha
Kemitraan
Organisasi Usaha
Simpulan
Rekomendasi
Pernyataan Informan Pemerintah
Pernyataan Informan Pemerintah
Pernyataan Informan Pemerintah dan PKL
Pernyataan Informan Pemerintah dan Pedagang
Pernyataan Informan Pemerintah dan Pedagang
Pernyataan Informan Pemerintah dan Pedagang
Pernyataan Informan Pemerintah dan Pedagang