• Tidak ada hasil yang ditemukan

pembuatan batik tulis khas makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pembuatan batik tulis khas makassar"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan Seni Rupa. Dalam penyusunan skripsi saya selalu berkonsultasi dengan dosen pembimbing yang ditunjuk oleh pimpinan fakultas. Ilmu yang aku punya akan aku berikan kepada setiap orang, selama mereka mau menggunakan ilmu yang telah aku berikan.” (Imam Syafi’i).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi batik warna-warni khas Makassar karya “Istinan” di Makassar, mengetahui ciri dan ciri khas batik warna-warni khas Makassar karya “Istinan” dan mengetahui kualitas batik warna-warni khas Makassar karya “Istinan”. Istinan" di Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif – kualitatif yang dapat memberikan gambaran secara jelas, benar dan lengkap mengenai proses produksi batik warna-warni khas Makassar. Penulis memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat dan segala karunia-Nya. Setelah sekian lama menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Seni, tentu saja Anda sudah mempunyai kemampuan menggambar.

Terima kasih kepada orang-orang yang penulis hormati dan sayangi, yang telah rela membiarkan dirinya menjadi jalan kehendak-Nya bagi penulis untuk menjadi cermin untuk mengenal dan memperbaiki diri lebih baik, yang tetap berani mengatakan kebenaran dan bersikap jujur. jujur. walaupun menyakitkan, membimbing penulis dalam membentuk landasan yang tepat untuk berjalan dalam pengabdiannya, dengan segala hormat kepada Muhammad Tahir dan orang tua Nillang, yang telah berjuang, mendoakan, merawat, membesarkannya, mendidik dan mendanai penulis dalam proses penelitian. pengetahuan. Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, (3) Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa, dan (4) Muhammad Thahir, S.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Seni Rupa, serta seluruh dosen dan staf di lingkungan Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Salah satu provinsi tersebut adalah Sulawesi Selatan, batik disini dikenal dengan batik khas makassar.

Rumusan Masalah

Tujuan Peneltian

Manfaat Hasil Penelitian

Pengertian Pembuatan

Pengertian Batik

Jadi produksi adalah serangkaian tindakan sistematis dalam produksi dan pengolahan sesuatu untuk menghasilkan suatu produk. Batik juga berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan pembuatan titik-titik tertentu pada kain mori (kain katun berwarna putih). Dalam bahasa Jawa, “batik” ditulis dengan “bathik”, mengacu pada huruf Jawa “tha” yang menandakan bahwa batik adalah rangkaian titik-titik yang membentuk gambar tertentu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “batik adalah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan cara menuliskan atau mengoleskan malam (batik wax) pada kain tersebut, kemudian diolah dengan cara tertentu.” Menurut Ensiklopedia Indonesia, batik adalah suatu cara melukis di atas kain (kain mori, katun, katun tetoron, kadang-kadang kain sutera, dll) dengan cara melapisi bagian yang tidak berwarna dengan lilin, disebut juga lilin (bahasa Jawa: lilin), i. yang biasanya terbuat dari lilin lebah kuning yang dicampur dengan parafin, resin atau damar.

Pengertian Khas

Sejarah Batik

Awalnya batik digunakan sebagai hiasan pada daun lontar yang berisi naskah atau tulisan agar terlihat lebih menarik. Sejak saat itu, batik mulai digunakan sebagai motif kain yang berkembang menjadi pakaian adat, terutama digunakan di lingkungan istana. Dalam beberapa literatur, sejarah batik di Indonesia sering dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa.

Hasilnya, dipercayai bahawa seni batik telah dikenali secara turun temurun sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Motif-motif batik

Ciri dekoratif motif batik geometris ini adalah motifnya yang mudah terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut “laporan”. Motif ini mempunyai arti keteraturan batin. kunci hidup atau perhiasan yang terkunci rapat, contoh : Banji Bengkok. Motif ini menggambarkan peranan tumbuhan air dalam kehidupan manusia, misalnya: motif ganggong, dan motif ganggong sari.

Beberapa hewan yang biasa dijadikan barang dekorasi adalah kupu-kupu, burung, kadal, gajah, dan ikan.

Gambar 1. Motif Parang Rusak (Sumber: http://di-ta.com/motif-batik/)
Gambar 1. Motif Parang Rusak (Sumber: http://di-ta.com/motif-batik/)

Teknik Pembuatan Batik

Alat dan Bahan

Taplak meja adalah kain yang harus menutupi paha pembuat batik agar tidak terkena tetesan lilin panas (lilin batik) pada saat canting ditiup. Filter Lilin (Batik Wax) adalah alat untuk menyaring lilin panas (wax batik) yang banyak mengandung kotoran. Canting adalah alat yang digunakan untuk memindahkan atau menampung cairan, terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.

Pola adalah motif batik dalam mori ukuran tertentu sebagai contoh atau dasar pembuatan motif batik.

Gambar 9. Gawangan
Gambar 9. Gawangan

Proses Pembuatan Batik

Nembok” adalah proses membatik dengan menutup bagian-bagian pola yang masih putih dengan menggunakan lilin dinding. Mendel” adalah pewarnaan mori yang telah diberi lilin batik menjadi biru atau hitam biru yang terbuat dari daun nila. Selanjutnya proses “ngerok” dan “nggirah” adalah proses menghilangkan lilin pada bagian yang akan diwarnai soga ( coklat).

Mbironi" untuk menutup bagian yang masih berwarna biru dan mengisi pola berupa titik-titik dengan lilin. Setelah “bironi” dan kering, batik tersebut kemudian disoga, yaitu mencelupkan mori ke dalam soga yang terbuat dari kayu soga sehingga diberi warna coklat.

Jenis- Jenis Batik

Sumber: (http://www.winotosastro.com/batik/batikyogya.html#) Batik Jawa (Yogya dan Solo), merupakan batik yang sarat makna/simbol. Pasalnya batik yang berkembang di kawasan Vorstenlanden sangat erat kaitannya dengan cara hidup Keraton. Batik Jawa erat kaitannya dengan filosofi budaya Jawa yang bersumber dari pandangan alam masyarakat Jawa yang disebut “Kejawean”.

Kejawean” adalah filosofi asli Jawa yang tidak tersentuh pengaruh Barat atau Arab. Model tersebut disebut model larangan, artinya masyarakat umum yang tidak berakhlak mulia tidak boleh memakainya (Karmila, 2010:14). Ciri khas batik gaya Yogyakarta adalah terdapat dua jenis latar atau warna kain yaitu putih dan hitam.

Sedangkan warna batiknya bisa putih (warna kain mori), biru tua kehitaman, dan coklat soga. Hiasan yang pertama berbentuk geometris, yaitu garis miring atau miring, garis melintang, ceplok (lingkaran) dan kawung, serta kepang. Dengan slogan Solo The Spirit of Java, kota Solo bertekad untuk terus melestarikan dan melestarikan budaya-budaya yang ada di Pulau Jawa.

Batik Solo terkenal dengan corak dan corak tradisionalnya, baik batik cap maupun batik warna-warni. Bahan-bahan yang digunakan untuk melukis masih banyak yang menggunakan bahan-bahan asli seperti soga jawa (kayu) yang sudah dikenal sejak lama. Ciri-ciri batik tradisional Solo adalah “motif simbolis, berlatar belakang budaya Hindu-Jawa, warna sogan, biru, hitam dan putih” (Atmojo, 2008: 67).

Corak seperti patung Asmat, lingkungan alam dan warna dominan pada batik Abepura adalah warna gelap. Mendefinisikan bahwa kualitas adalah keseluruhan karakteristik suatu produk atau jasa yang mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ciri berarti tanda pembeda yang membedakan sesuatu dengan yang lain.

Gambar 18. Batik Yogyakarta
Gambar 18. Batik Yogyakarta

Ciri-ciri batik yang berkualitas

Objek estetika atau karya seni kaya akan konten dan elemen yang kontras serta mengandung perbedaan yang halus. Sebuah benda estetis yang baik harus mempunyai ciri-ciri tertentu yang menonjol, tidak sekedar menjadi sesuatu yang hampa. Tidak peduli kualitas apa yang dikandungnya (misalnya suram atau bahagia, lembut atau kasar) selama itu adalah sesuatu yang intens atau serius.

Kerangka Pikir

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah produksi “Istinana” yang berlokasi di Jalan Pengayoman Komplek Mawar No.

Desain Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Objek/subjek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik sastra digunakan untuk memperoleh data/referensi dari buku-buku dan berbagai literatur yang berkaitan dengan judul yang diteliti sebagai landasan teori.

Teknik Analisis Data

Langkah ini merupakan bagian dari hasil pengumpulan data yang diperoleh dan merupakan inti dari hasil uraian dan uraian yang ditampilkan, sehingga dapat ditarik kesimpulan atas data yang diperoleh selama kegiatan.

Hasil Penelitian

Ciri-ciri dan karakter batik tulis khas Makassar karya Istinana di Makassar

Kualitas batik tulis khas Makassar karya Istinana di Makassar

Jenis batik Istinana merupakan jenis batik tulis tangan yang menggunakan bahan kain katun, warna cerah dan motif berukuran besar.

Pembahasan

Proses Pembuatan Batik Tulis Khas Makassar Karya Istinana Di Makassar

Motif-motif yang digambar di atas kertas model dengan ukuran yang sesuai disusun dan diletakkan di atas meja kaca. Teknik colek merupakan teknik pemberian warna pada kain mori dengan cara menusuk bagian motif yang akan diwarnai. Pada proses ini pewarna reaktif didispersikan ke dalam air kemudian kain yang diwarnai dicelupkan hingga merata.

Motif yang mendominasi antara lain Perahu Pinisi, Sulapa' Eppa, Tanduk Kerbau, Rumah Tongkonan, Aksara Lontara dan Peta Sulawesi, dll. Batik khas Makassar Istinana mulai dikenal pada tahun 2011, namun dalam perkembangannya batik khas Makassar ini masih kurang dikenal. dibandingkan dengan batik lainnya seperti batik Solo, batik Jogja dan batik Pekalongan. Kualitas batik tulis khas Makassar Istinana masih rendah, tidak sebagus dan kalah bagusnya dengan batik daerah lain seperti Solo, Pekalongan dan Yogyakarta.

Hal ini terlihat dari motif yang kasar dan besar, pengerjaan yang dilakukan pada satu sisi kain, kurang variasi dan warna yang terlalu mencolok. Batik tulis khas Makassar karya Istinana mempunyai motif batik yang unik namun masih terlalu besar sehingga motifnya tidak terlihat beragam. Motif yang umumnya mendominasi adalah Perahu Pinisi, Aksara Lontara dan Peta Sulawesi, dll.

Kesatuan warna terkesan tidak seimbang antara penggunaan warna dasar kain dengan motif yang ada. Rumitnya dalam membatik biasanya dirasakan oleh pengrajin jika motifnya banyak dan kecil serta penggunaan warna yang beragam, namun pada batik tidak ada kerumitan yang berarti karena motifnya cenderung besar, tidak pekat, dan warnanya tidak pekat. . berbeda. Desain motifnya masih harus diperbaiki agar terlihat rapi dan indah serta penggunaan warnanya tidak boleh menggunakan warna-warna cerah.

Proses pembuatan batik tulis khas Makassar oleh Istinana menggunakan alat dan bahan yang masih didatangkan dari Cirebon yang produksinya masih sama dengan pembuatan batik pada umumnya. Batik tulis khas Makassar karya Istinana mempunyai ciri dan karakter seperti penggunaan bahan katun dan bahan kainnya, motifnya melambangkan falsafah hidup dan budaya Bugis Makassar, motifnya cenderung besar, kasar dan mempunyai jarak antar motif yang longgar, serta mempunyai corak yang khas. warna dominan seperti merah, kuning, hijau dan biru. Kualitas batik tulis khas Makassar Istinana masih rendah, tidak sebagus dan kalah bagusnya dengan batik daerah lain seperti Solo, Pekalongan dan Yogyakarta.

Gambar 44. Observasi Proses Membatik (Foto: Fandi Ahmad)
Gambar 44. Observasi Proses Membatik (Foto: Fandi Ahmad)

Gambar

Gambar 1. Motif Parang Rusak (Sumber: http://di-ta.com/motif-batik/)
Gambar 2. Motif Limaran
Gambar 4. Motif Semen Yogya (Sumber: http://di-ta.com/motif-batik/)
Gambar 7. Motif Gringsing (Sumber: http://di-ta.com/motif-batik/)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Sentimen Aplikasi Pembelajaran Online Di Play Store Pada Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Algoritma Support Vector Machine

Decision support framework for strategic investment in Mozambique Organizational competitive analysis Business environmental analysis Internal analysis S Leadership/management style