PEMBUATAN GARAM MEJA“SRI MADYA”
Abdillah Galuh P (K3317001)
Dyah Nur Y(K3317025)
Martha A (K3317047)
Sri Widigdo (K3317067)
Ulfa Imroathul H (K3317073)
DosenPengamp u
Dr.Sri
RetnoDwiAriani , M.Si.
PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2020
A. Pengertian Garam
• Garam dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan senyawa kimia yang bagian utamanya adalah Natrium Klorida (NaCl) dengan zat-zat pengotor terdiri dari CaSO4, MgSO4, MgCl2, dan lain-lain
• Secara fisik, garam adalah benda padatan berwarna putih berbentuk Kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium klorida (>80 %) serta senyawa lainnya seperti Magnesium klorida, Magnesium Sulfat, kalsium klorida dan lain- lain. Garam mempunyai sifat / karakteristik yang mudah menyerap air, density (tingkat kepadatan) sebesar 0,8 - 0,9 dan titik lebur pada tingkat suhu 801oC
• Pembuatan garam dapat dilakukan dengan beberapa kategori berdasarkan perbedaan kandungan NaCl nya sebagai unsur utama garam.
Yaitu, penguapan dengan tenaga sinar matahari di
lading pembuatan garam, penguapan dengan
tenaga panas bahan bakar dalam suatu evaporator
dan kristalisasi garamnya dalam suatu crystallizer,
pemisahan elektrokimia larutan garam dengan
proses elektrolisa kemudian kristalisasi dengan
crystallizer.
B. Jenis-Jenis Garam
Garam terbagi menjadi 2 macam, yaitu garam garam iodisasi atau garam konsumsi dan Garam non-iodisasi atau garam industry.
Garam konsumsi, adalah garam yang digunakan sebagai bahan baku produksi bagi industri garam konsumsi beryodium (garam meja). Garam ini memiliki kadar NaCl, yaitu 97 % atas dasar bahan kering (dry basis), kandungan impuritis (sulfat, magnesium dan kalsium), yaitu 2%, dan kotoran lainnya (lumpur, pasir), yaitu 1% serta kadar air maksimal yaitu 7%.
Kelompok kebutuhan garam konsumsi antara lain untuk konsumsi rumah tangga, industri makanan, industri minyak goreng, industri pengasinan dan pengawaten ikan.
Garam industri adalah garam yang digunakan
sebagai bahan baku bagi industri bahan dasar garam
dengan kadar NaCl diatas 97 %. Kelompok kebutuhan
garam industry antara lain untuk industri
perminyakan, tekstil dan penyamakan kulit, CAP
(Chlor Alkali Plant) industrial salt yang digunakan
untuk proses kimia dasar pembuatan soda dan chlor,
dan pharmaceutical salt
Menurut penggunaannya, garam dapat
digolongkan menjadi garam proanalisis (p.a), garam
industri, dan garam konsumsi. Garam proanalisis
adalah garam untuk reagent (tester) pengujian dan
analisis di laboratorium, juga untuk keperluan garam
farmasetis di industri farmasi. Garam proanalisis dan
garam farmasi, mempunyai kandungan NaCl > 99%
C. Manfaat Garam Meja
Garam konsumsi terbagi atas garam meja dan garam dapur. Perbedaan keduanya terletak pada kadar NaCl nya dan spesifikasi mutu. Garam meja merupakan garam yang sudah bersih dari kotoran dan bebas dari ion magnesium (Mg2+) dan ion kalsium (garam Ca2+).
Adanya garam magnesium dan garam kalsium akan menyebabkan garam menjadi cepat mencair.
Garam ini dikatakan sebagai garam meja, karena biasanya garam yang sudah bersih ini terdapat di meja-meja restoran. Biasanya garam meja sudah ditambah dengan yodium untuk menambah nilai gizi garam.
Perbedaan karakteristik dari garam dapur alami dan garam meja serta pengaruhnya terhadap kesehatan disebabkan oleh proses lanjutan (untuk menghasilkan garam meja), yaitu pencucian mineral- mineral, pemakaian pemutih/bleaching, pemanasan suhu tinggi, dan penambahan bahan anti penggumpalan.
Manfaat lain dari garam meja antara lain : Garam meja sebagai pembersih dapur
(Membersihkan pecahan telur, Membersihkan noda kopi/teh di cangkir/teko, Membersihkan kerak di alat masak dan sebagainya )
D. Kelebihan, Kekurangan, Daya Tahan Produk Garam Meja
Garam meja memiliki kelebihan yaitu tekstur nya lebih halus dari pada garam dapur, lebih mudah larut dalam air serta memiliki warna putih bersih yang terbebas dari kotoran atau impurities ion magnesium (Mg2+) dan ion kalsium (garam Ca2+).
Sedangkan untuk kekurangan produk sendiri yaitu garam meja diproses secara lebih rumit untuk menghilangkan mineral lain yang ikut dalam proses pembuatan tersebut. Para ahli berpendapat bahwa penghilangan mineral-mineral lain pada garam meja menjadikan garam ini kurang bermanfaat bagi tubuh dibandingkan garam dapur alami yang masih kaya akan mineral dari air laut.
Produk garam meja ini memiliki daya tahan yang
bagus dengan syarat penyimpanan garam meja
tersebut tepat, seperti disimpan didalam toples
yang terbuat dari plastik maupun kaca serta
dijauhkan dari air, agar garam tersebut tidak
terlarut dan tetap memiliki bentuk butiran-
butiran halus.
Kebutuhan Bahan
• Garam dapur 100 gram • Air bersih 300 mL
• Natrium phospat 2 gram
Kebutuhan Peralatan
Cawan porselin Gelas beker Batang pengaduk
Kertas saring Kompor
CARA PEMBUATAN
Garam dapur dilarutkan
dalam air sambil diaduk sampai semuanya larut (kalau perlu dibantu
dengan pemanasan)
Setelah larut semua lalu
disaring, tapisannya
ditambah natrium phospat/
natrium karbonat
yang dilarutkan dalam sedikit
air, sambil diaduk.
Menyaring endapan yang terjadi
disaring
Tapisan terakhir ini
diuapkan dalam panci email sampai
airnya habis menguap,
sehingga kristal-kristal
garam.
(selama proses penguapan diusahakan agar api tidak
terlalu besar dan sambil sering diaduk-
aduk)
Kristal- kristal garam
setelah kering benar
lalu ditumbuk
halus, kemudian
disimpan dalam stoples atau kantung-
kantung plastik.
ANALISIS USAHA GARAM MEJA
• PEMASUKAN
Hasil penjualan garam meja : Rp20.000,00
• PEMBELIAN PERALATAN
2 botol garam : Rp7.000,00
• PENGELUARAN
Garam 500 gram : Rp2.000,00
4 gram natrium phospat : Rp2.000,00
• KEUNTUNGAN
Pemasukan : Rp20.000,00 Pengeluaran : Rp11.000,00 Keuntungan : Rp9.000,00
DESAIN PRODUK GARAM MEJA
Terima Kasih