PEMBUATAN PREPARAT IRISAN
STAINING (PEWARNAAN) &
MOUNTING
Prinsip kerja
●
Zat warna: senyawa organik berwarna & dpt mengarbsorpsi sinar ultra violet -->
menimbulkan warna
– Senyawa benzene
●
●
●
●
Senyawa kimia yg dpt memberikan warna:
chromophore
●
Namun dmk chromophore hanya dapat mewarnai secara sementara
●
Agar zat warna dpt terikat dlm jaringanperlu radikal pengikat warna: auxochrome
●
●
ZAT WARNA: senyawa organik kompleks yang menghasilkan warna & dpt
dipertahankan di dlm jaringan, terdiri dari
chromophore & auxochrome
Jenis zat warna
●
Berdasar sifat: zw. asam vs basa
– Zw asam: garam Na/K,
– Zw basa: garam klorida/sulfat
●
Berdasar asal: zw alam vs sintetis
●
Berdasar kemampuan mewarnai jaringan: zw substansif vs ajektif
– Zw ajektif: memerlukan mordan (substansi yg dpt mengikat zat warna pada jaringan yg
diwarnai
●
Berdasar struktur kimianya
Haematoxylum campechianum
Coccus cacti
●
Berdasar struktur kimianya
– Gol triphenyl methane: anilin blue, basic/acid fuchsin, cristal violet
– Gol xanthene: eosin Y
– Gol thiazine: methylene blue
– Gol azine: safranin, neutral red, janus green
– Gol azo: orange G
– Gol nitro: asam pikrat
●
Berdasar jumlah zat warna: tunggal vs multiple
●
Berdasar cara pemberian zw: simultan vs suksedan
●
●
Berdasarkan tebal/tipisnya warna yg diberikan
– Zw progresif: memberikan warna yg tipis -->
memerlukan waktu lama utk pewarnaannya
– Zw regresif: memberikan warna yg tebal. Utk mendapatkan warna yg tepat maka warna hrs ditipiskan (diferensiasi)
Hematoxylin
Hematein (oxidized hematoxylin) basa
Hematoxylin mewarnai nuclei --> Nucleus mengandung RNA dan DNA (bersifat asam)
Afinitas hematein thd nuclei adalah jelek bila tanpa mordant.
Mordan Logam: Al, Fe, tungsten, molybdenum, lead
Warna pertama adalah merah gelap, menjadi biru
(blueing) bila diperlakukan dgn alkali lemah (air kran atau lithium carbonate)
Eosin Y
● Byk digunakan sbg counterstain/background stain --> memberi warna kontras thd zw yg
terdahulu diberikan
● Gol zw xanthene
● Counterstain Hematoxylin
● Bersifat asam --> mewarnai sitoplasma
● Pewarna difus (dpt mewarnai seluruh jaringan)
● Sebaiknya digunakan pd konsentrasi rendah dengan pelarut alkohol 70%
● Dpt bersifat fluoresens
●
● Hasil pewarnaan Eosin
➢ Sitoplasma: merah
➢ Eritrosit : oranye-merah
➢ Nukleus piknotik: ungu
➢ Nucleolus: merah
Staining
1.Deparafinisasi dengan xylol (2 x 2 menit);
2.Hidrasi dengan alkohol 100% (2x2 menit) – 95% (2
menit) – 90%(2 menit) – 80% (2 menit) – 70% (2 menit) – air kran (3 menit);
3.Inkubasi dalam larutan hematoxylin Mayer selama
beberapa menit; Cuci dalam air mengalir selama 15-20 menit;
4.Observasi di bawah mikroskop, Counterstaining dengan eosin working solution selama beberapa menit. Dehidrasi dalam serial alkohol dengan gradasi meningkat
5.Inkubasi dalam xylol 2x2 menit.