PENDAHULUAN
Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, agar penelitian ini tidak meluas lebih jauh, untuk melengkapi penulisan disertasi ini, peneliti membatasi penelitian pada anak jalanan di kota Bengkulu. Anak jalanan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 5 tahun ke atas. 17 tahun, secara resmi.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Dilihat dari keberadaan penguasa/pemerintah sebagai pengatur urusan masyarakat yang berfungsi sebagai pengayom, namun tanggung jawab pemerintah tentunya jauh lebih besar dan strategis dalam menangani anak terlantar. Apalagi permasalahan anak terlantar tidak hanya merupakan permasalahan sosial saja, namun berkaitan dengan permasalahan sistemik lainnya, seperti permasalahan ekonomi (kemiskinan dan penanganannya), kebijakan politik (politik will), kebijakan budaya, pendidikan, hukum dan lain sebagainya. .
Metode Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Waktu dan Lokasi Penelitian
- Subjek/Informan Penelitian
- Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Informan dalam penelitian ini adalah Dinas Sosial Kota Bengkulu dan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu yang menangani anak jalanan dan 10 anak jalanan. Data primer adalah data yang diperoleh dari wawancara dengan Dinas Sosial Kota Bengkulu yang menangani anak jalanan dan 10 orang anak jalanan.
LANDASAN TEORI
Pegertian Anak Jalanan
Ciri-Ciri Anak Jalanan
Pemenuhan Hak Anak Jalanan Dalam Hukum Positif
- Hak-Hak Anak Jalanan
- Penyebab Anak Jalanan
- Perlindungan Hukum Anak Jalanan
Indonesia merupakan negara hukum (rechtstaat) yang bertujuan untuk menjamin kesejahteraan setiap warga negaranya, hal ini juga mencakup perlindungan hak-hak anak yang juga merupakan hak asasi manusia. Perlindungan anak adalah menempatkan hak-hak anak pada status sosial anak dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan anak yang mengalami permasalahan sosial. Bahwa negara kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan setiap warga negara, termasuk perlindungan hak-hak anak yang merupakan hak asasi manusia.
Hal ini biasa dialami oleh anak-anak yang tinggal di beberapa kelurahan yang menempati lahan pemerintah. Anak-anak yang turun ke jalan didorong oleh orang tua atau keluarganya atau biasanya bersifat eksploratif. Apabila seorang anak ditelantarkan oleh orang tuanya, maka ia juga diberikan perlindungan hukum, karena secara hukum hak dan kewajiban anak yang tidak dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat dan orang lain harus dilindungi.
Pemerintah dan lembaga negara lainnya wajib dan bertanggung jawab memberikan perlindungan khusus kepada anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak korban penganiayaan, narkotika, minuman beralkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya (narkoba), anak korban penculikan, penjualan dan perdagangan orang, anak korban kekerasan.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Hak Anak Jalanan
- Kriteria Anak Dalam Pandangan Islam
- Hak-Hak Anak Dalam Islam
- Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak dalam Islam
Berapa banyak orang tua, karena untuk mencukupi kebutuhan hidup anak-anaknya, sebagian taqorrubnya diserahkan kepada Allah. Pengasuhan agama terhadap anak yang baru lahir di dunia merupakan tanggung jawab kedua orang tuanya. Penegakan hak beragama bagi anak dalam Islam harus dilakukan terutama oleh kedua orang tua, terutama ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkan anak tersebut.31.
Kehormatan seorang anak dapat diwujudkan dengan mengakui jati dirinya sebagai anak dari orang tua kandungnya. Melindungi kesehatan anak terlebih dahulu harus dilakukan oleh orang tua, terutama ibu sebagai orang tua yang menggendong anak. Menurut Ramajulis dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Keluarga Islam, beliau menekankan bahwa kewajiban terpenting orang tua terhadap anaknya adalah sebagai berikut: 38.
Melihat ayat di atas jelas bahwa Islam sangat mementingkan perlindungan terhadap anak, bahkan perhatian yang harus diberikan oleh orang tua sejak anak dalam kandungan, namun bagaimana perlindungan hukum terhadap anak terlantar diatur dalam Islam?
Kondisi Sosial Kota Bengkulu
- Luas Wilayah Kota Bengkulu
- Pendidikan dan Sosial
- Jumlah Penduduk, Pendidikan, dan Mata Pencarian Warga Kota
Berdasarkan hasil wawancara informan, Dinas Sosial Kota Bengkulu memenuhi hak pendidikan anak jalanan berkebutuhan khusus, dimana dua orang anak jalanan berkebutuhan khusus bersekolah. Penilaian hukum yang positif terhadap pemenuhan hak pendidikan anak jalanan di Kota Bengkulu. Jalan-jalan di Bengkulu. Pendidikan anak jalanan sebagian besar dilaksanakan sesuai UUPA nomor 23 tahun 2002 pasal 9 ayat 1.
Pendidikan dasar minimal 9 tahun anak jalanan sebagian besar dilaksanakan sesuai dengan UUPA Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 48. Sistem pendidikan ini sangat sulit diterima oleh anak jalanan di kota Bengkulu bahwa mereka harus bekerja untuk membantu menunjang kehidupannya. perekonomian keluarga. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Jalanan di Kota Bengkulu Jalanan di Kota Bengkulu.
Berdasarkan hukum positif, hak pendidikan anak jalanan di kota Bengkulu sebagian besar sudah sesuai dengan hukum positif.
Keadaan Geografis Kota Bengkulu
Visi Misi Kota Bengkulu
Visi dan misi Kota Bengkulu sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bengkulu adalah menuju masyarakat Kota Bengkulu yang bermartabat dan sejahtera. Visi tersebut mempunyai arti bahwa lima tahun ke depan merupakan tahap pertama pembangunan jangka panjang yang mempunyai dua kunci utama yaitu masyarakat yang bermartabat, artinya masyarakat kota Bengkulu mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan bermartabat yang didasari oleh keimanan terhadap negara. kebenaran ajaran dan nilai-nilai agama yang menjadi pedoman dan pedoman. Kata kunci kedua adalah kota sejahtera yang merupakan kondisi kehidupan penduduk Kota Bengkulu yang sejahtera dan sejahtera lahir dan batin.
Negara kota yang sejahtera akan dicapai dengan memperkuat perekonomian masyarakat dan mengandalkan kekuatan lokal dan berwawasan lingkungan berkelanjutan serta didukung infrastruktur yang memadai untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut dijabarkan dalam 7 prinsip dasar pembangunan kota, salah satunya adalah “Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan serta penciptaan lapangan kerja demi mewujudkan masyarakat sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut guna mewujudkan visi dan misi, Pemerintah Kota Bengkulu mempunyai strategi utama yang disebut 3 Pilar yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi Kerakyatan.
Melihat visi, misi dan strategi utama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bengkulu, sungguh mulia hak dan kewajiban pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan warganya.
Lembaga-Lembaga Objek Penelitian
- Dinas Sosial Kota Bengkulu
- Dinas Pendidikan Kota Bengkulu
Jadi, tugas pokok dan fungsi penanganan permasalahan anak jalanan dilaksanakan oleh Seksi Rehabilitasi Sosial Anak Nakal dan Korban Narkotika, yang meliputi: 58. Mengumpulkan dan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugas rehabilitasi sosial. bagian untuk anak nakal dan korban narkotika. Melihat tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial Kota berarti penanganan anak jalanan termasuk dalam bidang Rehabilitasi Sosial.
Informasi mengenai anak jalanan dan segala fenomena serta ekses yang ditimbulkannya tidak menjadi fokus Pemerintah Kota Bengkulu dan berbagai lembaga kustodian. Idealnya permasalahan anak jalanan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Kota Bengkulu, namun hingga saat ini upaya yang dilakukan masih sangat terbatas. Penegakan Tata Tertib Umum dan Ketentraman di Kota Bengkulu, mengakibatkan terjadinya penggerebekan gabungan untuk menangkap para gelandangan, pengemis dan anak jalanan di Kota Bengkulu.
Himbauan tertulis melalui selebaran untuk tidak melakukan aktivitas di jalan dan mengganggu ketertiban umum dengan sasaran tunawisma, pengemis, dan anak jalanan.
Data Anak Al-Ma‟un Tahun 2020
Terwujudnya sistem manajemen pendidikan yang mendorong terselenggaranya pendidikan dasar, menengah, dan tinggi serta pendidikan nonformal dan informal yang mampu menyongsong masa depan semua jenjang pendidikan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Jalanan di Kota Bengkulu
Penyelesaian pendidikan anak jalanan dilakukan dengan menyekolahkannya pada sekolah pendidikan formal reguler dan seremonial. Memberikan rekomendasi kepada dinas sekolah agar anak jalanan yang diasuh oleh dinas sosial dan tidak bersekolah dapat mengenyam pendidikan”62. Alasan anak jalanan tidak mau bersekolah adalah karena mereka lebih tertarik mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari dibandingkan bersekolah.
Informan mengatakan bahwa bentuk pemenuhan pendidikan anak jalanan berkebutuhan khusus di Kota Bengkulu mengacu pada SLB Amal Mulia yang sebenarnya menangani anak berkebutuhan khusus. BAZNAS akan mengadakan perkumpulan bagi keluarga kurang mampu dan anak jalanan untuk memberikan pendidikan. Dan apabila ada yang tidak mampu akan diberikan bantuan, termasuk bantuan pendidikan bagi anak jalanan”68.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, Dinas Sosial dan Pendidikan Kota Bengkulu memenuhi hak pendidikan anak jalanan sampai dengan 9 tahun pendidikan, dimana jumlah anak jalanan sebanyak 35 orang, dimana 30 anak jalanan bersekolah.
Tinjauan Hukum Positif terhadap Pemenuhan Hak Pendidikan Anak
“Dalam rangka pengembangan pribadi dan tingkat kecerdasan sesuai minat dan bakatnya, termasuk anak jalanan”. 70. Jadi, dalam rangka pendidikan bagi anak, diatur dengan jelas dalam pasal 9 ayat 1 bahwa mereka dapat mengembangkan minat dan bakatnya sesuai dengan keinginannya tanpa terkecuali termasuk anak jalanan. Seluruh instansi pemerintah khususnya Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Masyarakat telah memberikan dana untuk pendidikan anak jalanan yang artinya UU No. 20 Tahun 2003, pasal 11 ayat 2.
Setiap warga negara mempunyai hak yang sama atas pendidikan yang bermutu, termasuk anak terlantar dan anak jalanan yang berusia di bawah 18 tahun, atas pendidikan yang layak dan bermutu. Hal ini menjadi landasan bagi anak jalanan untuk mempunyai hak yang sama atas pendidikan yang layak dan hak untuk berkembang sebebas-bebasnya. Selain itu, masih banyak anak jalanan yang tidak terurus oleh pemerintah menjadi penyebab rendahnya pendidikan anak di Indonesia.
Anak-anak jalanan ini seharusnya mendapat pendidikan, namun karena tuntutan ekonomi keluarga, mereka terpaksa turun ke jalan dan menjadi tulang punggung keluarga mereka.76.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Pemenuhan Hak Pendidikan Anak
Pemenuhan pendidikan anak jalanan, pemenuhan pendidikan anak jalanan berkebutuhan khusus, pemenuhan pendidikan dasar minimal 9 tahun dan pendanaan pendidikan anak jalanan sesuai dengan syariat Islam. Dalam konteks hak asasi manusia atas pendidikan, ajaran Islam memberikan perhatian yang besar terhadap umatnya yang mencari ilmu pengetahuan. Bangsa Arab pernah menyandang predikat bangsa yang beradab tinggi karena menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hak atas pendidikan bagi anak jalanan berarti setiap orang di dunia ini berhak memperoleh ilmu pengetahuan sesuai dengan kemampuannya. Negara atau pemerintah (daulah) sebagai pengemban amanah masyarakat (ummah) tidak dapat menghentikan atau menghalangi seseorang untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Berdasarkan tinjauan hukum Islam, pemenuhan pendidikan anak jalanan, pemenuhan pendidikan anak jalanan berkebutuhan khusus, pemenuhan pendidikan dasar minimal 9 tahun dan pendanaan pendidikan anak jalanan dalam hal ini adalah sesuai dengan syariat Islam yang menurut Islam dimana pemerintah telah memenuhi kewajibannya terhadap anak jalanan, namun masih terdapat anak jalanan yang masih belum mendapatkan haknya.
Dinas Sosial Kota Bengkulu harus mencari solusi untuk mengatasi anak-anak jalanan yang masih berkeliaran di jalanan, menyekolahkan mereka dan memastikan adanya program kesejahteraan bagi anak-anak tersebut, walaupun hanya sebatas keluhan penempatan sologan. di berbagai tempat yang banyak terdapat anak jalanan, hal ini bukanlah solusi utama.
PENUTUP
Saran
Menciptakan pemerataan standar pelayanan pendidikan antar kota/kabupaten di Bengkulu, untuk membantu pemenuhan hak atas pendidikan jalanan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, BAB IV Bagian 1 (satu) Pasal 6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, BAB VIII Bagian 3 (Tiga) Pasal 48.