• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM KEL 2

N/A
N/A
almaidah istiqomah

Academic year: 2023

Membagikan "PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM KEL 2"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEMODEL AN

MATEMAT IS

PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM KELOMPOK 2

(2)

NAMA ANGGOTA

Pemodelan dan simulasi sistem KELOMPOK 2

KELOMPOK 2

NETA YOLANDA 2111132016 RATNA ALISIYA 2111131014 FAHMI ALHADY 2111132008 RAGHIB HADAYA 2111133015 MUHAMMAD RIDWAN 2111132011 IRVAN ADITYA 2111132027

(3)

LATAR BELAKANG

Pemodelan matematika terbentuk untuk menyelesai kan suatu permasalahan di kehidupan nyata yang  dapat diselesaikan Dengan pendekatan matematis. 

Salah satu konsep yang sangat berguna dalam pem odelan matematika tentang fenomena di kehidupan  nyata seperti laju pertumbuhan atau penyusutan, 

contohnya laju pertumbuhan penduduk,  pertumbuhan uang yang ditabung di bank dan laju 

reduksi konsentrasi obat dalam cairan tubuh  (Kartono, 2012)

(4)

0

1 0

0 3 2

Perlunya pemodelan matematika

Pemodelan sangat

penting bagi dunia sains

Bagi seorang

ilmuwan atau matematikaw an, ada

kegembiraan tersendiriketik a berhasil memcahkan suatu masalah melalui pemodelanmatematika Para ilmuan memiliki alasan

pratktis untuk melakukan pemodelan matematika

(5)

Peka terhadap perubahan asumsi.

 Tidak pernah berakhir, ada celah  berasumsi

02

01

Kriteria model yang baik

04

Mekanisme transparansi Diketahui mekanisme

pemecahan masalah

=>rekonstruksi

03

Potensial untuk dikembangkan den gan Membuka kemungkinan penge

mbangan model

Tingkat generalisasi yang tinggi dimana Makin tinggi makin baik sertakemampuan pemecahan masalah

makin besar

(6)

PROSES PEMODELAN

MATEMATIKA

(7)

SKEMA PEMODELAN MATEMATIKA

Kelompok 2

(8)

ELABORASI

Pemodelan dapat dimulai dengan yang sederhana dan secara bertahap dielaborasi hingga diperoleh model yang representative

Pemodelan dapat dikembangkan dengan

metode yang dibuat untuk mengembangkan pengenalan masalah secara

analogis

Pemodelan terkadang diperlukan pengulangan

dan penijauan kembali

PRINSIP PEMODELAN MATEMATIKA

SINEKTIK ITERATIF

(9)

1.Perumusan masalah yang menarik 

2.Identifikasi variabel dan parameter yang berpengaruh

3.Tambahkan asumsi secukupnya jika diperlukan

4.Perumusan model matematika berdasarkan informasi yang tersedia

5.Kajian matematis terhadap model (Analisis dan Perhitungan)

6.Kesimpulan matematis 7.Interpretasi

8.Uji atau bandingkan dengan masalah nyata 9.Modifikasi model

LANGKAH- LANGKAH KONTRUKSI

MODEL MATEMATIKA

(10)

Model matematika berbentuk persamaan di fferensial dapatmenggambarkan pola dan p

erilaku penyebaran 

penyakit menular dalam suatu populasi. Na mun, agar 

model matematika ini dapatmemberikan sumbangan lebih banyak dalam menjawab keprihatinan para epidemiolog, diperlukan a nalisis kuantitatif atau penghitungannumeri k untuk menemukan penyelesaian model m atematika berbentuk persamaan differensial

 itu, agar model matematika itudapat memberikan sumbangan lebih konkrit

daripada sekedar wacanateoretis

KESIMPU LAN

PEMODELAN MATEMATIS

(11)

THAN

K YOU

Referensi

Dokumen terkait

Model yang dikembangkan memiliki variabel kelembaban, temperatur, dan intensitas hujan yang dikategorikan dalam bulan karena didasarkan dari pengolahan data aktual

Hasil perbandingan model diperoleh bahwa metode regresi kuantil smoothing splines merupakan metode terbaik dalam melakukan pemodelan kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara

Dari model CLD diatas dibuatlan stok overflow diagram yang menggambarkan sistem nyata. Untuk menggunakan metode simulasi hybrid selain dibutuhkan model dinamik

Pada model sistem antrian sederhana pintu tol yang dikembangkan secara dinamis oleh Sediono dan Handoko [4] dengan bantuan simulasi komputer yang bertujuan untuk

sederhana dari kenyataan, dan dengan demikian beberapa fitur dari sistem kehidupan nyata bisa disalahtafsirkan atau diabaikan dalam model. 0 Apa

Pemodelan sistem berbasis objek dengan metode use case driven object terhadap SITAT ini terdiri dari beberapa tahap, dimulai dari pembuatan Use Case Diagram

• Seperti tujuan awal dari model persoalan persediaan adalah meminimumkan total annual cost (TC), maka TC minimum dapat dicari dengan menentukan berapa jumlah pemesanan (Q)..

Model matematis yang dikembangkan dengan solusi numerik menggunakan metode Runge Kutta orde 4 secara umum dapat menggambarkan pola yang hampir sama dengan hasil