• Tidak ada hasil yang ditemukan

penanaman moral peserta didik tingkat dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penanaman moral peserta didik tingkat dasar"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

Peneliti menyampaikan segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, segala perencanaan, pelaksanaan dan penyelesaian skripsi yang berjudul “Pembinaan Akhlak Siswa Tingkat Dasar Melalui Pendidikan Kebiasaan Sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso , Tahun Pelajaran sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program sarjana dapat diselesaikan tanpa kendala Menyelesaikan skripsi dengan judul “Pembinaan Moral Siswa Tingkat Dasar Melalui Pendidikan Adat Sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso tahun ajaran. Yusron Fathoni Amir, 2023: Pembinaan Akhlak Siswa Tingkat Dasar Melalui Pendidikan Kebiasaan Sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso Tahun Ajaran.

Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana penanaman moral melalui pendidikan kebiasaan sehari-hari pada siswa tingkat dasar di SDN Maskuning Wetan 2?

Konteks Penelitian

Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak agar karakter anak dapat berkembang secara optimal sesuai potensi dan kemampuan anak serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif pada anak. Pembentukan nilai-nilai moral dapat dilakukan dengan membangun akhlak dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran maupun perilaku guru yang menjadi teladannya. 5 Ruslan, Rosman Elly, Nurul Aini, Menanamkan Nilai Moral Pada Siswa SDN Lampeuneurut, (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP: Vol 1, No 1, 2016), hal.

Hal ini penting karena setiap proses pembiasaan diliputi oleh nilai-nilai kebaikan yang diwujudkan dalam bentuk kecanduan.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui apakah shalat berjamaah berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan salat berjamaah dapat meningkatkan karakter religius seseorang apabila diamalkan secara terus menerus dan selalu mengambil nilai-nilai kebaikan dari kegiatan salat berjamaah. 12 Cindy Angraeni, Elan, Sima Mulyadi, Metode Induksi Penanaman Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab pada RA Daarul Falah Tasikmalaya, hal.

13 Siti Sapuroh, Pembentukan karakter religius melalui pembiasaan salat Dzuhur berjamaah di SMP Negeri 9 Rejang Lebong, (Jurnal Profesi Guru Pendidikan Agama Islam: Vol 2, No 3, 2022), hal.

Kajian Teori

Tujuan utama pendidikan moral adalah menghasilkan individu yang otonom, memahami nilai-nilai moral dan berkomitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut. Siswa hendaknya tidak hanya pasif mendengar informasi tentang bagaimana bertindak sesuai dengan norma dan nilai moral, namun hendaknya mereka juga dimotivasi untuk lebih aktif. Sebaliknya pendidikan Islam juga mengandung unsur dan nilai dalam pendidikan akhlak (dalam agama ada etika, dan sebaliknya agama merupakan salah satu norma dalam etika).

Adanya komitmen bersama warga sekolah terhadap terwujudnya tujuan bersama, yaitu terwujudnya nilai-nilai moral sebagai tradisi dalam berperilaku dan penanaman karakter religius peserta didik melalui pendidikan keteladanan.45 4.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Peneliti mengumpulkan dan menganalisis arsip tertulis yang dimiliki SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso seperti profil madrasah, visi dan misi, struktur organisasi, dll. Teknik dokumentasi merupakan cara pengumpulan data penelitian secara tidak langsung, artinya data diperoleh melalui dokumen-dokumen pendukung yang berkaitan dengan data yang diteliti. Selain itu dokumentasi merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto) maupun karya monumental yang kesemuanya memberikan informasi bagi proses penelitian.50.

Analisis Data

Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data yang mendekati totalitas catatan lapangan tertulis, transkrip wawancara, dokumen, dan materi empiris. Kesimpulannya, proses pemadatan data ini diperoleh setelah peneliti melakukan wawancara dan memperoleh data tertulis di lapangan, yang kemudian transkrip wawancaranya dipilah untuk mendapatkan fokus penelitian yang diperlukan peneliti. Penarikan kesimpulan disini dilakukan peneliti sejak awal penyelidikan dengan mengumpulkan data, seperti pencarian pemahaman yang tidak mempunyai pola, mencatat keteraturan penjelasan dan alur sebab akibat, pada tahap akhir, merangkum. semua data yang diperoleh peneliti.52.

Keabsahan Data

Dalam penelitian ini peneliti juga fokus pada penanaman moralitas pada siswa tingkat SD melalui pengajaran pembiasaan sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2. Penanaman moral melalui pengajaran pembiasaan sehari-hari pada siswa tingkat SD di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso. Bahwa ada kegiatan rutin di SDN Maskuning Wetan 2 yang dilaksanakan setiap harinya.

Dalam hal ini Ibu Padminartun, S.Pd selaku kepala SDN Maskuning Wetan 2 memberikan informasi mengenai kegiatan spontanitas, sebagai berikut :. Sebagai siswa kelas 5, Sakinah juga memberikan informasi tentang keteladanan kegiatan di SDN Maskuning Wetan 2, sebagai berikut :. Faktor-Faktor Penghambat Pembinaan Akhlak Siswa Tingkat Dasar Melalui Pendidikan Pembiasaan Sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso.

Tn. Amir, S.Pd selaku guru SDN Maskuning Wetan 2 memberikan informasi mengenai faktor penghambat akibat faktor lingkungan, sebagai berikut :. Faktor Pendukung Penanaman Akhlak Siswa Tingkat Dasar Melalui Pendidikan Pembiasaan Sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso. Cara penanaman akhlak melalui pendidikan kebiasaan sehari-hari pada siswa tingkat SD di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2022/2023.

Apa faktor penghambat penanaman moral melalui pendidikan kebiasaan sehari-hari pada siswa tingkat SD di SDN Maskuning Wetan 2. Apa saja faktor pendukung penanaman moral melalui pendidikan kebiasaan sehari-hari pada siswa tingkat SD di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan - Pujer Bondowoso kabupaten, tahun ajaran 2022/2023. Faktor penghambat penanaman moral siswa tingkat dasar melalui pendidikan kebiasaan sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso.

Faktor Pendukung Pembinaan Akhlak Siswa Tingkat Dasar Melalui Pelatihan Pembiasaan Sehari-hari di SDN Maskuning Wetan 2 Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso.

Tabel 4.1  Hasil Temuan
Tabel 4.1 Hasil Temuan

Tahapan Penelitian

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Tujuan narasumber adalah memberikan ceramah dan arahan kepada siswa di SDN Maskuning Wetan 2. Anas, selaku siswa kelas 5 SDN Maskuning Wetan 2 menambahkan, pakaian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pakaian muslim. Anas siswa kelas 6 SDN Maskuning Wetan memberikan informasi tentang keteladanan kegiatan di SDN Maskuning Wetan 2 sebagai berikut :.

Berdasarkan informasi dari Sakinah, siswa kelas 5, di SDN Maskuning Wetan terdapat petugas polisi sekolah yang dikhususkan untuk siswa kelas 6 SD. Ibu Padminartun, S.Pd selaku kepala SDN Maskuning Wetan 2 memberikan informasi kendala akibat kurang disiplinnya pribadi setiap siswa sebagai berikut :. Dalam hal ini Ibu Padminartun, S.P.d selaku kepala SDN Maskuning Wetan 2 memberikan informasi mengenai faktor penghambat akibat kurangnya perhatian orang tua sebagai berikut :.

Berdasarkan informasi dari Bpk. Amir, S.Pd selaku guru SDN Maskuning Wetan 2 memaparkan beberapa faktor yang menghambat penanaman akhlak salah satunya adalah faktor orang tua. Berdasarkan informasi dari Bapak Amir, S.Pd selaku guru SDN Maskuning Wetan 2, beliau menjelaskan tentang permasalahan yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Berdasarkan informasi dari Ibu Padminartun, S.Pd selaku kepala SDN Maskuning Wetan 2 mengenai faktor pendukung yang disebabkan oleh komitmen bersama warga sekolah.

Tn. Amir, S.Pd selaku guru SDN Maskuning Wetan 2 juga menambahkan faktor pendukung penanaman akhlak karena kesabaran dan keteladanan seorang guru, sebagai berikut :. Berdasarkan informasi dari Bpk. Amir, S.Pd selaku guru di SDN Maskuning Wetan 2, adanya antusias dan kasih sayang para guru terhadap siswa di SDN Maskuning Wetan 2. Partisipasi orang tua dalam kegiatan yang dilaksanakan di SDN Maskuning Wetan 2. Pertemuan Orang Tua Dengan Guru88.

Pada gambar di atas terlihat bagaimana partisipasi orang tua dalam kegiatan di SDN Maskuning Wetan 2.

Pembahasan dan Temuan

Dalam proses penanaman akhlak, terdapat kebiasaan sehari-hari yang menjadi perantara untuk membiasakan siswa berbuat baik setiap hari. Kebiasaan sekolah sehari-hari sangat bermanfaat dalam proses pembinaan akhlak siswa. Kepribadian masing-masing siswa yang kurang sadar dan kurang disiplin. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat yang terjadi dalam proses penanaman moralitas melalui pendidikan pembiasaan sehari-hari adalah kurangnya kedisiplinan dan kesadaran siswa terhadap kebijakan yang ditetapkan dalam kebijakan tersebut. sekolah, sehingga siswa mengalami ketertinggalan dalam pelajaran dan pemahaman terhadap pelajaran, misalnya siswa tidak disiplin dalam tepat waktu, sehingga siswa ketinggalan sebagian dari apa yang telah disampaikan oleh guru.

Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat yang muncul dalam proses penanaman akhlak melalui pembelajaran sehari-hari adalah sebagian siswa tidak mendapat perhatian orang tua karena adanya orang tua. . Kurangnya kesadaran dan karena tuntutan pekerjaan orang tua, mengakibatkan anak tidak mendapat perhatian dan pendekatan langsung di rumah, serta guru tidak dapat mengajak peran serta untuk secara langsung meningkatkan semangat kerja anak. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat yang muncul dalam proses penanaman akhlak melalui pendidikan sehari-hari untuk pembiasaan adalah salahnya pergaulan sosial anak akibat lingkungan yang kurang mendukung, akibatnya anak terpengaruh oleh kelakuan buruk temannya. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor pendukung dalam proses penanaman akhlak melalui pendidikan pembelajaran sehari-hari yaitu adanya daftar yang ditugaskan kepada guru untuk bertukar pesan dan ceramah. kepada seluruh siswa..

Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor pendukung dalam proses penanaman akhlak melalui pendidikan pembiasaan sehari-hari yaitu wujud kecintaan guru pada sekolah dimana guru mengajar siswa mendidik seperti anak-anak. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor pendukung dalam proses penanaman akhlak melalui pendidikan pembiasaan sehari-hari yaitu selalu berkomunikasi dengan orang tua siswa. Dalam hal ini mengenai penanaman akhlak melalui pendidikan pembiasaan sehari-hari, ada beberapa kegiatan yang menjadi kebiasaan sehari-hari, yaitu: kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan.

Penelitian mengenai penanaman moral melalui pendidikan pembiasaan sehari-hari dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya terkait dengan penanaman moral. Bagaimana proses penanaman semangat juang pada siswa tingkat dasar melalui pembelajaran pembiasaan sehari-hari di sekolah ini.

PENUTUP

Kesimpulan

Kegiatan Rutin: Kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari yaitu jabat tangan, doa sebelum dan sesudah pembelajaran, membaca surat pendek sebelum kelas khusus di kelas bawah (123), ceramah oleh guru setiap hari. Kegiatan spontan : Terdapat kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari yaitu: Menyapa, sopan santun dan berbicara sopan, serta menekankan dan memperhatikan membuang sampah pada tempatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan Keteladanan: Ada kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari, yaitu: tepat waktu, berbicara yang baik, dan berpakaian yang sopan.

Pergaulan anak yang salah disebabkan oleh lingkungan yang tidak mendukung, sehingga menyebabkan anak terpengaruh oleh perilaku buruk temannya. Selain itu guru juga selalu melatih kerja sama dan kekompakan, serta adanya keinginan yang kuat dari guru untuk selalu menciptakan kebiasaan-kebiasaan baik di lingkungan sekolah. Salah satu bentuk rasa cinta guru di sekolah adalah guru membesarkan siswa seolah-olah mereka adalah anaknya sendiri.

Dengan mengajak kerjasama dan pertukaran untuk membangun moral siswa, tidak hanya bekerjasama dengan orang tua siswa, namun juga dengan masyarakat sekitar dan para guru mengaji di Madrasah Diniyah.

Saran

  • Kegiatan Rutin
  • Kegiatan Spontan
  • Kegiatan Terprogram
  • Kegiatan Teladan
  • Nilai Rapot Siswa
  • Data Grafik Presentase Pekerjaan Wali Siswa
  • Kegiatan Ceramah dan Pelaksanaan Rapat/Sharing
  • Alumni Bersilaturrahmi dan Kondisi Kelas yang Kondusif
  • Partisipasi Wali Murid Dalam Kegiatan dan Rapat Wali Murid

Gambar

Tabel 4.1  Hasil Temuan

Referensi

Dokumen terkait

dari hasil catatan lapangan, observasi, wawancara, tes dan dokumentasi yang telah dilaksanakan, peneliti memperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran

Faktor yang menghambat upaya guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar diantaranya adalah kurangnya perhatian dari orang tua dalam hal membaca Al Quran dan

terjadi. Beberapa hal yang menyebabkan perilaku menyimpang siswa itu tetap terjadi disebabkan oleh: 1) kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya disertai lingkungan

Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi diperoleh gambaran tentang dampak yang terjadi akibat perilaku Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dalam

Sesuai dengan hasil temuan dan analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti berdasarkan dari wawancara, observasi dan juga dokumentasi, kegiatan ekstrakurikuler hadrah dalam

Oleh karena itu, perhatian orang tua terhadap anaknya akan meningkat keberhasilan dalam Pendidikan.129 Subjek berkategori quitter yang mengalami kesulitan dalam menyatakan ulang konsep

Sunan Giri Triwung Kidul Kota Probolinggo Menurut hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti faktor pendukung guru PPKn dalam meningkatkan moral guna

Faktor Penghambat 1 Penghambat secara Internal Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti kepada para guru SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi menunjukkan bahwa faktor