• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanggung jawab

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Penanggung jawab"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

Perbedaan khasiat simvastatin, ekstrak bawang putih (Allium sativum), ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kombinasinya terhadap kadar LDL dan kolesterol total. PERBEDAAN EFISIENSI SIMVASTATIN, EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM), EKSTRAK NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DAN KOMBINASINYA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian simvastatin, ekstrak bawang putih, ekstrak sedum merah dan kombinasinya terhadap kadar LDL dan kolesterol total.

74 simvastatin, ekstrak bawang putih, ekstrak buah naga merah dan kombinasinya menurunkan kadar LDL dan kolesterol total pada tikus dislipidemia jantan.

ANTIOKSIDAN VITAMIN C DAN E MEMBERI PERLINDUNGAN TERHADAP ELASTISITAS SEL DARAH MERAH SELAMA

PENYIMPANAN DARAH DONOR

Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan selama 4

Sampel penelitian

Alat dan Bahan

  • Analisis Data

Jumlah sel darah merah dalam sampel darah pada semua perlakuan tanpa filtrasi dan setelah filtrasi (Sumber: koleksi pribadi). Setelah melewati penyaringan, sebagian sel darah merah mengalami lisis sehingga mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah pada sampel. Semakin lama darah disimpan, maka sel darah merah akan semakin banyak mengalami hemolisis.

Pemberian vitamin C dan E sebagai antioksidan terbukti berpengaruh dalam menjaga elastisitas sel darah merah (eritrosit) selama penyimpanan darah donor.

KEJADIAN DRY EYE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG DIPENGARUHI OLEH

PAPARAN AC

Yanuarita Tursinawati 1

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor risiko terjadinya mata kering pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Pada penelitian ini penggunaan gadget dan buku bacaan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian mata kering. Hal ini berbeda dengan penelitian Karakus S dan kawan-kawan yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dan membaca buku dengan terjadinya mata kering.

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko, usia, jenis kelamin, penggunaan gadget dan membaca buku dengan kejadian mata kering.

PREVALENSI SOIL TRANSMITTED HELMINTS (STH) PADA MURID SD NEGERI 149 PULOKERTO KECAMATAN GANDUS

KOTA PALEMBANG

Berdasarkan penelitian pada anak usia sekolah di 5 kecamatan Gandus kabupaten palembang prevalensinya sebesar 23,56% dan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa Madresah Ibtidaiyah (MI) kabupaten Ittihadiyah. SDN 149 Kota Palembang terletak di Jalan Sosial Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian atau prevalensi infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah pada siswa di SD Negeri 149 Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang.

Sampel dalam penelitian ini adalah 89 anak kelas 1-6 SDN 149 Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang yang direkrut dengan menggunakan teknik sekuensial sampling yang artinya pemilihan subjek didasarkan pada kriteria penelitian ini dan dilakukan pada waktu tertentu. periode. waktu untuk menyelesaikan jumlah sampel penelitian. 10. Hasil pemeriksaan tinja yang dilakukan pada 89 siswa SD N 149 Kecamatan Gandus Palembang dari kelas 1 sampai kelas 6 dapat dilihat pada gambar 1, 2 dan 3. Penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Ramayanti (2018) tentang Siswa MI Ittihadiyah Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang yang memperoleh hasil prevalensi sebesar 29,3%.

Sedangkan pada penelitian Harnan dkk (2019) pada siswa SD dan MI dari lima kecamatan di Kabupaten Gandus. Tingginya angka kejadian cacingan pada siswa di SDN 149 Pulokerto Kecamatan Gandus, Palembang kemungkinan disebabkan oleh menurunnya angka cakupan pemberian obat cacing massal pada anak Sekolah Dasar (SD/MI) di Kecamatan Gandus. Hasil observasi yang dilakukan peneliti secara langsung melihat kondisi dan fasilitas yang ada di SDN 149 Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang masih kurang, seperti kurangnya jamban sehat dan kurangnya fasilitas jamban yang memenuhi standar.

Terima kasih kepada Kepala SDN 149 Pulokerto Kecamatan Gandus Kota Palembang atas segala bantuannya. Hubungan sayuran segar dengan kejadian infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (STH) pada anak sekolah di kecamatan Gandus tahun 2019.

TIDAK DIDAPATKAN KECEMASAN PADA PETUGAS KESEHATAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Namun, kesehatan mental petugas kesehatan yang merawat orang yang diduga/dikonfirmasi COVID-19 sering kali terabaikan. Responden dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan antara lain dokter, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, yang bekerja di rumah sakit dan fasilitas pelayanan primer (Puskesmas dan Klinik Pratama Swasta BPJS), keduanya melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi COVID-19 sebagai pasien umum yang tidak diketahui. status terinfeksi. Temuan ini serupa dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan pada sampel 682 petugas kesehatan, yang juga tidak menemukan hubungan antara tempat kerja dan kecemasan selama pandemi COVID-19 pada bulan April 2020.4 Hal ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak pada semua tingkat layanan .

Dalam penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 memiliki risiko dua kali lipat mengalami kecemasan dan depresi. 12 Dalam penelitian kami, tidak ditemukan rasa cemas meskipun sebagian besar responden bekerja di rumah sakit yang khusus merawat pasien COVID-19. Penelitian di Tiongkok menemukan bahwa waktu kontak lebih dari 15 jam per hari dengan pasien COVID-19 berhubungan signifikan dengan risiko tertular COVID-19.2. Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia, standar APD bagi tenaga medis baik dokter maupun perawat di ruang perawatan pasien COVID-19 adalah APD level 2, sedangkan APD level 3 digunakan saat melakukan tindakan. Prosedur . atau tindakan seperti intubasi, bronkoskopi, resusitasi jantung paru, pemasangan NGT, endoskopi dan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang mengkaji faktor risiko kecemasan pada petugas kesehatan terkait COVID-19 dengan sampel yang lebih homogen dan alat pengukuran yang lebih obyektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan petugas kesehatan dalam upayanya mempengaruhi kecemasan petugas kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19. Dampak psikologis pandemi Covid-19 terhadap petugas kesehatan di negara endemik MERS-CoV.

Prevalence and predictors of anxiety among healthcare workers in Saudi Arabia during the covid-19 pandemic. Factors influencing anxiety among healthcare workers in a radiology department with high risk of exposure to covid-19.

KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DIPENGARUHI OLEH RIWAYAT KURANG ENERGI KRONIK

PADA IBU HAMIL

Ibu hamil yang mengalami KEK adalah ibu hamil yang menderita defisiensi makronutrien, yaitu defisiensi energi dan protein dalam jangka panjang atau kronis. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pada tahun 2016 terdapat 30 ibu hamil yang mengalami KEK, dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 37 ibu hamil sehingga setiap tahunnya semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat kekurangan energi kronis pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul.

Tabulasi silang riwayat KEK ibu hamil dengan balita terlantar usia 24-59 bulan di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul. Hasil uji korelasi dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0,004 (p-value < 0,05), hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. . Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara riwayat KEK pada ibu hamil dengan prevalensi stunting pada balita usia 24-59 bulan.

Masalah gizi ini menimbulkan berbagai gangguan kesehatan baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Hasil penelitian ini mendukung hasil beberapa penelitian sebelumnya yang juga meneliti hubungan KEK pada ibu hamil dengan kejadian kehamilan pada anak kecil. Terdapat hubungan erat antara riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada bayi usia 24-59 bulan.

Faktor yang berhubungan dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin tahun 2014. Hubungan kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan prevalensi stunting pada anak usia 6-24 bulan di kota Yogyakarta.

TINJAUAN PUSTAKA: PATOGENESIS DAN DIAGNOSIS SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS

SLE tidak mudah diobati karena perjalanan penyakit dan manifestasi klinis yang bervariasi serta angka kematian yang tinggi. Autoantibodi pada pasien SLE ditemukan ketika fenomena lupus dijelaskan oleh Hargraves dkk. pada tahun 1948. Sherer dkk. pada tahun 2004 melaporkan bahwa 116 autoantibodi telah dijelaskan pada pasien SLE.

Orang Afrika-Amerika, Asia, Hispanik, dan penduduk asli Amerika adalah kelompok ras yang paling sering terkena SLE.2 Di Amerika, prevalensi kasus SLE adalah yang tertinggi. Tingkat kelangsungan hidup pasien SLE bervariasi antara 85%. dalam 10 tahun pertama dan 65% setelah 20 tahun sembuh dari SLE.6 Angka kematian penderita SLE cukup tinggi, hampir 5 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.1 Dalam satu dekade terakhir, angka kematian akibat SLE mengalami penurunan. karena deteksi dini yang lebih baik dan kemajuan pengobatan. Periode remisi dan episode serangan akut dengan manifestasi klinis berbeda merupakan penanda SLE.6 Diagnosis SLE ditegakkan terutama berdasarkan manifestasi klinis dan pemeriksaan laboratorium.10 Manifestasi klinis SLE pada stadium awal, seperti lemas, penurunan berat badan, berkepanjangan demam. mereka sering menghalangi diagnosis SLE dan didiagnosis menderita penyakit lain.

Mengingat manifestasi klinis dan perjalanan penyakit SLE yang dinamis serta kondisi tertentu seperti lupus nefritis, neuropsikiatri. Nefritis pada SLE dimediasi oleh kompleks imun, yang merupakan komplikasi umum pada pasien SLE. Diagnosis SLE ditegakkan tidak hanya berdasarkan manifestasi klinis saja, namun juga didukung dengan pemeriksaan laboratorium.

Skrining ANA umumnya digunakan untuk menyaring pasien SLE.17,22 Pasien dengan ANA positif belum tentu merupakan pasien SLE, namun pasien SLE memiliki ANA positif. Pemeriksaan antibodi terhadap dsDNA dapat membantu memastikan diagnosis SLE pada pasien yang tidak menunjukkan manifestasi klinis, namun hasil tes ANA positif.10 Antibodi terhadap dsDNA mempunyai spesifisitas yang tinggi dan berkorelasi baik dengan aktivitas penyakit SLE dan SLE, jadi mereka digunakan secara universal untuk. Pengobatan SLE bersifat individual berdasarkan manifestasi klinis pasien, aktivitas penyakit, serta tingkat keparahan penyakit dan penyakit penyerta.

BABY SPA MEMENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 3-6 BULAN DI JAKARTA TIMUR

Metode keseimbangan tubuh, pikiran dan perasaan yang digunakan dalam baby spa merupakan kombinasi metode pijat dan hidroterapi yang dilakukan secara terpadu.7. Berdasarkan jumlah kelahiran pada bulan November, terdapat 40 bayi, namun hanya (50%) yang memiliki baby spa rutin. Variabel yang digunakan adalah baby spa sebagai variabel bebas dan perkembangan motorik sebagai variabel bebas.

168 Dari tabel 1 terlihat bahwa pada kelompok eksperimen (memandikan bayi), sebelum dilakukan baby spa terdapat 10 bayi (33,3%) dengan kategori perkembangan dipertanyakan dan setelah dilakukan mandi bayi terdapat 2 bayi. Pada penelitian Triani (2019) diperoleh hasil uji beda pada kelompok yang hanya diberikan spa dan pijat bayi, yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan setelah dilakukan intervensi dan terdapat pengaruh pada kedua kelompok yang diberikan intervensi. Dari hasil penelitian yang ada, terdapat bayi yang tidak mengalami perubahan perkembangannya setelah dimandikan bayi.

Hal ini dikarenakan baby spa memberikan rasa nyaman pada bayi sehingga bayi dapat mengembangkan kemampuan motoriknya lebih cepat.17. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Budi (2015), kemampuan kontrol motorik dapat berkembang lebih baik jika diberikan baby spa dibandingkan anak yang hanya bermain di lantai. Daya tanggap dan fungsi otak akan lebih baik setelah melakukan baby spa sehingga terjadi peningkatan dan perkembangan motorik kasar dan halus. 15.

Baby spa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan motorik bayi usia 3-6 bulan, karena ditemukan adanya perbedaan rata-rata perkembangan motorik bayi pada pengukuran pertama dan pengukuran kedua, baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen. kelompok. . Saran bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar meningkatkan upaya pengembangan motorik bayi dengan membuat baby spa untuk bayi.

Referensi

Dokumen terkait