• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN kisah Atma

N/A
N/A
Farizal Ruzdy

Academic year: 2023

Membagikan "PENDAHULUAN kisah Atma"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PROLOG: Atma

Kisah dibuka dengan cerita dari seorang gadis kecil bernama Nirmala yang sangat gemar menulis cerita, dimana cerita karangannya berkisah tentang persahabatan antara seorang putri yang disebut sebagai Putri Bintang Selatan dengan seekor kucing hitam.

Suatu hari, sadar waktunya sudah tidak lama lagi, Putri Bintang Selatan mengucapkan salam perpisahan pada sang kucing dan berterima kasih padanya, karena di saat semua orang hanya menginginkan keajaiban yang ia miliki, hanya kucing itulah yang setia menaminya hingga akhir. Sang kucing tidak bisa merelakan kepergian Putri Bintang Selatan, tapi tidak ada yang bisa ia perbuat untuk merubahnya. Pada akhirnya, Putri Bintang Selatan jatuh tak sadarkan diri dan berubah menjadi debu yang segera terbang menuju langit, meninggalkan secercah cahaya pada bunga kecil berwarna kuning. Cerita yang cukup menyentuh hati ini membuat Atma terharu. Atma adalah asisten penulis Nirmala yang biasa membantu Nirmala dalam memberikan ide – ide cerita. Nirmala memberitahu mengenai komet yang melintas di langit kota kemarin malam yang kemudian sempat memberikannya sebuah ide dimana Putri Bintang Selatan berubah menjadi komet dan

menghancurkan seisi kota, namun karena dirasa terlalu brutal, iapun memutuskan untuk tidak menggunakannya.

Dengan ditulisnya cerita mengenai kepergian Putri Bintang Selatan, Nirmala hanya perlu menulis satu bab terakhir, bab penutup yang akan berfokus pada petualangan sang kucing hitam.

Aneh, saat Nirmala mencoba untuk mengingat cerita bab akhir yang sudah ia rangkai

sebelumnya, pikirannya tiba – tiba saja menjdi kosong, ia melupakan bab terakhirnya. Sadar Nirmala sedang mengalami buntu ide, Atma menyarankannya untuk keluar dari markas mereka yang adalah gerbong kereta rongsokan untuk sekedar menghirup udara segar.

Di luar, atas permintaan Nirmala, Atma mengambil buku merah ajaib, sebuah buku sihir yang dapat digunakan untuk masuk ke dalam lubuk hati terdalam seseorang dan

mengenyahkan kegelisahannya. Buku ini hanya bisa digunakan bila Atma melihat bunga kecil berwarna kuning di atas kepala orang yang bersangkutan, sehingga begitu bunga kuning muncul di atas kepala Nirmala, Atma langsung membuka buku merah ajaib, dan seketika itu juga, iapun memasuki lubuk hati Nirmala…

Tindakan memasuki lubuk hati terdalam seseorang disebut sebagai “Spacedive”, dan di dalam lubuk hati Nirmala, Atma menemukan semua kegelisahannya, dimana Nirmala takut kalau – kalau orang lain akan menyebutnya sebagai orang aneh dan tidak menyukai bab terakhir yang ia buat.

Segerombolan orang juga terlihat terus menghina cerita karangan Nirmala, paling tidak, sebelum Atma menyentuh setangkai bunga raksasa, menciptakan sebuah letusan kecil yang diikuti dengan jatuhnya secarik kertas ide dari langit.

Atma memberikan kertas ide itu pada Nirmala, seketika menghilangkan semua kegelisahan yang ada Keluar dari lubuk hati Nirmala, Atma mendapati diri mereka telah berada di dekat sungai,

dan Nirmala sudah mendapatkan ide cerita untuk bab terakhirnya. Sang kucing akan mengantarkan Putri Bintang Selatan menuju sebuah tempat bernama Bintang Biru Besar, tapi sebelum mencapai Bintang Biru Besar, keduanya akan mengelilingi antariksa menggunakan pesawat luar angkasa terlebih dahulu.

(2)

Nirmala memberitahu bahwa setiap pulang sekolah selama 3 minggu penuh, ia selalu menyempatkan diri untuk menyebrangi sungai dan merakit sebuah pesawat luar angkasa.

Sekarang, mereka hanya memerlukan tongkat ajaib sang putri untuk menyelesaikan perakitan itu. Namun sayang, ia meninggalkan tongkat ajaib di rumahnya.

Masalahnya, Nirmala tidak berani pulang ke rumah karena ayahnya tidak pernah mendukung mimpinya sebagai seorang penulis dan selalu memperlakukannya dengan sangat buruk. Kondisi ini tidak memberikan Atma pilihan lain selain mencari cara agar bisa mengambil tongkat ajaib dari dalam kamar Nirmala, sementara Nirmala diminta untuk menunggu disana. Dimulailah

penjelajahan Atma bersama kucing Nirmala bernama Bosque dalam mengelilingi Kota Loka.

Setibanya di dekat rumah Nirmala, terlihat ibu Nirmala yang sedang membicarakan masalah di keluarganya. Belakangan ini, entah apa yang terjadi, Nirmala tiba – tiba saja jadi takut untuk pergi ke sekolah, sedangkan suaminya baru saja mengalami masalah dengan bosnya, sehingga kini ia harus memikirkan cara untuk meminjam uang agar bisa menyekolahkan Nirmala. Karena stress, sang suami juga kerap kali melampiaskan kemarahannya pada Nirmala. Mereka berdua kemudian berangkat menuju sebuah pertemuan bersama – sama.

Ini adalah kesempatan berharga bagi Atma untuk masuk ke dalam rumah Nirmala, kalau

saja ayahnya tidak ada di dalam rumah. Kenyataan bahwa ayah Nirmala sedang berada di dalam rumah, memaksa Atma untuk mengambil tangga dari pos penjaga secara diam - diam dan menggunakannya untuk naik ke atap dan masuk melalui jendela kamar, tempat ia akhirnya menemukan tongkat ajaib yang diperlukan Hanya sesaat Atma mengambil tongkat ajaib,

ayah Nirmala mengetuk pintu kamar dengan sangat keras sembari memaki – maki Nirmala dengan kata – kata kasar. Atma terkejut mendengar ucapan – ucapan jahat ini, dan saat ia keluar untuk menemui Nirmala di markas mereka, hujan deras turun membasahi seisi kota. Atma berlari menerjang hujan, berharap Nirmala sedang berteduh di dalam markas mereka, namun hal yang paling ia takuti terjadi.

Bukannya berada di dalam markas, Nirmala yang rupanya hendak menyebrang, hampir tenggelam terseret kuatnya arus sungai. Ia hanya berpegangan pada tepian perahu. Dengan segera, Atma berusaha menyelamatkan Nirmala sekuat tenaga, mulai dengan menjulurkan tongkat ajaib sejauh mungkin, sampai menggunakan buku merah ajaib karena tongkat itu terlepas dari genggaman tangannya. Di luar dugaan, saat Atma hendak menggapai tangan Nirmala

menggunnakan buku merah ajaib… Pijakannya rusak, membuat Atma jatuh terseret arus sungai, menjauhi Nirmala secara perlahan, sebelum akhirnya tenggelam…

(3)

Bab 1: Raya

Mendengar suara seseorang yang terus memanggil namanya, Atma terbangun dari tidur

panjangnya di kelas, menyadari bahwa orang yang membangunkannya adalah Raya, pacarnya.

Terlihat dari bagaimana mereka saling bercakap – cakap, kita tahu bahwa Atma dan Raya

memiliki hubungan yang sangat baik. Raya bahkan sampai mencatatkan pelajaran untuk Atma, dan saat mereka berdua diminta untuk mengisi formulir minat bakat karir, Raya malah menggunakan bagian belakang formulir untuk menuliskan list rencana kegiatan yang akan mereka lakukan bersama – sama, mulai dari nonton film bioskop, makan satu loyang kue black forest,

mengumpulkan huruf YOMAN, dan lain sebagainya. Jomblo harap bersabar Tidak hanya sampai disitu, Raya bahkan mengajak Atma untuk bolos bimbingan agar bisa menonton film bioskop, yang dimana ide ini tidak dipermasalahkan oleh Atma, murid yang sudah berpengalaman

dalam membolos. Justru yang membuatnya kebingungan adalah bahwa ide bolos ini datang dari mulut murid teladan seperti Raya. Bagaimanapun juga, tanpa memberi aba – aba, Raya langsung berlari keluar sekolah, sehingga mau tidak mau Atma harus mengikutinya. Raya terlalu antusias untuk menonton film bioskop bersama, sampai – sampai Atma tertinggal cukup jauh.

Di tengah usahanya dalam membolos, seorang siswi berkacatama bernama Marin tidak sengaja menabrak Atma, menjatuhkan sebuah buku yang secara mengejutkan menyerupai buku merah ajaib di mimpinya. Lebih anehnya lagi, pada sampul buku tertulis nama Atma dan RFN. Atma tidak ingat pernah memiliki buku ini selain di mimpinya, namun karena namanya tertulis disana, Marin mengiranya sebagai buku milik Atma.

Tidak ingin membuat Raya menunggunya, Atma memutuskan untuk menyimpan buku itu, dan karena gerbang depan dijaga oleh guru mereka bernama Pak Agung, terpaksa ia harus menyelinap keluar melalui area belakang dengan memanjat tembok belakang sekolah menggunakan tali tambang. Dengan cara yang cukup ekstrim inilah, ia akhirnya berhasil bolos sekolah dan bertemu dengan Raya Sebelum ke bioskop, Raya meminta Atma untuk membelikan makanan kucing di toko kelontong Karunia Djaya, namun masalahnya, Atma sudah tidak memiliki uang.

Mengetahui hal ini, Raya meminta Atma untuk mengecek saku celananya sekali lagi, dan bersamaan dengan Atma yang sedang merogoh sakunya, Raya melakukan sesuatu yang

menimbulkan glitch kecil dimana – mana, dan di saat itu juga, Atma menemukan uang 5000 rupiah di sakunya. Tanpa membuang banyak waktu, Atma bergegas menuju toko kelontong, tempat ia bertemu dengan seorang siswi terkenal bernama Lulu yang membantunya dalam mencari sebungkus makanan kucing. Setelah membayar 1000 rupiah pada sang pemilik toko berkepala botak kinclong bernama Paman Budi, Atma hendak menemui Raya di luar, namun tanpa diduga – duga, ia malah mendapati seekor anjing sedang mengejar kucing kesukaan Raya, sehingga iapun memutuskan untuk berusaha menyelamatkan sang kucing

Sang kucing yang sangat ketakutan memanjat salah satu pohon di halaman luas dekat tempat pembuangan sampah, sedangkan anjing yang mengejarnya menggonggong tanpa henti.

Berdasarkan pengakuan pemilik anjing, kemarahan anjing itu disebabkan oleh mainan favoritnya yang menghilang, dan rupanya mainan favorit yang dimaksud ada di tangan seorang murid berandalan bernama Erik, anak Paman Budi, pemilik toko kelontong.

(4)

Demi mendapatkan kembali mainan favorit sang anjing, Atma mau tidak mau harus kehilangan 1500 rupiah untuk membelikan Erik rokok. Erik yang puas memperlakukan Atma seperti anjing kecilnya, akhirnya memberikan mainan itu, dan dengan melempar mainan jauh – jauh, Atma berhasil membuat sang anjing pergi darisana. Ia kemudian memberanikan dirinya untuk memanjat pohon, berusaha meraih sang kucing. Namun sial, ranting pohon patah,

membuatnya terjatuh dari ketinggian… Secara mengejutkan, sadar Atma dalam bahaya,Raya menggunakan kekuatannya untuk membuat tubuh Atma mengambang sebentar, sebelum kemudian menjatuhkannya secara perlahan. Disinilah terungkap bahwa Raya memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh siapapun. Merasa kasihan sang kucing tidak memiliki rumah, Atmapun mencarikan 3 barang, diantaranya adalah bantal, genteng, dan mangkuk, untuk membuat tempat berteduh bagi sang kucing. Raya menamai kucing ini sebagai Admiral.

Beres dengan urusan kucing, barulah Raya mengajak Atma untuk menonton bioskop

bersama. Dalam perjalanan menuju bioskop, mereka sempat dihalangi oleh anggota geng motor, namun begitu Raya memberitahukan keinginannya untuk pergi ke bioskop, para anggota geng motor tiba – tiba saja membukakan jalan, membiarkan mereka berdua lewat. Sial, harga dua karcis bioskop adalah 4000 rupiah, sedangkan uang Atma hanya tersisa 2000 rupiah karena harus

membelikan rokok untuk Erik dan membeli mangkuk. Tidak ingin rencana nonton bioskop mereka gagal, Raya lagi – lagi menggunakan kekuatannya, kali ini memunculkan promo beli satu gratis satu. Dengan begitu, uang 2000 rupiah cukup untuk membeli 2 karcis.

Sembari menonton film di studio 3 yang sangat kosong, mereka berdua menikmati Popcorn yang diselundupkan oleh Raya dari luar, tempat Atma tidak sengaja memegang tangan Raya saat hendak mengambil Popcorn… Tapi tidak sengajanya sampai 3 kali Aneh, cerita film yang mereka

tonton berubah drastis, menjadi sebuah kisah fantasi mengenai kucing di Negeri Kucing Ajaib.

Untuk itu, seusai menonton film ini, Atmapun membayangkan Negeri Kucing Ajaib di dalam

pikirannya, sebelum kemudian, Raya kembali menggunakan kekuatannya untuk menciptakan Negeri Kucing Ajaib, tempat yang dipenuhi dengan kucing – kucing berbicara, termasuk Admiral. Raya akhirnya mengungkap mengenai kekuatan super yang ia miliki dan memberitahu bahwa ialah yang memberi uang 5000 rupiah di dalam saku celana Atma. Meski begitu, bila kekuatan super ini

digunakan terlalu berlebihan, Raya bisa melemah atau bahkan jatuh pingsan. Atma menikmati pemandangan indah di Negeri Kucing Ajaib, namun di ujung sebelah kiri, ia melihat glitch pada seekor kucing. Bunga kuning muncul di atas kepala kucing, dan dengan membuka buku merah ajaib, iapun masuk ke dalam lubuk hatinya.

Di dalam lubuk hati sang kucing, Atma menemukan sebuah naskah cerita yang disebut sebut sebagai ramalan mengenai dunia tempat Atma berada saat ini, dimana dikatakan bahwa tidak lama lagi, seisi dunia akan berakhir dan hancur menjadi debu. Atma terkejut, mendapati seekor kucing hitam raksasa yang muncul di hadapannya, menegaskan bahwa ia akan memastikan ramalan itu berjalan seperti semestinya. Sang kucing kemudian mengepakkan sayapnya untuk mengeluarkan Atma dari lubuk hatinya. Seketika itu juga, semua kucing di Negeri Kucing Ajaib menjadi sangat marah, mengusir Atma dan Raya dari negeri mereka. Keadaan semakin buruk. Mendapati diri kembali di bioskop, tubuh Raya sudah semakin lemah, dan seisi area berubah menjadi sangat berantakan, bahkan beberapa orang berperilaku seperti kucing liar.

(5)

Merasa bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi, Atma memutuskan untuk melakukan Spacedive pada tiga orang yang berperilaku seperti kucing dan membebaskan mereka dari pengaruh kucing glitch. Saat semuanya sudah aman, ia membawa Raya keluar dari bioskop, namun karena ada seseorang yang menyerang Atma, Rayapun menggunakan sisa tenaganya untuk menghentikan orang itu berakibat pada dirinya yang kehilangan kesadaran… Retakan kecil muncul di langit

(6)

Bab 2: Erik

Kisah dilanjutkan dengan pertemuan pertama Atma dan Nirmala. Suatu hari, Atma yang melihat Nirmala sedang buntu ide, mengajari Nirmala cara untuk mengembangkan ide dan membantu mengembangkan cerita Putri Bintang. Melihat buku merah yang digunakan Atma untuk menulis cerita, Nirmala menyebutnya sebagai buku ajaib, sehingga Atma memberikan buku itu padanya.

Sejak hari itulah, mereka berdua menjadi teman baik, karena di saat ayah Nirmala tidak mendukung cita – citanya sebagai penulis, Atma justru mendukungnya sepenuh hati.

Atma terbangun di dalam kelas, dan tanpa berpikir panjang, ia langsung bergegas mencari Raya bersama kucing Admiral. Beruntung, tidak membutuhkan waktu lama sebelum mereka bertemu kembali. Saat tiga anak buah Erik mengganggu Atma, Raya menggunakan kekuatannya untuk menahan pergerakan tubuh mereka dan membuat mereka pergi darisana. Raya menjelaskan bahwa keanehan atau anomali yang terjadi di bioskop disebabkan oleh kekuatan pengacau yang berasal dari langit, dan hingga saat ini, ia masih belum cukup kuat untuk menghentikan kekuatan pengacau.

Tubuh Raya kembali melemah, sehingga seorang guru BK bernama Bu Niken yang kebetulan lewat membantunya masuk ke dalam kelas untuk beristirahat.

Atma ingin paling tidak menyenangkan hati Raya. Untuk itu, Admiral membawanya ke sebuah café bernama Ria Café, mengatakan bahwa Raya sangat menyukai kue black forest yang bisa mereka pesan di café ini. Namun masalah terus berdatangan. Kebetulan, koki kue Ria Café sedang bertengkar dengan sang pemilik dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya, hendak memulai bisnis masakan lain. Meski begitu, sang pemilik akan bersedia membuatkan kue black forest bila Atma membawakan beberapa bahan kue yang diperlukan. Atas saran Admiral, Atma hendak membeli bahan – bahan kue di toko kelontong paman Budi, tapi sebelum bisa melakukan itu, ia bertemu dengan Erik yang berusaha untuk terus menghalanginya. Erik telah mengambil semua bahan kue dari toko kelontong ayahnya dan meminta beberapa anak buah untuk menghalangi jalan Atma.

Karena Atma tidak bisa bertarung, ia masuk ke dalam Rahmat Arkade untuk mencari jalan lain, tempat ia kemudian melihat bagaimana seorang PNS gamer bernama Pak Soebandi

menghajar seorang preman. Kagum dengan kemampuan bertarung Pak Soebandi, Atma ingin belajar darinya, namun Pak Soebandi memintanya untuk menunggu sampai ia berhasil mengalahkan bos terakhir dalam permainan Future Fighter. Bunga kuning muncul di atas kepala Pak Soebandi, dan dengan melakukan Spacedive, Atma berhasil menghilangkan rasa takut Pak Soebandi

menghadapi bos terakhir. Pak Soebandi menang dalam pertarungan terakhir itu, dan secara ajaib, di saat itu juga Atma mengerti teknik – teknik bertarung hanya dengan sekadar memperhatikan gerakan karakter Future Fighter. Bahkan, Atma berhasil mengalahkan bos preman yang lagi – lagi datang untuk mencari masalah. Berhasil mengajarkan teknik bertarung pada Atma, Pak Soebandi meminta untuk dipanggil sebagai Sensei Soebandi.

Admiral kemudian memanggil para bawahannya untuk mencari informasi mengenai lokasi telur, coklat, dan ceri, tiga bahan yang diperlukan untuk membuat kue Black Forest. Sesuai informasi yang didapat dari mereka, Atma mengelilingi seisi kota dan dengan menyelesaikan berbagai macam permasalahan warga, iapun mendapat tiga bahan yang diperlukan

(7)

Mengelilingi kota membuatnya sadar bahwa semua orang mengenal Raya sebagai anak yang baik, sampai – sampai beberapa diantara mereka bersedia untuk membantu Atma begitu

mengetahui bahwa Atma ingin menyenangkan hati Raya Sayang, setelah bersusah payah mencari tiga bahan kue Black Forest, rupanya sang pemilik café sudah tidak bisa membuat kue lagi, karena ia sudah terlalu lama tidak membuat kue. Kondisi ini tidak memberikan Atma pilihan lain selain berusaha membujuk sang koki bernama Tumini untuk kembali membuat kue di Ria Café. Tumini sedang sibuk mencari inspirasi masakan menggunakan komputer warnet, dan sampai saat ini, ia masih bingung ingin memasak apa.

Atma melakukan Spacedive untu melihat apa yang ada di dalam lubuk hati Tumini, yang dimana di dalam lubuk hatinya, terlihat banyak Tumini yang membuat berbagai jenis makanan, mulai dari kue, sate, rendang, sampai ke dim sum. Siapapun yang berhasil membuat masakan terenak akan menjadi arah hidup Tumini. Masalahnya, alat pemanggang si pembuat kue diambil oleh koki – koki lain, membuatnya tidak bisa bekerja sama sekali. Untuk itu, Atma terpaksa harus

melakukan sabotase pada koki lain, yaitu dengan menambahkan banyak minyak pada sate, sambal ekstra pedas pada rendang, dan memasukkan pare ke dalam dim sum. Hasilnya, kepala koki tidak menyukai sate, rendang, dan dim sum buatan para koki, sedangkan sang pembuat kue yang telah mendapatkan alat pemanggangnya kembali berhasil membuat kue yang sangat enak Tuminipun memutuskan untuk kembali bekerja di Ria Café sebagai koki kue, dan ia bersedia untuk membuat kue Black Forest pesanan Atma. Semuanya berjalan dengan lancar, Atma hanya perlu membawakan kue Black Forest ini pada Raya.

Namun begitu keluar dari café… Terlihat Erik yang tidak sengaja menabrak Admiral menggunakan motornya. Sadar Admiral adalah kucing yang selalu bersama Raya, Eri menjadi sangat panik dan merasa bersalah. Tapi, begitu ia sadar Atma menyaksikan perbuatannya, ia malah menonjok wajah Atma sampai pingsan dan mencuri kue Black Forest, hendak memberikan kue itu pada Raya sebagai bentuk permintaan maaf. Marin membangunkan Atma, dan tanpa basa basi, ia meminta Atma untuk segera menyelamatkan Raya yang sedang berada di kelas mereka. Berpikir Raya berada dalam bahaya, Atma bergegas kembali ke kelasnya, tempat ia melihat Raya sedang baik – baik saja. Saat Atma hendak menceritakan apa yang terjadi pada Admiral, Erik datang menghampiri mereka dengan membawa bingkisan kado besar berisi kue Black Forest curiannya.

Sebanyak apapun Erik mencoba untuk meminta maaf pada Raya, Raya tetap tidak bisa memaafkannya, dan karena Atma terus berusaha melawan, Erikpun menjadi sangat marah, memberitahu bahwa Admiral sudah mati, dan menantang Atma dalam sebuah duel. Atma yang sudah tersulut emosi langsung menghajar Erik sebanyak 3 kali tanpa ampun, namun pada pukulan keempat, Erik berhasil membalikkan situasi dengan menahan pukulan Atma dan melakukan serangan balik. Keduanya terlibat dalam duel sengit, paling tidak sebelum Raya meminta tolong pada Atma. Seketika itu juga, Erik merasa sakit hati yang sangat mendalam, terus mengoceh soal Raya yang harus memaafkan kesalahannya bagaimanapun caranya. Seorang anak buah Erik membawa Raya pergi darisana, sedangkan dua lainnya memukuli Atma. Di saat itu juga, bunga kuning muncul di atas kepala Erik, sehingga tanpa membuang banyak waktu, Atma langsung melakukan Spacedive, masuk ke dalam lubuk hati terdalam Erik.

(8)

Di luar dugaan, disana Atma bertemu dengan Erik kecil yang sedang terkurung di dalam

sebuah kerangkeng, dan tidak seperti Erik yang ia kenal, Erik kecil memiliki sifat baik hati. Saat Erik terus berusaha menyangkal kesalahannya, Erik kecil berteriak meminta Erik untuk meminta maaf dengan benar. Artinya, Erik kecil adalah penggambaran dari suara hati Erik. Melihat bagaimana suara hati digambarkan menggunakan perwujudan Erik kecil yang terkurung di dalam kerangkeng, artinya sudah lama sejak terakhir kali Erik mendengarkan suara hatinya. Bahkan, Erik kecil meminta Atma untuk berhati – hati, karena area itu dipenuhi dengan anjing mutan. Atas permintaan Erik kecil Atma mulai menelusuri lubuk hati Erik dengan sangat berhati – hati demi mencari kunci yang dapat membuka kerangkeng. Di ujung sebelah kiri, terlihat koki anjing mutan yang sedang bersusah payah membuat kue Black Forest, terus mengoceh soal Raya yang harus memaafkan kesalahannya. Atma memasang dua roda gigi, mendistraksi sang koki dan menggunakan sebuah tuas untuk menurunkan kunci kerangkeng yang digantung. Kunci itu kemudian digunakan untuk membebaskan Erik kecil, dan bersama – sama mereka melalui gerbang di ujung sebelah kanan yang mengarah pada

kebebasan… Sial, jalan mereka terhalang oleh koki anjing mutan yang merasa keheranan karena Raya tidak pernah memaafkannya bahkan setelah ia memberi kue Black Forest. Sang koki tidak ingin membiarkan Erik kecil bebas, takut kejantanannya akan menghilang bila ia melakukan itu. Usaha sang koki dalam menyerang Erik kecil digagalkan oleh Atma yang bergerak cepat melindungi dan memukulnya berulang kali sampai tumbang. Erik kecil juga berhasil membuat sang anjing mutan sadar akan kesalahannya selama ini dan berlari kegirangan menuju kebebasan. Namun, Nirmala tiba – tiba saja menampakkan diri di hadapan Erik kecil, dan tanpa mengucap apapun, ia melakukan sesuatu pada Erik kecil. Saat Atma mempertanyakan tindakan Nirmala, ia mendatangkan kucing Bosque raksasa untuk mengusir Atma dari lubuk hati Erik

Seketika itu juga, Atma kembali ke kelas, dan secara mengejutkan, Erik berubah menjadi anjing mutan yang sangat ganas. Beruntung, belum sempat menyakiti Atma, Raya

menggunakan kekuatannya untuk mengembalikan Erik ke wujud semulanya. Melihat Raya di hadapannya, Erik kali ini benar – benar meminta maaf sambil menangis tersedu – sedu, namun siapa sangka, melihat Erik yang sudah tidak berdaya, Raya menggunakan kekuatannya lagi untuk melenyapkan Erik…

Atma terkejut tidak main melihat hal ini, sedangkan Raya berterima kasih atas pemberian kue Black Forest, namun lagi – lagi jatuh pingsan sebagai akibat dari penggunaan kekuatan yang

terlalu berlebihan. Retakan langit semakin membesar…

(9)

Bab 3: Lulu

Atma sekilas bermimpi tentang kebersamaannya dengan Nirmala, dimana sembari saling mengoper bola, mereka berdua mendiskusikan perihal cerita Putri Bintang karangan Nirmala. Untuk kesekian kalinya, saat Nirmala sedang buntu, Atma membantunya memberikan ide cerita baru.

Mimpi berakhir, Atma terbangun kembali di dalam kelasnya dalam keadaan bingung. Apa yang baru saja terjadi? Dan apakah Nirmala adalah anomali yang menyebabkan kekacauan di dunia ini, seperti yang sempat dikatakan oleh Raya? Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan di dalam benaknya, sehingga ia memutuskan untuk menanyakannya langsung pada Raya yang entah sedang berada dimana. Aneh, ada kejanggalan yang terjadi di SMA Loka, dimana semua murid tampak sangat bersemangat dalam mempersiapkan Festival Lintang, festival dalam rangka perayaan tahunan kota Loka. Lebih anehnya lagi, saat Atma bertanya soal keberadaan Raya, orang yang bersangkutan akan mengalami glitch, bicara tidak jelas, sebelum kemudian mengulangi ucapan awalnya lagi. Ketiga anak buah Erik yang terkenal sebagai murid pemalas dan suka membolos bahkan tampak sangat antusias dalam mempersiapkan festival Lintang. Saat ditanya perihal Erik, tidak ada satupun dari mereka yang mengenalnya, seolah Erik memang tidak pernah ada. Semua keanehan ini terjadi pada semua orang, kecuali Lulu dan Marin, dimana sama halnya dengan Atma, mereka berdua juga merasa ada yang aneh dengan murid – murid disana.

Tidak tahu harus melakukan apa, Lulu memutuskan untuk ikut membantu Atma dalam mencari Raya, sedangkan Marin sibuk dengan urusannya sendiri Bukan hanya para murid, beberapa orang dewasa juga bertingkah sangat aneh. Guru PPKN bernama Pak Agung menganggap dirinya sebagai pejuang kemerdekaan bernama Mayor Jendral Agung Moeljono. Tubuh Pak Agung mengalami Glitch, namun aneh bunga kuning malah muncul di atas kepala Lulu, memberikan Atma kesempatan untuk melakukan Spacedive. Tidak seperti biasanya, Lubuk hati Lulu digambarkan sebagai ruang sidang yang disaksikan oleh para angsa. Lulu berperan sebagai sang ratu atau hakim, Atma sebagai jaksa penuntut, sedangkan Pak Agung sebagai terdakwa. Tugas Atma disini adalah untuk

membuktikan bahwa Pak Agung berbohong soal identitasnya sebagai seorang pejuang kemerdekaan, sehingga ia diberikan sedikit waktu untuk mengumpulkan bukti – bukti.

Atma berhasil mengumpulkan tiga bukti, yaitu formulir sekolah yang ditandatangani oleh Pak Agung, foto robekan Pak Agung, dan potongan kliping koran mengenai berita kematian Mayor Jendral Agung Moeljono. Ketiga bukti ini cukup untuk meyakinkan Yang Mulia Ratu Lulu bahwa Pak Agung memang berbohong, dan atas keberhasilan Atma dalam menguak kasus ini, Ratu Lulu memberikan kekuatan baru bernama Crossdive. Dengan menggunakan Crossdive, Atma bisa masuk ke dalam lubuk hati orang lain meski ia sedang berada di dalam lubuk hati seseorang. Contohnya saja yang terjadi sekarang. Bunga kuning muncul di atas kepala Pak Agung yang sudah tidak bisa mengelak lagi, memberikan Atma kesempatan untuk melakukan Crossdive.

Atma masuk ke dalam lubuk hati terdalam Pak Agung dan membuka sel yang mengurung Pak Agung asli. Begitu keluar dari sel, Pak Agung bertemu dengan Mayor Jendral Agung Moeljono yang

terungkap sebagai ayahnya. Sang ayah meminta maaf karena telah mendidik Pak Agung dengan sangat keras dan terus memaksa untuk mengikuti jejaknya. Mendengar ini, Pak Agung segera memaafkan sang ayah mengatakan, ia bisa membuktikan bahwa menjadi seorang guru juga merupakan cara hidup yang mulia dan mengabdi pada negara, karena seorang guru bertugas untuk mendidik generasi muda yang akan mewarisi masa depan.

(10)

Seluruh kegelisahan Pak Agung sudah menghilang, dan sebuah flashback muncul, menunjukkan bagaimana Pak Agung tidak mengizinkan Raya untuk keluar sekolah mengurusi kepentingan festival karena tidak memiliki surat izin. Bukan hanya itu, Pak Agung juga menyinggung soal

kasus kekurangan uang yang terjadi dan membandingkan kinerja Raya sebagai ketua komite festival dengan kinerja Lulu yang dianggap jauh lebih baik. Raya kesal mendengar Pak Agung memuji – muji Lulu, dan karena sudah tidak tahan lagi, iapun menggunakan kekuatannya untuk merubah Pak Agung menjadi seperti ayahnya, Mayor Jendral Moeljono. Artinya, perubahan sikap Pak Agung disebabkan oleh Raya.

Kini, Pak Agung sudah kembali. Ia memberitahu bahwa guru BK mereka, Bu Niken, mengetahui sesuatu tentang Raya. Namun masih ada satu hal yang aneh, Pak Agung tidak mengenal Lulu sama sekali, padahal Lulu adalah murid favorit Pak Agung.

Untuk mengulik lebih banyak informasi mengenai Raya, Atma diam – diam menguping pembicaraan Bu Niken dan Pak Pram mengenai kekhawatirannya terhadap Raya, dimana Raya sempat bertanya pada Bu Niken mengenai tempat yang menjual banyak kembang api. Menyampaikan informasi ini pada Lulu, Lulu pun menyarankan agar mereka menemui Bu Puspa, orang yang memasok banyak kembang api untuk festival Lintang di tahun – tahun sebelumnya. Sama halnya dengan yang terjadi pada Pak Agung, Bu Puspa juga bertingkah sangat aneh, dimana ia menganggap dirinya sebagai utusan api yang bertugas untuk membakar seisi dunia. Bu Puspa bahkan sudah membakar habis rumahnya sendiri, sampai – sampai menimbulkan kepanikan bagi warga sekitar. Untuk

menyelesaikan permasalahan ini, Atma melakukan Spacedive pada Lulu dan membawakan 3 bukti yang dapat menyangkal kebohongan Bu Puspa, mengungkap bahwa dulu Bu Puspa adalah

pemilik pabrik kembang api, namun pabrik itu berakhir hancur terlahap api besar.

Berhasil menguak kebohongan, Atma melakukan Crossdive untuk masuk ke dalam lubuk hati Bu Puspa, menyelamatkan Bu Puspa yang sedang terjebak oleh api besar. Terungkap bahwa Raya sempat datang untuk memesan banyak kembang api dari Bu Puspa. Masalahnya, sejak insiden kebakaran hebat di pabrik kembang apinya yang memakan lebih dari 20 korban jiwa, Bu Puspa sudah memutuskan untuk tidak berurusan dengan kembang api lagi seumur hidupnya. Jadi, melihat Raya yang terus mendesaknya, iapun menjadi sangat marah dan menyinggung soal Lulu. Raya kesal mendengar nama Lulu, sehingga ia menggunakan kekuatannya untuk merubah Bu Puspa menjadi orang yang percaya bahwa dirinya adalah utusan api dan menghapus ingatan mengenai Lulu.

Sebelum berpisah, Bu Puspa sempat memberitahu bahwa seingat dia, Raya berencana untuk membeli kembang api di toko kelontong milik Paman Budi, memberikan Atma dan Lulu

petunjuk baru mengenai keberadaan Raya. Paman Budi juga telah dipengaruhi oleh Raya, dimana ia tiba – tiba saja marah besar dan mencekik Lulu, saat Lulu menyinggung soal anaknya, Erik. Tidak ingin hal buruk terjadi pada Lulu, Atma segera melakukan Spacedive dan berduel dengan Paman Budi yang berubah menjadi sangat ganas, sebelum kemudian melakukan crossdive untuk memasuki lubuk hati terdalam Paman Budi, tempat ia melihat berbagai kilasan balik mengenai Erik dan Paman Budi. Kilasan ini dimulai dari Erik remaja yang sangat bandel dan tidak pernah mendengar ucapan ayahnya, kemudian dilanjutkan dengan Erik yang dimarahi Paman Budi karena memecahkan barang di rumah, dan diakhiri dengan Erik kecil yang rela tidak bermain bersama teman –

temannya karena ia ingin menghabiskan waktu untuk bermain bersama Paman Budi.

(11)

Beres menelusuri lubuk hati Paman Budi, terungkap bahwa setelah gagal mendapat kembang api dari Bu Puspa, Raya hendak membelinya dari toko kelontong milik Paman Budi, namun bukannya mendapat apa yang diinginkan, ia lagi – lagi berakhir kesal karena Paman Budi menyinggung soal Lulu. Raya menggunakan kekuatannya untuk merubah Paman Budi menjadi orang yang selalu marah – marah dan menghapus ingatannya mengenai Lulu, sehingga kini Paman Budi juga tidak mengenali Lulu. Muak mendapati semua orang terdekatnya tidak mengenali dirinya, Lulu mulai merasa bahwa ia bukanlah siapa – siapa, paling tidak sebelum Atma melakukan Spacedive dan

mengenyahkan seluruh kegelisahannya itu. Di saat itu juga, Lulu tidak lagi menganggap dirinya sebagai orang tidak berguna.

Namun belum sempat melakukan apapun, Nirmala datang kesana untuk menemui Lulu, sedangkan Bosque menghalangi jalan Atma. Bosque memberitahu bahwa untuk menyelamatkan dunia ini, mereka harus menghancurkannya menjadi debu. Atma diusir keluar, sedangkan Lulu

diubah menjadi makhluk angsa raksasa yang sangat membenci Raya. Ia terbang meninggalkan Atma seorang diri Di luar dugaan, tidak lama kemudian, Admiral yang rupanya masih hidup memberitahu bahwa Raya sedang menunggu di jembatan, sehingga tanpa membuang banyak waktu Atma langusng menemui Raya di jembatan, tempat Lulu kembali menampakkan diri untuk

mengungkapkan perasaan marahnya atas tindakan Raya yang menggunakan kekuatannya dengan sewenang – wenang.

Raya tidak peduli. Ia mengangkat tubuh Lulu da menyakitinya, membuat Lulu jatuh tak berdaya. Dalam perbincangannya dengan Atma, Raya mengatakan bahwa semua hal yang

dilakukannya selama ini, termasuk membuat orang lupa akan Lulu, menghapus eksistensi Erik yang sangat tidak ia sukai, dan melakukan serangkaian perubahan pada dunia, ia lakukan hanya

untuk memenuhi mimpinya bersama Atma. Ia ingin mereka berdua hidup bahagia dalam dunia indah tanpa ada satupun orang yang tidak disukainya. Lulu yang mendengar ini berusaha menyadarkan Raya, mengatakan bahwa dunia yang paling sempurna adalah dunia dengan ketidaksempurnaan.

Tidak lama setelah itu, tubuh Lulu menghilang, dan bunga kuning muncul di atas kepala Raya.

Menyadari hal ini, Atma hendak melakukan Spacedive, namun baru saja membuka buku merah ajaib, Raya tiba – tiba tersadar kembali, marah mengetahui bahwa selama ini Atma

adalah pemegang buku merah ajaib. Ia melenyapkan buku itu, memberitahu bahwa buku merah ajaib adalah penyebab dari bencana dan kehancuran yang terjadi pada dunia ini. Setelah terdiam sekian lama, Raya memutuskan untuk menunjukkan sesuatu yang luar biasa. Ia membuka retakan di langit dan mendatangkan komet, seketika menimbulkan ledakan luar biasa…

(12)

Bab 4: Marin

Atma bermimpi tentang kebersamaannya dengan Nirmala di dalam markas mereka, dimana ia berjanji akan mengajak Nirmala ke sebuah festival setelah mereka menyelesaikan satu bab. Nirmala sendiri mengungkapkan perasaan sukanya terhadap kembang api...

Setelah Kota Loka mengalami ledakan luar biasa, Atma dibangunkan oleh Marin yang segera

mengajaknya berlindung di dalam markasnya, sebuah bus terbengkalai. Penataan kursi dan meja di dalam tempat itu membuat Atma teringat kembali akan markas Nirmala di dalam mimpinya, namun agak sedikit berbeda. Disana, Marin menjelaskan bahwa dulu ia bersahabat dengan Raya, namun sejak Raya bertemu dengan Atma, hubungan persahabatan mereka mulai merenggang. Tujuan utamanya saat ini adalah untuk menyelamatkan Raya, dan setahu dia, Raya sedang berada di dalam SMA Loka. Marin juga mengungkap bahwa pada pertemuan pertama mereka, ia sebenarnya sengaja menabrak Atma dan menjatuhkan buku merah ajaib. Ia ingin melihat apakah Atma bisa

menggunakan buku itu untuk melakukan Spacedive.

Benar saja, seperti yang kita semua ketahui, Atma memang bisa melakukan Spacedive menggunakan buku merah ajaib, sehingga kini, satu – satunya hal yang bisa mereka lakukan untuk

menyelamatkan Raya adalah dengan melakukan spacedive padanya. Masalahnya, buku merah ajaib baru saja dilenyapkan oleh Raya, dan kabar ini membuat Marin cukup terkejut, sebelum kemudian ia memutuskan untuk memberi sebuah tongkat ajaib yang dapat digunakan untuk membuka retakan waktu dan menyelami masa lalu. Atma membuka retakan waktu menggunakan tongkat ajaib, membawanya ke waktu saat ia terpisah dengan Nirmala. Ia mengambil buku merah ajaib yang mengapung di atas permukaan sungai dan kembali ke masa kini. Marin menunjukkan cahaya biru besar berbentuk bunga, disebut Bunga Raya, yang berasal dari SMA Loka, mengatakan bahwa Raya pasti ada disana. Untuk itu, dimulailah perjalanan panjang Marin dan Atma dalam menyusuri kota Loka yang sudah hancur berantakan, dimana sebagian besar jalannya selalu saja terhalang oleh sesuatu, sehingga mau tidak mau, Atma harus berulang kali menggunakan tongkat ajaib dan buku merah ajaib untuk mengubah masa lalu dan menghapus kegelisahan orang demi membuka jalan penghalang di hadapan mereka.

Ia juga bekerjasama dengan sensei Soebandi dalam mengalahkan para preman yang menghalangi jalan Setibanya di depan sekolah, Marin langsung bergegas masuk, dan hanya sesaat setelah itu bongkahan batu besar jatuh menghantam jalan masuk sekolah, tidak memberikan Atma pilihan lain selain mencari jalan lain. Dengan memanfaatkan kemampuan tongkat ajaib yang dapat

membawanya ke masa lalu, tempat ia melihat bagaimana hampir semua murid menertawakan dan menyebut Raya sebagai anak aneh, bahkan kerap kali mengganggu dan membully Raya, iapun akhirnya berhasil bertemu dengan Raya dan Marin di sumber terpancarnya cahaya biru besar. Marin terus meminta maaf pada Raya karena telah meragukan ucapannya, ingin semuanya kembali seperti dulu lagi, hari dimana mereka berdua menulis cerita bersama.

Di sisi lain, Raya merasa sangat kecewa pada Marin, karena dulu Marin tidak pernah mempercayai ucapannya dan juga menganggapnya sebagai anak aneh. Untuk itu, sekarang ia akan

melenyapkan Marin. Tepat saat Raya hendak melakukan itu, Atma menepis kekuatannya

menggunakan tongkat ajaib, seketika menciptakan retakan besar yang membawa Atma kembali ke masa lalu, lebih tepatnya masa lalu Marin bersama sahabatnya, Raya.

(13)

Di dalam markas mereka, Raya menceritakan karangan ceritanya dengan penuh semangat, namun Marin yang memiliki jadwal les menggambar langsung berpamitan begitu saja. Hal ini membuat Raya kesal, merasa bahwa Marin tidak menganggap serius ceritanya, dan untuk itu, iapun memberitahu bahwa ia sudah membuat karangan cerita baru dan akan mengembangkan cerita itu bersama

sahabat barunya, Atma. Sebelumnya, Raya sudah sering menyebut nama Atma, namun karena Marin tidak pernah sekalipun bertemu dengan Atma, ia menganggap Atma sebagai teman khayalan Raya.

Mendengar ini, Raya seketika menjadi sangat kesal dan pergi darisana, meninggalkan Marin dalam keadaan sedih.

Atma melakukan Spacedive untuk masuk ke dalam lubuk hati Marin, melihat kenangan Marin bersama Raya dalam menulis cerita bersama saat masih SD. Namun karena ada kesibukan les menggambar, Marin kerap kali meninggalkan Raya sendirian.

Sebagai akibat dari rasa suka mendalamnya pada menulis cerita dan menggambar, Raya selalu diperlakukan buruk oleh teman – temannya, dimana mereka sengaja mengacak – acak isi tasnya hanya untuk mengolok – olok gambarannya. Di sisi lain, Marin yang menyaksikan semua ini hanya diam saja, dan bahkan pergi menjauh saat Raya meminta tolong padanya.

Bukan hanya di sekolah, Raya juga diperlakukan dengan sangat buruk oleh ayahnya sendiri

karena selalu mendapat nilai jelek dan dianggap hanya menghabiskan waktu untuk melakukan hal tidak berguna, yaitu menulis cerita dan menggambar. Ayahnya yang terlilit hutang tidak pernah mengizinkan Raya untuk keluar bermain bersama temannya, memaksanya untuk kabur diam – diam dari rumahnya tiap kali ingin pergi ke markas. Bahkan sampai SMA sekalipun, bukannya semakin tenang, ia malah menerima perlakuan yang jauh lebih buruk lagi. Kondisi mental Raya sudah sangat hancur. Saat Marin berusaha meyakinkannya untuk masuk ke kelas seni, Raya mengatakan bahwa tidak akan ada yang berubah. Sementara dirinya dihina – hina oleh teman sekelas, Marin akan diperlakukan seperti biasa atau bahkan menerima banyak pujian, karena sedari awal, semua orang telah memperlakukannya berbeda dengan Marin. Lebih lanjut, Raya mengatakan bahwa ia bukanlah Nirmala dan satu – satunya orang yang mengerti soal dirinya hanyalah Atma.

Tidak tahan mendengar nama Atma yang selalu keluar dari mulut Raya, Marin pun memberitahu bahwa ia sudah mencari ke arsip kota, buku telepon, dan artikel koran selama 10 tahun terakhir dan tidak pernah menemukan nama Atma sama sekali. Atma hanyalah teman khayalan yang tidak pernah ada, dan Raya harus menerima kenyataan itu. Sadar Marin tidak akan percaya padanya, Raya membentak Marin dan pergi.

Seperti Erik dan Lulu, Marin juga bertemu dengan Nirmala dan hendak diubah menjadi monster.

Saat Atma mempertanyakan tindakan mereka, Bosque memberitahu bahwa mereka tidak merubah seseorang menjadi monster, melainkan menunjukkan bayangan wujud Erik, Lulu, dan Marin yang terbentuk dari amarah dan rasa iri Raya. Selama ini, Raya terus membungkam perasaan dendamnya dengan membentuk ilusi berupa dunia indah tempat Atma berada saat ini, dan bila diteruskan, nyawa Raya akan berada dalam bahaya. Untuk itulah, mereka harus segera menghancurkan tempat ini dan menghentikan Raya Semuanya menjadi jelas. Rupanya selama ini, Nirmala dan Bosque hanya berusaha untuk menyelamatkan nyawa Raya.

(14)

Begitu kembali ke SMA Loka, Raya langsung melenyapkan Marin yang telah berubah

menjadi monster siput, sebelum akhirnya kehilangan kesadaran karena sudah terlalu berlebihan menggunakan kekuatannya. Atma melakukan Spacedive pada Raya, membawanya pada ingatan – ingatan masa lalu dirinya bersama Nirmala. Saat Nirmala berencana untuk kabur dari rumahnya, seperti yang dilakukan Atma, Atma mengatakan bahwa kabur dari rumah bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Ia harus bekerja keras mati – matian demi bertahan hidup, dan semua itu terjadi karena keegoisannya sendiri. Sebenarnya Atma sudah ingin menyerah, namun berkat bertemu Nirmala yang terlihat sangat antusias dalam mengejar mimpinya, iapun memutuskan untuk bertahan lebih lama lagi, bersumpah akan menyelesaikan karangan cerita Putri Bintang bersama

Nirmala. Atma berhasil menghentikan rencana Nirmala dalam kabur, namun takdir berkata lain.

Atma tidak bisa menyelesaikan cerita Putri Bintang bersama Nirmala karena ia berakhir tenggelam saat berusaha menyelamatkan Nirmala. Ia juga melihat kilasan kejadian sesaat setelah Nirmala terpisah dari Atma. Warga sekitar berhasil menyelamatkan Nirmala, namun

tidak ada yang menemukan tubuh Atma. Ayah Nirmala, bukannya berusaha menenangkan anaknya, ia malah membentaki Nirmala tanpa henti.

Sebuah tayangan TV kemudian mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Setelah kehilangan Atma, Nirmala yang merasa kehidupannya hancur berantakan mulai mengalami konflik dengan drinya sendiri, membaginya menjadi 2 sisi berbeda, sisi dirinya yang periang dan suka menulis cerita, yaitu Nirmala, dan sisi yang ingin memiliki kehidupan normal bersama teman - temannya, yaitu Raya. Raya memutuskan untuk membuang sisi Nirmala jauh – jauh, menyalahkan Nirmala sebagai

penyebab kesengsaraan yang ia alami selama ini. Sebanyak apapun Nirmala berusaha untuk meyakinkan bahwa mereka berdua saling membutuhkan satu sama lain, Raya tidak mendengarnya sama sekali. Ia menganggap Nirmala sebagai orang yang membuat Atma tenggelam, dan untuk itu, iapun melenyapkan Nirmala. Sejak saat itulah, gadis periang Nirmala sudah tidak ada lagi, ia bertumbuh menjadi anak perempuan bernama Raya.

(15)

Bab 5: Raya Fitri Nirmala

Atma sadar bahwa ia hanyalah bagian dari ilusi dunia ciptaan Raya. Dirinya yang asli sudah lama meninggal saat tenggelam di sungai. Kalau begitu, apa tujuannya berada disini? Atma membiarkan dirinya jatuh di tengah kegelapan, hampir saja menyerah. Namun, Bosque tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Ia membawa Atma ke suatu tempat yang dipenuhi dengan bunga

kuning, mempertemukan Atma dengan Nirmala di markasnya. Rupanya, sisi Nirmala masih ada di dalam diri Raya, namun hanya tersisa sangat sedikit. Nirmala bercerita mengenai Putri Bintang yang terbagi menjadi 2, yaitu Putri Bintang Utara dan Putri Bintang Selatan. Putri Bintang Utara

memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh ke bumi demi mencari teman baru, meninggalkan Putri Bintang Selatan di planet asalnya. Putri Bintang Utara adalah penggambaran dari Raya, sedangkan Putri Bintang Selatan adalah Nirmala. Untuk itu, satu – satunya cara untuk

menyelamatkan Raya adalah dengan membawanya ke markas mereka, agar Nirmala dan Raya dapat menyatu kembali. Saat Atma bertanya perihal dunia tempat ia berada, Bosque menjelaskan bahwa dunia ini tidaklah nyata, begitu pula dengan segala isinya. Atma adalah anomali dalam dunia ciptaan Raya, menjelaskan kenapa ia memiliki kesadaran penuh dan tidak bisa dimanipulasi oleh Raya.

Kini, satu – satunya harapan mereka adalah Atma, dan karena Atma juga tidak ingin membiarkan Raya terus menyakiti dirinya sendiri, iapun melakukan perjalanan panjang bersama Bosque

menuju tempat Raya berada. Sementara Bosque bertarung melawan Admiral, Atma melawan Alter Atma, Atma tanpa karakter yang diciptakan oleh Raya Pada akhirnya, Atma berhasil menemui Raya dalam wujud cahaya biru raksasa dan berusaha sekuat tenaga untuk membujuknya agar kembali pada Nirmala. Ia menangkis tiap serangan, menghindari benda – benda berjatuhan, dan tidak terpancing hasutan Raya untuk hidup di dalam dunia indah ciptaannya. Atma

kemudian menghapus semua penderitaan yang Raya rasakan selama ini dan mengingatkan Raya bahwa Nirmala juga adalah bagian darinya. Di area serba gelap, Atma melakukan Spacedive pada Raya, membawanya pada rumah Raya yang dipenuhi dengan kenangan – kenangan buruk.

Sikap pemurung Raya dipertanyakan oleh pihak sekolah, dan karena nilai mata pelajaran akademisnya tidak bagus, seorang guru bahkan sampai melakukan kunjungan khusus untuk membicarakan perihal ini. Ayahnya merasa malu para tetangga dan guru membicarakan keluarga mereka, dan seperti biasa, ia melampiaskan semua kemarahannya pada Raya.

Atma menemui Raya di kamar untuk sekadar berbincang – bincang. Meski Raya terus mengusirnya keluar, ia tidak pernah berhenti untuk mencoba lagi dan lagi. Sampai akhirnya, mereka berdua saling bertukar pikiran mengenai perasaan bahagia dan sedih yang mereka rasakan semasa hidup di atas atap rumah. Sekian lama menghabiskan waktu bersama, Rayapun sadar bahwa ia memang

membutuhkan sisi Nirmala dalam dirinya, dan untuk itu, Atma segera membantu Raya untuk

kembali pada Nirmala. Dalam perjalanan panjang ini, Atma memberikan ide – ide mengenai hal – hal apa saja yang bisa dilakukan Raya saat memulai kehidupan barunya dari awal, sebelum kemudian meninggalkan Raya seorang diri untuk menghadapi amarah dan rasa irinya, mulai dari Erik yang selalu mengganggunya dan tidak sengaja menabrak mati Admiral, padahal ia diam – diam

menyimpan perasaan suka pada Raya, kegagalannya dalam memimpin persiapan festival Lintang, yang kemudian berakhir pada Lulu yang mengambil alih kedudukan ketua komite, rasa iri melihat Marin yang sangat dicintai oleh kedua orang tuanya, dan menghadapi ketakutan terbesarnya, sang ayah. Raya juga meminta maaf pada dua kucing kesayangannya, Bosque dan Admiral, karena tidak bisa melindungi mereka semasa hidup.

(16)

Setelah melalui semua itu, tibalah ia di markas Nirmala, tempat mereka berdua kemudian menyatu kembali… Dengan menyatu bersama Nirmala, belahan jiwanya yang sudah lama terlupakan, Raya akhirnya sudah siap untuk meninggalkan dunia ciptaannya, meninggalkan Atma yang telah menjadi teman sejatinya selama ini…

...ASLI NANGIS KU DISINI ASLI...

“For a moment, my mind rose from reality Was it heaven I touched?

As I half forgotten

The truth collapsed into thin air And I was lost in my dream again Half awake, I see your face in reality Was it even real?

Glowing lights that fills the emptiness in me Whispering you were here

And I closed my eyes Feeling lighter and lighter This emptiness is killing me And please hold my hands Hold them tighter and tighter Don't let them go

Please save me from my dream Stay awake in a perfect circle

This time I won't let myself tumbled down As I watched my dreams

Splash around the corner Governing reality

This time I won't forget I closed my eyes

Feeling lighter and lighter Don't let me go

Please save me from my dream”

T-T

Raya terbangun di rumah sakit. Setelah sekian lama berada dalam kondisi koma, kini ia sudah sadar kembali…

(17)

EPILOG

Beberapa saat kemudian, Raya yang sudah pulih sepenuhnya diperbolehkan untuk pulang. Dengan membawa buku merah yang menjadi kenangan terakhirnya bersama Atma, Raya memutuskan untuk berjalan – jalan di sekitar kota, berinteraksi dengan warga sekitar dan teman – temannya yang telah memiliki kesibukan masing - masing. Ini adalah hari terakhirnya disana. Rumahnya akan segera dijual, dan besok ia akan meninggalkan kota Raya merenungkan semua hal yang ia lalui di jembatan, dan berakhirlah kisah A Space for the Unbound.

Tapi, kalau sebelumnya kita berhasil menyelesaikan semua bucket list Atma dan Raya, termasuk mengumpulkan semua tutup botol dan huruf YOMAN, mengelus kebo bule, mengalahkan skor tertinggi future fighter, mendengarkan lagu sampai nangis, dan yang lainnya, maka kita akan mendapat tambahan ending, True Ending Setelah berdiam diri sekian lama di jembatan, Raya pergi ke tepi sungai untuk berterima kasih pada Atma dan mengucapkan salam perpisahan. Ia meletakkan sebuah bunga dan buku cerita mereka di dekat sana…

Dengan begitu, game A Space for the Unboundpun akhirnya benar – benar berakhir.

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen kompetensi, yang merupakan langkah awal dari proses panjang manajemen talenta mampu memberikan nilai tambah dalam aspek sumber daya manusia.. Namun, hal ini belum

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat mengenai hubungan antara dimensi stres kerja dan komitmen organisasional kepada institusi yang

Proses komunikasi antara Nabi khidir as dan Nabi Musa yang memposisikan Khidir sebagai pendidik, sedangkan Musa sebagai peserta didik, memberikan contoh mengenai

Novel digunakan pengarang sebagai alat untuk menyampaikan ide, pandangan, maupun kritik mengenai berbagai hal dalam kehidupan bermasyarakat. Beberapa novel muncul dengan

menginspirasi dan memberikan informasi yang sangat penting mengenai kehidupan manusia. Informasi yang kompleks namun sering dianggap sepele. Misalnya informasi tentang

Manfaat praktis dari penelitian ini untuk memberikan gambaran makna pesan yang terdapat pada lirik lagu Jogja Hiphop Foundation kepada masyarakat mengenai konflik kehidupan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada remaja mengenai bagaimana seorang remaja seharusnya berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih

Manfaat Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai pengaruh bobot bibit awal yang berbeda dengan pemberian pupuk cair terhadap laju pertumbuhan calon bibit