• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Aceh Dalam Lintas Sejarah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pendidikan Aceh Dalam Lintas Sejarah"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME IV, EDISI 01 JANUARI . JUNI 2O+3

ANALISIS

MODEL

INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI AGAMA |SLAM Oleh:

Anhar

Pendidikan Dan Kualitas Sumber Daya-Manusia Oleh:" DR Suhimbn lsmaifi frll- Ag

PENPI DI}(A.N"ACEI-L"DALAil.I- ITNTAS SE.IARAHSAifuddiN. S.

PdI., MA

DASAR-DASAR TEORITIS P-ENDIDIKAN ISL{M Oleh: Drs. H.

ffi,'iIf;*

3 oLt;.ru 6l.ii r c4.si

i;.5o

Hatta Sabri M . pd

UNDERSTANDING READING COMPREHENSION TEXT BY

USINd SMALI GROUP DISCUSSION TECHNIQUE

-

oleh:

Baihaqi

H U BUNGAN KEGIATAT{ MGMP .TERHADAP PENI NGKATAN KUALITAS GURU" IPA BIOLOGI*SMP NEGERI

DI

KOTA LANGSATriMustika

D I NASTI SALJ UQ {Dalam Membangun Suasana Ekil ibirium

a

a

a

! a

a

a

Diterbitkan Oleh;:

\i

f=,1

;/Universitas.Ialam Timiang

Uffi/ Kualasimpang

-

Aceh Tamiang

(2)

DAFTRA

ISI

KATA PENGANTAR...

DAFTAB ISI...

1. ANALISIS MODEL

INTEGRASI AGAUA DAN SAINS

DI LINGKUI'{GAN PERGURUAN TINGGI

AGAMA

ISLAM

Oieh: Anhar

2.

Pendidikan Dan

Kualitas

Sumber Daya Manusia Oleh:

DR. Suiaiman Ismaii'

M' Ag """"'

3. PENDIDIKAN ACEH DALAM LINTAS

SEJARAH

Saifuddin, S' PdI',

MA"""""

4.

DASAR.DASAR TEORITIS

PENDIDIKAN ISI,AM

OlCh:

Drs. H. Amri, MA

""""'

5. a4/f

a;Jlf

gL I

c-'Ll;rlJ tli!1

I oL-e Jf

Hatta Sabri M'Pd

UNDERSTANDING READING

COMPREHENSION

TEXT BY USING SMALL GROUP

DISCUSSION

TECHNIQUE

oleh: Baihaqi

HUBUNGAN KEGIATAN MGMP

TERHADAP

PENINGKATAN KUALITAS GURU

IPA

BIOLOGI SMP NEGERI

DI

KOTA LANGSA

Tri Mustika """"""

8. DINASTI SALJUQ (Dalam Membangun

Suasana

Ekilibirium Islam Mad'rasah

Nizamiyah)DINASTI SALJUQ Ishak

MA"""""

I ll

(1-1e)

(20-32)

(33-47)

(48-5e) (60-68)

L\T,Lt LL\G

. ,-

:

F- .1"

b"

7"

(6e-82)

(83-100)

(101-112

Jurnal Fakultas Tarbiyah "Pedagogy lslamica"' Vol VI' Edisi' 01' 2013

(3)

PENDIDIKAN ACEH

DALAM LINTAS

SEJARAH Saifuddin, S. pdl., iy11r

ABSTRAK

Pendidihan d'i Aceh

terdiri d,ari

pendid.jkan

pada

nlQ.sa

kesuttanan, mesa tzotoniat Betan.a,

;":,; ;L;;,uouro,

Jepun,

dan zaman Repubrik Indonesia. Daram

iuku

hikayat tid,ak dijeraskan

secara

mendeta,

_

-bagaimana

proses berajar

berlangsung pad,a masa

itu.

Namun demikian

kita

harus mengakui has, pend,id,ikan mereka pada masa itu tetah dapat mendidik

para

ulama

yang

terhenal,

seperti

Hamzah Al- Fanshuri, Abdur Rauf Syiah Kuala, Syamsud,din As_sumatrani

dan

lainnya. pend,idikan

harus

terus-menerus merakukan adaptasi dan penyesuaian d,engan gerak perkembangan

,mu

pengetahuan dan inouasi teknologi, ,nhingga tet;ap releuan d,an kontekstuar d'engan perubahan zaman- pend.id,ikan

bertugas

untuk

menyiapkan peserta

didik agar

d,apat mencapai peradaban yang maiu melalui perwuiudan

,)o"ono

belajar

)'ang

mencerahkan, rzondusif, serta aktiuitas proses pemberajaran pend.id,ikan yang kreatif.

lang

menarik Tujuand.an

kajian

ini

untuk menganaliri" bogoimana pend,idikan d,i,4ceh dari masa ke masa. Kajian

ini

menggunakan ha,edah literatur

dengan analisis dokumen.

{:;,:

[{yn6i: pend,id,ikan

d,an Sejarah ,L Pendahuluan

Pendidikan merupakan upaya sadar manusia yang tidak pernah

r:'

hentinya' pendidikan merupur.u' faktor yang sangat penting daram t::-idupan dan perkembangan suat,

brrrg.u, tJr".rul"ndidikan

dapat

mr,=::entukan

maju

mundurnya pelaksanaan pu*b,u.rg.rrrr., bangsa r"i :In segala

bidang. Sekolah merujuk kepada

organisasi

:ii"::::ai yang menurunkan ,mu dan

kemahiran

kepada

ahri

I:T1iil",,"t"l:l:o l""i1sLu1

rendah, menengah, korej, pusat J*:;:-an

khusus atau

universiti. persekolahu.r

r,.rtr"_".r#;ffi

: Dosen pada Fakultas Irmu sosiar dan Ilmu politik, universitas Malikussareh,

l-=umaE,A."h,I"do"".i.

uil,Juii"aai"__yOyahoo.com

Ftkultas Tarbiyah ,,pedagogy Islamica,,, Vot Vt, Edisi. 01, 2013 35

(4)

pengajaran

formal

di bawah pengendalian guru-guru yang dilatil khusus

untuk

tujuan tersebut.

Kita

pada

hari ini,

seperti pendudul

negara-negara

lain termasuk

negara maju, menjangka anak-ana

kita akan pergi

ke sekolah atau melalui

alam

persekolahan bal mendapatkan pendidikan. Apa yang dilalui

oleh

oleh anak-anak t

sekolah adalah pendidikan

secara sistematik. sekolah merupaka

agen

sosialisasi

yang kaed.ah

pendidikannya

berstruktur

da

pengasuhannya bersifat formal, dalam menyediakan

ahli

masyarakr

yang berkemampuan memainkan rol dewasa mereka'

Pada masa kerajaan Iskandar Muda (1607-1936) Aceh tela

rnemiliki

iniitut

atau universiti yang disebut Jamiah Baiturrahmr yang terletak

di

ibukota kerajaan Aceh Darussalam, yang merupak pusat pengajian berbagai ilmu pengetahuan. Perang melawan penjall yang lama yang dikenal d.engan "Perang Aceh" yang dimulai pada ta-hu

1g73, telah menyebabkan daerah Aceh menjadi mundur. Sebab selurt

Iapisan

masyarakat

telah berjuang

melawan penjajah sghinE!

pendid.ikan yang

merupakan penggerak

utama dan

pendorc

kemajuan daiam pembangunan masyarakat telah menjadi hancur

&

merosot.

Pendidikan di Aceh yang dibahas daiam tulisan

ini

terdiri dr pendidikan

pada

masa kesultanan, pend.idikan pada masa kolod Belanda, pendidikan pada masa pendudukan Jepun, pendidikan

pl

zamar Republik Indonesia

dan

pendidikan

di

Aceh dalam bindtl Republik Indonesia. Berdasarkan latar belakang yang telah disajikanl atas, maka ada dua hai yang ingin dikupas dalam tulisan ini.

Pert{

bagaimanakah bentuk pendidikan di Aceh dari masa ke masa?

E{l

apakah pend.idikan memberi peranan d.alam menurunkan ilmu 'kemahiran

I

kepada ahli masyarakat di

Aceh?

I

I

B. Metode

Kajian

I

Dalam penelitian

ini

penulis menggunakan

Metode

kualitd dengan prosedur content analysis (konten

analisis).

Weber (1985

mnyebutkan analisis isi /

konten

analisis adalah

meto

penyelidikan

yang memanfaatkan seperangkat

prosedur

untt menarik kesimpulan

yang sahih dari

sebuah

buku atau

dokume

Krippendroff (1980)

mentakrifkan kajian isi ialah teknik

penelitir

yang

dirnanfaatkan

untuk

menarik kesimpulan

yang relatif

dr

sahih

dari

data

atas

dasar konteksnya (Moleong,2007).

lurnal Fakultas Tarbiyah "Pedagogy lslamica", Vol Vl, Edisi' 01, 2013

(5)

rL!6

=E

o6',

s

7 z

t..r

L

;3;

-=?!r-

"='

4

- -::':

,iaiani \Ioleong (2007)

kajian isi teknik

apapun : i -:r-

rrr:ik

menarik kesimpulan

dari

usaha menemukan

!:r-,:-

-:enemukan

karakteristik pesan

dan dilakukan

.,.,:

i-.:r sistematis. Jadi, data yang diperoleh dalam kajian ,

-:-. jan

dirnlerpretasikan sesuai dengan fenomena yang

::r :=:elitian

tersebut. Teknik peneiitian

ini

diharapkan

.:

-.:-;arkan pendidikan di Aceh dari masa ke masa.

L,*,:

:€jarah

Dan Pendidikan

-r: ,.--.L-h

"-: r

;='arah secaia harafiah berasal

dari kata Arab (or;*i:

.-,:-:

artin5za pohon. Dalam bahasa

Arab

se:rdiri sejarah l._

- :arilh). Kata tarikh

dalam bahasa Indonesia ertinya

:..-

rmenunjukkan

masa).

IJmumnya sejarah atau ilmu

r.:rlian

sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah

::::iEi

cabang ilmu pengetahuan, mernpelajari sejarah berarti

'. ,

:.:,

ian

menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang .r.--

lrang

perorang, keluarga,

dan

komunitas. Pengetahuan

,

rr-1: melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang

'

-i'.::'; serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.

;,- -:-:'araningrat

et.al

(2003) mendefinisikan sejarah sebagai ,*

i

nengumpulkan data, mempelajari,

menganalisis

dan

:

:'::=.,.=:kan kejadian-kejadian dalam

masa

lampau. Namun

r r

. =::ran. Georg Wiihelm Friedrich Hegel menyatakan bahwa

- i-:- pernerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah -

':

-r

::insip

yang didapat darinya. Kalimat

ini

diulang kembali .:-,,-"-'':ilr dari Inggris Raya,,Winston Churchill, katanya: Satu-

,

-,.-,, \-ang

kita

pelajari

dari

sejarah adalah trahrn'a

kita

tidak

' :.:r

belajar

darinya.

Namun demikian

kita tidak

boleh i

.:r-

sejarah.

Dalam kontek ini Aceh yang

penduduknya

* :

,.

:::us1im tentu banyak kebijakan-kebijakan yang sarat dengan

" ..-.- Isiam dan kita harus beiajar dari sejarah masa IaIu.

Pendidikan

iioentjaraningrat

et.al

(2003) menyebutkan pendidikan adalah

-,

usaha mengembangkan pengetahuan, keterampiian dan watak

,,. i.r'ga

masyarakat.

Pendidikan merupakan proses sistematis meningkatkan

martabat

manusia

secara hoiistik,

yang

tltas Tarbiyah " Pedagogy lslamica", Vol Vl, Edisi. 01, 2013

I7

=-i

1z

;

t. 7

2

7l

*iT-)

>1

?- -.

- - = a ? = > - - Z= i

-

= 1 = == =

. U :_ G = -- - Z

?r : - - a - -

: _d:.

=

= a=

=

"E

'=

i :==== ===

7

=fr, ?Z ='= -

:.-=E =

i--=;t--;=l

if =i lz-== =. i

i=:2==i=!

==LE1-=i7

r ii L:.==

==

*--!G'?

l:;;

===!=:irta-

r. = ?=

n

! a a

?

I

-f,a'

a= =

;==

E\-

i*li .. l

th.

it.

(6)

memungkinkan

dimensi

kemanusiaan

paling mendasar

dapat

berkembang secara optimal. Ketiga dimensi dasar tersebut adalah; (1) kognitif yang tercermin pada kapasitas

pikir

dan daya intelektualitas

untuk menggali dan

mengembangkan

serta

menguasai ilmu

pengetahuan dan teknologi; (2) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; dan (3) psikomotorik yang tercermin

pada

kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.

Menurut John

Dewey, Pendidikarl'

adalah satu

proses

pertumbuhan dan perkembangan. Beliau memandangkan pendidikan' sebagai satu usaha mengatur pengetahuan untuk menambahkan lagi pengetahuan acla yang ada pada seseorang individu

itu.

Bagi James

\,{iU pula,

pendidikan

adalah satu

proses memberi pertolongan n-iaksimum kepada setiap anggota satu-satu masyarakat supaya hidup

,l:r:r:1n penuh keselesaan serta kegembiraan.

John \Iacclona1d. dalam bukunya

"A

Philosophy Of Education"

:-.:i.-r:a penchdikan jelas

dilihat

dengan membandingkan masyarakat

:r'-::i::i:

clengan masl'arakat moderen. Dalam masyarakat primitif, t1-]akna pendidikan

ialah latihan

vokasional.

Anak-anak

dalam masyarakat

primitif perlu

diajar bagaimana menggunakan alat-alat serta senjata kuno, bagaimana menangkap ikan dan mempertahankan diri supaya dapat mengekalkan ekonomi sukunya.

Dalam

masyarakat moderen, unsur-unsur dasar pendidikan masih sama, apa yang berbeda dalam masyarakat

ini

pengetahuan

disampaikan secara langsung, seorang

guru yang tinggi

iimu

pengetahuan serta kemahiranya adaiah

sangat

diperlukan. Oleh itu jelaslah bahwa pendidikan adalah merupakan satu ploses menolong dan memajukan pertumbuhan dan perkembangan seseorang individ'u dari semua aspek

yaitu

jasmani, aka1, emosi, sosial, seni dan juga moral untuk mengembangkan

individu

supaya hidup dengan sempurna serta

mengembangkan bakatnya

untuk

kepentingan

diri

dan menjadi ahli masyarakat )rang berguna.

Pendidikan

juga

disebut sebagai ploses pengubahan sikap dan

tingkah laku

seseorang

atau

sekelompok

orang dalam

usaha

mendewasakan manusia meialui upa)/a pengajaran'

Iatihan'

proses perbuatan

clan

cara

mendidik. Ki Hajar

Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran

' . -... ,ll. tt.t r:.. l .:1. Il-.sl-r.-.... :.

-':i.rIll\-:1. D' .-

1.-nditlik,:' ..

:

-

--.'ak

l:L : .

_

.:. cl'Rk:i ci*: -

l.nclidikan

Aceh Er -,

Tl r al.

irn

H .:---.'.

.tillthel" 1-:: .. -

. i:lan

aclalrrh 'ii-._ ,' i-,n lrtga

,{ai:-.

'.

:^an

:clttt r-.:-...

-

:

..

rlalipacla i

-.

,

-

,-:rdidrkarr,l _._

,., .,,ltt i'u ha

r.

:. .

l,i'rhamnacl

ci-:--=,'

:..h , i a]' l a n t; ::

- -:.-g.t'i. Olr:-,,--

:.::rk)rjk

Ins:::'--

O;

Lirtrtt'..' .

'

i.,

n

Jla ltin,-;

-

- .

-',ir

berkenaal'.-.'._

-r-rrat 134 iaitu:

'.. rare lt'oih br;)

',:..,'id teunghu nc ,' :.""

"

.t"unE ladon; h. .'

.'ttn jibcul

ltit,::

.

" . '' ghang reltt bcti',-:. ,.

..,ltija.

'-,i:arrg. t.t,ut tt,

,'

-

' -' i'.\'O.

' .' -., itcrtl-nteLtnan it,::.' '. 1t ttgl;u ntLtttti.-

-i. rt tt;al;o t tt tt,i.

Jurnal Fakultas Tarbiyah "Pedagogy lslamica", VolVl, Edisi.01, 2013 ao.)o

:ts'forbiyoh "Pe.:

(7)

:.:r-n J?Srl&ni anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu

' jrp dan

menghidupkan

anak yang sejalan

dengan

alam

dan ::'sr'-arakatnya. Dari keseluruhan pengertian pendidikan di atas, secara

'

--:kat pendidikan dapat dirumuskan sebagai tuntunan pertumbuhan r- : ,--'-nt :

iusia

interaksi sejak

lahir

dengan hingga tercapai alam dan lingkungan kedewasaan masyarakatnya.jasmani dan rohani,

ir" Pendidikan Aceh Era Kesultanan

Ibrahim Husen

daram

Majris pendidian Daerah (2002) satu-

::rrr-\'?

sumber tertulis tentang pendidikan di Aceh pada pada masa i

';-ltanan

adalah "Hikayat pocut Muhammad", t u*vu sarah seorang

"

-

: -:ra

bukan

dan juga sasterawan, seruruhnya membicarakan

ditulis

oleh Tbungku tentang Lam pendidikan, Rukam. Bukutetapi

' -'-iian

daripada isi

buku

tersebut memuat beberapa keterangan

- -.::ng pendidikan di Aceh.

Keseluruhan

isi

buku

itu

adarah kisah perang saudara antara

.'rurua, JarrE

'iii

sekitar tahun 1735. Buku tersebut terah diterjemahkan daram

::",: :T::1: :1"h

G w_r-

o""*". "l;;.'";;;X"lL#:1flX-1ffiil

rrqv \tLUJUt ,

::,::-?f

Linsuistic

?:! :"*ropotngy)

Leiden, dan dicetak pada

=ul,,l"*^ffi;

1..:,il:.Y}:".ir"

dengan pendidikan datam buku

terdapat

pada .:a surat 134 iaitu:

3r!_::r:

t*ih

bak meunasah, geutamong leupaih sigra_sigra -L[urid teunglzu no nanz reutoih, sare riyoh subra d.onya

\-a nyang ladom beut kuru'an lad.om tuan masa,ila.

Ladom jibeut jeurumiyah, d,ipinah matan fatihah

Ladom jibeut kitab jawoe, lad,om lalo bak poh cakra.

Rangkang reut barat ureung beut nahu, rangh<tng reut timu meuhija.

Ranghang reut turuong ureang beut teusawch, eieumee hatoih hiham ,neueya.

Jleunan-meunon ban, nyang babat, lad,om arab ladom jawa Di teungku maung neupeutimang, jeut-jeut rangltang waineu na Tengku utaho tundo' ulee, neu,eu iognn ureung meuhija.

ureung

: ckultas Tarbiyah ',pedagogy Islomica,,, Vol VI, Edisi, 01, 2013 39

(8)

t7 -q2fra '7a PE >GIG .=_G5

*: a

i t-

=:- i + =3

sS E

i!;=

12 :

I

t, l--

?

?:-Q=-FF

a? r i

q

{ rE i rE

E

t674E=3

1E-?i

! 3E =i

o ;B i-

'5a

Terjemahan syair tersebut dalam bahasa Melayu adalah seperti berikut: "Ada sekitar enam ratus murid dalam.

satu

tempat pengajian,

jih,a

murid.-murid sud'ah sampai

ke

menasah, ustaz mengharaphan supaya masuk d.engan cepat, murid.-rnurid tersebut

ada

yang belajar

membaca al-Qur'an, kitab Masailal, kitab Jarumiyah, hitab Jawi dan

ad,a yang hanya berbicara. Ranghang (balai tempat pengajian) sebelah

Barat

untulz

murid.

belaiar Nahu, rangkang sebelah

Timur

untuk

belajar membaca al-Qura'an, rangkang sebelah (Jtara belajar Tasawuf,

d,an ustaz sibulz memperhatikan sikap dan tingkah laku para muridnya

y ang b er macan't' - n'Lacam. "

Daripadasyairdiataskifadapatmengambilbeberapahalyang

berhubungkait

dengan sistem

pendidikan di Aceh pada

masa kesultanan tersebut, antaranya adalah: pertama, tempat belajar: Iaitu di menasah, yang terd-apat

beberapa

rangkang

di

sekitarnya' jumlah pelajar sesuai dengan tingkat dan cabang ilmu yang dipelajari. Kedua, pimpinan pendidikan

terdiri dari

teungku menasah

(ustaz)

yang

mempunyai

pengaruh dalam

masyarakat'

Sultan Aceh

sangat

menghargai pendapat Teungku dalam menjalankan sesuatu keputusan kesultanan. Ketiga, mengikut keterangan dalam

syair'

murid yang

belajar

di

kawasan menasah mulai

dari

tingkat rendah hingga ke tingkat tinggi bahkan tingkat spesialisasi dalam suatu ilmu agama.

Keempat,

sejauh yang

dapat

difahami

dari

syair tersebut

pendidikan bermula dari kelompok yang masih belum pandai membaca al-Qur'an (mengeja), sampailah tahap mempelajari

ilmu-ilmu

khas' seperti tasawwuf, bahasa

Arab

dan bahasa Jawi.

oleh

karena itu tidaklah menghairankan apabila muridnya berjumlah enam ratus orang'

Kelima, sesuai dengan keterangan yang terdapat dalam hikayat Pocut Muhammad pendidikan lSlam di

Aceh

pada zaman Kesultanan diatur seperti berikut: pertama, di peringkat rendah terdapat tempat (rangkang) sendiri dan dipimpin oleh seorang guru, yang berkedudukan sebagai wakil pengetua. Pelajaran yang ditekankan adalah kemampuan membaca AI-Qur'an,

yang dimulai

dengan pengenalan

huruf

lebih dahulu,kemudianmengejadanselanjutnyameningkatkepadacara membaca

Al-Qur'an. Kedua, peringkat

menengah'

Tidak

ada

penjelasan tentang pelajaran apa yarrg diberikan setelah murid mampu membaca Al-Qur',an. walau bagaimanapun menurut kebiasaan dalam pend.idikan agama di Aceh, sesudah pelajar mampu membaca Al-Qur',an mereka akan mempelajari bahasa Jawi (Melayu)'

r"'3;f

:==a+

: = E +i

=-:a=

= ? 7=!

i-2--;

i+i f i

= =

-:

t1---\ I

-=Zr,

=-Ett

is==

=7. sE

i=

z

Jurnal Fakultas Tarbiyah "Pedagogy lslamica", VolVl, Edisi' 01' 20L3 40

n==

i5E

!at

3==

a<

3

;

(9)

Tujuan mempelajari

bahasa Jawi adarah untuk

mudah

-'':,pelajari

ilmu-iImu

agama dasar yang kebanyakan terturis daram

.':r-1S& Jawi.

Pada

peringkat

ini

semua perajar mempelajari kitab

r -

r.rz

yang bernama Masailal At- Muftadln. selain dari bahasa Jawi --<at

ini

sudah murai memperajari bahasa Arab,

khasnya

yang

" i:-i'angkut

ilmu

Nahwu dan

kitab

yang digunapakai adarah A/_

"

: " tniyah. Ketiga, peringkat tinggi. sesudah menguasi bahasa Arab,

'

mahasiswa mulai mempelajari

,mu ,gr*,

yang rebih tinggi

:'-.-,lma ilmu Tasawuf.

Dalam buku hikayat tadi

tidak

ada dijelaskan secara mendetail

I

-- :-rlana proses belajar berlangsung pada masa itu. Namun demikian

r :

- - ':r mendidik para ulama

yang

terkenar,

seperti

Hamzah Ar-

':::ri'

Abdur Rauf

syiah

Kuara, syamsuddin As-sumatrani dan

: *ndidikan Aceh Era Kolonial Belanda

-\ceh

termasuk daram daerah

yang lambat

menerirna sistenr

" itan ''

politik yang diperkenalkan oleh daerah

Aceh

dapat dikuasai penjajah kerajaan Hindia Belanda, karenaBelanda tahun

-

Setelah 800 tahun Belanda menduduki wilayah-wilayah di purau

lan

pulau-pulau rain

di

Nusantara, Aceh masih merd.eka dan

- '-'ri

hubungan dengan negara-negara lain di dunia. Beranda yang

-'-'sai

nusantara dan berusaha memantapkan kekuasaannya di ':-

itu

tidak senang dengan keadaan

ini.

usaha untuk membujuk ' Aceh mengakui kedauratan Beranda ke atas wiiayah Aceh gagal.

':-

cukup bersedia, pada 1

April rg7',

F.N. Niewenhuijzen, wakir

' -:'

Dewan Hindia Beranda,

dari

kapar cidater uan"Ant'w'",;;;,

" -'-::-umkan perang terhadap kerajaan Aceh.

Said

(1961) menyebutkan keadaan di Aceh waktu

itu

secang

"

" - :-=mberangsangkan; Aceh dipimpin oleh :--i-ida, yakni Tuanku Mahrnud 5rang berumur seorang 16 tahurr sultan 5rang yangbaru

"-:rta pada tahun 1870. perpecahan yang telah wujud di kalangan

"'r'Aceh menjadi semakin besar karena suitan yang masih muda --":rrpun)'-ai kewibawaan untuk menutupinya. Aceh juga lemah

:'

persenjataan dan pertahanan. Dalam tulisan,ya dalam harian Tintes, Jenerar Donald stewart, pangrima Inggeris di kepulauan

,:

dan Nikobar yang berkunjung

ke

Aceh beberapa minggu

;: Tarbiyah "pedagogy Islamica,,, VolVl, Edisi. 01, 2013 +),

*,.

#

i&

ffi

(10)

"87 .t7

:-r :!'"

PE -Ertrl

-=-(I,"i

F* 0r'?E 4=:t=-

f ;

--

:

=a B

!-a-: -r

:,:

!e

?; i*I-; i

TTE ir?

t57e-3=

a-?

! =Y :

= io i

==

sebelum serangan Belanda menyatakan sekiranya serangan

Belanda

I

efektif. daiam beberapa buian saja Aceh akan

dikalahkan.

I

Namun Aceh tidak mudah ditundukkan; perkiraan stewart

yang

I

han5,a melihat

dari

segi persiapan

fizikal tidak

berhasil.

Serangan

I

pertama Belanda yang dipimpin Major JeneralJ.H.R. Kohler

dikalahkan

I

dengan aibnya. Pasukan Belanda memang dapat mendarat

dengan

I

mudah di Aceh, karena pada masa

itu

Aceh sudah tidak lagi

memiliki

I

armada

laut

yang kuat untuk mempertahankan perairannya.

Namun

I

sesampainya di darat,

Beianda terpaksa menghadapi

gelombang

I

pertahanan rakyat yang melawan dengan gigih. Belanda juga

sempat

I

menguasai

Mesjid Raya

Baiturrahman

namun

mereka

terpaksa

I

berundur. Kohler mati di depan mesjid kebanggaan rakyat Aceh itu

dan

I

pasukan Belanda pun melarikan

diri.

I

Peristiwa

ini

sangat mengejutkan negara-negara Barat

karena

I

mereka tidak menyangka tentera negara Barat masih boleh

dikalahkan

I

oleh bangsa kulit berwarna (Said, 1961). HaI senada juga

diungkapkan

I

oleh Di Tiro (1985) dalam surat kabar London Times tanggal 22

Aprtl

I

1873 antara lain menyatakan "Suatu kejadian yang luar biasa

dalam

I

sejarah penjajahan sudah terjadi di kepulauan Melay'u". Suatu

kekuatan

I

Eropa

yang besar telah dikaiahkan oleh tentera anak negeri,

tentera

I

Negara Aceh.

Bangsa

Aceh telah

mencapai kemenangan

yang

I

muktamad. Musuh mereka bukan saja sudah kalah tetapi

melarikan

I

diri. Surat kabar itu

juga menegaskan bahwa Belanda sama

sekali

I

tidak mempunyai hak menyerang

Aceh.

I

Kemampuan rakyat Aceh bertahan menjadikan perang

Aceh

I

sebagai perang terpanjang dan terdahsyat dalam sejarah

kolonialisme

I

Belanda. Antony Reid (1987) menyebutkan bahwa pada tahun

1913,

I

setelah 40 tahun berperang dapat dikatakan Belanda telah

menakluk

I

Aceh. Ini terjadi

setelah Belanda mengalahkan

dua sisa pusat

I

perlawanan Aceh yang dipimpin ulama di Tiro dan di

Keureutoe

I

Hasjmy (1976) menyebutkan Belanda menemui surat-menyurat

I

sultan yang meminta dukungan Jepun melalui kantor konsulat

Jepun

I

di singapura,

seorang penulis Belanda,

Dr. B.J.

Boland,

dalam

l

bukunya The Struggle of Islam in Modern lrtdonesia menyatakan

"walau

I bagaimanapun sultan tetap rnelanjutkan kegiatannya secara

rahasia,

I

bahkan selama ditawan, dan Aceh tak pernah

menyerahkan

-"1

I

iE:a3--=L

=?;?*

: - g 13

= ? 7- t

l=ir-=

;+=!:

= = -a r

!1-=-- -:31.

i-Ei !

-3?-

-4. g--

't:

3

(11)

Kegagalan Beranda menakrukkan Aceh, juga dinyatakan oreh

'

'h

seorang panglima perangnya di Aceh, Jenerai van pel daram buku

' <

Klerck History

of

the Netherland East Indie. Menurutnya cita-cita -:rajah Aceh adaiah amat sarah. "sebenarnya soar menang

tak

ada

' '-:r-r

itu.

Keadaan tentera (Belanda)

di

Aceh sangat menyedihkan, -::1a rnehderita kekarahan yang hebat dan

akibatya

kemusnahan

,_'-iitan yang besar (Hasjmy, lg76)

Kisah perang Aceh adarah kisah semangat menentang penjajahan

' kisah

pengorbanan sebuah bangsa.

paul van,t veer

(1g85)

" -'-"-ebutkan, hingga tahun 1914 saja 70,000 rakyat Aceh mati daram

- -.:rg. 25,ooo

lainnya mati

dalam tahanan,

dan

500,000 cedera.

.-

':rony Reid (1987) yang mengutip raporan

Liefrink

31

Juli

1909

'

' '--'-ebutkan

Aceh

Besar

yang

menjadi

pusat

kesurtanan telah '--angan sekurang-kurangnya tiga perempat daripada penduduknyan

:-

karena mati atau berpindah.

satu

witayah pedaraman yang

. -::'pur

Belanda pada tahun 1g0B telah kehilangan setidak-tidaknya - r pertiga atau satu perempat warga raki-lakinya. Ini berum termasuk :rrbanan dalam bentuk rumah yang dibakar, ternak yang dibunuh,

--':

-\-ang dirampas serta akibat yang lebih bersifat

ma\ro

seperti

'

. :t'osotan ekonomi, sosial dan kemunduran peradaban.

Pengorbanan-pengorbanan karena mempertahankan bangsa ini,

':in!'a

meningkatkan

nilai

kebangsaan dan identitas keAcehan bagi

"''---atnya. Pengistiharan perang Aceh oleh Belanda juga menjadi awal

' "

sejarah panjang

konflik di

Aceh.

Konflik a"rrg*

Belanda saja -'-angsung

sampai To tahun

(7g78-1942),

kemudian

period

' ' indukan Jepun (rg42-rg4s)

dan terakhir konflik

sernasa dalam --'ra Indonesia 1945 hingga 2ool. orang Aceh hidup, besar dan mati '-m

konflik

kekerasan.

Ini

membuat semangat perlawanan yang

:: =?Dg sedia ada akan semakin kuat tertanam dalam diri orang Aceh.

Pendidikan Aceh pada masa koloniar Belanda dapat dibagi ada dua

bagian.

pertama, pendidikan umum yang diadakan oleh :.'erintah kolonial Beranda dan kecua pendidikan pondok (d,ayah) dan -''

-lah agama

(macrrasah).

Belanda tidak pernah

berniat

':-cerdaskan rakyat Aceh merainkan untuk menjajah dan memeras ''-' at Aceh dengan berbagai

cara.

pendidikan yang diasuh oreh para ':-ia dianggap berbahaya karena menurut mereka penciidikan agama - nenanamkan rasa

benci

claram

jiwa

anak-anak

Aceh

terhadap

'

'iaan kolonial Beranda.

Bahkan

pendidikan agama dianggap oleh

:

Fakultas Tarbiyah "pedagogy Islarnica,,, Vol Vl, Edisi. 01, 2013 43

(12)

l

Belanda sebagai alat untuk membentuk dan mengumpulkan

kekuatan

I

guna membalas dendam

terhadap

mereka. OIeh

karena itu pada

I

pandangan Belanda pendidikan

agama

harus dihapus

di

Aceh

dan

I

digantikan dengan sistem pendidikan

lain

yang sesuai dengan

selera

penjajah

Belanda.

II

sesuai dengan

maksud tersebut kerajaan kolonial

Belanda

I

mendirikan dua

macam sekolah bagi rakyat Aceh. pertama

sekolah

I

biasa dan kedua sekolah

untuk

golongan bangsawan (elite).

untuk

I

rakyat biasa didirikan

sekolah

yang bernama

"sekolah

Desa"

I

(volkschooD pada tahun

1907.

Tempoh pengajiannya

di

sekolah

ini

I

selama

tiga

tahun dan jenis pelajaran yang dibOrikan adalah

membaca

I

dan menulis dalam bahasa Melayu dengan menggunakan tulisan

Latin'

I

sekolah tersebut tid"ak mendapat sambutan

daripada rakyat

I

Aceh karena berbau kolonial dan

rakyat

Aceh pada masa

itu sangat

I

membenci tingkah iaku Beianda yang kejam yang selalu

membunuh

I

para

ulama

dan mujahidin yang mempertahankan bangsanya.

Maka

I

pada masa

itu timbullah

anggapan bahwa siapa yang bersekolah

di

I

i"r:"rrit

yang didirikan Beland"a, mereka akan menjadi

kafir (Reid,

I Sekolah yang didirikan oleh kerajaan kolonial Belanda

hanya

I

diterima

oleh

sebagian rakyat

Aceh

pada masa munculnya

Syarekat

I

Islam (SI) pada tahun 1920. Perjuangan Syarekat Islam

ini bertujuan

I melepaskan rakyat Aceh daripada penjajahan. Jika dikaitkan

dengan

I

pengaruh

perjuangan Syarekat

Islam

dan kesedaran rakyat

Aceh

I

terhadap pendidikan jumlah sekolah desa itu bertambah dan

jumlah

I muridnya menjadi 33,000 orang pada tahun 1935 (Reid,

1946)'

I

Sekolah yang diperuntukkan untuk golongan bangsawan

(elite)

I pada masa

itu

adalah Holland.s Inlandsche school (HIS). Pada

tahun

I

1g38 sekolah jenis

ini

telah berjumlah

lapan

buah

di

seluruh

Aceh I

dengan jumlah murid 1,500 orang. Adapun murid-murid yang

diterima I

disini adalah anak-anak yang menurut keyakinan orang Belanda

akan

I

menjadi pendukung politik mereka di kemudian

hari'

I

F. Pendidikan Aceh Era

JePun I

Tentera Jepun menduduki Aceh dalam tempo yang tidak

begitu I

Iama.

Oleh

karena

itu

mereka

tidak

sempat menjalankan

politik t

pendidikannya

di Aceh. Kerajaan Jepun

mempunyai rencana

I

pendidikan yang besar, iaitu memasukkan Indonesia ke dalam Indonesia

I

l5 i F='

=-=;

j: i ?=

L+

=i7-j 1=*o-a B -3 i:

= ?

-- e

::

-:3*.

- ;tE. :

= =E>

.;t=-

L.

:

?-7

>E

!- r!

.=

r

t-

7qEa=

7 7.

\=

AE ei

aF

7 azl')F o.5poa ).E qrUrDr E.e

?;

(D

(13)

P.a1-a ciptaan Jepun. Walau bagaimanapun sebelum rencana itu :rrlaksana Jepun telah dikarahkan oreh pihak tentera bersekutu.

Ada beberapa perkara

penting

yang telah

dilakukan

tentera

'i=pun selama menduduki Aceh. Antaranya ialah memansuhkan semua

itkolah yang berbau Belanda

sehingga

Sekolah HIS

dan E;ropescheschoor dijadikan sekorah rakyat dan Bahasa Belanda sebagai :Ehasa pengantar telah digantikan dengan Bahasa Indonesia. Bahasa o:=pun

:;:i

diajarkan diajarkan

di di

semua sekolah setiap sekolah tanpa kecuari dan ragu kimigayo wajib

dan

nyanyian diperajaridaram I'i:asa Jepun juga diajarkan di semua sekolah rakyat.

Para

guru diwajibkan

mempeiajari

bahasa

Jepun, kursus

b,:lasa Jepun dibuka diberbagai tempat. Sekolah

agama

'rperbolehkan berjalan

seperti bi"r.ryu tetapi

tetap dianjurkan

ui=mpelajari

bahasa

Jepun terutama

bagi

sekolah

yang

gurunya

r 'hir

bahasa Jepun. pada masa

itu

terdapat dua sekolah guru di

t':rii' iaitu .IHAN GAKK, di

Kutaraja

dan

'EK.LAH

N,RMAL

ISI{\f

Bireun.

Pendidikan

Aceh

Dalam Bingkai Republik fndonesia

Ketika Aceh teiah menjadi bagian

daripada

Negara kesatuan

p';bLik Indonesia

(NKRI)

pendidikJn di Aceh dengan daerah rain di

';:'':h

Indonesia pada umumnya menjadi sama. seterah Indonesia

*peroleh

kemerdekaannya pada tahu

n

rg4s,pendidikan di Indonesia

salah satu perkara yang berraku semasa pendudukan Jepun

:f :::1'::.,1i1to,uu.TT"Ju

Aceh tetah

*ump..ol"h

kesempatanAescrrrpatran

=t

mendapatkan pendidikan

miiiter

Jepun, dengan mendaftarkan

:;:?,:Tt, ?'l:::: :ii*^dir:.'."tkan di

Lhokseumu*" dun beberapa

rpat

lain di Aceh (Majlis pendidikan Daerah 2002).

;-l

mengikut perundang-undangan negara. saat ini Indonesia telah

:1::l_"

undang-undang pendidikan yang mengatur semua )Err_tua sistemslslem

:

sewenangan bidang pendidikan di Indonesia.

, -._T._lii,konstitustolu,

ada dua dasar kebijakan pendidikan di ::.*.ra, iaitu; amanat

.":-

Undang_Undang Dasar (UUD) ,9n5, Urrdurr*_

)".Ti",lrI:H",r^:?,

Ada tima hal penrin

s

yaDsrerkandungvvrr\ar1uuIl5

-:

pasal 81

UUD

1g45. pertama, setian

*..gu ,rJ*rru

berhak :;patkanpendidikan. Kedua, setiao waysA ].r€ooyo,,,^jir- _ ^_,

.r

!.

;:*T ::ntah *:::-ll;, ffid;"'*Iff"J;fl111;?if"-"*1Tj:

mengusahakan

dan

menyeienggarakan

.ui, :r#;

;*-,:,iras Tarbiyah ,,pedagogy

Islamica,,, Vol VI, Edisi, 01, 2013

(14)

rE - --k -=ia=t3 - :

7 ri 7 rE

t -ts I + E -ze-:e

t- a ?-a- j' z -

pendid.ikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa'

Keempat, negara

memprioritaskan

anggaran

pendidikan sekurang-kurangnya

dua puluh peratus (20%) dari

anggaran

pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan

ielanja daerah untuk memenuhi kebutuhan

penyelenggaraan

pendidikan nasional. Kelima, pemerintah memajukan

ilmu

pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003

tentang

sistem pend.id.ikannasionalmenyatakanbahwapendid.ikannasionalberfungsi mengembangkankemampuandanmembentukwataksertaperadaban bangsa

yang

bermartabat daiam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan

untuk

berkembangnya potensi peserta

didik

agar

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak

mulia,

sehat,

berilmu'

cakap'

kreatif' mandiri'

dan menjadiwalganegarayangbemokratissertabertanggungjawab.Aceh

yang

sampai

hari masih

menjadi bagia daripada Negara Kesatuan Republik Ind-onesia

j'ga

menggunakan Undang-undang tersebut

sebagai panduan d-alam penyelenggaran pendidikannya'

Setelah penandatanganan perjanjian damai di Helsinki antara Gerakan Aceh

Merdeka (GAliI) dengan

pemerintah Republik Indonesia, Aceh

telah memiliki satu

undang-undang khusus yang mengatur tentang pendidikan

iaitu

Qanun Aceh Nomor

5

tahun 2008

tentang

p"ny"I"t g

gataar pendidikan' Mudah-mudahan

dengan adanya Qanun tersebut pend'id'ikan di Aceh

akan lebih maju

dari

masa 1alu.

H. KesimPulan

Bentukpendidikand.iAcehdarimasakemasaterusmenga}ami kemajuan. Pada masa kesultanan' pendidikan di Aceh dija1""Oi:

-:

meunasah-meunasah, belum

ada

bangunan

yang

permanen sepel't:

padasaatini.ErakolonialBelanda,diAcehsudahmulaididirikar:

seko}ah-sekolaholehBelandadanituhanyaditerimaoiehsebagian rakyatAceh.Sekolahyangd.iperuntukkanuntukgolonganbangsain,al.

(elite) pada masa

itu

adalah Holland.s Inland'sche school

(HIS)'

Pacia

4--:=

?=*,?;

11 i=- t

=-=+=

=-==21

= r

=< -

= == F J:

^-3E^!

- a= --

- a-

3-

=-:

=

lurnal FakultasTarbiyah "Pedagogy lslamica"'VolVl' Edisi' 01' 2013 +D

d

1!ffi

,:1ii

-}- r---.i

tr8

zi=

::t

-=

!-

Z

(15)

'-.rn

.:

dengan 1938 sekoiah jumlah murid jenis

ini

1,b00 orang.telah berjumlah

iapan

buah di seruruh Ada beberapa perkara

penting

yang telah dilakukan tentera

':

-in masa menduduki Aceh. Antaranya iarah memansuhkan semua

' lah yang berbau Beranda sehingga Sekolah HIS

dan

::

'--'-sa -,pescheschool dijadikan sekolah rakyat dan Bahasa Belanda sebagai pengantar telah digantikan dengan Bahasa Indonesia. Bahasa ' ':n diajarkan

di

setiap sekolah dan lagu kimigayo wajib dipelajari

'

'

diajarkan

di

semua sekolah tanpa kecuali

dan

nyanyian daram

.-r.sa Jepun juga diajarkan di semua sekoiah rakyat.

Ketika Aceh telah

-

menjadi bagian daripada

Negara

"

i::tuan ..:an

daerah Repubrik Indonesia

lain pada umumnya sama.

(NKRI)

sistem pendidikan

Setelah Indonesia

di

Aceh

'

'-:-oeroleh kemerdekaannya

pada tahun rg4s,

pendidikan di

":resia diatur

mengikut undang-undang Dasar

negara.

sistem

I 'irdikan Nasional di Indonesia diatur dalam

Undang-undang

::-:r

20 Tahun

2003. Konflik yang berkepanjangan

telah

r

'*lakibatkan

pendidikan

di

Aceh

jauh tertirggrt

daripada daerah

-. -ii Indonesia.

Pendidikan di Aceh telah memberi peranan daram menurunkan

.':hiran ilmu

pada masyarakat Aceh

iaitu

pendidikan berfungsi

- '' gai wahana strategis daram upaya mengembangkan segenap potensi - -'-' rdu menjadi manusia seutuhnya yang

tidak digilas

zamany\ya,

.-'-r: insan yang cerdas secara komprehensif, yang meliputi cerdas -:-:ual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas

- -stetis.

Aspek

politik,

ekonomi, sosiar-bqdaya, pertahanan-keamanan, ':an ideologi sangat erat pengaruhnya terhadap keberrangsur-rgan .''':ienggaraan pendidikan, begitupun sebaliknya. Merarui pendidikan :-'isia menyadari hakikat dan martabatnya di dalam rerasinya yang

' '':'tr.

rerpisahkan dengan pendidikan sebenarnya

alam

mengarahkan manusia menjadi lingkungannya

dan

sesamanya. insan

Itu

= sadar

diri

dan sadar ringkungan. Dari kesadarannya

itu

mampu

''erbaharui

diri

dan lingkungannya tanpa kehilangan kepribadian :idak tercerabut dari akar

tradisinya. Dari segi

aspek '''1ayaan, pendidikan harus dapat merahirkan individu yang dapat .-tlihara tradisi serta mewujudkan peluang untuk memperkaya dan

=starikan kebudayaan.

untuk

mencapai

tujuan ini

individu

:okultas Tarbiyah "pedagogy Islamica',, Vol VI, Edisi. 01. 2013 47

(16)

hendaklah mempunyai pengetahuan

nilai moral yang

diterima, pencapaian kebendaan tamadun manusia dan idea-idea saintifik.

Jurnal Fakultas Tarbiyah "Pedagogy Islamica", VotVI, Edisi.01, 2013

(17)

DAFTAR RUJUKAN -\zar' E' 1gg0 The rvlanagement of protracted,

sociar confrict : Theory and.

Cases. Aldershot: Dartmouth.

Di

riro,

Front of H.M. 198b. Aceh-sumatra, The case and

A

presentation the cause of the Nationar Liberation

Befo

re

The scandinauian Association of southeast Asian

srri"i'ilor:)", ["*oorg,

August 28.

t"""?i:;I:.*"' et'al'

2003' Kamus

rstitah

Antropotogl. Jakarta:

t*-T;;i:?;:ri,.T#am Ahmad.

2012 Acehnoiogi Banda Aceh:

1'I:-ilis

pendidikan Daerah.

zoo2.

-perkembangan

pendidikan

Nanggroe Aceh

Darurrolo*.U."U,

di

Aceh: Gua Hira..

\'r : reons' Lex

t

i;Jf^l|;#lto

do

togi

Penetitian Kua titatif

.

Bandung:

pr.

-{

'-'jmy'

Ke m

A'

e r d e 79T6- ka an In peranan do n e s ia. Isram J akarta:

d**

penerbit perang Aceh nriu., +i.rtu.rg.

dan

perang

'i-':d' Sumatera.

A'

lgBT ' perjuangan Jakarta:

pustaia,1"r"

Rakyat: Reuorusi

.an

Hancurnya Kerajaan di Harapan.

:';i-d'

M.

1961. Atjeh sepanjang Abad,J,id I. Medan.

!.

,

;;;

,-

: ! Fa ku I tas T a rb iy a h,, pe d ag ogy Is I a

^, rr,,,

iffi

49

(18)

' ' ' ,-l!:

1:

'1111

I ,illt

i,'iir

",([

"{ll

,$1,fi

fl

{&

ffi

jmi Iffil,6

ffi'li ffi*

ffi

.-"-'-

57 ffiilffiffiffi 2086-51

fiffi[ffi

rssN

Referensi

Dokumen terkait