• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Berkelanjutan Berbasis Konservasi dan Teknologi

N/A
N/A
Ellynsia Salwa Fawwaziara

Academic year: 2024

Membagikan "Pendidikan Berkelanjutan Berbasis Konservasi dan Teknologi"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Nama Mahasiswa : Ellynsia Salwa Fawwaziara

NIM : 2398011216

Prodi/Bidang Studi : PPG/Pendidikan IPA

Mata Kuliah : Pendidikan Berkelanjutan Berbasis Konservasi dan Teknologi

TOPIK 1. KONEKSI ANTAR MATERI LK Individu

Buatlah ringkasan/rangkuman materi mengenai:

1. Apa itu SDGs?

SDGs merupakan suatu sistem yang telah direncanakan dan juga memiliki komitmen oleh para pemimpin bangsa, dimana termasuk pemimpin Indonesia. SDGs ini dilaksanakan secara global dan makro. SDGs terdiri dari 17 tujuan pembangunan yang terbagi menjadi 169 target yang saling terkait, inklusif, dan terintegrasi satu sama lain. SDGS memiliki batas waktu pencapaian hingga tahun 2030 dan bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun individu yang tertinggal dalam upaya pembangunan global ini (prinsip "no one left behind"). Sustainable Development Goals bertumpu pada tiga pilar: (1) pilar Sosial, pembangunan manusia dalam ruang lingkup sosial; (2) pilar Ekonomi, pembangunan ekonomi; (3) pilar Lingkungan, termasuk Keanekaragaman hayati. Dan ketiga-tiga pilar ditopang oleh landasan institusi tata- kelola. Ketiga-tiga pilar dan landasan institusi ini bertumpu pada 17 Sustainable Development Goals yang diurai dalam 169 target-sasaran dan 241 indikator yang saling mempengaruhi.

2. Apa hubungan SDGs dan MDGs?

MDGs berisikan delapan tujuan yang ingin dicapai hingga tahun 2015, dengan berbagai indikator untuk masing-masing sasaran. Kedelapan sasaran tersebut adalah menanggulangi kemiskinan dan kelaparan (Tujuan 1), mencapai pendidikan dasar untuk semua (Tujuan 2), mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan (Tujuan 3), menurunkan angka kematian anak (Tujuan 4), meningkatkan kesehatan ibu (Tujuan 5), memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lain (Tujuan 6), menjamin kelestarian lingkungan hidup (Tujuan 7) dan membangun kemitraan global untuk pembangunan (Tujuan 8). Sedangkan SDGs merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) yang diadopsi pada tahun 2000. MDGs adalah

(2)

seperangkat delapan tujuan yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, kelaparan, dan penyakit, serta meningkatkan pendidikan, kesetaraan gender, dan kelestarian lingkungan. SDGs adalah perpanjangan dari MDGs dan bertujuan untuk mengatasi urusan MDGs yang belum selesai dan melampauinya. SDGs mencakup berbagai isu termasuk kemiskinan, kelaparan, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, dan aksi iklim. Agenda SDGS dianggap lebih partisipatif dan tidak eksklusif birokratis, melibatkan berbagai pihak dalam mencapai tujuan-tujuannya. Konsep SDGs melanjutkan konsep pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) di mana konsep itu sudah berakhir pada tahun 2015. Perbedaan signifikan antara pembangunan manusia dalam MDGs dengan pembangunan manusia dalam SDGs adalah adanya hubungan reciprocal dan cyclical antara manusia dengan alam. SDGs menuntut perilaku manusia yang mendukung pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

3. Apa saja tujuan dari SDGs?

SDGs terdiri dari 17 goals yang dapat dikelompokkan menjadi 4 pilar yang tidak terpisahkan dan saling memiliki ketergantungan. Empat pilar ini untuk menunjukkan ada dan pentingnya keseimbangan di antara 3 pilar utama yaitu pilar/dimensi sosial, dimensi ekonomi dan dimensi lingkungan hidup, yang didukung dengan pilar tata kelola. Goal 1 yaitu tanpa kemiskinan, goal 2 tanpa kelaparan, goal 3 kehidupan sehat dan sejahtera, goal 4 pendidikan berkualitas, goal 5 kesetaraan gender, goal 6 air bersih dan sanitasi yang layak, goal 7 energi bersih dan terjangkau, goal 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, goal 9 industri, inovasi dan infrastruktur, goal 10 berkurangnya kesenjangan, goal 11. kota dan permukiman berkelanjutan, goal 12. konsumsi dan produksi berkelanjutan, goal 13. penanganan perubahan iklim, goal 14. ekosistem laut, goal 15. ekosistem daratan, goal 16. perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, dan goal 17. kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, 17 Goals memang memiliki target dan indikator sendiri-sendiri untuk mempermudah pelaksanaan, namun keseluruhan memiliki saling ketergantungan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat/human wellbeing.

Visi dan Prinsip-prinsip Utama SDGs yaitu memperkuat komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) atau dikenal pula sebagai MDGs plus, serta berlandaskan Agenda 21 yang menekankan pada Visi dan Konsep Pembangunan Berkelanjutan. Adapun SDGs menekankan pada Visi Bersama (Shared Visions) yaitu

(3)

Komprehensif: berlandaskan pada tiga pilar, yaitu Pilar Ekonomi, Sosial dan Lingkungan serta Pilar Tata Kelola (Governance); Tematik: terdiri dari 17 Tujuan (Goals); Holistik dan terintegrasi: ke 17 Tujuan tidak berdiri sendiri, namun saling terkait dan terintengrasi; Inklusif: tidak ada satu pihakpun yang tertinggal (no one left behind); Kolaborasi (partnership): membutuhkan kerjasama yang erat dari seluruh pemangku kepentingan: pemerintah, dunia usaha, LSM, universitas dan masyarakat;

Adapun komponen utama dari SDGs adalah Pembangunan manusia utamanya terdiri dari pendidikan, kesehatan dan kesetaraan gender; Pengentasan kemiskinan, menghilangkan kelaparan dan pengurangan kesenjangan; Perlindungan sosial dan perhatian terhadap kaum marjinal; Pembangunan ekonomi yang inklusif dan penciptaan kesempatan kerja yang layak; Infrastruktur yang berkelanjutan; Hunian dan perkotaan yang berkelanjutan; Energi yang berkelanjutan; Pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari sumber daya alam, keanekaragaman hayati dimana perlindungan ekosistem merupakan bagian yang tidak terpisahkan;

Mempertimbangkan perbedaan kondisi, kapasitas dan prioritas masing-masing negara;

dan Rumusan cara pencapaian dan kerjasama pembangunan global.

4. Apa urgensi SDGs?

Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki urgensi yang besar dalam konteks dunia pendidikan karena SDGs menggambarkan serangkaian tujuan global yang dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kesetaraan, perlindungan lingkungan, dan pemberantasan kemiskinan. Tujuan utama SDGs (Tujuan 4) adalah "Pendidikan Berkualitas: memastikan akses semua orang terhadap pendidikan yang baik, inklusif, dan adil," yang berarti memastikan bahwa semua anak-anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, jenis kelamin, atau disabilitas, memiliki akses yang sama dan adil ke pendidikan berkualitas. Dalam Goal ini, pendidikan juga meluas kepada life-long learning, terutama untuk mempersiapkan SDM yang ahli (skilled) dan kreatif untuk menghadapi persaingan dalam dunia kerja yang semakin tinggi. Meskipun demikian, SDGs juga masih harus menyelesaikan tingkat buta huruf yang secara global masih dihadapi, terutama di kalangan dewasa.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, dalam pendidikan ini juga termasuk pembekalan pengetahuan dan keahlian yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan, termasuk perilaku ramah lingkungan, tanggung jawab terhadap alam serta apresiasi terhadap budaya dan kontribusi budaya dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini sangat sejalan dengan Indonesia yang sangat beragam dan

(4)

memiliki keragaman budaya lokal; yang merupakan bekal berharga bagi pembangunan berkelanjutan. Perhatian besar dalam pendidikan ini juga pendidikan kepada kelompok masyarakat difabel; serta kesempatan seluas-luasnya pendidikan untuk semua kelompok masyarakat, termasuk masyarakat tradisional atau masyarakat adat.

Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya Pendidikan di Indonesia, Upaya-upaya pemerintah untuk mengatasinya, serta implementasi program pemerintah untuk mendukung Pendidikan berkualitas untuk menuju SDGs. Beberapa masalah dalam kondisi dan kualitas pendidikannya yang belum sepenuhnya memadai dan merata, dengan adanya program SDGs dapat mengatasi permasalahan pendidikan yang masih belum merata serta dapat meningkatkan kualitasnya.Beberapa upaya pemerintah telah merancang dan mencanangkan sejumlah program untuk mewujudkan SDGs seperti program Satu Atap (SATAP), Program Sarjana di Bidang tertinggal dan terluar (SM3T), Kurikulum Bahasa Indonesia, program membaca, menulis, dan aritmatika, dan Kurikulum Bahasa Indonesia termasuk di antara program (Calistung). Penguatan pendidikan karakter merupakan salah satu wujud untuk meningkatkan Pendidikan berkualitas sesuai dengan Sustainable Development Goals (SGDs) di Indonesia. Untuk mewujudkan Pendidikan berkualitas SDGs dapat mengetahui dan memahami peran literasi digital terhadap generasi Z, serta mengetahui moral untuk kualitas pendidikan yang lebih baik. Upaya untuk mengembangkan SDGs melalui literasi digital dapat dikembangkan melalui Pendidikan inklusif dan Pendidikan mutu, sistem tersebut tidak terlepas dengan rekontruksi pendidikan moral dan karakter yang dapat ditanam pada generasi Z.

Referensi

Dokumen terkait