• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)i TESIS PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMP NEGERI 7 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2022 Pembimbing: Dr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(1)i TESIS PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMP NEGERI 7 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2022 Pembimbing: Dr"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini: (1) Untuk menggali informasi mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam memajukan pendidikan multikultural peserta didik, (2) untuk mengetahui tantangan-tantangan yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam memajukan pendidikan multikultural peserta didik (3) Untuk mengetahui menganalisis strategi guru pendidikan agama Islam dalam memajukan pendidikan multikultural siswa. Bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam memajukan pendidikan multikultural di SMP Negeri 7 Mataram. Bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan pendidikan multikultural bagi siswa di SMP Negeri 7 Mataram.

Untuk menggali informasi tentang peran guru Pendidikan Agama Islam dalam memajukan pendidikan multikultural di SMP Negeri 7 Mataram. Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam memberikan pendidikan multikultural bagi siswa di SMP Negeri 7 Mataram. Untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam memajukan pendidikan multikultural pada siswa di SMP Negeri 7 Mataram.

Yang diamati dalam penelitian ini adalah peran guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan pendidikan multikultural di SMP Negeri 7. Data yang peneliti maksudkan dalam penelitian ini adalah data mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan pendidikan multikultural. di SMP Negeri 7 Mataram.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan dan Manfaat
  • Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
  • Penelitian Terdahulu yang Relevan
  • Kerangka Teori
  • Metode Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Data
  • Sistematika Pembahasan

Pengujian konfirmatori terhadap penelitian kualitatif berarti menguji hasil penelitian yang dikaitkan dengan proses yang telah dilakukan. Apabila temuan penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmasi. Validitas atau keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh peneliti dengan data yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian, sehingga keabsahan data yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagian pembahasan ini memuat kesimpulan, saran dan implikasi teoritis mengenai penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 7 Mataram mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam memajukan pendidikan multikultural.

LOKASI PENELITIAN

Dapat dikatakan SMP Negeri 7 Mataram menempati lokasi yang sangat strategis sebagai lembaga pendidikan. Pasalnya, letaknya tepat di kota Mataram. Jika dilihat dari lokasinya, SMP Negeri 7 Mataram merupakan jalur dari berbagai latar belakang sosial. Otomatis, sebagian besar anak kepala keluarga di daerah tersebut dikirim ke SMP Negeri 7 Mataram, dan ada juga siswa yang berasal dari luar kota Mataram.

Masyarakat setempat pun berasal dari suku yang berbeda-beda bahkan memiliki bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda. Sejak awal berdirinya, SMP Negeri 7 Mataram menjadi salah satu sekolah yang mempertemukan siswa dari berbagai latar belakang. Sejarah berdirinya sekolah ini hingga saat ini, memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa kumpulan perbedaan bukanlah suatu halangan atau tabu untuk maju, namun merupakan semangat juang untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan peradaban yang toleran, berjiwa sosial, dan berjiwa sosial. saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai tertinggi, nilai pendidikan budaya yang berbeda.

Dalam pelaksanaan inovasi dan pengembangan, kehadiran seluruh pemangku kepentingan di lingkungan SMP Negeri 7 Mataram sangatlah penting. Dalam merencanakan pendidikan dan pelatihan, SMP Negeri 7 Mataram telah melihat konteks dan tren saat ini dan masa depan. Dalam konteks ini peneliti mengatakan SMP Negeri 7 Mataram mempunyai seperangkat sarana dan prasarana, sarana, struktur dan organisasi sekolah yang berperan sebagai lokomotif keberhasilan lembaga pendidikan tersebut.

SMP Negeri 7 Mataram menyediakan berbagai bangunan serta sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar. Data di atas menjelaskan bahwa siswa di SMP 7 Mataram berasal dari agama yang berbeda-beda. Tak hanya agama, santri juga berasal dari berbagai bahasa yakni Sasak, Bima, Dompu, Bali, Jawa, dan Flores.

Keadaan ini sangat memberikan kontribusi terhadap keberagaman di SMP Negeri 7 Mataram.

Tabel  Daftar Siswa berdasarkan Kelas di SMP Negeri 7 Mataram  Tahun Ajaran 2021-2022 110
Tabel Daftar Siswa berdasarkan Kelas di SMP Negeri 7 Mataram Tahun Ajaran 2021-2022 110

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM

Paparan dan Temuan

Peran guru disini adalah memberikan lingkungan multikultural yang kondusif dan damai bagi siswa di SMP Negeri 7 Mataram. Kondisi seperti itu sudah terjalin sejak berdirinya sekolah ini. Nilai-nilai pendidikan multikultural di SMP Negeri 7 Mataram dikembangkan oleh guru PAI melalui imtaq, penerimaan materi PAI, melalui poster atau gambar di dinding sekolah, seni dan bahasa. Mereka juga dilibatkan dalam parade di sekolah dan di SMP Negeri 7 Mataram dimana mereka menampilkan pakaian adat dan agama mereka.115.

Namun dalam praktiknya, pendidikan multikultural diterapkan langsung di dalam kelas di lingkungan sekolah SMP Negeri 7 Mataram. Dan hal itulah yang membuat siswa atau warga SMP Negeri 7 Mataram saling menghargai satu sama lain. Adanya kondisi multikultural pada siswa SMP Negeri 7 Mataram juga dinilai dari berbagai aspek yang terdiri dari perbedaan suku, agama, budaya dan bahasa.

Kondisi multikulturalisme yang ada di kalangan siswa adalah siswa di SMP Negeri 7 Mataram mempunyai budaya yang sangat beragam, dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang berbeda. Hal ini penting mengingat siswa yang masuk SMP Negeri 7 Mataram pada dasarnya berasal dari pesantren dan sebagainya. Selain budaya dan suku, SMP Negeri 7 Mataram juga terdiri dari ras yang berbeda yaitu ras Jawa, ras Bali, ras Lombok, ras Sumbawa, dan ras NTT.

Selain beragam dari segi suku, terdapat pula keberagaman bahasa yaitu bahasa daerah masing-masing. Namun di SMP Negeri 7 Mataram bahasa tersebut menyatu dalam komunikasi sehari-hari yaitu dengan. Oleh karena itu keadaan multikulturalisme siswa di SMP Negeri 7 Mataram sangat beragam, multikultural, multibahasa, dan multiagama. Berdasarkan observasi peneliti, guru PAI SMP Negeri 7 Mataram memberikan perhatian dan bimbingan khusus terhadap pengembangan nilai-nilai multikulturalisme.

Berdasarkan uraian di atas terlihat jelas bahwa pengembangan pendidikan multikultural di SMP Negeri 7 Mataram telah dilaksanakan oleh guru dan pendidik PAI.

Pembahasan

Salah satu cara untuk memperkenalkan pendidikan multikultural adalah dengan membekali siswa dengan materi mata pelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan pendidikan multikultural di sekolah. Semua siswa dibimbing dan diajarkan hal yang sama dalam pelatihan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam.

Hal inilah yang dilakukan para ustadz dan ustadz lainnya untuk menanamkan budi pekerti yang baik pada diri kita. Seorang guru pendidikan agama Islam khususnya di SMP Negeri 7 Mataram melakukan analisis terhadap latar belakang siswa ditinjau dari agama, bahasa, budaya dan suku. Dimana guru pendidikan agama Islam berkolaborasi dengan guru lainnya untuk memecahkan permasalahan siswa melalui refleksi.

Di SMP Negeri 7 Mataram, guru PAI mata pelajaran pendidikan agama Islam mengajarkan materi terkait pendidikan multikultural seperti toleransi, saling membantu dan menghargai perbedaan. Berdasarkan strategi di atas, guru pendidikan agama Islam SMP Negeri 7 Mataram telah menerapkan berbagai strategi dalam pendidikan multikultural di sekolah, yaitu menggunakan kewajibannya sebagai payung untuk menciptakan kehidupan yang kondusif. Guru pendidikan agama Islam berfungsi sebagai demonstran, guru sebagai komunikator, guru sebagai motivator, dan guru sebagai pelatih.

Pada lembaga pendidikan berbasis multikultural seperti SMP Negeri 7 Mataram ternyata peran guru pendidikan agama Islam sangat diperlukan untuk membangun keharmonisan dalam lingkungan sekolah yang beragam, baik agama, suku, budaya, dan bahasa. Fausi, “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Implementasi Pendidikan Islam Multikultural di SMP Negeri 2 Mlandingan Situbondo Jawa Timur”, Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, Vol. 1 Wawancara dengan Kepala SMPN 7 Mataram.. menggali informasi tentang peran guru pendidikan agama islam dalam memajukan pendidikan multikultural di.

TANTANGAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM

PENUTUP

Kesimpulan

Tantangan pengembangan pendidikan multikultural di SMP Negeri 7 Mataram meliputi beberapa hal, yaitu: prioritas mayoritas, persepsi siswa terhadap kebenaran agama, dan sarana dan prasarana yang tidak seimbang. Semua itu dapat diatasi dengan terus berupaya bersama seluruh masyarakat di SMP Negeri 7 Mataram untuk menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Strategi yang diterapkan oleh para guru agama Islam adalah melalui upaya mengembangkan dan mempererat hubungan, memberikan kebebasan, mengajarkan ilmu atau integrasi, dan menjamin perlakuan yang setara.

Keberhasilan strategi guru PAI dalam memajukan pendidikan multikultural terlihat dari siswa SMP Negeri 7 Mataram yang saling menghargai perbedaan. Siswa SMP Negeri 7 Mataram dapat menjalankan ritual ibadahnya masing-masing tanpa rasa khawatir. Bagi kepala sekolah hendaknya mendukung pimpinan kurikulum untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama berbasis pendidikan multikultural, yang menurut mereka sangat cocok untuk pendidikan agama dalam lingkungan plural.

Bagi para ustadz, khususnya ustadz hendaknya lebih memperhatikan pembentukan kader kegiatan tadarus yang masih hanya terfokus pada ustadz saja. Ahmad Rifa’i, Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pendidikan Nilai di Sekolah, Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Vol 1, Nomor 1, 2018. Harry Priatna, “Peran Guru PAI Dalam Mengembangkan Nuansa Keagamaan, “Jurnal Pendidikan Agama Islam”, Ta’lim 11, 2013.

Hamlan Andi Baso Mallan, “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Humanistik Multikultural dalam Membentuk Budaya Toleransi Pada Siswa”, InferensialVol.11, No.1, (juni 2017), 165. Nor Djannah Aly, “Tantangan Pelamar Guru Pendidikan Agama Islam Konsep Pendidikan Keagamaan Berwawasan Multikultural", Zawiyah Vol.1, No. Ratniana, "Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembelajaran Berbasis Multikultural di SMPN 6 Lubuk Linggau", An-Nizom Vol 4, nr. 2 Agustus 2019.

Hal ini menjadi tantangan bagi guru PAI. a.. Agama Islam untuk memajukan pendidikan multikultural di.. Ketua Bidang Kesiswaan, ketua panitia, siswa kelas XI, ketua OSIS, guru-guru lainnya. konflik, gairah lebih menonjol. keberagaman daripada keberagaman dan belum tertanam.. untuk berinovasi jangan. mempunyai dampak negatif terhadap keberagaman. yang lain sama.. pendidikan multikultural hingga . menghindari konflik?.

Impilkasi Teori

Saran

Selain itu nampaknya perlu diadakan pertukaran kelas belajar, hal ini dilakukan untuk membentuk jiwa sosial siswa, sehingga kedepannya mereka tidak hanya mengenal teman sekelasnya saja tetapi dapat saling mengenal bahkan dekat. kepada seluruh temannya di SMP Negeri 7 Mataram. Ashabul Qirom, “Peran Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran Berbasis Multikultural” Al-Murobbi, Desember 2017. 7 Guru Mataram sebagai pendidik berperan sebagai sumber norma dan pengetahuan dalam pengembangan pendidikan multikultural siswa?

Gambar

Tabel  Daftar Siswa berdasarkan Kelas di SMP Negeri 7 Mataram  Tahun Ajaran 2021-2022 110

Referensi

Dokumen terkait

To limit the scope of the study, this research only focuses on aspect multisensory learning and assessment rubric for the young learner English which is suitable for