• Tidak ada hasil yang ditemukan

pendirian badan usaha milik desa (bumdes) dan ... - ADOC.PUB

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pendirian badan usaha milik desa (bumdes) dan ... - ADOC.PUB"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIRIAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DAN BADAN USAHA MILIK ANTAR DESA (BUMADES)

DI KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG

Materi ini disampaikan pada Kegiatan Sosialisasi dan Motivasi Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADES) Di

Beberapa Kampung di Kabupaten Tulang Bawang Pada Tanggal 07 Desember 2015

Oleh:

Dra. Syamsu Rizal, MSi., CA.

Dr. Defrizal, SE., MM.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

2015

(2)

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunianya, kami dapat melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat berupa soasialisasi dan motivasi pendirian BUMDES/ BUMADES pada beberapa Kampung di Kabupaten Tulang Bawang.

Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen, sebagai bentuk tanggung jawab sosial insan akademik perguruan tinggi kepada masyarakat.

kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kampus untuk dapat memberikan kontribusi pemikiran dan pengetahuan kepada masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak BPMPK Kabupaten Tulang Bawang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kritik dan saran dari berbagai pihak juga kami harapkan untuk perbaikan kegiatan ini pada masa yang datang.

Bandar Lampug, 26 Januari 2016-

Tim Sosialisasi

(3)

2

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan awal pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dimaksudkan untuk mendorong atau menampung seluruh kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat, baik yang berkembang menurut adat Istiadat dan budaya setempat, maupun kegiatan perekonomian yang diserahkan untuk di kelola oleh masyarakat melalui program atau proyek Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah. Sebagai sebuah usaha desa, pembentukan BUMDes adalah benar-benar untuk memaksimalisasi potensi masyarakat desa baik itu potensi ekonomi, sumber daya alam, ataupun sumber daya manusianya. Secara spesifik, pendirian Bumdes adalah untuk menyerap tenaga kerja desa meningkatkan kreatifitas dan peluang usaha ekonomi produktif mereka yang berpenghasilan rendah.

Sasaran pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui BUMDes ini adalah untuk melayani masyarakat desa dalam mengembangkan usaha produktif. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan media beragam usaha dalam menunjang perekonomian masyarakat desa sesuai dengan potensi desa dan kebutuhan masyarakat.

Usaha yang dapat dijalankan Bumdes yaitu usaha di bidang ekonomi atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pendirian Bumdes disepakati melalui Musyawarah Desa dan ditetapkan dengan Peraturan Desa.

(4)

3

Bumdes diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi di desa yang juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial. Bumdes sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial Bumdes bertujuan mencari keuntungan untuk meningkatkan pendapatan desa.

Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bertujuan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi lokal tingkat desa. Pembangunan ekonomi lokal desa ini didasarkan oleh kebutuhan, potensi, kapasitas desa, dan penyertaan modal dari pemerintah desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan desa dengan tujuan akhirnya adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. Dasar pembentukan BUMDes sebagai lokomotif pembangunan di desa lebih dilatarbelakangi pada prakarsa pemerintah dan masyarakat desa dengan berdasarkan pada prinsip kooperatif, partisipatif, dan emansipatif dari masyarakat desa.

Dalam Peraturan Menteri Desa dan PDTT Nomor 4 Tahun 2015 Pasal 5 juga menjelaskan mengenai proses pendirian BUMDes yang secara berbunyi

“Pendirian BUMDes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 disepakati melalui

Musyawarah Desa, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa”. Musyawarah Desa yang dimaksud pada pasal tersebut membahas beberapa hal yang berkait dengan proses pendirian BUMDES, yaitu:

(5)

4

1. Pendirian BUMDes sesuai dengan kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakat;

2. Pembentukan organisasi pengelola BUMDesa;

3. Modal usaha BUMDesa; dan

4. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMDes.

Empat inti pokok bahasan inilah yang kemudian menjadi dasar pedoman bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menetapkan Peraturan Desa tentang Pendirian BUMDes.

Dalam pengelolaan BUMDes, Permendesa Nomor 4 Tahun 2015 mengatur secara jelas dan detail mengenai pengelolaan teknis pelaksanaan BUMDes disertai dengan peran dan fungsi dari masing-masing perangkat BUMDes.

Pengelolaan BUMDes harus dikelola secara profesional dan mandiri, sehingga diperlukan orang-orang yang memiliki kompetensi untuk mengelolanya.

Perekrutan pegawai ataupun manajer dan selevelnya harus disesuaikan dengan standar yang sudah ditetapkan dalam AD/ART BUMDes.

Sebagai sebuah lembaga yang juga diwajibkan mendapat profit, perlu ada mekanisme yang harus ditaati oleh pengelola BUMDes dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain. Kegiatan yang bersifat lintas desa perlu ada koordinasi dan kerjasama antar Pemerintah Desa dalam pemanfaatkan sumber- sumber ekonomi, misalnya sumber air bagi air minum dan pertanian, dan sebagainya. Dalam melakukan kerjasama dengan pihak ketiga oleh pengelola

(6)

5

BUMDes harus melalui konsultasi dan persetujuan Dewan Komisaris BUMDes.

Dalam kegiatan harian, pengelola harus mengacu pada tata aturan yang sudah disepakati bersama sebagaimana yang telah tertuang dalam AD/ART BUMDes, serta sesuai prinsip-prinsip tata kelola BUMDes.

Hal penting lainnya, dalam pengelolaan BUMDes sangat dibutuhkan pengelolaan dan pelaporan yang transparan bagi pemerintah dan masyarakat.

Artinya dasar pengelolaan harus serba transparan dan terbuka, sehingga ada mekanisme check and balance baik oleh pemerintahan desa maupun masyarakat.

Untuk itu diperlukan inovasi baru atau selalu mewaspadai perubahan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat. BUMDes yang semakin berkembang dapat mencapai sasaran utamanya yaitu kemajuan dan kemakmuran masyarakat desa yang utuh.

(7)

6

BAB II

TARGET DAN LUARAN

Kegitan ini ditargetkan untuk memberikan pemahaman arti pentingnya BUMDES/ BUMADES kepada para kepala kampung di beberapa kecamatan dan berbagai pihak yang terkait dengan keberadaan BUMDES dan BUMADES di Kabupaten Tulang Bawang.. Setalah itu dapat melakukan tindak lanjut untuk mendirikan BUMDES/ BUMADES, dalam rangka untuk menggali potensi ekonomi yang ada di Kampung dan Kecamatan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. Kegiatan ini juga untuk menunjang kebijakan pemerintah pusat dalam pengalokasian dana desa, sehingga sebagian dana desa yang diterima lewat Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) dapat dialokasikan untuk kegiatan ekonomi produktif berupa penyertaan modal saham yang akan dimiliki kampung.

(8)

7

BAB III

METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan kegiatan berupa presentasi materi (bahan presentasi terlampir, diskusi tanya jawab, mendengarkan keluhan/ kendala dari para kepala kampung dan mencoba memberikan solusi dan arahan terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendirian BUMDES/ BUMADES.

(9)

8

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan ini sangat mendapat respon positif dari pihak-pihak yang berkepentingan, bahkan beberapa kampung di beberapa kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang yang hadir pada acara tersebut sepakat untuk mendirikan Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADES).

Tindak lanjut dari kegiatan ini sangat diharapkan untuk dapat membentuk badan usaha bersama (BUMADES) yang kuat, dengan cara membentuk badan usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) yang saham-sahamnya dimiliki oleh kampung-kampung. Penyertaan modal dalam bentuk saham oleh kampung- kampung dapat menggunakan sebagian alokasi dana desa yang didapat oleh kampung melalui Anggaran Penerimaan dan Belanja Desa (APBDesa).

Pembentukan badan usaha bersama ini dimaksudkan agar pengelolaan usaha dapat lebih kuat dan memiliki begaining potition dalam berbisnis karena didukung juga oleh permodalan yang cukup kuat.

(10)

9

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman kepada para kepala kampung dan pihak terkait dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan melalui pendirian BUMDES/ BUMADES

2. Kegiatan ini dapat memotivasi beberapa kampung yang ada di Kabupaten Tulang Bawang untuk mendirikan BUMADES.

5.2 Saran

1. Diperlukan pendampingan lebih lanjut oleh pihak Perguruan Tinggi untuk dapat mendirikan BUMDES/ BUMADES sehingga dapat memberikan masukan dalam tatakelola perusahaan yang baik

2. Diperlukan pendampingan dalam proses rekruitmen personil pengelola badan usaha yang akan didirikan, sehingga lebih menjamin akuntabilitas, kapabilitas dan independensi para pengelola yang terpilih nantinya.

(11)

10

DAFTAR PUSTAKA

1. Undang Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

2. Undang-Undang Republik Indonesia No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

3. Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

4. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa

5. Permendagri No.39 Tahun 2010 tentang Dasar Pembentukan BUMDES 6. Peraturan Menteri Desa dan PDTT Nomor 4 Tahun 2015

(12)

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

BADAN USAHA MILIK DESA BERSAMA

KABUPATEN TULANG BAWANG

(13)

BENTUK BUMDES

(Permendes no.4 tahun 2015)

BUMDES BUMDES

BERSAMA

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

BENTUK BADAN HUKUM

LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

PERSEROAN

TERBATAS

(14)

1. MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA;

2.MENGOPTIMALKAN ASET DESA AGAR BERMANFAAT UTK KESEJAHTERAAN DESA;

3. MENINGKATKAN USAHA MASYARAKAT DLM MENGELOLA POTENSI EKONOMI DESA;

4. MENGEMBANGKAN RENCANA KERJA SAMA USAHA ANTAR DESA &/ATAU DG PIHAK KE-3 5. MENCIPTAKAN PELUANG DAN JARINGAN PASAR YANG MENDUKUNG KEBUTUHAN

LAYANAN UMUM WARGA;

6. MEMBUKA LAPANGAN KERJA;

7. MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PERBAIKAN PELAYANAN UMUM, PERTUMBUHAN DAN PEMERATAAN EKONOMI DESA; DAN

8. MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA DAN PENDAPATAN ASLI DESA.

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

TUJUAN BUMDES BERSAMA

(15)

SASARAN KEGIATAN

1. BERKURANGNYA PERSENTASE PENDUDUK YG BERADA DIBAWAH GARIS KEMISKINAN 2. OPTIMALNYA MANFAAT ASET DESA UTK KESEJAHTERAAN DESA;

3. MENINGKATNYA PENDAPATAN MASYARAKAT DESA & PENDAPATAN ASLI DESA 4. TERBUKANYA KESEMPATAN KERJA DAN BERUSAHA BAGI MASYARAKAT

5. TUMBUHNYA JIWA KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT

6. TERJALINNYA KERJA SAMA USAHA ANTAR DESA &/ATAU DG PIHAK KE-3

7. TERPADUNYA PROGRAM PEMERINTAH DESA & PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(16)

BUMDES BERSAMA

4. JENIS USAHA 3. MODAL

2. ORGANISASI PENGELOLAAN

1. PENDIRIAN

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

5.PERTANGGUNG

JAWABAN

(17)

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

1. PENDIRIAN BUMDES

PERATURAN BERSAMA KADES TENTANG PENDIRIAN BUMDES BERSAMA

DIFASILITASI OLEH APDESI

MUSYAWARAH ANTAR DESA DIFASILITASI

OLEH BPMPK

1. PEMERINTAH DESA 2. BPD

3. LKMD

4. TOKOH MASYARAKAT DENGAN

MEMPERHATIKAN GENDER

(18)

PROSEDUR PENDIRIAN BUMDES BERSAMA 1. MUSYAWARAH ANTAR DESA

A . PESERTA

1. PEMERINTAH DESA 2. BPD

3. LKMD

4. TOKOH MASYARAKAT DG MEMPERHATIKAN GENDER 5. LEMBAGA DESA LAINNYA

;

B. MATERI

1. ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA BUMDES BERSAMA.

2. MODAL USAHA BUMDES BERSAMA 3. ORGANISASI PENGELOLA BUMDES

BERSAMA

4. PRIORITAS JENIS USAHA YG AKAN

DILAKSANAKAN

(19)

2. HASIL KEPUTUSAN

MUSYAWARAH ANTAR DESA

.

3. PERATURAN BERSAMA KEPALA DESA TENTANG

PENDIRIAN BUMDES BERSAMA

4 . PEMBUATAN AKTE PENDIRIAN BUMDES BERSAMA DENGAN NOTARIS

{( BENTUK BADAN USAHA

PERSEROAN TERBATAS (PT ) }

(20)

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

2. DIREKSI

a. DIREKTUR UTAMA b. DIREKTUR

DIREKSI DIPILIH MELALUI FIT AND PROPER TEST

1. KOMISARIS

KOMISARIS DEPENDEN 2 ORANG

WAKIL DARI KEPALA DESA

WAKIL DARI DPD

b. KOMISARIS INDEPENDEN 1 ORANG

WAKIL DARI PEMDA ( CAMAT ) . STRUKTUR ORGANISASI

PENGELOLA BUMDES BERSAMA

3. MANAGER

a. MANAGER KEUANGAN b. MANAGER

BISNIS

(21)

4. KLASIFIKASI JENIS USAHA

1. Memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna 2. Usaha penyewaan

3. Usaha perantara

4. Berproduksi dan/atau berdagang 5. Bisnis keuangan

6. Usaha bersama (holding) sebagai induk dari unit-unit usaha Yang dikembangkan masyarakat desa

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(22)

5.PERTANGGUNG JAWABAN

1. Pelaksana Operasional melaporkan pertanggungjawaban

pelaksanaan BUMDES BERSAMA kepada Komisaris yang secara ex- officio Ketua Komisaris dijabat oleh salah seorang Kepala Desa yg

ditetapkan melalui musyawarah kepala desa.

2. Pelaksana Operasional mengadakan RUPS, untuk pengesahan pertanggungjawaban pelaksanaan BUMDES BERSAMA kepada

pemegang saham .

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(23)

BAGI HASIL BUMDES BERSAMA

Bagi Hasil Bumdes Bersama ditetapkan dalam Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(24)

BAGI HASIL BUMDES BERSAMA

Bagi Hasil Bumdes Bersama ditetapkan dalam Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(25)

BENTUK BUMDES

(Permendes no.4 tahun 2015)

BUMDES BUMDES

BERSAMA

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(26)

BUMDES BERSAMA

PENYERTAAN MODA L

DESA DESA DESA DESA

DESA

PENYERTAAN MODA L

PENYERTAAN MODA L

PENYERTAAN MODA L

PENYERTAAN MODA L

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(27)

BUMDES BERSAMA

PENYERTAAN MODA L

BUMDES

PENYERTAAN MODA L

PENYERTAAN MODA L

PENYERTAAN MODA L

PENYERTAAN MODA L

BUMDES BUMDES

BUMDES BUMDES

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(28)

BUMDES

DESA

PENYERTAAN MODA L

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

(29)

MODEL PENGEMBANGAN USAHA BUMDES BERSAMA

PENGGEMUKAN SAPI

SAPI PERAH AMPAS

TAPIOKA KELOMPOK -EM

PERBANKKAN

SUMBER DANA

BUMDES BERSAMA MASYARAKAT

CSR

DANA DESA

KEMENTRIAN

PETANI

SINGKONG,TEBU PAKAN

TERNAK

KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM

PRODUK SAMPINGAN TBS

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

PEMROV,PEMDA

(30)

MODEL PENGEMBANGAN USAHA BUMDES BERSAMA

PENGGEMUKAN SAPI

SAPI PERAH AMPAS

TAPIOKA KELOMPOK -EM

PERBANKKAN

SUMBER DANA

BUMDES BERSAMA MASYARAKAT

CSR

DANA DESA

KEMENTRIAN

PETANI

SINGKONG,TEBU PAKAN

TERNAK

KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM KELOMPOK -EM

PRODUK SAMPINGAN TBS

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

PEMROV,PEMDA

(31)

TERIMA KASIH

(32)

I00eilzmEr,zzll86l

dtN

SI0Z laquaseg .tueaneg

d$

Eue1n1

't{lsBl stxlJal ue>;decn

lutel

eAueutesefia>;

sele uelledurss

lrusl lut ueuoqourad

lilns uelllruo6

BunBy refueg ueteue:a)

;ezr.rdy/ipag rO .dg ue8upueuad

ueto)

gt/rA 00'9T p's g!/y\

00'0I

SI0Z Jaqtuasa6 /urua5 4

ledual

nUP/vl leBBuel /uep1

leqrJad

leJ$

ueldurl

JOT.UON

: eped ueteue$ipltp

uEIe

ue{euef,ueJlp

lur ueler8ay 'inqasJal

sSovhlng /sroyung

eAurilplaq )inlun

tse^tlotuatu

uBp lsesllelso5

eltue:

urelep uasop etpual ue4ruu6uau

ledep 4n1un

i(rgn-ggr) Eunduel

rEpueg

sellsJa^lun slusl€ lurouoll uep

sellnlPj uelec upetpassl usluor{oul

tuel

lul ue8uap

eletu ,guerneg

tue;n1 ualednqey 'ueleurecay

]edua

Eunduuey 1p .re1ue

{51gy14pg} esag Je}uv rurtnl

Br{ssn uppeg

(slctAlnli esal uep

{lllN

eqesn uepeg

uelllpuau

euef,uer eAuepe

ue8uap uetunqnqaE 'leuuoq uetue6

Eunduel Jepupg

-tp

Bundutel Jepusg

selrsJeltun

srusr8

tulougll uep sEllnIBJ

UEIaO 'q11 epeda;

Sf Oe

raquesaG 6f.'eleBitua14;

tuemeg tue;n1 ualednqex

sapun€

ueuaquad llalPw uellregueu

ueuoqourJad tuglua6

sroz/suso'ntl

t,slasn

V1V99NEH

0r0TZ GZZO)

'xel

,6SEIZ

$Zn).d1a1epua6

ue.rolue4rad 1a1duro1 ereue3

.15

uvHvunl]xlgilndHut rv)tvuvAsvt,t

hlSd

NvHVlNrulI

htwAvou

g iI

ad htvovg

H

9NV,1AV8

9N\nru NllvdngDt

HVI-NIUI

Ntd

(33)

'ro

'Wse:[Erulre1 ueldecnrp e^ueuresefte{

ssle 'uopues4elrp

{n}m uope&rmsrp

rur su8nl }ems rruDIrureg

'Euemeg

Euup;

uspdnqe;1 EunEy refueg

uel€rrlece)

p

"SI0Z reqrueseg

LWEErwleped uu4eues{ellp

rrB-{B

rur rrer}}loued

ueppey '..(SgCV}r{ng)

?seg rc1uv

"r{BSn

{mN

uep?B uep

(Sgffimg

usag

)

{{11aI srlBs{l

rrepeg rrelrlpued rs"^potrAl

uup Is?sIIBIsoS.

1npnf ue8uap (paptue6

p8eqes) p>1ere,(seyq

uerpqe8ue6

uepl8al

uerterre$teleru

{nlun

,IA[.W..g.g.1u4gd6.rq-:

eruBN.Z

Ermdruel repusg selrsreapll

s1uslg uup mrouo{fl

se1lqeC uesoq

:

rre}"qef

''lS'W'1e4U 'VJ

nsure.(g

'srq

:

?ursN .I

: epede>l se8nl peqrueru

uaEuep IUI

Emdruel

J"prreg sulrsJelrun

s1uslg rrep

ruouo{g

sr1ln{BC uB{eO

ueuJeleH

I

SYONI

J,YUNS

r s

0zllxnsn-gtJ/Js/e/ r

lejns

JouroN

EIoZ lereN

nleue8'pI

lsl^au JoruoN

/00'g3J'OS'l^lJ uaunloo

roruoN

LgttOL 'xeJ'€99IOL-

6t6TOl

'd;al'6unduq

: repueg

,lBeU ueqnqel

.oN 9Z urely.re6e4

.V.Z.lC

,

! ozfl

x/s/paJ{vAd-}tv8/ysrzt}

oN :

.9" tsvlto3uxwSl snIVIs

NSyrl

rvNvhl tsNvtNnyv snlvls lsvltoSuyvuSl :oN,,9,, t tozxts,pauvrld-Nv8/ysrz6t

slNstg NVo ll,uoNoyS

svrlnyvJ --l 7gr:r.

ryy'cg'Y'r^{''gg

ouuursrue

W ',,#ffJryns*rytt:t

CNNdUUV-I

UVONVg SVIISUSN

NN

(34)

$$a,I!7m7.tzzrl86r

dtN

'le4ereAseyg

le{ereAsew uep e;uday.uy

SIOZ

Jequasag

,tueaneg tueln1

'eAurlsaur ue3uBralar teJns rur ue8uap ]enqlp 4n1un eAuleuaqas ledep ueleuntladlp eueulteBeqas

upDlrruao

tunfu

refupg ueleueoa)

gezpdy Apeg'dg

uetugcueurad

uero)

:

1ed*ra1

:

00.0T gtl^ .p.s gtM 00'9i

nuPM

ST0Z

raquasag

I

/ulua5

:

le38uel /rreg

t{"ra}

}nqasrar uete!8a21 'suerneg Eue;n1

uelednqey

ue}piu*r; 1"dr"' rp

:i:i'r"JJ;;ffit$

uepeg ueulpuad rrrrt^ eqpsn esa6 uepisr.rung) eqesn uepeg esao rrrrru euresJeg

tuelual

rse^rroru uereuesrerau qpral u*;pq"Eua6 uelerBar .p"6 lele.reAse;4 ednraq rspsrrersos ue'aqurad uep

tundurel tepueg seltsleltun

stustg

tuouo{3 uep setlnleJ uesog

: lezlrlag.rg.:

.44'lS

Eundtuel Jepupg

,"*,rr"nlu6

sluslg upp rulouolJ selln{eJ

uesoo

: ns,_ueAs.SUO ,;eag .yf, ,!shl

:

ueleqeI

eueN

-2,

ueleqer

euEN

'I

pA : ueltuelauaur qeq

uetuap tuerneg rut

Bue;n1 ueeAep.raqtuad 1e1e.re^sey1 uep ueq'luueuad ueqe.rnlal/SUndurey (xawaa) ualednqey

uepeg ue3uelepuepaq rp eq 1lu! r,;p,r e1edal eqesn Eueprg uetuouorala6 uetueqttatue6 1e>;eleAse6;

guel

srn/4y/

3ofit/s85/

toruoN

aqh ffiffimvEns '

VIVgDItII't

,6sEIz (gzzo) 'xej (gzzo) 0t0rz

.d1a1ep*red ue.roluo;.rad

>ppr,o4 ereu,e3 .lr

NVHVUnttx/gNndHV)t NVHVtNruS

itd

]r

rv)lvuv^svn

NWAVOUSS htSd

NVOVg HVI.Nru]hLId NJIVdNS\DI

9Nflru

9NVMVB

(35)

/\

{z-dz

"mY

9Z

flfrz

bh*' u

*^T

,,oo?oy

Fd.S u,u16d

VZ

ruws?4 tz

vc/1/1ry

+tWy4

TZ

z:{---J f4_

vW

:oaoV?$

0totWd uuaba w6a)

pl

ZZ

-M-ft

"thoy ttDnu

,tu3i ,*rr))

Ou:rz{45

,z

vth OZ

,/ I tt

1l

===

40w11,;

oH,\

1.,r.0

OZ

6L

Yb

adv{&

/1/

l-tyS

Y\\rwra

6t

-)'-

I 8L

u2/t&rJs

,rr*orr

rry'

.r

8t ].yl aqfifyl 0/ ryaq >ld

LL

av/ ,_

LI

,&

)An,

"

Dj

./

qqyd (

9t q

l\*-hV ',/{

r

sL

at ^wa

$

Att0

9L

tl*d^t L"n:,*:Y.!Y.1

YL

ry-vWq-n-J_

?t

[ I

-+kzer

bhr,^?,)

;+.;hip)-ffi

u-tp,upvJ

CL

ilzt I

akv r\, lbw ,x

--awHnv

ZL

v[/_ \_

t, \x]

€7't--

lrTrlyd

t u

i*tgq

,t

CL

ryarw-j@ lPsmfVCrJJ+/,t\ #V>/ N rshXs1

6

a

-1fL tln

t!

(r 13 I

h*"${ t

-|tryt

L

yH{

',${.Y.W !!0

L

/llhfrl '1/ud7''NqTf

e

{r.ryNfti

I

"Y

I -w , '

,1d1/W

tfifrtq?r

I

n

Yt

'haaV',$2

7n-*ra2

4/var4? 'q/

v

4a rl

a

e

tqto^tt( )vl

e

z .!l

' ,d

iltwtil

,Lrh4rrw[

Z

@

'fr($t

llt

/ %{u n ra?wDhv

,

-\ t

z c

L

NVCNVI VONV1

NVIVEVT

VIAIVN ON

esaq

lrlrl

eqpsn l uepeg

uelnluaquad uep upseqpqulad ledeg

:

.Eroz Jaat,v:sa(

{

'NliV.l9

:

(saownelvsro )nrhJ vHVSn Nvovg

:

9NVMV8

9N\NNI

NSIVd N8V)

IVdVU

.

UIOVH UVIJVO

VUVfV sNrvr/ruvH tve NVlVt9l)

(36)

Ermdruel repueg suusrellun

sprslg uep

ruouo{g ssqqu{

ue>Ie6

seEnl'pmg

(Z

Ermduml Isul^ord

Etrurtreg

EwPl

uepdnqe;tr us1erume) ry uep Eundruu;tr

edereqeq

Sii6-Vimg ip

isfig^mtr

gernpued Eueluel rsplrloru

usp rsusrlersos

lru1rteqeuretu

ryilm lreuorloured

pmg (t

:uolndurel(I

ln>Iueg

'S

'Euemeg

E*1nI

usPdnqeY

YCgdVg

Jsls

'XdI IdAJqS

Ise)'stmleqeg uep '1e.tue3'Eunduru; epde;tr

Ermdurul ruptreg

selsre

r.ug s1uslg

ruouo{g uep se1lrulpg

uesoq

u.{ /tr

''gs'pzuJeq'rq

Ermduel r?puug suilsJolrul'I

sTuslg

ruouo{A uup se1pDIBd

uasoq

yJ

'S'W'1u215 nsuru.(g

'srg :uetlnpdue4

seEnp4 'e

qresed 'n

uuu[re1s6

euelq

(7 uue[re1e6 eue51

(1 NDPIA.

iedurel

8ItA.00'9I gI^4[.0€'60 ps

:

Eue.rrreg

mF,I E

uepdnqe;

EunEy refuefl ugrr.ulg3s){'pzudy f,pag

ueflutcuelued 'dg IIIBIg)

:

gI0Z raqulesog ,0

uiues /

:

leEEuel,lWH

:eped

uopues{Bllp Ises{elsos

uept8a;

:ue1etEe;1

usauu$lqled'Z

'Eue,teg

Euepl

uspdnqe;1

p

(SgOVWn[)

eseq relu-V {lUAt

"qBsn uup€g

trBp

(SiIGAmg) essg

11gtr4t

equsn uspsg rmurpusd Euu}uet

rsulrlotrAl rrep Isesrlursog

:w1upe;1

lnluefl 'I

t '

'$aruag

uet{Brnle) prmdmry

usqe}trueured

F{eredseq

uuedeprequred uepefl

'Ermdurol epde>1

epede>1

Eun&ue1

$ullord

Euarvreg

Euep;

uepdnqell rp l.rutsrrrace) usP

Ermdurql edereqeq

(SACVf,ing) 1p

ese6

ru;uv

ryl1utt BrlBsO uBpBA

(SgON6g) u?p eseq

{lU^[

"tpslf

trupeg ueptpued

el8uer

tuelep 1e1em,(sutu

upede>l IsBAIlow IIBp

ISBSII€Isos lle>lueqtuotu

{liueg

UIeIE? uz>lruIel

IruDI qBlel Euu,(

p4ere,ftuul epedel uerpqeBued

uuprEel

IIsBr{

rralJodq

lurq

1tr suresJeg

IOZISIOZ 9

NIII{VI TIfNVC

USJ,SflIAIUS

T\flXYUYASYIAIhI\TI(Ifl

Y3NtrdNYJ,YICf,)TNYUOdYA

(37)

:uB)[rlBse8ual I

rsEsrlsisos

snle) unJ

9I0Z rrmrref

.EtrndureT 97 rupuafl

Eundurul reprmg sepsrea.ruli

sFrslg rrBp

rrtrouo{g sB}Iqec uB)lec

.

'mqule8ueyq

-

'Etreivieg EuBInJ uapdnqqtr

otrulerueca;tr edereqeq eped

Eunft'qtr

edereqeq SgOVIAng

/SgCNng

ueFrpued Euetruol

rseaqoru rrup rsusrlersos

ue1el4[

(S

Euemeg Eue1n1

uerdnqe;tr

OVfi{fifl Sfl

rrep SACUAIOg

uaFrpued Eu4s3l rsulrloru

rrup rsusrlursos epesed

4puq rsUtsO G

'Emreg relr,J uelednquy E

(Xafrla$

ueqemlo)

pmduley

rrprlp]urreruo4 p4erulsery

uue,(upreqruod rr,pug ue8ueralal

}nms

(s

"S'hl'lezry

'yJ

nsure(

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Melalui Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Di

“ Peran Badan Usaha Milik Desa Bumdes Untuk Mensejahterakan Masyarakat Desa Panggungharjo Melalui Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah Kupas Panggung Lestari, Sewon, Bantul, Yogyakarta”..