1 PENDIRIAN BANK SAMPAH DESA MANDI KAPAU TIMUR KABUPATEN TANAH LAUT
Sulastinia, Adhi Suryab
aProgram studi Magister Manajemen, Pascasarjana, Universitas Islam Kalimantan MAB.
bProgram studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Kalimantan MAB.
Abstrak
Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.
Bank sampah dikelola seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih.
Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan beras. Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial, beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah. Dengan hal tersebut diatas digagas untuk melakukan kegiatan Pendirian Bank Sampah Di Desa Mandi Kapau Timur Kabupaten Banjar oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari dengan skema program pemberdayaan masyarakat (PPM).
Kata Kunci : Bank Sampah, Manajemen, Desa Mandi Kapau Timur
PENDAHULUAN Analisis Situasi
Secara sosial, sebagian besar masyarakat di Desa Mandi Kapau Timur belum peduli terhadap pengelolaan sampah dan walaupun ada pengelolaan sampah masih bersifat individual dan belum terorganisir secara
terpadu, sehingga intensitas kebersamaan dalam komunitas masih sangat rendah.
Kemudian secara ekonomi, saat ini belum ada nilai ekonomis terhadap pengelolaan sampah, selain masyarakat belum paham terhadap pengelolaan sampah yang mempunyai nilai ekonomis dan sebagian besar kesadaran PROSIDING
HASIL-HASIL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DOSEN-DOSEN UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
Tahun: 2023 ISBN: 978-623-7583-79-0 Homepage:
https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/PPKMDU
Prosiding Hasil-Hasil Pengabdian Dosen-Dosen Uniska (2023)
2 terhadap pengelolaan sampah masih rendah
dikarenakan masyarakat masih menganggap bahwa sampah merupakan sisa dari sebuah proses yang tidak diinginkan dan tidak mempunyai nilai ekonomis. Bagaimana mengelola sampah melalui Bank Sampah agar dapat kemanfaatan dan bernilai ekonomis.
Perlu paradigma baru atau konsep dan prosedur pengelolaan sampah Desa Mandi Kapau Timur terletak di Kecamatan Karang Intan terlihat di Gambar 1.
Gambar 1. Peta Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar
(Sumber : www.google.co.id/maps)
Gambar 2. Peta Desa Mandi Kapau Timur (Sumber : Analisis GIS, 2023) Desa Mandi Kapau Timur terletak di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dengan jumlah penduduk 1300 jiwa terdiri dari 600 perempuan dan 700 laki-laki. Jarak dari Kota Banjarmasin sekitar 100 km.
Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah Pemerintah Desa memiliki fungsi yang sangat dominan dalam pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut. Terutama berkaitan hubungannya dengan Pemerintahan pada level di atasnya.
Struktur Kepemimpinan Desa dengan segala hirarkinya dapat dilihat dalam bagan dibawah ini :
Gambar 3. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Mandi Kapau Timur (Sumber : Data Potensi Desa MKT, 2023)
PAMBAKAL Badan Permuyawaratan Desa (BPD)
Sekdes
Kasi Pemerintahan Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan
Kaur Umum
Ketua RT. 01
Camat
Kades/Pembakal
Ketua RT. 02 Ketua RT. 03 Ketua RT 04
3 Identifikasi Permasalahan Mitra
Permasalahan yang terjadi pada mitra pengabdian pada masyarakat ini ada beberapa permasalahan diantaranya yaitu:
1. Secara sosial, masyarakat di Desa Mandi Kapau Timur belum peduli terhadap pengelolaan sampah dan walaupun ada pengelolaan sampah masih bersifat individual dan belum terorganisir secara terpadu, sehingga intensitas kebersamaan dalam komunitas masih sangat rendah.
2. Secara ekonomi, saat ini belum ada nilai ekonomis terhadap pengelolaan sampah, selain masyarakat belum paham terhadap pengelolaan sampah yang mempunyai nilai ekonomis dan sebagian besar kesadaran terhadap pengelolaan sampah masih rendah dikarenakan masyarakat masih menganggap bahwa sampah merupakan sisa dari sebuah proses yang tidak diinginkan dan tidak mempunyai nilai ekonomis.
3. Peraturan Desa mengenai sampah belum begitu jelas dan detail memanyungi pengelolaan sampah.
4. Memiliki 4 Rukun Tetangga (RT) dan 1300 penduduk/jiwa dan membuang sampah dalam 1 hari sebesar 1 ton / 1000 kg sampah.
5. Perlu paradigma baru atau konsep dan prosedur pengelolaan sampah Desa Mandi Kapau Timur terletak di
Kecamatan Karang Intan melalui Bank Sampah.
Prioritas Permasalahan Mitra
Mengacu kepada butir analisis situasi dan identifikasi masalah ditemukan masalah utama yang dihadapi mitra : 1. Belum adanya pengelolaan sampah
yang mempunyai nilai ekonomis untuk masyarakat Desa Mandi Kapau Timur melalui Manajemen Bank Sampah
2. Belum ada pendampingan untuk mendirikan Bank Sampah sebagai masukan atau saran atau paradigma baru dalam mengelola sampah yang mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat Desa Mandi Kapau Timur.
3. Program PkM adalah Pendirian Bank Sampah Di Desa Mandi Kapau Timur Kabupaten Banjar.
SOLUSI PERMASALAHAN Alternatif Solusi
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka solusi yang ditawarkan pengusul melalui Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skim Program Pemberdayaan Masyarakat adalah:
1. Mengadakan penyuluhan pengelolaan sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk masyarakat Desa Mandi Kapau
4 Timur melalui Manajemen Bank
Sampah
2. Memberikan pendampingan pendirian Bank Sampah 3. Memberikan bantuan berupa
kemitraan lewat Bank Sampah Sekumpul sebagai tutor
membangun Bank Sampah Desa Mandi Kapau Timur (MKT)
Gambar 3. Ilustrasi Manajemen Bank Sampah (Sumber : Internet, 2023)
Gambar 4. Ilustrasi Manajemen Bank Sampah
(Sumber: Internet, 2023)
Manajemen Bank Sampah
Perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kesadaraan dan keterampilan warga untuk pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip reduce, reuse, and recycle (3R) penting dalam penyelesaian masalah sampah
melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Bank sampah yang berbasiskan partisipasi warga perempuan merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah yang diintegrasikan dengan prinsip 3R Kegiatan bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.
Pemberdayaan warga melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi emansipatoris (interaksi dan komunikasi), serta dialog dengan warga di komunitas. Selain itu diperlukan dukungan kemitraan dengan membangun jejaring dan mekanisme kerja sama kelembagaan antara warga pengelola bank sampah dengan stakeholder terkait.
Bank Sampah memberikan manfaat kepada warga, terutama manfaat langsung dengan berkurangnya timbunan sampah di komunitas, lingkungan menjadi lebih bersih dan asri, serta kemandirian warga secara ekonomi.
Selain manfaat secara ekonomi, dimana dari tabungan sampah memperoleh uang untuk membayar listrik dan membeli sembako, juga terwujudnya social dan lingkungan, dengan kondisi komunitas yang lebih bersih, hijau, nyaman, dan sehat. Pengelolaan sampah terintegrasi
5 dapat menstimulasi kreativitas dan
inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.
Pada dasarnya bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan, tetapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung (menyerahkan sampah) juga disebut nasabah dan memiliki buku tabungan serta dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam. Sampah yang ditabung akan ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang, kemudian akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama dengan bank sampah. Sementara plastik kemasan dapat dibeli oleh pengurus PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan.
Definsi Sampah
Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis (Damanhuri, E., dkk., 2004). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari- hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.
Secara umum sampah dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:
1. Sampah organik adalah sampah yang dapat terurai atau membusuk secara alamiah, misalnya sisa sayur-sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sampah ini merupakan bagian yang terbesar dari sampah rumah tangga (+ 70%).
2. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat terurai atau membusuk secara alamiah dan memerlukan waktu yang sangat lama sekali untuk terurai, misalnya kertas, plastik, kayu-kayuan, kaca, kain, logam, dan lain-lain.
Disamping klasifikasi sampah organik dan anorganik, menurut UU RI No. 18 Tahun 2008, ada juga klasifikasi sampah spesifik.
Sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Adapun sampah yang dikelola berdasarkan UU RI No. 18 Tahun 2008 terdiri atas:
1. Sampah rumah tangga, yaitu sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.
2. Sampah sejenis sampah rumah tangga, yaitu sampah yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.
3. Sampah spesifik, yaitu meliputi:
a. sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun
b. sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun
6 c. sampah yang timbul akibat bencana
d. puing bongkaran bangunan
e. sampah yang secara teknologi belum dapat diolah
f. sampah yang timbul secara tidak periodik.
Prioritas Solusi
Prioritas Solusi yang ditawarkan adalah 1. Mengadakan penyuluhan pengelolaan
sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk masyarakat Desa Mandi Kapau Timur melalui Manajemen Bank Sampah
2. Memberikan pendampingan pendirian Bank Sampah
3. Memberikan bantuan kemitraan lewat Bank Sampah Sekumpul sebagai tutor membangun Bank Sampah Desa Mandi Kapau Timur (MKT)
Gambar 5. Konsep Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah
METODOLOGI PELAKSANAAN Metode Pelaksanaan
Berdasarkan uraian sebelumnya, serta hasil diskusi dengan mitra, maka prioritas
mengelola sampah Desa Mandi Kapau Timur sebagai berikut :
Tahap 1, yaitu :
a. Mempersiapkan materi pelatihan bersama dengan tim pengabdian dari survey awal yang dilakukan kepada mitra terhadap bagaimana manajemen Bank Sampah.
b. Melakukan diskusi tentang kebutuhan mitra dalam melaksanakan Pendirian Bank Sampah.
Tahap 2, yaitu :
a. Memberikan materi pengetahuan dan membuka wawasan kepada mitra tentang Manajemen Bank Sampah.
b. Pelaksanaan pendirian Bank Sampah.
c. Memberikan bantuan berupa alat buku tabungan Bank Sampah.
d. Pendampingan pengelolaan sampah agar bermanfaat ekonomi melalui Bank Sampah.
Khalayak Sasaran
Sasaran utama kegiatan ini adalah warga Desa Mandi Kapau Timur Kabupaten Banjar sebagai berikut :
No. Peserta Pelatihan Jumlah Peserta
1. Warga RT 01 2
2. Warga RT 02 2
3. Warga RT 03 2
4. Warga RT 04 2
5. Karang Taruna 2
6. Perangkat Desa MKT 3
7 7. Tim Pelaksana
UNISKA MAB
7 Total 20
Partisipasi Mitra Dalam Pelaksanaan Program
1. Ketua Pelaksana
a. Nama dan Gelar Akademik : Prof.
Dr. Hj. Sulastini, S.E., M.Si
b. Pangkat / Golongan / NIK : Pembina Utama Madya / IV/D / 06.1202.595
c. Jabatan Fungsional : Guru Besar (Kum 850)
d. Bidang Keahlian : Manajemen
e. Fakultas/Program Studi : Pasca Sarjana / Magister Manajemen
f. Waktu untuk Kegiatan ini : 6 bulan
2. Anggota Pelaksana 1
a. Nama dan Gelar Akademik : Ir.
Adhi Surya, S.T., M.T.
b. Pangkat/ Golongan/NIK : Penata / III/C / 06.1104.620
c. Jabatan Fungsional : Lektor (Kum 300)
d. Bidang Keahlian : Teknik Sipil & Perencanaan
e. Fakultas/Program Studi : Teknik / Teknik Sipil
f. Waktu untuk Kegiatan ini : 6 bulan
3. Anggota Pelaksana 2
a. Nama dan Gelar Akademik : Dr.
Khuzaini, M.M.
b. Pangkat/ Golongan/NIK : Penata Tingkat I / III/D / 06.1304.652
c. Jabatan Fungsional : Lektor (Kum 300)
d. Bidang Keahlian : Manajemen
e. Fakultas/Program Studi : Pasca Sarjana / Magister Manajemen
f. Waktu untuk Kegiatan ini : 6 bulan
4. Anggota Pembantu 1
a. Nama dan Gelar Akademik : Febby Eleanor
b. NPM :
19640104
c. Bidang Keahlian : Teknik Sipil
d. Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Sipil
e. Waktu untuk Kegiatan ini : 6 bulan
5. Anggota Pembantu 2
a. Nama dan Gelar Akademik : Tania Ananda Tasia Hariyanto
b. NPM :
19640106
c. Bidang Keahlian : Teknik Sipil
d. Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Sipil
8 e. Waktu untuk Kegiatan ini : 6
bulan
6. Anggota Pembantu 3
a. Nama dan Gelar Akademik : Muhammad Lutfi
b. NPM :
19640157
c. Bidang Keahlian : Teknik Sipil
d. Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Sipil
e. Waktu untuk Kegiatan ini : 6 bulan
Kemitraan Desa Mandi Kapau Timur dengan Struktur Organisasi Desa sebagai berikut :
Gambar 6. Struktur Organisasi Desa Mandi Kapau Timur Kabupatan Banjar
HASIL DAN CAPAIAN LUARAN Hasil Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
1. Masyarakat mendapatkan materi tentang manajemen pendirian Bank Sampah.
2. Membina komunitas pemuda Karang Taruna Desa Mandi Kapau Timur untuk bersama-sama mendirikan Bank Sampah dengan mandatangkan narasumber dari Bank Sampah Sekumpul.
3. Ber-MoU dengan Bank Sampah Sekumpul sebagai Pembina dari Bank
Sampah yang akan didirikan Bank Sampah Mandi Kapau Timur.
4. Menerbitkan Poster Kegiatan PkM dan didaftarkan HKI.
5. Mempublikasi Video Youtube 6. Membuat Artikel PKM yang
dipublikasikan di prosiding UNISKA MAB.
7. Membuat Rencana atau Draft Struktur Organisasi Bank Sampah sebagai berikut :
Badan Permuyawaratan Desa (BPD)
Sekretaris Desa
Kasi Pemerintahan
Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan
Kaur Umum
Ketua RT. 01
CAMAT
PAMBAKAL
Ketua RT. 02 Ketua RT. 03 Ketua RT 04
Bank Sampah
9 Gambar 7. Draft Struktur Organisasi Bank Sampah Desa Mandi Kapau Timur
Capaian Target Luaran
1. Masyarakat mendapatkan materi tentang manajemen pendirian Bank Sampah.
2. Terbit Poster Kegiatan PkM dan didaftarkan HKI.
3. Terbit Artikel PKM yang dipublikasikan di prosiding UNIKA MAB.
4. Terbit MoU antara Bank Sampah Sekumpul dengan Desa Mandi Kapau Timur untuk mendirikan Bank Sampah Mandi Kapau Timur dalam waktu dekat.
5. Terbit Video Youtube
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
1. Perlu waktu dalam transfer knowledge tentang manajemen pendirian Bank Sampah kepada Masyarakat.
2. Perlu pemahaman dengan bahasa kampung dalam penjelasan atau sosialisasi mengenai konsep pendirian Bank Sampah atas kemanfaatannya.
3. Sampai saat ini Desa Mandi Kapau Timur (MKT) belum memiliki draft PERDES mengenai Pengelolaan Sampah dan Penyelenggaraan Bank Sampah.
4. Dengan adanya MoU antara Bank Sampah Sekumpul dengan Desa Mandi Kapau Timur dalam waktu dekat sudah ada transfer knowledge tentang manajemen Bank Sampah dan mendirikan Bank Sampah MKT.
Pembina Pengawas
Ketua
Sekretaris Bendahara
Bidang Pemilahan Sampah Bidang Penimbangan dan Pencatatan
Bidang Pengangkutan Sampah Bidang Pengelolaan Sampah Plastik Bidang Pengelolaan Sampah Botol
Kaca Bidang Pengelolaan Sampah Logam
Bidang Pengelolaan Sampah Organik Bidang Pengelolaan Sampah Kertas
Bidang Kreatifitas dan Pemasaran
Pembakal
10 Saran
1. Perlu waktu dalam transfer knowledge tentang manajemen pendirian Bank Sampah kepada Masyarakat dengan mendatangkan pendamping dari Bank Sampah Sekumpul.
2. Perlu pemahaman dengan bahasa kampung dalam penjelasan atau sosialisasi mengenai konsep pendirian Bank Sampah atas kemanfaatannya dengan melakukan studi banding ke Bank Sampah Sekumpul.
3. Sampai saat ini Desa Mandi Kapau Timur (MKT) belum memiliki draft PERDES mengenai Pengelolaan Sampah dan Penyelenggaraan Bank Sampah. Untuk itu akan dibuatkan draft Bank Sampah dari Bank Sampah Sekumpul sebagai contoh perbandingan.
Ucapan Terima kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada program PKM UNISKA MAB, kawan-kawan dosen Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Pembakal dan Masyarakat Desa Mandi Kapau Timur, Mahasiswa Prodi Teknik Sipil UNISKA MAB dan Prodi Magister Manajemen UNISKA MAB serta semua pihak yang telah banyak membantu kelancaran dan selesainya penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-buku/Jurnal/Prosiding/SNI
Laporan Potensi Desa Mandi Kapau Timur, 2022
Kabupaten Banjar Dalam Angka 2021, BPS, 2022
Anonim, 2012. Profil Bank Sampah Indonesia 2012. Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta.
Anonim, 2013. Statistik Kota Tasikmala. Badan Pusat Statistik, Tasikmalaya.
Asteria, D., 2013. Model Komunikasi Lingkungan Berperspektif Gender dalam Menyelesaikan Konflik Lingkungan di Perkotaan: Peran Aktivis Perempuan dalam Pengelolaan Konflik
Lingkungan Secara Berkelanjutan. PUPT BOPTN 2013. Universitas Indonesia, Depok.
Akhtar, H., dan Soetjipto, H.P., 2014. Peran Sikap dalam Memediasi Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Minimisasi Sampah Pada Masyarakat Terban, Yogyakarta. Jurnal Manusia
dan Lingkungan, 21(3):386-392.
Blocker, T.J., dan Eckberg, D.L., 1997. Gender and Environmentalism: Result from the 1993 General Social Survey. Social Science Quarterly, 78(4):841-858.
Jumar, Fitriyah, N., dan Kalalinggie, R., 2014.
Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Journal Administrative Reform, 2(1):771-782
Kristina, H., 2014. Model Konseptual Untuk Mengukur Adaptabilitas Bank Sampah di Indonesia. Jurnal Teknik Industri, 9(1):19-28.
Mulasari, S.A., Husodo, A.H., dan Muhadjir, N., 2014. Kebijakan pemerintah Dalam Pengelolaan Sampah Domestik. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 8(8):404-410.
Purba, H.D., Meidiana, C., dan Adrianto, D.W., 2014. Waste Management Scenario through Community Based Waste Bank: A Case Study of Kepanjen District, Malang Regency, Indonesia.
International Journal of Environmental Science and Development, 5(2):212-216
Ridley-Duff, R.J., dan Bull, M., 2011.
Understanding Social Enterprise: Theory and Practice, Sage Publication, London.
Riswan, Sunoko, H.R., dan Hadiyarto, A., 2011.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Daha Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(1):31-38.
Singhirunnusorn, W., Donlakorn, K., dan Kaewhanin, W., 2012. Household Recycling Behaviours and Attitudes toward Waste Bank Project: Mahasarakham Municipality. Journal of Asia Behavioural Studies, 2(6):35-47.
Trina, E., Tallei, T.E., Iskandar, J., Runtuwene, S., dan Filho, W.L., 2013. Local Community- based Initiatives of Waste Management Activities on Bunaken Island in North Sulawesi, Indonesia.
Research Journal of Environmental and Earth Sciences, 5(12):737-743.
Winarso, H., dan Larasati, A., 2011. Dari Sampah Menjadi Upah: Inovasi Pengolahan Sampah di Tingkat Akar Rumput Kasus Program Bank Sampah “Sendu” di Kelurahan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 18(1):43-59.
B. Oper Source
https://itk.ac.id/pengelolaan-sampah-modern- demi-sumber-energi-berkelanjutan/
http://lipi.go.id/berita/solusi-teknologi-terkini- pengolahan-sampah-/304
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132255132/pe ngabdian/3-pengelolaan-sampah-rumah-tangga- 2008.pdf
http://digilib.uin-
11 suka.ac.id/26543/1/10250023_BAB-I_IV-atau-
V_DAFTAR-PUSTAKA%20%282%29.pdf
https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2012/
07/120710_trashbank