Modul ke:
Fakultas
Program Studi
0
1
PsikologiPsikologi Dana Riksa Buana, Ph.D.Dasar-Dasar Metode Penelitian
Pengantar Metode Penelitian/ Pengetahuan filsafat ilmu dan logika ilmu pengetahuan: pentingnya ilmu
pengetahuan dalam pendekatan ilmiah dan non ilmiah
Waktu Perkuliahan
• Sesi 1. 65 Menit.
• Istirahat. 10-15 Menit (Disesuaikan dengan system perkuliahan).
• Sesi 2. 65 Menit.
Kontrak Belajar
Pembelajaran di Kelas
• Pembelajaran santai, aktif dan serius.
• Boleh makan makanan kecil dan minum di kelas.
• Suasana Tenang.
• Mengangkat telepon izin keluar dan bilang ke saya.
• Izin toilet izin ke saya.
Absensi
• Kehadiran 68%. Absen tidak boleh lebih dari 4. {Syarat untuk mendapatkan nilai}
• Datang aga telat ataupun izin untuk pulang duluan karena ada suatu urusan genting diizinkan (Asalkan beritahu saya !)
• Bila sakit, ada urusan atau hal yang penting untuk tidak mengikuti perkuliahan, kabarkan kepada saya maka presensi saudara tetap ada (Izin Langsung Pada hari Perkuliahan !).
• Jika izin terus sampai 3 kali yang keempat kalinya tidak akan saya absen (Walaupun sakit ataupun sudah izin untuk keperluan lain).
• Presensi akan nihil bila saudara tidak ada keterangan sama sekali.
• Saya tidak akan menerima aduan soal absensi pada akhir semester, karena absensi sudah longgar !!!!.
• Berdusta mengenai izin urusan anda dengan Tuhan. ;))
Nilai Kelompok
• Pada saat jadwal presentasi, maka saudara harus hadir, bila tidak maka untuk mendapatkan nilai penuh harus mengerjakan tugas tambahan.
• Bila anggota kelompok ada yang tidak berkontribusi dalam mengerjakan tugas maka anggota kelompok yang lain dapat memberitahukannya kepada saya dan orang tersebut akan tidak memiliki nilai tugas kelompok.
• Apa pentingnya mempelajari metode penelitian ?
Pengetahuan dan Ilmu
Pengetahuan
• Apakah pengetahuan (knowledge) sama atau berbeda dengan ilmu pengetahuan (Science).
• Bagaimana manusia memperoleh pengetahuan ?
• Caranya : Kekukuhan Pendapat, otoritas, intuisi, rasionalisme, empirisme, dan metode ilmiah adalah (cara memperoleh ilmu pengetahuan).
• Ilmu pengetahuan merupakan sekumpulan konsep dan skema konseptual yang saling berhubungan, yang dikembangkan sebagai hasil dari eksperimentasi dan observasi.
Kekukuhan Pendapat (Tenacity)
• Dalam mendapatkan pengetahuan, metode ini berdasarkan pada takhayul (superstiton) atau kebiasaan (habit) yang umumnya berlaku di masyarakat tertentu.
• Kedua hal ini mengarahkan kita untuk terus mempercayai keyakinan tersebut walaupun hal tersebut mungkin saja tidak selalu benar.
• Kekukuhan pendapat dapat terjadi apabila seorang peneliti sangat percaya dan yakin akan pendiriannya walaupun banyak yang mengkritiknya.
Otoritas (Authority)
• Pada metode ini suatu informasi diterima sebagai pengetahuan yang benar karena dinyatakan oleh seseorang atau sumber yang dianggap memiliki otoritas atau kekuasaan.
• Metode otoritas sering juga digunakan dalam metode ilmiah. Peneliti mengkonsultasikan masalah penelitiannya dengan seorang yang dianggap ahli.
Intuisi (Intuition)
• Metode ini sesuai dengan akal sehat (agree with reason) dan mementingkan pengalaman atau penjelasan pribadi (self-evident).
Pengetahuan dianggap benar apabila seseorang berpikir seperti itu, tetapi tidak mengetahui mengapa ia berpikir seperti itu.
• Penggunaan metode intuisi dalam penelitian ilmiah bisa terjadi ketika peneliti membentuk hipotesis.
Rasionalisme (Rationalism)
• Menggunakan penalaran (reasoning), dalam mendapatkan pengetahuan. Proses berpikir rasionalisme dikenal sebagai metode deduktif karena metode ini mengandalkan pemikiran rasional yang akan dicari pembuktiannya pada situasi sehari-hari.
• Rasionalisme digunakan ketika peneliti menghubungkan teori-teori yang ada untuk dijadikan hipotesis, yang kemudian diujikan dalam penelitian.
Empirisme (Empiricism)
• Empirisme lebih mementingkan pengalaman atau observasi.
• Metode ini dikenal sebagai metode induktif, karena membuat kesimpulan mengenai sesuatu berdasarkan pengalaman.
• Empirisme tidak selalu sesuai dengan kenyataan, karena persepsi dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya dan bahwa setiap orang akan mempunyai persepsi yang berbeda.
Metode Ilmiah (Science)
• Metode yang paling baik untuk mendapatkan pengetahuan karena metode ini berusaha untuk mendapatkan informasi yang sedekat mungkin dengan kenyataan.
• Metode ilmiah diperoleh berdasarkan penelitian yang sistematis, objektif, terkontrol, dan dapat diuji, yang dilakukan melalui metode deduktif dan metode induktif.
• Metode ilmiah selalu dapat mengoreksi sendiri (self-correction) sehingga pengetahuan yang diperoleh selalu diperbaiki dan dikembangkan.
Ciri Ilmu Pengetahuan
Konsep dan Teori
• Teori yang digunakan berasal dari penyelidikan yang sistematis dan objektif mengenai sesuatu atau gejala tertentu.
Pengujian Teori dan Hipotesis
• Hipotesis merupakan dugaan atau solusi sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya, dan harus dilakukan secara objektif.
Kontrol
• Ilmuwan berusaha untuk secara sistematis memisahkan variabel-variabel yang mungkin menjadi penyebab dari gejala yang diteliti dengan variabel-variabel lain yang memang dihipotesiskan menjadi “penyebab”.
Penjelasan terhadap gejala yang diobservasi
• Ilmuwan akan berusaha untuk menghindari penjelasan-penjelasan yang bersifat metafisik, karena penjelasan metafisik merupakan proposisi yang tidak dapat diuji kebenarannya.
Orientasi Metode Ilmiah
Toleransi Terhadap Ambiguitas
• Menunjukan adanya kemauan untuk bekerja tanpa adanya kepastian jawaban yang memuaskan.
Mempertanyakan Sesuatu
• Kesediaan dan kemauan untuk mempertanyakan sesuatu yang tampaknya tidak perlu dipertanyakan lagi.
Melakukan Pengujian
• Metode ilmiah terbuka untuk menerima pendapat yang berbeda dan setiap pendapat terbuka untuk diuji.
Karakteristik Metode Ilmiah
Definisi Operasional
• Operasionalisasi variabel berarti variabel yang diteliti harus didefinisikan secara jelas, termasuk cara pengukurannya.
Adanya Kontrol
• Tanpa adanya control yang ketat, efek yang terjadi dalam penelitian kemungkinan dapat terjadi karena pengaruh variabel sekunder dan bukan karena pengaruh variabel yang ingin diteliti.
Dapat Diulang
• Setiap penelitian yang dilakukan seseorang seharusnya dapat diulang atau direplikasi oleh peneliti lain.
Asumsi-Asumsi Dasar yang harus dipenuhi dalam Metode Ilmiah
Empirisme (Empiricsm)
• Metode dikatakan ilmiah jika ia dapat memberikan data atau fakta yang dapat diobservasi dan diukur.
Determinisme (Determinism)
• Tingkah laku mengikuti aturan tertentu sehingga dapat dicari faktor-faktor penyebab dari munculnya tingkah laku mengikuti aturan tertentu sehingga dapat dicari faktor-faktor penyebab dari munculnya tingkah laku atau gejala tertentu.
Kesederhanaan (Parsimony)
• Kita harus memilih hipotesis yang paling sederhana atau pernyataan yang paling konkret dan paling dapat menjelaskan gejala.
Tujuan Ilmu Pengetahuan
• Deskripsi
• Eksplanasi
• Prediksi
• Kontrol
Filsafat Ilmu
Pengertian Filsafat
• Filsafat adalah disiplin yang mempelajari objek -objek kemanusiaan secara menyeluruh
(komprehensif), merangkum, spekulatif rasional, dan mendalam sapai ke akarnya (radikal), sehingga diperoleh inti hakiki dari objek yang dipelajari.
Pengertian Filsafat Ilmu
• Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang
berfokus pada studi tentang sifat ilmu, metode ilmiah, dan hubungannya dengan realitas.
• Filsafat ilmu membahas pertanyaan- pertanyaan fundamental tentang ilmu pengetahuan
Pilar Filsafat Ilmu
• Pada dasarnya, pilar filsafat ilmu dibedakan atas tiga pilar menjadi pilar pada aspek ontologis,
epistimologis dan aksiologis yang satu sama lain
mempunyai fungsi atau karakter pembahasan yang berbeda, akan tetapi saling melengkapi satu sama lain.
• Pilar ontologis berbicara tentang apa yang akan dikaji dalam ilmu pengetahuan/ hakikat apa yang dikaji;
pilar epistomologis berbicara tentang bagaimana cara mendapatkan pengetahuan yang benar; dan pilar
aksiologis berbicara tentang apa nilai kegunaan ilmu bagi manusia itu sendiri.
Peran Filsafat Ilmu
• Merefleksi, menguji, mengritik asumsi dan metode keilmuan.
Logika
• Logika berasal dari kata Yunani Kuno, λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan dalam bahasa. Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan di mana objek
materialnya adalah berpikir (khususnya
penalaran/proses penalaran) dan objek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya.
• Konsep silogisme adalah inti dari logika yaitu bahwa kesahihan atau validitas sebuah
argumen ditentukan oleh bentuk logisnya,
bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen yakni
hubungan antara kesimpulan dan bukti atau
bukti bukti yang diberikan. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Terima Kasih
Dana Riksa Buana, Ph.D.