• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Politisasi Kampus 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Penelitian Politisasi Kampus 2009"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Secara massa, PKS sebenarnya berangkat dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK), sebuah gerakan mahasiswa revivalis Islam yang kemudian menamakan dirinya aktivis tarbiyah atau Jemaah Tarbiah. Selain dari fenomena Islamisasi PKS dan LDK juga dapat dilihat dari tujuan gerakan Islam yang dikenal dengan kebangkitan Islam.

Islamisme

Metode Penelitian 3.1 Lokasi dan Fokus Penelitian

Tipe Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, meskipun dalam penelitian ini juga akan digunakan data kuantitatif, namun hanya sebatas menyajikan data saja.

Data Penelitian

Teknik Memperoleh data

Teknik Analisa Data

Universitas Lampung merupakan salah satu perguruan tinggi yang banyak diramaikan oleh gerakan mahasiswa Islam revivalis. Selain gerakan Dakwah Jamaah Tarbiah yang merupakan kepanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin, terdapat juga gerakan dakwah Salafi, Jamaah Islamiah, Hizbut Tahrir dan Jamaah Tabligh. Seperti kebanyakan kampus negeri di Pulau Jawa, kami di UNILA dapat dengan mudah berpindah-pindah gerakan dakwah kampus.

Gerakan dakwah Islam yang paling awal muncul di Lampung khususnya UNILA adalah gerakan dakwah Jemaah Tarbiah dan Tabligh Jamaah (sering dikenal dengan sebutan jaulah di Lampung). Selain gerakan-gerakan revivalis Islam yang telah disebutkan di atas, UNILA juga mulai diramaikan dengan masuknya aliran aliran Syiah yang sering menamakan dirinya Mazhab Ahlul Bait sebagai pengaruh revolusi Iran dan terjemahan buku-buku karya ulama Syiah Iran yang melalui masa Mizan- grup diterbitkan.

Jamaah Tabligh

Permasalahan perebutan kader dakwah antara gerakan dakwah, tujuan dan metode gerakan seringkali menjadi sumber konflik yang kini menjadi bahan perdebatan di kalangan aktivis mahasiswa Islam. Khuruznya (perjalanan) berbulan-bulan keliling daerah, meninggalkan bangku kuliah dan keluarga seringkali menjadi kontroversi di kalangan masyarakat umum, termasuk para pelajar. Salah satu buku mereka yang sering dibaca setelah salat adalah Fadilah Amal karya pendiri JT asal India, Syekh Yusuf Al Kandhawi.

Gerakan dakwah yang mementingkan peningkatan akhlak dan aktif beramal melalui kaedah khuruj (keluar kawasan untuk berdakwah), cenderung mengelak daripada berpolitik. Disebabkan doktrin mengelakkan konflik, mereka agak sukar ditemui di sektor awam, baik sebagai ahli politik mahupun birokrat.

Jamaah Islamiah/ Kelompok Onta

Secara ideologis gerakan ini dipengaruhi oleh aliran Wahhabi, namun mereka tetap memandang perjuangan mendirikan negara Islam dan hukum Islam sebagai tujuan utama Negara Islam, dan hukum Islam menjadi kata kunci besar dalam setiap diskusi mengenai tujuan da' wah. di kalangan aktivis dakwah. Di kalangan aktivis (adik), gerakan da've ini terkenal dengan penafsiran salat Jumat yang berbeda-beda. Mereka umumnya mendorong perempuan untuk menunaikan salat Jumat dan kita bisa menemukan aktivis perempuan mereka melaksanakan salat Jumat di Islamic Center depan UNILA.

Penafsiran fiqh ini pun tak luput menjadi senjata bagi gerakan dakwah lain untuk menghalangi mahasiswi menjelaskan perbedaannya dengan Islam pada umumnya. Pasca Bom Bali, gerakan dakwah ini diperkirakan melemah, apalagi JI secara umum mengalami perpecahan setelah Abu Bakar Baasyir keluar dari Majlis Mujahidin dan membentuk Jamaat Al Anshor.

Hizbut Tahrir

Islam sangat mudah didapati setiap hari Jumaat di Masjid Al Wasi'i dan masjid-masjid sekitar UNILE. HT sebenarnya adalah sebahagian daripada gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin (IM), maka kedua-dua gerakan tersebut hampir serupa kaedahnya. Gerakan Dakwah yang diasaskan oleh Taqiyudin An Nabani menjadikan pemulihan Khilafah Islamiyah dan Syariah Islamiah sebagai matlamat utama gerakannya.

Bedanya, dalam konteks PKS, IM tidak berani menyatakan secara terbuka syariat Islam dan khilafah Islam sebagai tujuan gerakan dakwahnya. PKS memandang demokrasi sebagai dialog dengan Islam dan menjadikan demokrasi sebagai cara dakwah melalui pendirian partai politik, partisipasi pemilu, dan parlemen.

Salafy

Awalnya gerakan dakwah ini bersatu namun perkembangan selanjutnya seiring dengan konflik perang Irak-Kuwait gerakan dakwah ini terpecah belah. Kelompok Ja'far menganggap jihad di Ambon wajib bagi seluruh umat Islam di Indonesia, sedangkan kelompok Abu Nida berpendapat sebaliknya. Gerakan dakwah ini merupakan gerakan dakwah yang diyakini muncul pada awal tahun 2000an pasca konflik Ambon.

Masuknya alumni Majelis Kajian Salafi dan Pondok Pesantren, santri Jafar Umar Tholib dan Umar As Sewed dari Jawa hingga Lampung diyakini membawa gerakan dakwah ini ke UNILA. Kelompok ini juga dikenal sebagai pelabuhan terakhir ajakan pencarian kebenaran oleh mahasiswa UNILA yang haus akan Islam setelah keluar masuk gerakan dakwah lainnya.

Jamaah Tarbiah/ Ikhwanul Muslimin/ PKS

Sebagai organisasi yang dilarang di Mesir, IM merupakan ancaman serius bagi orde baru, yang sangat alergi terhadap politik Islam. Sebelum PKS berdiri, Jamaah Tarbiah sebenarnya mendirikan KAMMI (Maret 1998) sebagai sarana perjuangan menggulingkan rezim Orde Baru. Sedangkan Jamaah Tarbiah (rahasia Emir dan susunan organisasinya) tetap menjadi induk gerakan yang mengkoordinasikan gerakan dakwah di kampus, di bidang profesi, di bidang perekonomian, di bidang pendidikan dan di semua lapisan kehidupan sosial.

Kader PKS yang kritis melihat adanya sinyal adanya upaya infiltrasi PKS melalui intelijen, khususnya dengan masuknya Soeripto, yang diduga anggota intelijen Orde Baru, ke dalam PKS. Alasan keterlibatan intelijen di PKS juga diperkuat dengan riwayat Hilmi yang divonis bersalah dan dibebaskan "dengan mudah" oleh orde baru.

Genologi Jamaah Tarbiah/PKS di UNILA

Salah satu tokoh alumni LIPIA yang sangat terkenal di kalangan dakwah di kampus adalah Ustadz Ari Wibowo, LC yang merupakan mantan Ketua DPW PKS dan kini menjadi anggota dewan syuro DPW PKS Lampung. Selanjutnya, kader awal gerakan dakwah Tarbiah di UNILA tersebar di berbagai profesi, baik sebagai anggota DPRD maupun dunia usaha. Penguasaan PKS terhadap BEM tingkat universitas di UNILA dimulai sekitar tahun 1999 pasca reformasi hingga sekarang.

Vitorio Dwison, Ketua Mahasiswa UNILA Mahasiswa Ilmu Pengetahuan Negara Angkatan 1998, merupakan calon legislatif PKS DPRD Provinsi Lampung Tengah dan merupakan ketua pemenang pemilu DPW PKS Lampung tahun 2009. Begitu pula dengan Aep, mahasiswa MIPA angkatan 2001 yang juga merupakan calon DPW Provinsi, namun gagal dan kini aktif di DPW PKS.

Tim Dakwah Kampus

Dari diagram berikut dapat dijelaskan bahwa dakwah kampus terbagi menjadi tiga bidang dakwah, yaitu: Kebijakan Kelembagaan Kampus (BKU, BKF, TDJ), Dakwah atau Pengembangan Kampus (DPU, DPF) dan Akademik Wow. Ketiga bidang dakwah ini merupakan pembagian berdasarkan akhlak mahasiswa dan terbagi dalam 3 kepentingan arah kegiatan kemahasiswaan di kalangan fakultas, yaitu politik kampus, agama Islam, serta kepentingan akademik, penelitian dan rasional. Ketiga arena dakwah ini dikoordinasikan oleh mas'ul (pimpinan) kampus yaitu koordinator tim dakwah Kampus UNILA yang berinisial S dan merupakan seorang dosen.

Yang berbeda di UGM, istilah BKU, DPU, BAU diganti dengan istilah Dakwah Kampus A (BKU), Dakwah Kampus B (DPU) dan Dakwah Kampus C (BAU). Khusus IPB dan ITB, koordinator Tim Dakwah Kampus di bawah DPD PKS masing-masing kampus bukanlah DPW Jabar karena kondisi geografis Jabar yang sangat luas.

Arena Dakwah Politik Kampus (BEM)

Perpecahan ini tak urung menyebabkan DPW PKS turun tangan dan memerintahkan melalui murroobi kampus (pengawas liqo) (umumnya mahasiswa senior dan dosen) agar setiap kader dakwah kampus UNILA memilih calonnya. diproduksi oleh Syuro BKU, bukan oleh KAMMI. wawancara dengan IW dan AI pada 12 dan 13 November 2009 dan menyebut KAMDA Lampung sesat pasca Pilpres Mahasiswa). Mereka yang terdaftar dalam keanggotaan partai yang dikeluarkan Dewan Pengarah Daerah dan telah menjalani pelatihan lanjutan partai. Dalam konteks kampus, kader baru merupakan kader dakwah yang telah lulus pelatihan LKM (Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa) tingkat lanjutan yang diselenggarakan oleh TDU.

LKM tingkat lanjut ini bersifat rahasia; bahkan undangan tersebut harus dibakar setelah diterima oleh kader yang bersangkutan. LKM tingkat eksekutif sebelum ditindaklanjuti adalah LKM tingkat dasar untuk eksekutif dan LKM tingkat menengah untuk pemula.

Arena Dakwah Pembinaan Keislaman (LDK)

Tujuan diadakannya BBQ ini selain untuk dapat membaca Al-Quran dan memahami Islam secara kaffah Islam, juga untuk mengajak mahasiswa baru yang memiliki gerakan dakwah yang halus untuk mengikuti tahap rekrutmen berikutnya yaitu BBQ lanjutan. Pada acara lanjutan inilah para peserta dikenal sebagai PKS; Ideologi dan politik Ikhwanul Muslimin adalah bagian dari dakwah. Acara ini bertajuk Kongres Pemuda : “Silaturahmi Aktivis Dakwah Kampus Lampung” dengan narasumber Hermawan (penanggung jawab DPP PKS Tulabi) dan Vittorio Dwison (pengurus DPW PKS Lampung) yang diantaranya Ustadz Akhmad Jazuli (ketua organisasi Lampung) diganti. DPW PKS dan anggota DPD RI 2009-2014).

LDK sebagai landasan penting dalam pembinaan kader dakwah dan bekal kepemimpinan di PKS juga diperkuat dengan pernyataan M. Hermawan. Bahkan, aktivis dakwah di kampus terbukti menjadi penyuplai terbesar bagi gerakan dakwah besar seperti yang aktif di LSM, gerakan dakwah bahkan partai politik (PKS) yang pimpinannya sangat terlibat. . didominasi oleh mantan aktivis dakwah di kampus.

Arena dakwah Akademik

Selain forum liqo atau holaqoh yang merupakan bentuk lanjutan dari BBQ, LDK seperti kebanyakan LDK di kampus lain juga mengadakan kegiatan pembinaan dengan berbagai variasi. Kegiatan pembinaan tersebut antara lain mabit (bermalam di masjid), duroh (pelatihan), rihlah, kegiatan alam bebas (Mukhoyam), seminar dan bedah buku yang melibatkan kader PKS sebagai seniman. Mantan Ketua KAMMI Pusat, Pengurus DPP PKS Bidang Kemahasiswaan, dan Caleg PKS DPR RI Dapil Sumsel ini, memandang kampus sebagai basis penting sebagai basis kaderisasi dan kepemimpinan di PKS pasca pasca kampus, sebagai dikutip di bawah ini.

Tim Dakwah Akademik

KAMMI dan posisinya di Kampus

Konflik antara KAMMI dan tim Dakwah Kampus tidak lepas dari oligarki Syuro kampus yang tidak dapat melindungi generasi muda KAMMI dan menghasilkan calon presiden yang berkompeten di bidang politik kampus. Kampus UNILA berada di bawah koordinasi Tim Dakwah Kampus (TDK), sebuah lembaga rahasia (syirriah Tanzimi) yang bertanggung jawab di bidang dakwah DPW PKS Tulabi. TDK membawahi tiga lembaga yang mengkoordinasikan tiga arena dakwah, yaitu Badan Kelembagaan Universitas (BKU) yang mengelola dakwah politik di kampus, seperti BEM dan DPM Universitas.

Di tingkat fakultas terdapat Badan Kelembagaan Fakultas (BKF) yang mengkoordinasikan BEM dan DPM Fakultas hingga HMJ. Kedudukan KAMMI di UNILA tidak terlalu penting karena KAMMI tidak ditempatkan pada bidang dakwah kampus (tulabi) melainkan berdakwah di bidang politik, hukum dan keamanan.

Rekomendasi

Selain Tim Dakwah Kampus, UNILA juga memiliki Tim Dakwah Akademik (TDA) yang beranggotakan para dosen penganut ideologi Tarbiah di UNILA. TDA berperan sebagai wadah para profesional dakwah yang kegiatannya berupaya mempengaruhi kebijakan kampus, baik sebagai pejabat maupun birokrat, serta sebagai pelatih tarbiah holaqoh di kampus. Peranan PKS dalam mempengaruhi kebijakan BEM terlihat dari program kerja BEM UNILA yang merupakan “perintah” PKS, seperti pendidikan pemilih pada pemilu 2004 dan pendataan pemilih pada pemilu 2009.

Latar belakang mahasiswa UNILA yang non-santri menjadi lahan subur bagi berkembangnya gerakan revivalis Islam dan menjadikan mereka mahasiswa muda yang eksklusif. Hrair, Kebangkitan Islam: Katalis, Kategori dan Konsekuensi, dalam Hunter, Shiren T.edd), Politik Kebangkitan Islam (terj), Jogjakarta: Tiara Wacana, 2001 Eriyanto, Analisis Wacana (Analisis Teks Pengantar Media), LKIS, Yogyakarta, 2008 Esposito, John L.

Personalia Penelitian

Ketua Peneliti

Anggota Peneliti

Referensi

Dokumen terkait