• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan eksekusi terhadap hak asuh anak akibat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "penerapan eksekusi terhadap hak asuh anak akibat"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

Dengan simpulan skripsi ini yang berjudul “Implementasi Penegakan Hak Asuh Anak Akibat Perceraian di Pengadilan Agama Jember”. PENGADILAN AGAMA JEMBER (Studi Kasus no.1818/Pdt.G/2010/PA.Jr) Anak merupakan hal yang sangat diinginkan oleh pasangan suami istri dalam kehidupan berumah tangga. Oleh karena itu, anak seringkali menjadi objek perselisihan antara pasangan suami istri yang bercerai, karena perceraian merupakan salah satu perkara perselisihan perdata di Pengadilan Agama Jember.

Banyak pihak yang mengajukan permohonan hak asuh ke pengadilan agama, termasuk yang terjadi di Pengadilan Agama Jember yang selama ini hanya terjadi satu kali pada tahun 2010. Maka dalam hal ini penulis tertarik untuk meneliti tentang pelaksanaan eksekusi hak asuh. Hak akibat perceraian di Pengadilan Agama Jember. Penelitian ini mempunyai fokus penelitian yaitu: (1) Apa yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam perkara hak asuh di Pengadilan Agama Jember.

Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan, dengan lokasi yang ditentukan oleh Pengadilan Agama. Prosedur penegakan hukum di Pengadilan Agama Jember ada 2 (dua) yaitu bersifat sukarela dan wajib; 3) Akibat hukum perceraian demi hak asuh adalah apabila anak belum cukup umur, maka hak asuh anak berada pada ibunya.

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Analisis Data

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Penyajian Data dan Analisis Data

Untuk mengetahui berapa jumlah perkara hak asuh anak yang masuk ke Pengadilan Agama Jember, penulis mendapat informasi bahwa saat ini hanya ada satu perkara hak asuh anak yang masuk ke Pengadilan Agama Jember, yaitu pada tahun 2010.83. Dalam gugatan hak asuh anak ini dapat terjadi secara mandiri, dengan perceraian dan secara mandiri dengan perwalian. Untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Agama Jember dalam memutus perkara permohonan hak asuh anak/.

Selain itu, hakim juga mempertimbangkan gugatan penggugat terkait hak asuh anak Siti Shashi Arimbi Putri, 5 tahun, dengan alasan anak tersebut belum balita dan memerlukan kasih sayang ibu. Diketahui bahwa di bawah perwalian penggugat adalah seorang anak bernama Siti Shashi Arimbi Putri, 5 tahun; Sampai saat ini eksekusi hak asuh anak masih sering terjadi dan sering dilakukan oleh Pengadilan Agama sebagai solusi dan tindakan yang harus dilakukan agar pihak-pihak yang tidak bersedia menuruti hukuman dan tuntutan hakim bersedia melakukannya.

Prosedur teknis penegakan hak asuh anak menurut Pak. Mukhsin, Hakim Pengadilan Agama Jember, antara lain: 91. Penegakan hak asuh anak di Pengadilan Agama Jember dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama: dengan cara sukarela pihak yang menang atau kalah. Penegakan hak asuh anak (hadhanah) tidak diatur secara tegas dalam HIR-R.Bg. atau peraturan hukum lainnya yang berlaku khusus pada peradilan agama.

Ini bermakna seseorang boleh memfailkan permohonan penguatkuasaan hak penjagaan dan pembesaran anak (hadhanah) terhadap keputusan muktamad, bagi mendapatkan hak penjagaan dan pembesaran anak mereka. Menurutnya, berdasarkan data keputusan Mahkamah Agama Jember mulai 2010 yang dikemukakan penulis di atas mengenai hak penjagaan anak (hadhanah), hakim memutuskan siapa yang berhak mendapat hak penjagaan anak tersebut. Oleh karena itu, apabila terdakwa belum memperoleh haknya, maka ia dapat mengajukan permohonan penegakan hak perlindungan anak (hadhanah) kepada ketua Pengadilan Agama Jember dengan alasan putusan tersebut belum dilaksanakan.

Hal ini termasuk permasalahan yang umum terjadi, seperti permasalahan hak asuh bagi pasangan suami istri yang berpisah. Dampak putusnya perkawinan akibat perceraian terhadap hak asuh anak antara lain disebabkan oleh anak yang belum cukup umur: hak asuh anak berada pada ibu. Oleh karena itu hakim selalu serius dalam mencari jalan keluar bagi pihak-pihak yang mengajukan hak asuh anak.

Pembahasan Temuan

PENUTUP

Saran-saran

Dalam menentukan siapa yang berhak atas hak asuh anak, majelis hakim tidak hanya mempertimbangkan siapa yang lebih berhak atas hak asuh anak, namun juga apakah pihak yang kalah mempunyai itikad baik untuk melaksanakan putusan tersebut. Langkah Pengadilan Agama Jember dalam perkara yang diputus oleh majelis hakim tidak boleh dibatasi hanya pada waktu dikeluarkannya putusan saja, perlu dibentuk suatu lembaga yang tugasnya menjamin pelaksanaan putusan dan juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan tersebut. suatu peraturan yang mengatur tentang sanksi hukum bagi suami yang tidak mau membayarkan nafkah dan biaya nafkah anak istrinya setelah perceraian, karena selama ini tidak ada jaminan akan terpenuhinya hak-hak istri setelah perceraian. Pengadilan Agama hendaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui tentang hak asuh anak sehingga dapat dilakukan tindakan penegakan hak asuh anak.

Pasal 209 sd 223 HIR/Pasal 242 sd 257 RBg yang mengatur tentang “sandera” (gijzeling) berdasarkan SEMA nomor 2 tahun 1964 dianggap bertentangan dengan kemanusiaan sehingga tidak berlaku lagi secara efektif. Pasal 180 HIR/Pasal 191 R.Bg, SEMA No. 3 Tahun 2000 dan SEMA No. 4 Tahun 2001 (tentang pelaksanaan putusan yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu segera (Uitvoerbaar bij voorad dan ketentuannya). Immatul Azzimah , “Hak Asuhan Anak Pada Laki-Laki. Akibat Perceraian: Analisis Terhadap Putusan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Nomor Perkara: 0305/Pdt.G/2010/PA.JS” (Skripsi - UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta , 2011).

RA Didin Dliyauddin, “Implementasi Eksekusi Sengketa Hadhonah di Pengadilan Agama Cikarang” (Disertasi-UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2014). Pelaksanaan Eksekusi Penitipan Akibat Perceraian di Pengadilan Agama Jember (Studi Kasus No. Eksekusi kali ini dilakukan atas permintaan pemohon eksekusi Siti Nidaul Hasanah yang beralamat di Dusun Karangkebun Rt.03/Rw.04 Desa Sumberjati Silo Kecamatan, Kabupaten Jember terhadap Kasim bin Sunyoto yang beralamat di Desa Karangkedawung, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, setelah putusan kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak permohonan kasasi pemohon kasasi Kasim bin Sunyoto.

Tim eksekutor setelah sampai di lokasi menjelaskan kepada Pemohon dan Termohon bahwa tim eksekutor hanya melaksanakan putusan Pengadilan Agama Jember Nomor: 1818/Pdt.G/2010/PA.Jr tanggal 22 Juli 2010 yang dikuatkan berdasarkan Surat Keputusan PTA Surabaya Nomor : 284/Pdt.G/2010/PTA. Sby tanggal 28 September 2010 dan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 174 K/AG/2011 tanggal 18 Mei 2011 yang diterima Pengadilan Agama Jember pada tanggal 2 Maret 2012. Alasan Tergugat mengajukan banding antara lain karena putusan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang menguatkan putusan tersebut, Pengadilan Agama Jember melakukan kesalahan dalam mempertimbangkan dan menerapkan hukum tentang pengasuhan (hadlonah anak). antara Pemohon Kasasi/Tergugat dengan Termohon Kasasi/Penggugat serta putusan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dan putusan Pengadilan Agama Jember, menurut Pemohon Kasasi, tidak mempunyai rasa keadilan terhadap Pemohon Kasasi/Tergugat tidak asalkan.

Pemohon kasasi/tergugat sangat prihatin terhadap perkembangan fisik dan mental serta tumbuh kembang anak jika diasuh oleh tergugat. Kamar Yudisial Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam putusan hukumnya menilai, alasan pemohon kasasi/tergugat tidak dapat dibenarkan karena Judex Facti tidak salah menerapkan hukum, yaitu tidak ada alasan hukum untuk pengalihan tersebut. hak nafkah dari penggugat terhadap tergugat, selain itu juga merupakan penilaian terhadap hasil pembuktian yang menghargai kenyataan. Karena peninjauan kembali pada tingkat kasasi hanya mengacu pada pelaksanaan atau kesalahan pelaksanaan atau pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua atas UU No. sejak tahun 2009, sehingga Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi pemohon Kasim bin Sunyot.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait