PENERAPAN MEDIA BERBASIS WORDWALL
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII B MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMPN 2 PANJI SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2021/2022 SKRIPSI
Oleh:
Ivanda Rahmi Fauqannuri NIM: T20181265
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
2022
iv MOTTO
مَرْكَْلْا َكُّبَرَو ْأَرْ قِا َمَّلَع ْيِذَّلا ۙ
ِمَلَقْلاِب ۙ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantara pena. (QS. Al- Alaq/96: 3-4)1
1 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan. (QS. Al-Alaq/96: 3-4)
v
PERSEMBAHAN
Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan ridho-Nya. Tugas akhir skripsi ini saya persembahkan untuk:
Kedua orang tua saya, Ayah Joko Setyo Utomo dan Bunda Farlinda Rusdiana yang selalu memberikan kasih sayang, dukungan, motivasi dan tak lupa selalu mendo’akan hingga skripsi ini terselesaikan dengan tepat waktu.
Adik laki-laki saya Muhammad Irham Azizul Ghaffar yang sedang berjuang di SMA Integral Ar-Rohmah Tahfidz Putra Malang, yang secara tidak langsung juga memberikan motivasi agar saya bisa melewati segala tantangan dan rintangan yang di hadapi saat menyusun skripsi ini.
Orang-orang terdekat saya, sahabat-sahabat dan teman-teman kelas saya PAI (A6) 2018 yang selalu memberikan motivasi agar semangat dalam menyelesaikan skripsi dan berjuang bersama untuk mendapatkan gelar S.Pd di tahun 2022.
vi
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat serta ridho- Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw yang telah membawa umatnya kepada jalan kebenaran yakni Ad-Dinul Islam.
Penulisan skripsi ini guna untuk memenuhi persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini melibatkan banyak pihak yang memberikan motivasi sekaligus bimbingan. Untuk itu, penulis ucapkan terimakasih dan rasa hormat yang tulus kepada:
1. Prof. Dr. H. Babun Soeharto, SE., MM, selaku Rektor UIN KHAS Jember yang telah memberikan segala fasilitas yang membantu kelancaran atas terselesaikannya skripsi ini.
2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember yang membantu kelancaran atas terselesaikannya skripsi ini.
3. Dr. Rif’an Humaidi, M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa yang membantu kelancaran atas terselesaikannya skripsi ini.
4. Dr. Hj. Fathiyaturrahmah, M.Ag. selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Agama Islam yang selalu memberikan arahan kepada kami.
viii
6. Segenap Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN KHAS Jember dengan kesabarannya dalam menuntun dan memberikan ilmu kepada penulis, sehingga mampu menambah wawasan dan pengetahuan yang berguna di masa yang akan datang.
7. Dr. H. Munawar, M.Pd.I selaku Kepala SMP Negeri 2 Panji Situbondo yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melangsungkan penelitian, sekaligus membantu kelancaran penyusunan skripsi ini.
8. Halumma Bina Mahdiya, M.Pd selaku Guru Mata Pelajaran PAI kelas VIIB di SMP Negeri 2 Panji Situbondo yang telah memberikan informasi serta membantu kelancaran penyusunan skripsi ini.
9. Joko Setyo Utomo, S.Pd. selaku guru Mata Pelajaran PAI kelas VIIB sebelumnya di SMPN 2 Panji Situbondo sekaligus yang telah memberikan informasi ketika survey berlangsung.
Situbondo, 5 Maret 2022 Penulis
Ivanda Rahmi Fauqannuri NIM. T20181265
viii ABSTRAK
Ivanda Rahmi Fauqannuri, 2022: Penerapan Media Berbasis Wordwall dalam Mingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B Mata Pelajaran PAI di SMPN 2 Panji Situbondo.
Kata kunci: Pembelajaran online, pembelajaran offline, media berbasis wordwall, motivasi belajar, hasil belajar, Pendidikan Agama Islam.
Situasi pandemic covid-19 membuat segala aktivitas tidak berjalan dengan maksimal. Segala bentuk kegiatan harus dikerjakan dari rumah atau dikenal dengan istilah WFH (Work From Home), tidak terkecuali kegiatan pembelajaran. Namun situasi ini semakin membaik dan mulai memasuki era new nomal yang mana kegiatan pembelajaran mulai dilangsungkan tatap muka kembali atau offline walau secara terbatas. Dalam masa transisi dari pembelajaran online menjadi offline tentu tidaklah mudah, terlebih jika sudah berdampak pada perubahan motivasi dan hasil belajar siswa. Refleksi seorang guru sangat diperlukan untuk bisa meningkatkan kembali motivasi dan hasil belajarnya siswanya. Guru PAI di SMPN 2 Panji menerapkan media berbasis wordwall sebagai upaya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa
Berdasarkan permasalahan di atas diperoleh rumusan masalah: 1) Apakah penerapan media berbasis wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo? 2) Apakah penerapan media berbasis wordwall dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Panji Situbondo yang berjumlah 32 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa tahap pra siklus diperoleh nilai 45, siklus I diperoleh nilai 51,45 dan siklus II diperoleh nilai 76,8. Nilai tersebut mengalami peningkatan dan telah mencapai indikator yang telah di tentukan. Tidak hanya motivasi belajar, dapat kita lihat peningkatan hasil belajar siswa mulai tahap pra siklus, siklus I, dan siklus II.
Pada tahap pra siklus diperoleh rata-rata 72,5 dengan ketuntasan klasikal 59,37%, pada siklus I diperoleh rata-rata 74,3 dengan ketuntasan klasikal 65,62% dan pada siklus II diperoleh rata-rata 84,06 dengan ketuntasan klasikal 84,67%. Dari hasil tersebut terbukti bahwasanya pembelajaran PAI dengan menerapkan media berbasis wordwall mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
ix DAFTAR ISI
COVER ... i
PERSETUJUAN ... ii
PENGESAHAN... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR... vi
ABSTRAK ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR... xiv
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Permasalahan dan Rumusan Masalah ... 6
C. Cara Pemecahan Masalah ... 6
D. Tujuan Penelitian ... 7
E. Manfaat Penelitian ... 7
F. Hipotesis ... 8
G. Sistematika Penulisan... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 10
A. Kajian Terdahulu... 10
B. Kajian Teori ... 15
1. Media Berbasis Wordwall ... 15
x
a. Media ... 15
b. Wordwall ... 16
1) Jenis Wordwall ... 16
2) Karakteristik Wordwall ... 20
3) Langkah- Langkah Penggunaan Wordwall ... 21
2. Pendidikan Agama Islam ... 23
a. Pengertian ... 23
b. Ruang Lingkup ... 24
3. Motivasi Belajar ... 25
a. Pengertian Motivasi ... 25
b. Fungsi Motivasi ... 27
4. Hasil Belajar ... 28
a. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 28
b. Indikator Hasil Belajar ... 29
c. Macam-macam Hasil Belajar ... 30
BAB III METODE PENELITIAN ... 31
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 31
B. Lokasi, Waktu, dan Subyek Penelitian ... 31
C. Prosedur Penelitian ... 31
D. Pelaksanaan Siklus Penelitian ... 33
1. Pra Siklus... 34
2. Siklus I ... 34
3. Siklus II ... 35
xi
E. Teknik Pengumpulan Data ... 36
1. Observasi ... 37
2. Tes ... 37
3. Angket ... 38
F. Instrumen Penelitian ... 38
1. Lembar Observasi... 38
2. Lembar Tes ... 40
3. Lembar Angket ... 40
G. Teknik Analisis Data ... 42
H. Keabsahan Data... 44
I. Indikator Kinerja ... 45
J. Tim Peneliti ... 46
K. Jadwal Penelitian... 46
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 47
A. Gambaran Obyek Penelitian... 47
B. Hasil Penelitian ... 56
C. Pembahasan ... 80
BAB V PENUTUP ... 85
A. Simpulan ... 85
B. Saran-saran ... 86
DAFTAR PUSTAKA ... 87
xii
DAFTAR TABEL
No. Uraian Hal
2.1 Kajian Terdahulu ... 13
3.1 Instrumen Lembar Observasi Motivasi Belajar Siswa ... 38
3.2 Instrumen Lembar Observasi Kegiatan Guru ... 39
3.3 Instrumen Lembar Hasil Belajar Siswa ... 40
3.4 Instrumen Lembar Angket ... 41
3.5 Jadwal Penelitian ... 46
4.1 Daftar Tenaga Pendidik SMP Negeri 2 Panji Situbondo ... 52
4.2 Daftar Tenaga Kerja SMP Negeri 2 Panji Situbondo... 53
4.3 Daftar Siswa SMPN 2 Panji Situbondo ... 54
4.4 Datar Sarana SMPN 2 Panji Situbondo ... 55
4.5 Daftar Prasarana SMPN 2 Panji Situbondo ... 55
4.6 Hasil Observasi Motivasi Belajar tahap Pra siklus ... 57
4.7 Hasil Observasi Kegiatan Guru tahap Pra Siklus ... 59
4.8 Hasil Belajar Siswa tahap Pra siklus ... 62
4.9 Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa tahap Siklus I ... 64
4.10 Hasil Observasi Kegiatan Guru tahap Siklus I ... 67
4.11 Hasil Belajar Siswa tahap Siklus I ... 69
4.12 Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa tahap Siklus II ... 72
4.13 Hasil Observasi Kegiatan Guru tahap Siklus II ... 74
4.14 Hasil Belajar Siswa tahap Siklus II ... 77
4.15 Hasil Angket Siswa ... 79
4.16 Perbandingan Motivasi Belajar tahap Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II . 83 4.17 Perbandingan Hasil Belajar tahap Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II ... 83
xiii
DAFTAR GAMBAR
No. Uraian Hal
2.1 Jenis Permainan dalam wordwall ... 17
2.2 Langkah-langkah Penggunaan wordwall ... 21
2.3 Langkah-langkah Penggunaan wordwall ... 22
2.4 Langkah-langkah Penggunaan wordwall ... 22
2.5 Langkah-langkah Penggunaan wordwall ... 23
3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas ... 32
4.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 2 Panji Situbondo ... 51
xiv
LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1 Pernyataan Keaslian Penulisan Lampiran 2 Surat Mohon Penelitian
Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Lampiran 4 Matriks Penelitian Lampiran 5 Silabus
Lampiran 6 RPP
Lampiran 7 Soal Post Tes Lampiran 8 Jurnal Penelitian Lampiran 9 Lembar Observasi Lampiran 10 Dokumentasi Lampiran 11 Denah Sekolah
Lampiran 12 Lembar Penilaian Afektif Lampiran 13 Lembar Penilaian Psikomotorik Lampiran 14 Rubrik Penilaian Praktik
Lampiran 15 Rubrik Penelitian Produk (Poster) Lampiran 16 Hasil Produk Siswa (Poster) Lampiran 17 Diagram Lingkaran Hasil Angket Lampiran 18 Biodata Penulis
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pandemi covid-19 merupakan masalah besar yang sedang dihadapi dunia belakangan ini. Setelah adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan WFH (Work From Home) segala aktifitas menjadi terbatas dan tidak maksimal, termasuk kegiatan pembelajaran. Melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, Kemendikbud memutuskan untuk menunda semua kegiatan sekolah dan beralih ke belajar daring/pembelajaran jarak jauh di rumah. Tak hanya itu, Kementerian Agama (Kemenag), yang mengawasi Madrasah pun mengikuti himbauan tersebut dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor B- 686.1/DJ.I.I/PP.00/03/2020.1
Dalam menghadapi situasi seperti ini tentu menjadi sebuah tantangan bagi seorang guru untuk bisa menunjukkan segala kompetensi yang dimilikinya baik kompetensi pedagogic, kepribadian, professional maupun sosial. Dimana guru harus memiliki inovasi agar mampu menciptakan suasana pembelajaran yang diinginkan oleh siswanya.
Seiring berjalannya waktu, timbul beberapa kendala dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diantaranya kesulitan guru dalam mengelola PJJ dan masih terfokus dalam penuntasan kurikulum. Sementara itu, tidak semua
1 Nadia Fairuza Azzahra, Ringkasan Kebijakan | Mengkaji Hambatan Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia di Masa Covid-19. Mei 7, 2020, 10.35497/309163
2
orang tua mampu mendampingi anak-anak belajar di rumah dengan optimal karena
harus bekerja ataupun kurangnya kemampuan sebagai pendamping belajar anak. Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pemerintah memberlakukan sistem zonasi yang terdiri dari zona merah, orange, kuning, dan hijau sebagai tanda bahwa suatu daerah memiliki tingkat penyebaran covid-19 yang berbeda- beda. Dengan begitu, kegiatan pembelajaran mulai diberlakukan secara luar jaringan (luring) atau tatap muka namun hanya berlaku bagi daerah yang berzona kuning dan hijau, sementara daerah berzona merah dan oranye tetap melakukan pembelajaran di rumah.2
Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 36 ayat (3) tentang sistem pendidikan nasional bahwa:
Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan; tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta dinamika perkembangan global.3
Hal ini tentu sangat berkaitan dengan perkembangan zaman dan global saat ini, tidak hanya tentang perkembangan teknologi yang saat ini segala informasi bisa diakses melalui internet, namun kita juga sedang dihadapkan dengan situasi pandemi covid-19 yang menyebabkan aktifitas belajar mengajar di sekolah menjadi sangat terbatas. Dengan begitu guru dituntut untuk
2Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, “Penyesuaian Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19”, Agustus 7, 2020.
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/08/penyesuaian-keputusan-bersama-empat-menteri- tentang-panduan-pembelajaran-di-masa-pandemi-covid19
3 Sekretariat Negara Republik Indonesia. Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 36 ayat (3).
memiliki keterampilan dalam memanfaatkan segala bentuk media pembelajaran khususnya yang berbasis web, karena media tersebutlah yang akan sangat bermanfaat sebagai sarana dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan interaktif baik dalam pembelajaran dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).
Adapun dalil yang menunjukkan penggunaan teknologi komunikasi dalam media pembelajaran, yakni Al-Qur’an surah An-Naml (27) ayat 29-30:
ي ْتَلاَق ِْنِّا اُؤَلَمْلا اَهُّ يَا ٓ
هَّنِا ٌْيِْرَك ٌب تِك ََّلَِا َيِقْلُا ٓ ْنِم
َن مْيَلُس هَّنِاَو ِمْسِب ِه ّللا ِن ْحَّْرل ا ِمْيِحَّرلا ٓ
Artinya:
Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.”
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS. An-Naml (27):
29-30).4
Makna dari kedua ayat di atas berisikan tentang cerita Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis. Dimana ayat tersebut memberikan gambaran tentang teknologi komunikasi yang canggih pada masa itu, yaitu Nabi Sulaiman menggunakan burung Hud-Hud sebagai media untuk menyampaikan pesan dalam bentuk surat yang disampaikan kepada Ratu Balqis, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima pada tujuan yang dikehendaki.
Dari kedua ayat tersebut menunjukkan bahwasanya pada zaman Nabi Sulaiman pun penggunaan media komunikasi yang tepat lebih memudahkan sang penerima dalam menerima isi pesan yang disampaikan.
4 Departemen Agama Republik Indonesia, Alqur’an dan Terjemahan, (An-Naml (27):29-30)
4
Sama halnya dengan media komunikasi lainnya, media pembelajaran digunakan sebagai sarana penyampaian materi oleh guru kepada siswanya, untuk itu kita sebagai calon guru yang akan menyampaikan suatu materi diperlukan media pembelajaran yang tepat agar apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Media pembelajaran adalah salah satu kunci yang mampu menarik perhatian siswa, terlebih jika media tersebut merupakan media berbasis (game) permainan. Secara umum diketahui permainan bersifat menyenangkan dan memotivasi. Beberapa literatur mengungkapkan bahwasanya pembelajaran yang bersifat pendekatan permainan dengan melibatkan partisipasi siswa dalam teknologi digital, menunjukkan keingingan yang lebih besar dalam melanjutkan proses pembelajaran berikutnya dibandingkan pembelajaran bersifat konvensional.5
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa daya tarik siswa dalam penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan, ketika siswa mulai tertarik maka motivasi untuk belajar pun akan semakin meningkat. Terdapat dua peran motivasi dalam pembelajaran; pertama sebagai penggerak psikis dalam diri seseorang sehingga timbul keinginan untuk belajar dan menjamin tetap berlangsungnya pembelajaran demi tujuan tertentu. Peran kedua yakni memberikan rasa senang dalam proses pembelajaran sehingga memunculkan energi untuk lebih giat dalam belajar. Semakin giat seseorang dalam belajar pasti akan mempengaruhi hasil belajarnya. Jadi, jika seseorang memiliki motivasi yang tinggi, maka akan muncul semangat dan energy yang tinggi
5 Rafika Andari, “Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi Kahoot! Pada Pembelajaran Fisika”, Jurnal Kajian, Inovasi, dan Aplikasi Pendidikan Fisika, vol 6. No 1, (2020):
136. https://doi.org/10.31764/orbita.v6i1.2069
untuk belajar sehingga akan berdampak baik bagi hasil belajarnya, begitupula sebaliknya.6
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti memilih lokasi di SMPN 2 Panji Situbondo dengan alasan berdasarkan hasil observasi dan wawancara bersama guru PAI kelas VII, dimana dijelaskan bahwa saat ini sudah diberlakukan pembelajaran luring atau tatap muka, namun kegiatan pembelajaran khususnya mata pelajaran PAI masih belum optimal karena motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran masih kurang, sehingga berpengaruh pula pada hasil belajarnya. Selain itu, adanya faktor pembelajaran tatap muka yang terbatas, yang mana sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem sesi. Dalam satu kelas dibagi menjadi dua sesi, masing- masing sesi hanya mendapatkan mata pelajaran PAI satu pertemuan, terdiri dari dua jam pelajaran, dan masing-masing jam pelajaran berlangsung selama 35 menit. Dengan waktu yang begitu singkat tersebut, diharapkan adanya inovasi baru dari guru agar motivasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat.7 Hal ini bisa diwujudkan dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis game online untuk menunjang pembelajaran luring atapun daring, maka motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI diharapkan bisa lebih meningkat. Sehingga peneliti mengangkat judul: “Penerapan Media Berbasis Wordwall dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa
6 Ivylentine Datu Palittin, Wihelmus Wolo, Ratna Purwanty, “Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa” , Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, vol 6. no 2. (2019), 2-3.
https://doi.org/10.35724/magistra.v6i2.1801
7 Joko Setyo, diwawancarai oleh Penulis, Situbondo Agustus 2021.
6
Kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo Tahun Pelajaran 2021-2022.”
B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, diperoleh permasalahan sebagai berikut:
1. Turunnya motivasi belajar siswa kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Panji Situbondo.
2. Berdasarkan hasil tes formatif terakhir yang diperoleh guru Pendidikan Agama Islam VIIB, siswa tuntas dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam hanya 60% dan 40% tidak tuntas. (KKM= 75).
Dari identifikasi masalah tersebut, sehingga diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah penerapan media berbasis wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo ?
2. Apakah penerapan media berbasis wordwall dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo?
C. Cara Pemecahan Masalah
Cara pemecahan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini yakni peneliti menerapkan media berbasis wordwall yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi sekaligus hasil belajar siswa kelas VII B SMPN 2 Panji Situbondo. Media tersebut adalah media berbasis permainan sehingga mampu
menarik perhatian peserta didik dalam melangsungkan pembelajaran.8 Indiktor keberhasilan yang diukur dalam penelitian ini adalah meningkatnya motivasi belajar yang diukur melalui lembar angket dan lembar observasi, sedangkan meningkatnya hasil belajar diukur melalui lembar tes.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian mengacu kepada masalah- masalah yang telah dirumuskan sebelumnya.
1. Untuk mendeskripsikan apakah penerapan media berbasis wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo.
2. Untuk mendeskripsikan apakah penerapan media berbasis wordwall dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan di berikan setelah melakukan penelitian. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat serta kontribusi baik secara teoritis maupun praktis. Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain:
1. Manfaat Teoritis
8 Rafika Andari, “Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi Kahoot! Pada Pembelajaran Fisika”, 136.
8
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan serta keilmuan dalam bidang pendidikan terlebih dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan penerapan media berbasis wordwall.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sebuah inovasi baru terkait penerapan media pembelajaran yang bisa dimanfaatkan peneliti ketika kelak menjadi seorang guru.
b. Bagi Lembaga Yang Diteliti
Hasil penelitian diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap lembaga, sehingga lembaga mampu mengembangkan kegiatan positif dengan lebih maksimal, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar.
c. Bagi UIN KHAS Jember
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur terhadap mahasiswa lain yang ingin melaksanakan penelitian dengan tema ini.
Dan juga diharapkan dapat dijadikan wawasan baru dalam dunia pendidikan.
F. Hipotesis
Dalam PTK, hipotesis tindakan dirumuskan adanya keterkaitan antara tindakan yang akan dilakkan dengan perubahan yang akan terjadi. Dengan demikian, hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah:
1. Penerapan Media Berbasis Wordwall dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo.
2. Penerapan Media Berbasis Wordwall dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Panji Situbondo.
G. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pembaca dalam memahami dan mempelajari penelitian ini. Berikut sistematika penulisan penelitian ini dibagi menjadi lima bab:
BAB I, tentang latar belakang masalah, permasalahan, cara pemecahan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis tindakan dan sistematika penulisan.
BAB II, berisi penelitian terdahulu dan kajian teori, yang di dalamnya mengkaji tentang media berbasis wordwall, motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
BAB III, tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi, wartu dan subyek penelitian, prosedur penelitian, pelaksanaan siklus penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, keabsahan data, indikator kinerja, tim peneliti serta jadwal penelitian
BAB IV, tentang gambaran obyek penelitian, hasil penelitian dan pembahasan.
BAB V, memuat simpulan dari hasil penelitian dan saran-saran.
10
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Terdahulu
Pada bagian ini, penulis mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu baik berupa skripsi, tesis disertasi, laporan penelitian, buku hasil penelitian, artikel yang dimuat di jurnal ilmiah dan sebagainya. 9
1. Penelitian ini dilakukan oleh Licia Sin Vuspa, skripsi, 2017, Pengaruh Media Pembelajaran Video Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di MTs. Patra Mandiri Plaju Palembang. Penelitian ini memiliki kesamaan dalam variable yakni sama-sama meneliti suatu media pembelajaran untuk mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Namun memiliki perbedaan penggunaan media pembelajaran dalam bentuk video dan penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen
2. Penelitian ini dilakukan oleh Tsamrotin Nafi’ah, skripsi, 2021, Upaya Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Tajwid Melalui Model Card Sort Berbasis Wordwall Siswa Kelas IV MI. Plus Bunga Bangsa Tahun Ajaran 2020/2021. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Intstitut Agama Islam Negeri Ponorogo. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar tajwid melalui model card short berbasis wordwall. Persamaan dalam penelitian ini yakni penelitian
9 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Jember: IAIN Jember Press, 2020), 60
11
dengan Menggunakan jenis penelitian PTK, selain itu variable yang dipilih juga sama-sama untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan media berbasis wordwall. Perbedaannya terletak pada penggunaan model pembelajaran card short, sedangkan dalam penelitian yang dilakukan peneliti saat ini tidak menggunakan model pembelajaran, hanya menggunakan media pembelajarannya saja. Selain itu, penelitian yang dilakukan Tsamrotin Nafi’ah diterapkan pada siswa MI sedangkan penelitian ini ditujukan pada siswa SMP.10
3. Penelitian ini dilakukan oleh Siti Farhaniah, skripsi, 2021, Penerapan Media Berbasis Wordwall Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 127 Kota Jambi. Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan Universtas Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi. Penelitian ini berisikan tentang penerapan media berbasis wordwall untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa.
Persamaan dari penelitian ini yakni menggunakan jenis penelitian PTK dengan penerapan media berbasis wordwall, namun perbedaannya terletak pada variable yang dituju yakni keaktifan belajar. Selain itu, perbedaan juga terletak pada subjek penelitiannya yakni siswa SD.11 4. Penelitian ini dilakukan oleh Anisa Auliya, skripsi, 2021, Pengembangan
Instrumen Evaluasi Berbasis Wordwall untuk Mata Pelajaran IPA SMP
10 Tsamrotin Nafi’ah, “Upaya Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Tajwid Melalui Model Card Sort Berbasis Wordwall Siswa Kelas IV MI Plus Bunga Bangsa Tahun Ajaran 2020/2021”.
(Skripsi, IAIN Ponorogo, 2021), 1-7.
11 Siti Farhaniah, “Penerapan Media Berbasis Wordwall Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 127 Kota Jambi”. (Skripsi, UIN Sulthan Thaha Syaifuddin, 2021), 1-3.
13
Kelas VII, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. Penelitian ini berisikan tentang pengembangan instrument evaluasi berbasis wordwall untuk mata pelajaran IPA kelas VII. Persamaan dari penelitian ini yakni sama-sama menggunakan media berbasis wordwall. Sedangkan perbedaanya yaitu penelitian ini merupakan jenis penelitian research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan, sehingga penelitian ini dugunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.12 5. Penelitian ini dilakukan oleh Waginah Dwi Nuryaningsih, jurnal
pedagogy, 2021, Penerapan Media Schoology untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Bojong Pekalongan. Penelitian ini berisikan tentang penerapan media schoology untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Persamaan dari penelitian ini adalah memiliki variable yang sama yakni meningkatkan motivasi dan hasil belajar.
Adapun perbedaannya yakni penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan menerapkan media pembelajaran yang berbeda.13
Tabel 2.1 Kajian Terdahulu No Nama
Peneliti
Judul Persamaan Perbedaan
1. Licia Sin Vuspa, skripsi,
Pengaruh Media Pembelajaran Video Terhadap
Menggunaka n media pembelajaran
Media pembelajaran yang digunakan yakni dengan video.
12 Anisa Aulia, “Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Wordwall untuk Mata Pelajaran IPA SMP Kelas VII.” (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, 2021), 1-9.
13 Waginah Dwi Nuryaningsih, “Penerapan Media Schoology untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Bojong Pekalongan.”
Jurnal Pedagogy, vol 8. no 1(2021): 17. https://doi.org/10.33394/jp.v8i1.3161
2017. Motivasi
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih Di Mts. Patra Mandiri Plaju Palembang.
Variabel terikat yakni motivasi belajar siswa.
Menggunakan metode penelitian
eksperimen.
2.. Tsamrotin Nafi’ah, skripsi, 2021.
Upaya Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Tajwid Melalui Model Card Sort Berbasis Wordwall Siswa Kelas IV MI Plus Bunga Bangsa Tahun Ajaran 2020/2021.
menggunaka n jenis penelitian PTK
Meningkatka n hasil belajar
Menggunaka n media berbasis wordwall.
Menggunakan model pembelajaran card short dan penelitian ini diterapkan pada siswa MI.
3.. Siti
Farhaniah, skripsi, 2021.
Penerapan Media Berbasis Wordwall Untuk
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 127 Kota Jambi.
Menggunaka n jenis penelitian PTK
Menerapkan media berbasis wordwall
Variabel yang dituju yakni keaktifan belajar.
Subjek penelitiannya yakni siswa SD.
4. Anisa Auliya, skripsi, 2021.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Wordwall untuk Mata
Pelajaran IPA SMP Kelas VII.
Penelitian ini menggunaka n media berbasis wordwall
Jenis penelitian research and
development (R&D) atau penelitian dan pengembangan.
5.. Waginah Dwi Nuryaning sih, jurnal pedagogy, 2021,
Penerapan Media Schoology untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam
Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Bojong
Pekalongan.
Sama-sama untuk meningkatka n motivasi dan hasil belajar.
Jenis penelitian eksperimen.
Menerapkan media Schoology.
15
Dari beberapa penelitian terdahulu yang sudah disebutkan, adapun keunikan dari penelitian ini, yakni peneliti melakukan penelitian di masa transisi dari pembelajaran online menjadi pembelajaran offline, yang mana sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka (offline) dengan sistem sesi.
B. Kajian Teori
Pada bagian ini, peneliti memaparkan teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian membangun kerangka pikir dan mengembangkan pedoman penelitian.14
1. Media Berbasis Wordwall a. Media
Secara Bahasa “media” berasal dari kata latin yakni “medium”
yang berarti perantara atau pengantar. Media pembelajaran dalam arti sempit berarti komponen bahan dan komponen alat dalam sistem pembelajaran. Sedangkan dalam arti luas, media berarti pemanfaatan secara maksimum semua komponen sistem dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.15
Menurut Hamidjojo yang dimaksud media ialah semua bentuk perantara yang di gunakan penyebar ide, sehingga gagasan itu sampai kepada penerima. Sedangkan McLuhan memberikan batasan yang intinya bahwa media sarana yang disebut saluran, karena pada hakekatnya media telah memperluas dan memperpanjang kemampuan
14 Tim Penyusun, 60
15 M. Miftah, “Fungsi dan Peran Media Pembelajaran sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa.” Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol 1 no 2 (2013): 97.
https://doi.org/10.31800/jtp.kw.v1n2.p95--105
manusia untuk merasakan, mendengar dan melihat dalam batas, jarak dan waktu tertentu, kini dengan adanya media, batas-batas tersebut hampir tidak ada. Selanjutnya, Blacks dan Horalsen berpendapat, bahwa media adalah saluran komunikasi yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan, dimana medium itu merupakan jalan atau alat dengan mana suatu pesan berjalan antara komunikator ke komunikan.
b. Wordwall
Wordwall merupakan aplikasi berbasis game website yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Media wordwall terdiri dari beberapa macam jenis permaianan yang dapat digunakan diantaranya yakni kuis, menjodohkan, anagram, acak kata, pencarian kata, mengelompokkan, dsb.16 Media ini sangat cocok digunakan dalam situasi saat ini, dimana beberapa sekolah masih menerapkan sistem pembelajaran daring ataupun pembatasan jam pelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah kurang efektif.
1) Jenis Wordwall
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa media wordwall terdiri dari beberapa jenis permainan. Berikut jenis permaianan yang dapat digunakan dalam penelitian ini:
16Eric Kunto, “Wordwall: Media Pembelajaran Interaktif Mulai dari Quiz, Wordsearch, hingga Anagram”, Februari 2021, https://www.erickunto.com/2020/11/wordwall-media-pembelajaran- interaktif.html.
17
Gambar 2.1
Jenis Permainan Dalam Wordwall
Dilihat dari Gambar 2.1 di atas, berikut masing-masing penjelasan jenis permainan pada wordwall:17
a) Permainan Pencocokan, siswa harus mencocokkan dengan menggeser setiap kata kunci yang berada di samping definisinya.
b) Kuis, permainan yang berisi kumpulan pertanyaan pilihan ganda dimana siswa harus memilih jawaban yang benar agar bisa melanjutkan ke pertanyaan berikutnya.
c) Roda Acak, permainan ini meminta siswa untuk menyatakan atau mendeskripsikan apa yang didapatkannya dari putaran roda tersebut. Permainan ini biasanya digunakan sebagai kegiatan atau latihan sehingga siswa menggambarkan dan mempertahankan materi yang dibutuhkan instruktur karena permainan ini tidak memiliki skor.
17 Siti Farhaniah, “Penerapan Media Berbasis Wordwall Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 127 Kota Jambi”. 14-17
d) Membuka Kotak, permainan ini meminta siswa memilih jawaban yang sesuai dengan pernyataan berupa gambar atau pertanyaan yang terdapat dalam kotak yang di pilih.
e) Menemukan Kecocokan, siswa harus memilih jawaban yang tepat lalu dicocokkan. Jawaban yang benar akan menghilang begitu seterusnya.
f) Benarkan Kalimat, siswa harus meletakkan kata-katauntuk Menyusun ulang kalimat agar menjadi benar.
g) Pengurutan Grup, permainan ini meminta siswa untuk mengelompokkan atau Menyusun jawaban yang benar sesuai klasifikasinya.
h) Pengejaran dalam Labirin, siswa disediakan pertanyaan dan harus menemukan jawabannya di dalam labirim dengan cara menjalankan hewan miliknya dan tidak boleh menabrak musuh.
i) Kuis Game Show, kuis berisi soal pilihan ganda yang harus dikerjakan siswa dengan memilih jawaban yang tepat. Kuis ini memiliki batas waktu, babak bonus dan nyawa.
j) Pasangan yang Cocok, siswa diminta mengetuk sepasang ubin yang berisi gambar lalu mencocokkan gambar satu dengan gambar lainnya dengan membuka satu persatu ubin.
k) Kata yang Hilang, aktivitas yang mengharuskan siswa mengisi kata yang hilang dalam suatu pernyataan. Potongan
19
kata yang hilang telah disediakan, maka siswa harus memilih agar kata tersebut merupakan pelengkap kalimat tersebut.
l) Anagram, siswa diharuskan menyeret atau memindahkan huruf agar menjadi kata yang benar.
m) Diagram Berlabel, siswa diminta meletakkan pin ke tempat yang benar pada suatu gambar.
n) Kartu Acak, permaianan kartu acak yang berisikan gambar atau pertanyaan yang harus dibagikan kepada siswa.
Permaian ini tetap dilakukan secara online.
o) Menemukan Tikus, permainan ini berupa permainan yang memunculkan beberapa tikus-tikus dengan masing masing jawaban, dan siswa harus memukul tikus yang memiliki jawaban benar.
p) Pecah Balon, siswa diminta untuk memecahkan balon untuk menjatuhkan setiap kata kunci ke definisi yang cocok.
q) Pesawat Terbang, siswa harus menggunakan sentuhan pada androidnya atau dengan keyboard jika menggunakan PC agar bisa menerbangkan pesawat dan diarakan kepada jawaban yang benar.
r) Teka-teki silang, siswa harus memecahkan teka-teki silang dengan memperhatikan petuntuk yang telah di sediakan.
2) Karakteristik Wordwall
Media berbasis wordwall memiliki karakteristik yang perlu diketahui, diantaranya yakni:
a) Tingkat Kesulitan, hal ini berkaitan dengan level pada masing- masing permainan. Jika siswa memainkan permainan yang berlevel tinggi maka tingkat kesulitannya pun tinggi, begitupula sebaliknya. Level ini bisa diatur oleh guru, bisa diletakkan di akhir ataupun di awal permainan.
b) Menarik dan menyenangkan, hal ini mampu membuat siswa tertarik untuk mengerjakan setiap soal yang disediakan dan membantu mereka mencapai tujuan yang diinginkan sesuai dengan kemampuan mereka.
c) Mengasah skill, siswa memainkan setiap permainan tentu bisa gagal, namun mereka bisa mengulanginya sehingga kemampuan dalam mengerjakan setiap soal bisa bertambah dan terus terasah.
d) Bisa dimainkan secara sendirian/berkelompok.
Dari karakteristik media berbasis wordwall diatas, akan membuat siswa lupa sejenak bahwasanya mereka masih berada dalam proses pembelajaran. Media tersebut tentu membuat siswa
21
lebih tertarik dan menikmati pembelajaran terutama ketika siswa mengerjakan soal-soal latihan yang telah disajikan.18
3) Langkah-langkah Penggunaan Wordwall
Perlu diketahui, media berbasis wordwall ini bisa diakses melalui Adroid ataupun laptop/PC dan memiliki tampilan yang tidak jauh berbeda jika diakses di keduanya.
Berikut langkah-langkah penggunaan wordwall:
1. Guru akan membagikan link tugas kepada siswa, lalu siswa membuka link tersebut dan mengisi identitas nama pada kolom yang di sediakan.
Gambar 2.2
Langkah-Langkah Penggunakan Wordwall
2. Selanjutnya siswa bisa menekan tombol start/mulai pada tampilan.
18 Siti Farhaniah, “Penerapan Media Berbasis Wordwall Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar
Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 127 Kota Jambi”. 17-18.
Gambar 2.3
Langakah-Langkah Penggunaan Wordwall
3. Game dimulai, isi sesuai perintah/ pertanyaan, dengan timer yang terus berjalan (jika mengaktifkan fitur timer).
4. Ketika sudah selesai mengerjakan, siswa bisa melihat score yang diperoleh.
5. Jika guru mengakifkan tombol pengulangan, maka siswa yang mengerjakan kurang maksimal bisa mengulanginya kembali.
Gambar 2.4
Langkah-Langkah Penggunaan Wordwall
23
6. Guru bisa melihat score yang diperoleh siswa di akun wordwall-nya yakni dengan menekan tombol My Result/hasil saya. Dari sana guru bisa melihat ranking nilai siswa dari yang tertinggi hingga terendah.
Gambar 2.5
Langkah-Langkah Penggunaan Wordwall 2. Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian
Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Al- Qur’an dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan serta penggunaan pengalaman. 19
19 Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014, Cet. ke-2), 11-12
Pendidikan Agama Islam disekolah atau madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.20
Tujuan pendidikan agama Islam tersebut merupakan turunan dari tujuan pendidikan nasional dalam UUSPN (UU NO 20 Tahun 2003), berbunyi: “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.21
b. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pendidikan agama Islam, yaitu: Al-Qur’an dan Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah kebudayaan Islam.
Karakteristik masing-masing aspek mata pelajaran PAI yaitu sebagai berikut:
20 Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep
dan implementasi Kurikulum 2004, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006, Cet. ke-6), 135
21 Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2014, Cet. ke-2), 16-17.
25
1) Al-Qur’an dan Hadist
Menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
2) Aqidah Akhlak
Menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keyakinan dan keimanan yang benar serta mengamalkan nilai-nilai akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.
3) Fikih
Menekankan pada kemampuan cara melaksanakan ibadah dan mualmalah yang baik dan benar.
4) Sejarah Kebudayaan Islam
Menenkankan pada kemampuan mengambil ibrah atau contoh/pelajaran dari peristiwa sejarah Islam, meneladani tokoh- tokoh berprestasi dan mengaitkannya dengan fenomena social, budaya, politik, ekonomi, IPTEK, dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.
3. Motivasi Belajar a. Pengertian
Motivasi adalah perubahan dalam diri seseorang yang ditandai dengan dorongan yang berasal dari diri seseorang untuk mencapai tujuan. Motivasi belajar tidak lain adalah dorongan dan reaksi-reaksi
usaha yang disebabkan karena adanya kebutuhan untuk berprestasi dalam hidup. Hal tersebut mampu menjadikan individu memiliki usaha, keinginan dan dorongan untuk mencapai hasil belajar yang tinggi.22
MCDonald menyatakan bahwa motivasi adalah perubahan dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Dari pengertian tersebut mengandung tiga elemen penting, yaitu:23
1) Bahwa motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada setiap diri manusia. Perkembangan motivasi itu akan membawa beberapa perubahan sistem neurofisiologis yang ada dalam organisme manusia.
2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa atau feeling, efek seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan personal- persoalan kejiwaan, efeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
3) Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi, dalam hal ini motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya akan terangsang atau terdorong oleh adanya unsur yang lain, yakni tujuan.
22 Maryam Muhammad, “Pengaruh Motivasi dalam Pembelajaran”, Lantanida Jurna.l vol 4, no. 2, (2016): 87 http://dx.doi.org/10.22373/lj.v4i2.1881
23 Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012), 73-74
27
Dari ketiga elemen diatas, maka dapat disimpulkan bahwasanya motivasi merupakan sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan suatu perubahan energi pada diri manusia, sehingga akan menimbulkan gejala-gejala kejiwaan, perasaan dan emosi, kemudian bertindak melakukan sesuatu yang didasari karena adanya tujuan, kebutuhan dan keinginan.
Dalam kegiatan pembelajaran juga sangat diperlukan adanya motivasi. “Motivation is an essential condition of learning”. Dengan adanya motivasi, suatu proses pembelajaran mampu mengoptimalkan hasil belajar siswa. Semakin tepat motivasinya, maka semakin berhasil pula pelajaran yang ditempuh. 24
b. Fungsi Motivasi
Terdapat tiga fungsi motivasi, diantaranya yakni:
1) Mendorong manusia untuk berbuat. Dalam hal ini motivasi sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2) Menentukan arah perbuatannya. Dalam hal ini motivasi dapat mengarahkan suatu kegiatan sesuai dengan tujuannya.
3) Menyeleksi perbuatan. Dalam hal ini motivasi menentukan perbuatan yang harus dikerjakan demi mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan yang tidak bermanfaat dalam mencapai tujuan tersebut.
24 Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, 84.
Selain fungsi di atas, motivasi juga berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Dengan kata lain, seseorang dalam belajar akan memperoleh prestasi yang baik jika didasari dengan adanya motivasi dan ketekunan.
4. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu “hasi”
dan “belajar”. Hasil adalah sesuatu yang telah dicapai dari sebuah aktivitas atau kegiatan tertentu. Sedangkan menurut Sardiman dalam Burhanudin, belajar adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang lebih baik sebagai hasil pengalamannya dalam interaksi dengan lingkungan.25
Hasil belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi pada individu baik dalam kemampuan kognitif, afektif maupun psikomotoriknya. Tergantung dari tujuan pembelajaran.26 Menurut Nawawi dalam Susanto hasil belajar adalah tingkat keberhasilan yang didapatkan seorang siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah.
Hasil tersebut dapat dinyatakan dalam skor yang diperoleh.27 a. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar yaitu yang berasal dari dalam siswa yang belajar (faktor internal) dan
25 Burhanuddin, Syafaruddin, Supiono, Guru, Mari Kita Menulis Penelitian Tindakan Kelas (Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2019), 79
26 Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016), 44
27 Ahmad Susanto, Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar. (Jakarta: Prenada Media
Group, 2016)
29
yang berasal dari luar siswa (faktor eksternal). Menurut Slameto, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu:
1) Faktor internal, terdiri dari:
Faktor jasmaniah
Faktor psikologis
2) Faktor eksternal, terdiri dari:
Faktor keluarga
Faktor sekolah
Faktor masyarakat
Tak jauh berbeda dengan Slameto, menurut Muhibbin Syah, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi segala unsur fisiologis dan psikologis siswa salah satunya yakni kemampuan secara fisik, kecerdasan, ataupun kemampuan berpikir. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar yakni lingkungan sosial dan lingkungan non sosial.28
b. Indikator Hasil Belajar
Yang menjadi indikator utama hasil belajar siswa adalah sebagai berikut :
1) Ketercapaian daya serap terhadap bahan pembelajaran yang diajarkan, baik secara individual maupun kelompok.
28 Edy Syahputra, Snowball Throwing Tingkatkan Minat Dan Hasil Belajar (Sukabumi: Haura Publishing, 2020), 26–27.
Pengukuran ketercapaian data serap ini biasanya dilakukan dengan penetapan Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal.
2) Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa, baik secara individual maupun kelompok.29 c. Macam-Macam Hasil Belajar
Sama halnya dengan indicator hasil belajar, Bloom membagi macam-macam hasil belajar berdasarkan tiga ranah yakni kognitif yang berkaitan dengan pengetahuan intelektual, ranah afektif berkaitan dengan sikap, dan yang terakhir ranah psikomotorik yang berkaitan dengan keterampilan.
Menurut Gagne hasil belajar dapat dibagi menjadi lima kelompok, yaitu:
1) Pengetahuan kegiatan kognitif, yaitu kemampuan belajar dan berfikir.
2) Sikap, yaitu sikap tertentu dari seseorang terhadap suatu objek.
3) Kemahiran intelektual, yaitu kemampuan seseorang untuk berhubungan dengan lingkungannya dan dengan dirinya sendiri.
4) Keterampilan motorik, yaitu kemampuan seseorang yang mampu melakukan suatu rangkaian gerak gerik jasmani.
5) Informasi verbal, yaitu tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang yang diungkapkan melalui bahasa lisan maupun tertulis kepada orang lain.
29 Darmadi, Pengembangan Model Dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa (Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2017), 253.
31 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) / classroom action research. PTK merupakan bentuk penelitian reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih professional.29 Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Suharsimi Arikunto.
B. Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMPN 2 Panji Situbondo tahun ajaran 2021/2022. Adapun subjek penelitian ini yakni kelas VII B SMPN 2 Panji Situbondo yang berjumlah 32 siswa. Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan melalui dua siklus untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI dengan menerapkan media berbasis wordwall.
C. Prosedur Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas tidak jauh berbeda dengan penelitian lainnya. PTK juga memiliki prosedur atau aturan yang harus diperhatikan. PTK terdiri dari empat langkah: (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan; (3) Pengamatan;
(4) Refleksi
29 Hamid, Metode Penelitan Pendidikan, (Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 2011),199.
Gambar 3.1
Siklus Penelitian Tindakan Kelas
Dari gambar tersebut dapat diuraikan prosedur Penelitian Tindakan Kelas sebagai berikut:30
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan tahap awal dari pelaksanaan siklus dalam penelitian ini. Pada tahap ini guru menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penelitiannya, diantaranya yakni menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapkan media pembelajaran, mengembangkan materi serta menyiapkan instrument penelitian seperti lembar observasi, angket dan lembar tes.
2. Pelaksanaan (Acting)
Dalam tahap ini guru melaksanakan apa yang telah dirancang sebelumnya dalam RPP. Guru juga harus memberikan langkah-langkah
30 Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, Penelitian Tindakan Kelas (edisi revisi), 210-229
33
terkait penggunaan media berbasis wordwall sebagai media pembelajaran yang diteliti.
3. Pengamatan (Observation)
Kegiatan ini merupakan realisasi dari lembar observasi yang telah dibuat pada saat tahap perencanaan. Artinya setiap kegiatan pengamatan wajib menyertakan lebar observasi sebagai bukti otentik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan atas tindakan yang telah dilakukan. Hasil dari pengamatan nantinya menjadi umpan balik untuk menentukan rencana selanjutnya.
4. Refleksi (Reflecting)
Refleksi ini dilakukan untuk merenungkan dan mangkaji hasil tindakan pada siklus mengenai motivasi dan hasil belajar mata pelajaran PAI dengan menggunakan media berbasis wordwall. Selanjutnya untuk dicari dan ditetapkan beberapa alternatif tindakan yang baru dan lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
D. Pelaksanaan Siklus Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus, pada masing- masing siklus dilakukan dalam 2 kali pertemuan (4 Jam Pelajaran).
Pembelajaran dengan menggunakan media berbasis wordwall pada mata pelajar PAI di kelas VII B SMPN 2 Panji Situbondo bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Berikut tahapan-tahapan pelaksanaan Siklus Penelitian:
1. Pra Siklus
Pada tahap ini guru melangsungkan pembelajaran tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis wordwall. Pembelajaran pra- siklus ini dilakukan dengan cara pengambilan nilai evaluasi ulangan harian mata pelajaran PAI materi pokok sesuai dengan waktu yang tersedia.
2. Siklus I
a. Perencanaan:
1. Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah, akan diterapkan media berbasis wordwall.
2. Dipilih pokok bahasan yang sesuai dengan waktu yang tersedia. (4 pertemuan, masing-masing terdiri dari 2 jam pelajaran)
3. Direncanakan RPP untuk pokok bahasan tersebut secara rinci pada setiap pertemuan. Serta dirancang scenario pembelajaran pada siklus I.
4. Menyiapkan instrumen penelitian untuk mengamati proses pembelajaran.
5. Menyiapkan sejawat guru untuk bertindak sebagai kolaborator sekaligus observer yang membantu dalam mengamati proses penelitian.
35
b. Pelaksananaa:
1. Mengajar selama 2 pertemuan untuk sub pokok yang tersedia.
2. Pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang.
c. Pengamatan :
1. Mengamati proses pembelajaran dengan menggunakan instrument yang telah di siapkan
2. Berkolaborasi dengan sejawat gur yang bertindak sebagai observer untuk ikut mengamati proses oembelajaran.
3. Mengumpulkan dan mencatat hasil pengamatan dan menganalisisnya.
d. Refleksi:
1. Dari hasil analisis pengamatan yang telah dilakukan, nantinya akan dijadikan sebagai bahan evaluasi.
2. Mengetahui kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media berbasis wordwall.
3. Hasil refleksi tersebut dihimpun dalam satu catatan yang akan dipakai sebagai masukan dalam perancangan siklus ke-II.
3. Siklus II
a. Perencanaan:
1. Kembali dirancang scenario pelaksanaan pembelajaran dalam siklus II dengan perbaikan dan penyempurnaan dari pembelajaran siklus I.
2. Kembali disiapkan media pembelajaran yang akan digunakan serta dokumen lain, seperti daftar hadir, lembar kerja siswa, dll.
3. Kembali merancang instrument (sesuai dengan masukan refleksi) untuk mengamati proses pembelajaran dan hasil belajar.
4. Kembali mendiskusikan dengan observer, yakni sejawat guru yang diminta bantuan untuk ikut mengamati PTK, tentang hal-hal yang diperbaiki (berubah) pada pembelajaran di sikus ke-II.
b. Pelaksanaan:
1. Melaksanakan pembelajaran siklus II dengan topik yang sama.
2. Dalam pelaksanaannya menerapkan dengan scenario yang telah diperbaiki dan disempurnakan dari tindakan sebelumnya di siklus I.
c. Pengamatan:
1. Melakukan pengamatan Kembali pada siklus II
2. Mengumpulkan data hasil pengamatan, lalu menganalisisnya.
d. Refleksi:
1. Menggunakan analisis siklus I dan II sebagai pembuatan laporan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam hal ini, peneliti menggunakan beberapa sumber data dan teknik pengumpulan data untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Data yang baik adalah data yang diambil dari sumber yang tepat dan akurat.31
Dalam mengumpulkan data hasil penelitian tentu menggunakan beberapa Teknik, diantaranya sebagai berikut:
31 Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, Penelitian Tindakan Kelas (edisi revisi), 6
37
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan. Dalam hal ini observasi merupakan penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap siswa selama pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
Adapun indikator yang perlu diamati selama proses pembelajaran untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa yang meliputi:
a. Kesiapan siswa mengikuti pembelajaran.
b. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
c. Ketekunan siswa dalam menjawab soal-soal.
2. Tes
Metode tes adalah seperangkat rangsangan (stimulus) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penentu skor angka.32 Pada istilah lain, tes merupakan sarana dalam memperoleh skor siswa melalui beberapa pertanyaan/soal.
Tes disini akan menentukan hasil belajar yang diperoleh siswa dalam bentuk skor. Melalui media berbasis wordwall, peneliti mampu melihat skor yang didapatkan siswa ketika mengerjakan beberapa soal- soal terkait pokok bahasan yang diajarkan.
32 Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), 158
3. Angket
Angket atau kuesioner digunakan untuk memperoleh data motivasi belajar siswa dalam melangsungkan pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran tersebut. Data ini sebagai penguat ketercapaian tingkat motivasi belajar siswa sesuai yang diharapkan.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah semua alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data tentang semua proses pembelajaran.33
Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan beberapa instrument penelitian, diantaranya yakni:
1. Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan sebagai alat dalam mengumpulkan informasi saat sedang berlangsungnya proses pembelajaran. Peneliti akan mengamati beberapa tingkah laku siswa saat pembelajaran berlangsung.
Tiga aspek yang akan diamati yakni kesiapan, keaktifan dan ketekunan siswa dalam proses pembelajaran.
Tabel 3.1
Instrumen Lembar Observasi Motivasi Belajar Siswa.
No. Nama Siswa
Kriteria yang Diamati Kesiapan
Siswa Mengikuti Pembelajaran
Keaktifan Siswa
Ketekunan Siswa Mengerjakan
Soal-soal.
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1.
33 Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, Penelitian Tindakan Kelas (edisi revisi), 85
39
2.
dst.
Keterangan: (1) Tidak Baik; (2) Kurang Baik; (3) Cukup Baik;
(4) Baik; (5) Sangat Baik
Selain lembar observasi kegiatan siswa, terdapat pula lembar observasi kegiatan guru yang nantinya akan diamati oleh observer.
Berikut tabelnya:
Tabel 3.2
Instrumen Lembar Observasi Kegiatan Guru
No. Tingkah Laku Guru Skor
1 2 3 4 5
1. a. Guru memasuki ruang kelas tepat waktu.
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
c. Guru mengingatkan kembali materi pembelajaran sebelumnya.
d. Guru menanyakan pengetahuan siswa tentang materi yang akan diajakan.
e. Guru meminta siswa untuk bertanya.
2. a. Guru menginformasikan tugas yang akan di kerjakan.
b. Guru menyampaikan alokasi waktu dalam setiap kegiatan pembelajaran.
3. a. Guru menyiapkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran.
b. Guru menyiapkan lembar kerja sesuai dengan materi dan tujuan
pembelajaran.
c. Guru memberikan kesempatan siswa untuk mengeksplorasi
kemampuan dan keterampilannya dalam memahami materi.
4. a. Guru mencatat aktivitas siswa selama
pembelajaran.
b. Guru memberikan evalusi dan
menyampaikan materi yang belum di ketahui siswa.
2. Lembar Tes
Lembar tes digunakan sebagai alat mengumpulkan nilai atau skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran. Siswa harus menjawab sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan peneliti, sehingga skor yang diperoleh akan dicatat dalam lembar tes.
Tabel 3.3
Instrumen Lembar Hasil Belajar Siswa
No. Nama Siswa Skor Siswa Keterangan
1.
2.
3.
Dst.
3. Lembar Angket
Lembar angket digunakan sebagai alat untuk mendapatkan informasi terkait motivasi belajar siswa. Angket ini nantinya akan
41
dibagikan kepada siswa sebelum penelitian berakhir guna ingin mengetahui seberapa berpengaruhnya media yang diterapkan terhadap motivasi belajar siswa. Siswa bebas memberikan penilaian berupa skala skor antara 1-4. Setelah terkumpul, informasi yang diperoleh nantinya digunakan untuk mempertimbangkan peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan media yang diterapkan dalam penelitian tersebut. Berikut aspek-aspek yang terdapat pada angket siswa:
Tabel 3.4
Instrumen Lembar Angket
No. Aspek Penilaian
SKALA 1 2 3 4 1. Media berbasis wordwall menarik.
2. Berlatih soal-soal melalui media berbasis wordwall dapat membantu saya dalam mengingat materi PAI.
3. Saya merasa antusias untuk mengerjakan soal-soal menggunakan media berbasis wordwall.
4. Saya merasa termotivasi untuk mengerjakan setiap soal dengan benar.
5. Saya termotivasi untuk mengerjakan setiap soal dengan tepat waktu.
6. Dengan media berbasis wordwall pembelajaran menjadi menyenangkan.
7. Saya merasa lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran PAI.
8. Dengan media ini memudahkan saya dalam belajar materi PAI.
9. Saya merasa lebih termotivasi untuk
mengikuti pelajaran PAI materi berikutnya.
10. Saya ingin media pembelajaran ini sering digunakan dalam pembelajaran PAI.
Keterangan: (1) Tidak Setuju; (2) Kurang Setuju; (3) Setuju;
(4) Sangat Setuju