Tujuan penelitian adalah 1) Mendeskripsikan perencanaan penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, peneliti merasa terdorong dan tertarik untuk mengkaji secara mendalam tentang “Penggunaan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi, Akademik Tahun."
Fokus Penelitian
Bagaimana Evaluasi Penerapan Metode Diskusi dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kumpulan dan referensi sehingga dapat digunakan sebagai bahan bantu belajar dan membaca bagi siswa lainnya serta menambah pemahaman tentang metode berdiskusi dan mempelajari sejarah kebudayaan Islam. Untuk menambah pengetahuan tentang metode percakapan yang digunakan dalam pembelajaran sejarah budaya Islam di sekolah, sehingga pembaca tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Definisi Istilah
Sejarah Kebudayaan Islam merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang mendalami tentang asal muasal, perkembangan, peranan kebudayaan atau peradaban Islam serta tokoh-tokoh yang berprestasi dalam sejarah Islam pada masa lampau, mulai dari sejarah masyarakat Arab pra Islam, melihat sejarah kebudayaan Islam. kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, hingga masa Khulafaurrasyidin. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan judul penerapan metode diskusi dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 adalah metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembelajaran sejarah kebudayaan islam, sehingga pembelajaran tidak monoton bagi guru dan dapat mengaktifkan siswa pada saat pembelajaran.
Sistematika Pembahasan
Implikasi Penggunaan Metode Diskusi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) 14. Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Metode Diskusi di SMA Negeri Balung Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2013.
Kajian Teori
Perencanaan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kebudayaan Islam
Metode diskusi menurut Departemen Pendidikan Nasional dalam Mulyono menjelaskan bahwa metode diskusi adalah suatu metode pengajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan.30. Berdasarkan berbagai pengertian di atas mengenai metode diskusi, maka dapat disimpulkan bahwa metode diskusi adalah suatu metode pembelajaran yang prosesnya melibatkan dua orang siswa atau lebih yang saling berinteraksi dan bertukar pendapat dalam memecahkan suatu masalah, menjawab pertanyaan dan mengambil suatu keputusan atau kesimpulan.
Langkah persiapan
Menurut pendapat Sarwan dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Belajar, diperlukan langkah-langkah berikut untuk menggunakan diskusi secara efektif: 38.
Pelaksanaan Diskusi
Menutup Diskusi
Langkah Persiapan
Saat berdiskusi hendaknya memperhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan, misalnya tidak tegang, tidak saling menyudutkan, dan sebagainya. Misalnya diskusi panel dapat digunakan, sedangkan jika prioritasnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, maka simposium dianggap sebagai jenis diskusi yang tepat.
Pelaksanaan diskusi
Menutup diskusi
Evaluasi Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Teknik tes merupakan alat untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar siswa yang memerlukan jawaban benar atau salah. Tes kinerja merupakan penilaian berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam melakukan sesuatu. Observasi merupakan suatu proses pengamatan langsung dan pencatatan secara sistematis terhadap tingkah laku dan proses kerja siswa.
Skala Sikap merupakan instrumen pengukuran non tes yang menggunakan jenis angket tertutup, dimana pertanyaan atau pernyataannya memuat ciri-ciri nilai yang menjadi tujuan pembelajaran. Kuesioner adalah daftar pertanyaan atau persyaratan tertulis yang juga harus dijawab siswa secara tertulis.
Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang mengkaji tentang asal usul, perkembangan, peranan kebudayaan/peradaban Islam serta tokoh-tokoh yang bersinar dalam sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, hingga pada masa Nabi Muhammad SAW. para Khulafaurrasyidin. . Pada hakikatnya mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam mempunyai kontribusi dalam mendorong mahasiswa untuk mengetahui, memahami dan menghayati sejarah kebudayaan Islam. Mempelajari sejarah kebudayaan Islam tidak hanya memungkinkan Anda melihat dan menganalisis peristiwa yang terjadi di masa kini, tetapi juga di masa depan.
Sejarah kebudayaan Islam merupakan pembelajaran yang sangat berharga dari perjalanan seorang tokoh atau generasi sebelumnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan atau fenomena sebagaimana adanya.66 Dalam hal ini untuk mengetahui penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah , Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Tahun Pelajaran 2016/2017.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumentasi
- Analisi Data
- Keabsahan Data
- Tahap-tahap Penelitian
Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Observasi dilakukan secara terus menerus untuk memperoleh data mengenai penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah Kebudayaan Islam di kelas 4 dan 5. Sedangkan pengumpulan data dokumentasi diperoleh dari kepala madrasah, tenaga tata usaha, guru dan siswa di kelas. 4 sampai 5 di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Watukebo untuk mencari data yang berkaitan dengan penelitian.
Setelah data dirangkum, langkah selanjutnya adalah menyajikan data.76 Penyajian data ini dilakukan untuk menyajikan data yang berkaitan dengan fokus penelitian, yaitu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah. budaya Islam. budaya. Triangulasi sumber digunakan peneliti untuk mengetahui penerapan metode diskusi dalam pembelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Watukebo pada kepala Madrasah.
Gambaran Objek Peneleitian
- Proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo
- Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo
- Visi, Misi dan Tujuan Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo Watukebo
- Data guru Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo Data guru Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo
- Sarana dan prasana Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo
Awal berdirinya Madrasah Ibtidaiyah diawali oleh alumni Pondok Pesantren Sukorejo yaitu sekitar tahun 1972, yang pertama menempati musala, kemudian pelatihan Diniyah yang pertama, setelah kurang lebih 2 tahun santri yang bersekolah di sekolah Diniyah semakin banyak. Nama Madrasah MI SALAFIYAH SYAFI'IYAH, Alamat Madrasah Jalan Pasewaran, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 68453, Nomor Telepon Nama Yayasan Lembaga Pendidikan Ma'arif, Status Akreditasi B, Tahun Berdiri Januari 4 Tahun 1974, Nama Kepala Madrasah MASTURI, S.Pd.84. Data guru Madrasah Ibtidaiyah Salafi'iyah Syafi'iyah Watukebo Data guru Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Watukebo Data guru Madrasah Ibtidaiyah Salafi'iyah Syafi'iyah Watukebo dapat dilihat pada tabel berikut: 86.
Data siswa kelas 4 dan kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah Watukebo dapat dilihat pada tabel berikut: 87. Sarana dan Prasarana yang dimiliki MI Salafiyah Syafi'iyah Watukebo dapat dilihat pada tabel berikut.
Penyajian dan Analisi Data
Perencanaan Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah
Sehubungan dengan perencanaan penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo, peneliti melakukan observasi pada tanggal 23 September 2017. Peneliti mengamati langsung perencanaan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam. Metode pembahasan khususnya terdapat dalam RPP Sejarah Kebudayaan Islam, dan kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam tidak memuat metode pembelajaran apapun. RPP yang saya buat masih menggunakan RPP berformat KTSP karena dengan menggunakan format KTSP saya paham apa yang akan saya lakukan selama pembelajaran, sedangkan jika saya menggunakan format K13 saya masih belum tahu caranya perlu dibutakan dan menurut saya langkah implementasinya lebih rumit. RPP K13 bukan KTSP, dan di RPP Sejarah Kebudayaan Islam saya sudah mencantumkan metode pengajaran yang saya gunakan seperti ceramah, diskusi, metode tanya jawab dan praktek, namun di silabus saya tidak. mencakup metode pembelajaran. “Metode pengajaran yang paling sering saya gunakan ketika mempelajari sejarah kebudayaan Islam adalah metode diskusi, karena dengan menggunakan metode diskusi membuat anak-anak semangat belajar dan serius mengikuti pembelajaran.” 91.
Dari data yang disajikan terlihat jelas bahwa rencana penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam sepenuhnya tertuang dalam RPP, namun dalam kurikulum tidak mencantumkan metode diskusi. Implementasi penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah.
Pelaksanaan Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah
Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di kelas 4 dan 5. Pembelajaran sejarah kebudayaan Islam untuk kelas 3 sampai 6 dipimpin oleh guru Bu Iin dalam pengajarannya yang menggunakan metode diskusi untuk kelas 4 sampai 5 saja.”92. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka dapat dianalisis bahwa langkah-langkah penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah, guru dalam langkah-langkah pelaksanaannya tidak mengharuskan siswa untuk membaca hasil diskusi sebelumnya.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka dapat dianalisis bahwa langkah-langkah menyimpulkan penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah, guru mengajak siswa untuk menarik kesimpulan tentang apa yang mereka pelajari saat berdiskusi dengan teman kelompoknya, namun guru tidak menilai kemajuan diskusi. Evaluasi Penerapan Metode Diskusi dalam Pengajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah.
Evaluasi Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah
Data tersebut diperkuat dengan hasil dokumentasi pada tanggal 5 Mei 2017 di kelas 4 dan 6 Mei 2017 untuk kelas 5A dan 5B bahwa guru pada akhir pembahasan pembelajaran Budaya Islam mengajak siswa untuk mengambil kesimpulan, namun tidak kemajuan.diskusi.128. Tes penilaian yang digunakan adalah tes tertulis berupa uraian dan tes lisan, sedangkan non tes menggunakan tes observasional. Penilaian yang saya gunakan dalam pembelajaran sejarah Kebudayaan Islam yang menggunakan metode diskusi menggunakan tes tertulis berupa uraian dan tes lisan, sedangkan dalam prosesnya saya menggunakan observasi terhadap siswa, apakah siswa tersebut benar-benar mengikuti pembelajaran atau tidak, apakah siswa tersebut benar-benar mengikuti pembelajaran atau tidak. mereka masih aktif atau tidak belajar.” 129.
Data tersebut diperkuat dengan hasil dokumentasi pada tanggal 23 September 2017, peneliti telah mengamati langsung dalam evaluasi penggunaan metode diskusi untuk mempelajari sejarah kebudayaan Islam, yang evaluasinya menggunakan penilaian tes dan nilai tes. Hasil dokumentasi penilaian tes tertulis dalam bentuk uraian dapat dilihat pada Lampiran 8. Sementara itu, guru tidak melakukan perubahan apa pun terhadap hasil tes lisan dan observasi, hanya penambahan nilai jika nilai siswa kurang dari KKM.
Pembahasan dan Temuan
- Perencanaan penerapan metode diskusi pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa
- Pelaksanaan penerapan metode diskusi pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa
- Evaluasi Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa
- Perencanaan Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salfiyah
- Pelaksanaan Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salfiyah
- Evaluasi Penerapan Metode Diskusi Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Salfiyah Syafi’iayah
Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa perencanaan penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di kelas 4 dan kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo sudah sesuai dengan teori komponen silabus dan RPP. Implementasi penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Kampung Budaya Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Tahun Ajaran. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa hasil penelitian berkaitan dengan langkah-langkah penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi'iyah.
Sahlan dan Mulyadi, dapat disimpulkan bahwa evaluasi penggunaan metode diskusi pada pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo kelas 4 dan 5 konsisten dengan teori tersebut. Evaluasi penerapan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Watukebo menggunakan penilaian tes dan non tes.
Saran
Untuk mengetahui pengetahuan murid, guru bersoal jawab tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Pelajar membaca dan menulis peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang terdapat dalam buku panduan pelajar. Guru mengarahkan seorang murid memberi pendapat tentang bagaimana Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW berlaku.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk berlomba menjawab pertanyaan terkait Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Guru menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mengajarkan tentang peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Sumber Belajar
Guru dan siswa mengakhiri pembelajaran dengan membaca Hamdallah dan mengucapkan salam kepada siswa sebelum meninggalkan kelas, dan siswa pun menanggapi sapaan tersebut.
500 KANTIN
Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke - 1
Guru membantu siswa memecahkan berbagai permasalahan dan memberikan informasi untuk mendalami lebih jauh peristiwa Fathul Makkah. Menggali informasi tentang penyebab Fathul Mekah yang bermula dari kerinduan Nabi Muhammad SAW terhadap Mekah setelah 6 tahun Hijriah. Menjelaskan momen Sulhu Hudaibiyah yang dimanfaatkan Nabi Muhammad SAW untuk berdakwah di kalangan raja.
Sifat pemaaf dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Fathul di Makkah, serta hikmah baginda kepada masyarakat dunia.