PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Penerapan metode ini selain untuk menarik minat siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Dari hasil pembelajaran tersebut guru dapat melihat adanya peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Fokus Penelitian
Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti secara mendalam dengan tema penulisan “Penggunaan metode pembelajaran Make a Match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI pada Siswa kelas VII MTs Raden Fatah Puger tahun pelajaran 2022/2023”. Bagaimana evaluasi pembelajaran dengan metode Make a Match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTs Raden Fatah Puger tahun pelajaran 2022/2023.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai wawasan keilmuan dan pengalaman pribadi khususnya untuk mengembangkan metode pembelajaran mempelajari sejarah kebudayaan Islam. Guna memperluas wawasan guru, penggunaan metode pembelajaran kooperatif dalam sejarah budaya Islam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Definisi Istilah
Peningkatan kemampuan siswa tersebut dapat dicapai melalui metode pembelajaran Make a Match yang dapat menarik minat siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam. Keterbatasan penelitian hasil belajar ini antara lain peningkatan hasil belajar ranah kognitif mahasiswa yang dicapai mahasiswa pada ujian semester dengan menggunakan metode pembelajaran Make a Match yang dapat memudahkan mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam.
Sistematika Pembahasan
Keunggulan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pembelajaran Make a Match agar kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, termasuk kemampuan siswa dalam menguasai materi yang disampaikan guru dan mengubah sikap pasif menjadi sikap aktif. ruang kelas. . Bab ini menjelaskan tentang hasil penerapan metode pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi kondisi masyarakat Madinah sebelum Islam.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Meningkatkan hasil belajar siswa dengan topik “Selalu hemat energi” Kelas IV MIN 6 Bandar Lampung.
Kajian Teori
Agus Suprijono menjelaskan model pembelajaran Make a Match sebagai pembelajaran dengan menggunakan flashcard yang berisi pertanyaan-pertanyaan berdasarkan materi yang dipelajari.26. Menurut Rusman, pembelajaran Make a Match merupakan salah satu jenis model pembelajaran kooperatif dimana siswa mencari pasangan kartu yang berisi jawaban/soal sebelum batas waktu dan siswa yang dapat mencocokkan kartunya mendapat poin. Rusman menjelaskan pembelajaran Make a Match adalah belajar mencari pasangan kartu yang berisi soal atau jawaban.27.
Anita Lie menjelaskan, pembelajaran Make a Match mengajarkan untuk menemukan kecocokan sambil mempelajari suatu konsep yang disesuaikan dengan materi. Pembelajaran kooperatif tipe Make a Match adalah pembelajaran dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil dan mencari pasangan. Pentingnya penerapan pembelajaran Make a Match dalam pembelajaran di kelas karena metode ini memiliki kelebihan.
Salah satu contoh metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar adalah metode pembelajaran Make a Pass karena metode ini menuntut siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi dan objek penelitian ini berada di MTs Raden Fatah Puger, Jalan Wuluhan Nomor 14 Dusun Grujugan, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Alasan pemilihan lokasi ini karena metode Make a Match sudah lama digunakan oleh para guru mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan juga karena sifatnya yang unik yaitu siswa dipanggil setelah menemukan pasangan kartunya. untuk datang. di depan kelas untuk menjelaskannya kepada temannya atau mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik pada kartu. Pasalnya mayoritas siswa kurang tertarik dengan topik SKI yang berisi cerita dan cerita masa lalu yang menimbulkan rasa kantuk dan bosan.
Perencanaan pembelajaran menggunakan metode Make a Match pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTs Raden Fatah Puger tahun ajaran 2022/2023. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode Make a Match pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTs Raden Fatah Puger tahun pelajaran 2022/2023. Penilaian pembelajaran dengan metode Make a Match pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTs Raden Fatah Puger tahun ajaran 2022/2023.
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur, yaitu wawancara yang pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan wawancara terstruktur.
Analisis Data
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan kondensasi maka proses analisis data pada penelitian kualitatif pasti akan lebih mengakomodasi data secara keseluruhan tanpa harus mereduksi temuan-temuan lapangan yang diperoleh selama penelitian berlangsung (proses pengumpulan data).57. Melihat tampilannya membantu kita memahami apa yang sedang terjadi dan melakukan sesuatu, baik menganalisanya lebih lanjut atau bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.Cara penyajian data yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif.58. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat berupa uraian singkat, diagram, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
Sejak awal pengumpulan data, analisis kualitatif mengartikan apa yang dimaksud dengan mencatat pola, penjelasan, alur sebab akibat, dan proposisi. Kesimpulan awal yang diambil masih bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung tahap penutupan data selanjutnya. Namun apabila kesimpulan yang diambil pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang diambil tersebut merupakan kesimpulan yang kredibel.61.
Keabsahan Data
Oleh karena itu, triangulasi dilakukan pada tahap ini apabila kebenaran data atau informasi yang diperoleh dari subjek penelitian atau informan diragukan. Jika datanya sudah jelas, misalnya berupa teks atau transkripsi film, novel dan sejenisnya, maka triangulasi tidak perlu dilakukan. Misalnya, selain wawancara dan observasi, peneliti dapat menggunakan observasi partisipan, dokumentasi tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi, dan gambar atau foto.
Tentunya setiap metode akan memberikan bukti atau data yang berbeda-beda, yang kemudian akan memberikan gambaran (wawasan) yang berbeda pula terhadap fenomena yang diteliti.
Tahap-tahap Penelitian
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Make a Match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTs Raden Fatah Puger pada tahun ajaran. Berikut hasil wawancara peneliti dengan Ibu. Kartining tentang kegiatan pokok berupa langkah-langkah pelaksanaan metode pembelajaran Make a Match. Penerapan Metode “Make a Learning Match” Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fiqih Siswa MTsN Aceh Besar”, Tesis:.
3. Apa saja kendala penerapan metode pembelajaran Make a Fit untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI. 4. Bagaimana hasil penerapan metode pembelajaran Make a Fit terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI. 5. Bagaimana langkah-langkah penerapan metode pembelajaran Make a Fit untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI.
6. Apa saja kendala penerapan metode pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI? 7. Bagaimana hasil penerapan metode pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI. Evaluasi pembelajaran menggunakan metode Make a Match dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Penyajian Data dan Analisis
Pembahasan Temuan
Perencanaan pembelajaran menggunakan metode Make a Match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTs Raden Fatah Puger tahun pelajaran 2022/2023. Evaluasi pembelajaran menggunakan metode Make a Match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTs Raden Fatah Puger tahun ajaran 2022/2023. Penerapan metode pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI melibatkan tiga aspek, yaitu: a) Kegiatan persiapan meliputi sapaan, doa dan pemberian bahan ajar singkat tentang keadaan.
Evaluasi penerapan metode pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI mengevaluasi siswa berdasarkan aspek kognitif meliputi pengetahuan dan aktivitas siswa. Metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada mata kuliah sejarah kebudayaan Islam adalah metode pembelajaran Make a Match. Observasi b Wawancara c Dokumentasi 5. Analisis Data : a.Data...menggunakan metode Make a Match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI Kelas 7 MTs Raden Fatah Puger?.
3.Evaluasi pembelajaran metode Make a Match.. 6.Guru mengulangi putaran kedua 6.Kesimpulan..menggunakan metode Make a Match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI kelas 7 MTS Raden Fatah Puger.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan temuan dan pembahasan yang telah disampaikan pada bab sebelumnya tentang “Penerapan metode pembelajaran Make a Fit dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI pada Siswa Kelas VII MTs Raden Fatah Puger tahun ajaran, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu sebagai berikut. Perencanaan penerapan metode pembelajaran Make a match dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI meliputi tiga aspek, yaitu: a) Untuk mencapai tujuan dari make a match metode pembelajaran ada dua tujuan, yaitu tujuan yang berkaitan dengan kompetensi yang mencakup aspek kognitif. Tujuan penggunaan metode pembelajaran Make a Matching juga untuk menjadikan siswa lebih aktif dan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi dan mendiskusikan materi.
Dari segi pengetahuan dapat dilihat dari nilai ulangan harian siswa yang sempurna karena berada diatas KKM, sedangkan dari segi keaktifan dapat dilihat dari saat proses tanya jawab berlangsung.
Saran-saran
- Kartu pertanyaan dan jawaban Make a Match
- Kegiatan Pendahuluan
- Guru menyampaikan materi
- Guru melakukan tanya jawab dengan siswa
- Guru membagikan kartu Make a Match
Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Dalam Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Matematika”, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Vol. Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Pada Mata Pelajaran IPS Di SDN 104 Kota Utara Kota Gorontalo.” Menggunakan model pembelajaran Make a Match untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran SKI IV. kelas di MI Muhammadiyah Hadimulyo kereta bawah tanah tahun ajaran 2016/2017.”
“Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make a Match dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Kognitif Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Kelas VIII MTs Negeri 1 Kabupaten Bandung.” Penerapan Metode Pembelajaran “Make a Match” Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran “Kultivasi Selalu Menghemat Tenaga” Kelas IV MIN 6 Bandar Lampung”, Skripsi: UIN Raden Intan Lampung, 2018. Tujuan: Observasi ini bertujuan untuk memotret aspek-aspek yang berkaitan dengan penerapan metode pembelajaran “Make a Match” dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam termasuk kondisi pengajaran SKI di MT Raden Fatah, Penerapan metode “Make a Match” pada aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi penerapan metode Make a Match.
Diharapkan juga dengan menggunakan metode pembelajaran Make a Fit siswa akan lebih bersemangat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.