Alifia Oktahariana, 2023 “Penerapan metode “Give and Take Learning” untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas VIII SMA Negeri 1 Jember tahun ajaran 2022/2023. mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa kelas VIII SMA Negeri 1 Jember tahun ajaran 2022/2023 dengan menerapkan metode pembelajaran Take and Give Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pengajaran Take and Give dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Bagaimana penerapan metode pembelajaran Give and Take untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI siswa kelas VIII SMPN 1 Jember tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini memberikan semangat dan pengalaman baru bagi siswa dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan metode pembelajaran Take and Give yang dapat meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian ini menjadi acuan bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam menggunakan metode pembelajaran Take and Give untuk meningkatkan hasil belajarnya.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Permasalahan
Cara Pemecahan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hipotesis Penelitian
Sistematika Penulisan
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA melalui penerapan metode Take and Give pada siswa kelas IV A. Tahun 2021) Penerapan metode Take and Give pada pembelajaran matematika berpeluang meningkatkan hasil belajar siswa . 11 Udayanti, Riastini, “Penerapan Metode Take and Give Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV A”, 8.
12 Rofik, Penerapan Metode Pembelajaran ‘Take and Give’ Pada Materi Pembelajaran Matematika Peluang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.” 15. 3 Raudhah Implementasi Strategi Take and Give Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VD SDN 181 Pekanbaru.Keduanya menerapkan metode pembelajaran Take and Give untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Kajian Teori
Sedangkan dalam penelitian yang ingin peneliti teliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas di SMPN 1 Jember dengan judul Penerapan Metode Teach Take and Give untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI siswa kelas VIII SMPN 1 Jember tahun 2022. /tahun ajaran 2023. Take and give merupakan model pembelajaran yang didukung dengan penyajian data yang diawali dengan apa yang diterima pada sebuah kartu, kemudian kegiatan pembelajaran diakhiri dengan menilai siswa dengan menanyakan pengetahuannya. dimiliki dan diterima siswa dari pasangannya. Komponen penting dalam memberi dan menerima adalah penguasaan materi melalui kartu, keterampilan bekerja berpasangan dan berbagi informasi, serta penilaian yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman atau penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan pada kartu pasangannya. model pembelajaran adalah model pembelajaran yang mengajak siswa untuk saling berinteraksi, berbagi materi yang disampaikan oleh guru.
Model pembelajaran take-and-give merupakan model pembelajaran sintaksis, dimana siswa harus mampu memahami materi ajar dari guru dan teman lainnya.16. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa metode take and give adalah penerapan materi pembelajaran melalui kartu, dengan tujuan untuk saling berbagi materi dan melatih siswa untuk terlibat aktif dalam menyampaikan materi yang diterimanya. dari teman atau siswa. berkali-kali. Dengan demikian, tujuan pendidikan agama Islam bukan semata-mata untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, melainkan upaya untuk membangkitkan fitrah manusia agar peserta didik dapat menjadi pemeluk agama yang bertaqwa dan baik.
Prosedur penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang menjelaskan sebab dan akibat dari suatu pengobatan, namun juga menjelaskan apa yang terjadi bila diberikan pengobatan, dan menjelaskan keseluruhan proses dari awal pengobatan sampai dengan dampak yang ditimbulkan. terapi. terapi. itu. Dengan demikian, dapat dikatakan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah jenis penelitian yang menggambarkan proses dan hasil, dimana PTK dilaksanakan di dalam kelas untuk meningkatkan mutu pembelajaran.29. PTK ini dilaksanakan pada kelas VIII A SMP Negeri 1 Jember pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023.
Subjek PTK berjumlah 32 siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Jember.Observasi yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Take and Give, dan tingkat keterampilan kooperatif siswa dalam proses pembelajaran Agama Islam. Pendidikan agama. Oleh karena itu, refleksi dalam penelitian ini dilakukan pada setiap akhir tindakan pada setiap siklus terakhir.
Pelaksanaan Siklus Penelitian
Jumlah pengamat dalam penelitian ini sebanyak 1 orang yaitu seorang guru PAI. Tugas ini mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus 1 diperbaiki pada siklus berikutnya.Langkah-langkah yang dilakukan pada siklus II relatif sama dengan perencanaan dengan mempertimbangkan kenyataan yang terdapat di lapangan. Peneliti mencatat temuan dan apa yang terjadi pada siswa, serta melakukan evaluasi berupa tes hasil belajar di akhir siklus untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus II. D.
Pelaksanaan tindakan pada siklus III mengacu pada identifikasi permasalahan yang muncul pada siklus II, sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang telah diidentifikasi antara lain. Peneliti mencatat temuan dan apa yang terjadi pada siswa dan melakukan evaluasi yaitu berupa tes hasil belajar di akhir siklus, untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus III.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Aspek yang diamati Jumlah persentasenya 1 Mengamati (membaca, menyimak, menyimak, melihat) 2 Bertanya (bertanya mengenai informasi yang belum Anda pahami dan apa yang belum Anda pahami dari apa yang Anda amati, atau mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang Anda amati) . Kriteria yang digunakan untuk menilai persiapan, pelaksanaan dan kinerja mengajar guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran adalah skor rata-rata dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Analisis data penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa tes hasil belajar dilakukan secara deskriptif.
Ketuntasan individu: Jika ketuntasan siswa mencapai ≥76 Ketuntasan klasikal: Jika ≥70% seluruh siswa mencapai ketuntasan ≥75. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data dari tanggapan dan mengenai minat siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jember, meliputi perasaan sikap, perhatian, dorongan dan semangat dalam mempelajari pendidikan agama Islam.
Keabsahan Data
Sedangkan triangulasi teknis menguji kredibilitas data dengan membandingkan teknik yang berbeda dengan sumber yang sama.32.
Indikator Kinerja
- Tim Peneliti
Jadwal Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Obyek Penelitian
6 Chusnul Chotimah, S.Pd Guru Madya PNS 7 Yuli Ardiyanto, S.Pd Guru Muda Ahli PNS 8 Christiani, S.Pd Guru Muda Ahli PNS 9 Sulistiyoningsih, S.Pd Guru Pertama PNS 10 Siti Khotijah, S.Pd Guru Pertama PNS 11 Emmy Juliawati, SS Guru Pertama PNS 12 Khoirul Anam, S.Pd Guru Ahli Muda PNS. 18 Karina Dwi N, S.Pd Ahli P3K 19 Muhammad Hilali, Ahli P3K SPd 20 Imam Hidayat, S.Pd Ahli P3K 21 Aditya Pratama, S.om Ahli P3K 22 Titin Pratama, S.Pd Ahli P3K.
Hasil Penelitian
Berdasarkan observasi, peneliti mengetahui bahwa permasalahan yang terjadi pada siswa adalah rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh metode pengajaran yang digunakan yaitu ceramah. Pelaksanaan siklus I dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Maret 2023 dan diakhiri dengan evaluasi hasil belajar siswa pada siklus I. Sedangkan pada pelaksanaan II. sebagai berikut. Tabel diatas menunjukkan persentase siswa yang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Take and Give yaitu sebesar 52,08%.
Hasil analisis data pelaksanaan penilaian hasil belajar pada siklus I. Tes dilakukan setelah anak mendapat penjelasan dari guru tentang materi. Berdasarkan Tabel 4.7 pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, hasil belajar siswa yang diperoleh dari penilaian yang dilakukan berjumlah 6 siswa yang tuntas. Pencapaian hasil belajar pada siklus I kurang berhasil karena ketuntasan yang ditetapkan secara klasikal yaitu minimal 80% dari jumlah siswa belum tercapai.
Sedangkan kekurangan pada pembelajaran siklus I terlihat pada siswa yaitu siswa enggan bertanya kepada guru tentang materi yang diajarkan padahal sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar. Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 18 Maret 2023 dan diakhiri dengan penilaian hasil belajar siswa siklus II. Dari tabel diatas terlihat berapa persentase siswa yang aktif mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran Take and Give yaitu 66,25% dari 32 siswa.
Pencapaian hasil belajar pada siklus II kurang berhasil karena belum mencapai ketuntasan klasikal yang ditentukan. Pelaksanaan siklus III dilaksanakan dalam satu kali pertemuan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 30 Maret 2023 dan diakhiri dengan penilaian hasil belajar siswa siklus III. Dari tabel diatas terlihat berapa persentase siswa yang aktif mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran Take and Give yaitu 85,63% dari 32 siswa.
Berdasarkan tabel 4.12 pelaksanaan pembelajaran pada siklus III, hasil belajar siswa yang diperoleh dari penilaian yang dilakukan adalah 27 siswa (84,38%) yang tuntas, sedangkan 5 siswa (15,38%) dari 32 siswa belum tuntas. selesai . Berdasarkan data hasil belajar siswa pada siklus III terjadi peningkatan dari pembelajaran pada siklus II ke siklus III yaitu sebesar 34,38% dengan ketuntasan klasikal sebesar 84,38%. Penerapan metode Take and Give yang dijelaskan secara rinci pada setiap tahapan siklus mulai dari siklus I, II dan III memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan siswa sehingga meningkatkan hasil belajar siswa.
Pembahasan
PENUTUP
Simpulan
Kesimpulannya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana metode Take and Give dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini peneliti melaksanakan tiga siklus yaitu siklus satu, siklus dua dan siklus tiga. Siklus satu dan siklus dua mempunyai tindakan yang sama yaitu mengerjakan soal post test, namun pada siklus ketiga berlatih sholat.
Pada siklus I dan II dengan menggunakan metode pembelajaran Take and Give, hasil belajar siswa masih belum memenuhi KCM yang dipersyaratkan. Namun setelah siklus III hasil belajar sudah memenuhi kkm yang ditetapkan pihak sekolah yaitu 75. Hal ini dibuktikan dengan data nilai mulai dari siklus pendahuluan, siklus I, siklus II dan siklus III.
Persentase hasil penilaian pada siklus I mencapai 18,75% atau 6 siswa yang tuntas, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 50% atau 16 siswa yang tuntas dari 36 siswa, dan terakhir pada siklus III meningkat menjadi 84,38% meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Take and Give dapat meningkatkan hasil belajar. Melalui kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode pembelajaran Take and Give siswa antusias mempelajari Pendidikan Agama Islam.
Saran-Saran
Sholat sunnah dilakukan pada pagi hari, dimulai saat matahari mulai terbit sedikit atau setelah matahari terbit (sekitar jam 7) hingga sebelum waktu zhuhur saat matahari belum terbit pada posisi tengahnya. Sholat sunnah dilakukan pada pagi hari, dimulai saat matahari mulai terbit sedikit atau setelah matahari terbit (sekitar jam 7) hingga sebelum waktu zhuhur saat matahari belum terbit pada posisi tengahnya.