Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah mengikuti pembelajaran dengan metode bermain peran pada siswa kelas IVb SDN 2 Raman Aji tahun ajaran 2015/2016. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IVb SDN 2 Raman Aji tahun pelajaran 2015/2016.
Latar Belakang Masalah
Metode bermain peran dapat merangsang kreativitas siswa, membiasakan mereka untuk meningkatkan pola berpikir yang lebih kreatif, dan melatih keterampilan ekspresif. Metode bermain peran diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar di Kelas IVb SDN 2 Raman Aji Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur.
Identifikasi Masalah
Metode bermain peran merupakan metode pembelajaran berbasis permainan, kelas IV sekolah dasar merupakan usia anak-anak yang suka bermain, maka peneliti akan mencoba menggunakan metode permainan dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran. materi, yaitu kenampakan bulan. bahan. Dalam proses pembelajaran, siswa akan berperan sebagai perubahan bentuk bulan yang dijelaskan dengan gambar dan alat yang mendukung metode role playing, sehingga siswa akan merasa senang ketika belajar yang semula hanya mendengarkan ceramah guru. , perubahan yang dilakukan siswa menjadi bagian dari materi melalui role playing. Seperti bulan ketika guru menjelaskan proses perubahan bentuk bulan.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian yang Relevan
Kesamaan antara penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah variabel bebasnya yaitu penerapan metode Role Playing. Meskipun perbedaannya terletak pada variabel terikatnya, namun variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar.
Metode Role playing
- Pengertian Metode Role playing
- Langkah-Langkah Penerapan Metode Role playing
- Tujuan Metode Role playing
- Kekurangan Metode Role playing
Metode bermain peran atau role playing merupakan salah satu proses belajar mengajar yang termasuk dalam metode simulasi. Metode role-playing mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah sambil mendengarkan dengan seksama bagaimana orang lain dalam peran mereka berbicara.
Hasil belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Tipe-tipe Hasil Belajar
- Manfaat Hasil Belajar
- Faktor-Faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar yang dimiliki siswa tidak selalu berupa skor atau nilai dari hasil tes yang mereka ikuti. Dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, maka hasil belajar yang dicapai siswa akan berbeda satu sama lain.
Mata Pelajaran IPA 1. Pengertian IPA
- Nilai-nilai dalam IPA
- Ruang Lingkup IPA
- Fungsi IPA
- Tujuan IPA
- Materi IPA
IPA merupakan kelompok keilmuan yang memiliki ciri khusus, yaitu kajian tentang fenomena alam faktual, baik berupa fakta atau kejadian maupun hubungan sebab akibat. Pada dasarnya IPA adalah pengetahuan yang diperoleh dan dikembangkan atas dasar percobaan (induktif), namun dalam perkembangan selanjutnya IPA juga diperoleh dan dikembangkan atas dasar teori (deduktif). Kedua, IPA sebagai proses yaitu karya ilmiah.20 Hakikat IPA adalah ruang lingkup pengetahuan yang meliputi alam semesta secara keseluruhan, benda-benda yang ada di permukaan bumi, di dalam perut bumi dan di luar bumi. ruang itu ada, baik yang dapat dirasakan oleh indra maupun yang tidak dapat ditangkap oleh indera.
Matahari bukan seperti lampu di rumah yang menyala pada waktu malam dan padam pada siang hari.
Hipotesis Tindakan
Definisi Operasional Variabel
Variabel terikat adalah “variabel yang dipengaruhi atau akibat, akibat dari variabel bebas” 28 Berdasarkan pengertian tersebut maka variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar.
Setting Penelitian
Prosedur Tindakan
- Langkah-langkah Penerapan Proses Pembelajaran
- Langkah-langkah Penelitian a. Pelaksanaan Siklus 1
- Tahap Pengamatan (Observasi)
- Tahap Pelaksanaan Tindakan
- Tahap Refleksi
- Dokumentasi
Setelah menjelaskan materi kepada siswa, guru menginstruksikan kepada siswa bahwa seluruh siswa di kelas harus memerankan sebuah drama yang berkaitan dengan materi yang telah diberikan oleh guru. Setelah semua kelompok selesai memainkan drama, guru memberikan kesimpulan tentang materi yang dipelajari dan guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada siswa yang kurang memahami materi yang dipelajari. Ketika semua siswa sudah merasa paham, guru mengajukan pertanyaan dalam bentuk post test untuk mengukur seberapa jauh siswa memahami materi yang telah dipelajarinya, dan proses ini akan terus berlanjut hingga siklus berakhir, hingga nilai siswa meningkat.
Pada peringkat pelaksanaan tindakan, pengkaji melaksanakan tindakan yang digubal dalam RPP menggunakan kaedah main peranan.
Instrumen Penelitian
Teknik Analisis Data
Analisis Kuantitatif
Analisis kualitatif dilakukan untuk melihat bahwa motivasi siswa selama proses pembelajaran berkembang melalui observasi. Rata-rata motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada akhir siklus meningkat beberapa indikator. Indikator ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai hasil KKM dengan nilai ≥ 65 mencapai 75% dari jumlah siswa.
Hasil Penelitian
Deskripsi Lokasi Penelitian
Visi Sekolah
Misi Sekolah
Tujuan
Dalam proses belajar mengajar di SD Negeri 2 Raman Aji Kecamatan Raman Utara terdapat tenaga pengajar dan bantuan pengelola administrasi, jumlah guru dan pegawai sebanyak 14 orang. Jumlah guru dan pegawai telah memenuhi kebutuhan tenaga dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pedagogis.
Deskripsi Data Hasil Penelitian
Pembelajaran IPA di kelas IVb masih kekurangan model atau metode pembelajaran dalam proses pembelajarannya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, terlihat bahwa karena kurangnya penerapan model dan metode pembelajaran, hasil belajar siswa masih rendah dari pembelajaran yang semestinya, dimana siswa tidak memiliki ruang untuk lebih banyak mengeksplorasi pengetahuan dengan orang lain. . sehingga pembelajaran terlihat kaku dan hasil belajar masih rendah banyak yang belum mencapai KKM. Hasil belajar pada mata pelajaran IPA kelas IVb SD Negeri 2 Raman Aji diperoleh data hasil belajar siswa yang tidak tuntas/nilai di bawah KKM mencapai 67% atau 16 siswa dari 24 siswa.
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran setelah akhir tindakan pembelajaran dengan menerapkan metode bermain peran pada akhir pertemuan siklus juga diberikan tes (postes).
Perencanaan
Pada tahap ini peneliti berperan sebagai guru, dimana peneliti berencana untuk mempelajari bagaimana menggunakan metode role playing. Materi yang akan kita bahas pada penelitian siklus pertama ini terdiri dari satu kompetensi dasar yaitu mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari. Jumlah soal dalam siklus ini adalah 10 soal dengan satu set soal yang sudah selesai yang akan diujikan pada awal siklus (pretest), pada akhir siklus (posttest) atau setelah pertemuan kedua. g) Menyiapkan alat pendataan.
Lembar penilaian hasil belajar digunakan untuk mencatat hasil belajar (evaluasi) pada saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan metode bermain peran pada setiap akhir siklus atau pada akhir pertemuan kedua.
Pelaksanaan Tindakan
Setelah semua kelompok selesai memerankan drama tersebut, guru memberikan kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari dan guru memberikan. Setelah guru selesai menjelaskan, guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. Setelah guru dan siswa selesai bertanya dan menjawab pertanyaan, guru memberikan waktu kepada siswa untuk mempelajari materi.
Setelah semua siswa selesai menjelaskan, guru memberikan soal post test kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan siswa terhadap materi yang dipelajari.
Observasi/pengamatan Hasil Belajar Siklus I
Kondisi siswa pada pertemuan kedua siklus 1 mengalami peningkatan yang baik, siswa mulai terbiasa dengan proses pembelajaran dengan guru baru. Meskipun siswa mulai belajar beradaptasi, rencana yang telah dibuat belum sepenuhnya terealisasi. Dari data di atas terlihat bahwa setelah pembelajaran selama satu siklus dengan 2 kali pertemuan, 15 siswa yang lulus dengan persentase 62,5% pada ulangan akhir siklus I, hasil belajar siswa belum mencapai tujuan masing-masing. murid-murid. yang tuntas KKM ≥ 65 mencapai 75% pada akhir siklus, hal ini disebabkan kurang optimalnya proses pembelajaran.
Refleksi Siklus 1
Data di atas menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran satu siklus dengan 2 pertemuan, 15 siswa yang lulus tes akhir siklus I dengan persentase 62,5%, hasil belajar siswa tidak mencapai target yaitu siswa yang memenuhi. KKM ≥ 65 mencapai 75% pada akhir siklus, hal ini disebabkan proses pembelajaran yang kurang optimal. e) Guru kurang melatih siswa untuk berani mengkomunikasikan hasil percobaan. Siswa yang aktif bertanya hanya siswa yang maju dan duduk paling depan seperti siswa dengan nomor absen 1,5 dan 8. b). Siswa tidak aktif melakukan atau meniru percobaan yang dilakukan oleh kelompok lanjutan, dan siswa yang aktif melakukan percobaan hanyalah siswa tingkat lanjut.
Guru harus memberikan motivasi, agar siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya dan bertanya kepada guru tentang materi yang belum mereka kuasai dan agar siswa lebih aktif dalam mempresentasikan hasil karyanya.
Pelaksanaan Tindakan a) Peretemuan I (Pertama)
Guru seringkali harus mengajukan pertanyaan kepada siswa secara individu untuk melatih keterampilan berbicara siswa. Perencanaan tindakan kelas pada siklus II seperti pada siklus I, dilanjutkan dengan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan topik yaitu posisi bulan, kemudian penyusunan soal tes dan penyusunan lembar observasi. 2) Pelaksanaan Tindakan a) Pertemuan I (Pertama). Apersepsi (mengingat dan mengulas pelajaran sebelumnya) dan mengajukan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan.
Setelah siswa merasa paham dengan materi yang dijelaskan oleh guru, guru menugaskan 1 siswa dari setiap kelompok untuk melanjutkan bersama-sama menjelaskan materi yang telah dipelajari.
Pengamatan/Observasi
Beberapa siswa tingkat I masih malu dan tidak berani bertanya, di kelas II. kelompok. Siswa lainnya yang tidak berani bertanya kemudian mulai aktif bertanya dan pada akhir II. Data hasil belajar ditunjukkan dengan pre-test dan post-test pada akhir siklus yang diambil oleh 24 siswa.
Berdasarkan Tabel 11 diatas dapat diketahui bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran selama siklus II dengan 2 kali pertemuan, hasil post test yang mencapai nilai ≤65 atau dikatakan tuntas tercapai sebanyak 83,3%.
Refleksi Siklus II
Berdasarkan data di atas, tujuan pembelajaran dari I. dan II. bermain agar siswa semakin memahami materi tentang posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari.
Pembahasan
Hasil Belajar Siswa
Dan terjadi peningkatan pada siklus II juga yaitu 64,34% pada pertemuan pertama dan menjadi 64,83% pada pertemuan kedua siklus ke-2. Dari hasil penelitian juga terlihat jelas dengan selesainya 2 siklus bahwa hasil belajar IPA IV. b kelas yang menggunakan metode role-playing di I. dan II. yang tidak menyelesaikan studinya adalah 37,5.
Peningkatan ini disebabkan proses pembelajaran pada siklus II dilakukan upaya untuk memperbaiki proses kegiatan belajar mengajar.
Aktivitas Guru Pada Saat Mengajar di Siklus I dan Siklus II
Penerapan metode bermain peran tidak berpusat pada guru, peran siswa dalam proses pembelajaran bersifat aktif dan kreatif, sehingga potensi siswa berkembang secara mandiri untuk meningkatkan hasil belajar. Metode role play berpotensi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan juga keaktifan siswa di dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Peningkatan aktivitas belajar siswa yang terlihat baik adalah siswa yang berinisial SR, siswa tersebut sangat baik dalam meningkatkan keaktifannya seperti yang dinilai oleh guru ketika berada di dalam kelas selama proses pembelajaran.
Peningkatan hasil belajar juga terlihat baik oleh siswa berinisial FHK, siswa tersebut sangat baik dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajarnya ketika mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru.
Analisis Identifikasi Peningkatan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Metode role playingMetode role playing
Berdasarkan identifikasi peningkatan hasil belajar siswa, dapat dikatakan bahwa penggunaan metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena beberapa alasan sebagai berikut: a. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa penerapan metode role play dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA. (IPA ) untuk Kelas IV b SD Negeri 2 Raman AJI Kecamatan Raman Utara.
Pembahasan analisis ini juga menunjukkan dan membuktikan mengapa penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IV b SD Negeri 2 Raman Aji Kecamatan Raman Utara.
Kesimpulan
Saran
Bagi siswa SD Negeri 2 Raman Aji diharapkan lebih aktif dalam proses pembelajaran karena dengan mengikuti kegiatan pembelajaran akan membantu siswa untuk lebih memahami materi yang diberikan oleh guru sehingga dapat membantu siswa meningkatkan hasil belajar. . Bagi sekolah, diharapkan pihak sekolah lebih memberikan motivasi kepada guru untuk menerapkan pembelajaran role play dalam meningkatkan hasil belajar siswa.