PENDAHULUAN
Latar Belakang
3 Miraswati, Penerapan Model Group Investigation dan Media Realia untuk Meningkatkan Hasil Belajar (Banda Aceh, Uin Ar-Raniry 2014), hal 50. Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Yuyun Dwi Haryanti berjudul “Model Investigasi Kelompok Berbantuan Media Realia untuk Meningkatkan Pembelajaran Outcome Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuyun Dwi Haryanti menunjukkan bahwa Model Group Investigation dan model pembelajaran Media Realia dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Rumusan Masalah
Sedangkan penelitian ini berfokus pada pembelajaran saintifik yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Group Investigation dan Media Realia terhadap outcome. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ni Putu Krisna Pratiwi menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, penulis bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul “PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION DAN MEDIA REALIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 15 SEUNALOH ACEH ACEH BARAT DAYA”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
DefInisi operasional
Model inkuiri kelompok yang dimaksud dalam penelitian ini adalah model yang dapat melatih siswa memecahkan masalah dengan berdiskusi bersama kelompok. Media realia yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan alat yang paling mudah digunakan karena benda nyata dapat disajikan di dalam kelas dalam proses pembelajaran untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penilaian yang melihat pencapaian hasil yang dicapai dalam pembelajaran, jadi untuk.
LANDASAN TEORITIS
Model Group Investigation
- Pengertian Group Investigation
- Langkah –langkah model Group Investigation
- Kelebihan dan kekurangan Group Investigation
Media Realia
- Pengertian Media Realia
- Jenis penggunaan Media Realia
- Langkah–langkah Penggunaan MediaRealia
- Kelebihan dan Kelemahan Media Realia
Realitas media adalah benda-benda dalam bentuk nyata yang ada di sekitar siswa, yang dapat dengan mudah ditemukan siswa dalam kegiatan sehari-hari, yang dapat dibawa ke dalam situasi belajar atau menjadi bahan pembelajaran bagi siswa.
Hasil Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Macam - Macam Hasil Belajar
Materi Tema
- Pengertian sifat sifat benda
- Peristiwa mengembun dan menyublim
Pada tahap kegiatan akhir, guru meminta siswa menyelesaikan pembelajaran dan guru memberikan penguatan. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus 1 diketahui dari hasil observasi pada proses pembelajaran dengan model penelitian kelompok dan media reality. Data hasil soal tes hasil belajar siswa pada siklus I diketahui dari hasil observasi pada proses pembelajaran dengan model penelitian kelompok dan media reality.
METODOLOGI PENELITIAN
Subjek Penelitian
Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa terdiri dari 10 anak perempuan 10 anak laki-laki. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kelompok dan media realia.
Teknik Pengumpulan Data
Guru membagi kelompok yang terdiri dari 2-6 siswa secara heterogen, setelah itu guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan. Guru bersama siswa menyelesaikan materi pelajaran, guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. Observasi aktivitas siswa dilakukan untuk memantau aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Instrumen PengumpulanData
Aktivitas siswa juga penting untuk diamati dalam proses pembelajaran sebagai umpan balik dari aktivitas guru dalam penyampaian materi pembelajaran. Berikan kemampuan untuk berbagi tugas dan merekam setiap eksperimen yang dilakukan, lalu menyuarakan pendapat Anda. Siswa lain menanggapi dan bertanya jika ada yang tidak mengerti, kemudian mengevaluasi pekerjaannya.
Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengamati sejauh mana respon siswa terhadap materi yang diajarkan.Observasi ini dilakukan oleh rekan peneliti yang telah memahami penggunaan model belajar kelompok dan media realia dalam proses pembelajaran. 1 Siswa mendengarkan isi teks bacaan yang menjelaskan topik yang akan dipelajari dan mulai bertanya tentang materi teks baru kemudian membentuk kelompok.
3 Siswa menerima LKPD yang diberikan oleh guru dan mendengarkan petunjuk pelaksanaan percobaan dan diskusi. 5 Siswa mempresentasikan hasil percobaannya di depan kelas dan siswa lain menanggapi dan bertanya jika masih ada yang kurang paham kemudian guru mengevaluasi hasil percobaan tersebut. Bimbingan dan validasi tes ini dilakukan oleh guru yang mengajar di kelas V SDN 15 Seunaloh Aceh Barat Daya.
Kisi-kisi lembar tes hasil belajar digunakan untuk mengukur kemampuan siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan metode scramble.
Teknik Analisis Data
Setelah data diolah kemudian dianalisis dengan menggunakan kategori kriteria evaluasi observasi aktivitas siswa yaitu sebagai berikut: Penilaian aktivitas observasi guru yaitu sebagai berikut. Pada tahap kegiatan persiapan, guru membuka pelajaran dengan salam, sapa siswa dan membaca doa bersama. Selanjutnya tahap penyampaian, guru menyampaikan konsep materi yang akan dipelajari, guru membagikan materi kepada masing-masing kelompok asal, dan setiap anggota bertanggung jawab atas 1 materi pembahasan.
Guru memberikan instruksi dan membagikan LKPD yang akan dikerjakan siswa bersama kelompok asalnya. Kemudian pada tahap presentasi hasil, guru menginstruksikan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi yang dilakukan dengan kelompok asalnya, dan menginstruksikan kelompok lain untuk memberikan jawaban atas hasil diskusi kelompok yang mereka presentasikan. Tahap observasi ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus I yaitu observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan soal tes observasi aktivitas guru.
Pada tahap kegiatan pendahuluan, guru mengawali pembelajaran dengan salam, sapaan siswa dan membaca doa bersama. Guru memberikan instruksi dan membagikan LKPD yang akan dikerjakan siswa dengan home group, kemudian pada tahap mempresentasikan hasil, guru mengarahkan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil percakapan yang dilakukan dengan home group. Guru menginstruksikan kelompok lain untuk memberikan jawaban atas hasil presentasi diskusi kelompok, kemudian guru memuji dan memuji setiap kelompok. Guru memberikan pesan moral dan motivasi serta meminta siswa untuk mengisi kartu refleksi tentang bagaimana proses pembelajaran hari itu.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Group Inquiry (GI) Terhadap Keterampilan Proses Saintifik dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 4
HASIL PENELITIAN
DeskripsiLokasiPenelitian
Peneliti juga memberikan soal evaluasi akhir pada setiap siklus yang diberikan kepada siswa untuk melihat hasil belajar dan sejauh mana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Pada tahap persiapan ini, guru membagi siswa menjadi 5 kelompok heterogen yang terdiri dari 4 orang yang disebut kelompok asal. Kemudian pada saat guru memasuki tahap pelatihan, guru membagikan bahan bacaan sesuai judul materi pada masing-masing kelompok ahli dan menginstruksikan siswa untuk berdiskusi, dan guru berperan sebagai fasilitator.
Guru memberikan pesan moral dan motivasi serta meminta siswa untuk mengisi kartu refleksi tentang bagaimana proses pembelajaran hari itu. Guru masih belum baik dan benar dalam mengevaluasi pekerjaan siswa - Guu masih belum. Tahap pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2022 dengan menggunakan RPP II pada materi rangkuman dan peristiwa meyuplim Proses pelaksanaan pembelajaran diikuti oleh 20 siswa kelas V SDN 15 Seunaloh Aceh Barat Daya, terdiri dari 10 perempuan dan 10 laki-laki.
Pada tahap persiapan ini, guru membagi siswa menjadi 5 kelompok heterogen yang terdiri dari 4 orang yang disebut kelompok asal. Guru menginstruksikan siswa yang memiliki materi yang sama dari semua kelompok asal untuk bergabung menjadi satu kelompok yang disebut kelompok ahli. Kemudian pada saat guru memasuki tahap pelatihan, guru membagikan bahan bacaan sesuai judul materi pada masing-masing kelompok ahli dan menginstruksikan siswa untuk berdiskusi, dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Tahap observasi ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus II yaitu adanya observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan soal tes Untuk observasi aktivitas guru dengan bantuan instrumen yaitu berupa lembar observasi aktivitas guru yang diamati oleh wali kelas V yaitu Ibu Syarifah Husnaini.
PembahasanHasilPenelitian
Hasil penelitian berupa aktivitas guru dan siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat benda dan peristiwa dengan dipadatkan dan meyublim dengan menerapkan model inkuiri dalam kelompok dalam kelompok dan realitas media. Dari grafik 4.1 dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan model inkuiri kelompok dan realitas media pada materi sifat-sifat benda dan peristiwa dipadatkan dan disublimasikan masuk dalam kategori sangat baik. Dari hasil analisis data terlihat adanya peningkatan aktivitas siswa dengan penerapan model group investigation dan media reality.
Dari grafik 4.2 dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam berpartisipasi dalam pembelajaran dengan menerapkan model inkuiri kelompok dan media realia pada materi sifat-sifat benda dan peristiwa kondensasi dan meyublime termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil ini juga relevan dengan penelitian Yuyun Dwi Haryanti yang menunjukkan bahwa penerapan model group inquiry dan media realia dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan model penelitian kelompok dan media reality.
Model inkuiri kelompok dan media realia merupakan salah satu alternatif dalam pembelajaran khususnya seputar tema 7 peristiwa kehidupan. Penerapan model penelitian kooperatif kelompok dan media realia untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIN 26 Aceh Besar. Judul Penelitian: Penerapan Survei Kelompok dan Media Realia Terhadap Hasil Belajar Kelas V SDN 15 Seunaloh Aceh Barat Daya.
Judul Penelitian: Penerapan Pembelajaran Kelompok dan Media Realia Terhadap Hasil Belajar Kelas V SDN 15 Seunaloh Aceh Barat Daya.
PENUTUP
Kesimpulan
Aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menerapkan model inkuiri kelompok dengan media realia telah mencapai kategori memuaskan pada siklus I yaitu sebesar 65,86%, dan meningkat menjadi 94,48% pada siklus II dengan kategori Sangat Baik. Terlihat bahwa berdasarkan persentase pada Siklus I mencapai kategori sedang sebesar 63,05% dan Siklus II mengalami peningkatan menjadi 95,6% dengan kategori sangat baik 3. Peningkatan ini terjadi pada Siklus II dengan kategori sangat baik mencapai 90%. , sedangkan pada siklus I berada pada kategori terendah yaitu 50%.
Saran
Guru mempersilahkan siswa untuk berbagi tugas, seperti petugas yang menyiapkan alat dan bahan, petugas yang mencatat setiap kejadian atau peristiwa dalam percobaan, dan lain-lain. Kompetensi Dasar (KD) & Indikator Prestasi IPA.. pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan bentuk benda dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan siswa bertanya dan menjawab pertanyaan tentang teks yang telah dibaca Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 4 orang.
Perubahan bentuk sesuatu benda yang berlaku apabila air dipanaskan secara berterusan sehingga habis ialah.. kegunaan menukar bentuk pepejal kepada cecair ialah. Pagi-pagi selalunya ada tompok-tompok air pada daun, ini namanya perubahan bentuk sesuatu.. air gula yang dimasukkan ke dalam air akan mengambil masa yang lama untuk larut, ini adalah contoh peristiwa. berikut adalah contoh peristiwa meyuplim. iv) bintik-bintik daun pada waktu pagi. Pagi-pagi selalunya ada tompok-tompok air pada daun, ini namanya perubahan bentuk sesuatu.. air gula yang dimasukkan ke dalam air akan mengambil masa yang lama untuk larut, ini adalah contoh peristiwa. berikut adalah contoh peristiwa meyuplim. Kapur barus yang telah lama digunakan 23. ii) mentega apabila dipanaskan. iv) bintik-bintik daun pada waktu pagi.
Lava panas yang mengalir dari letusan gunung berapi berubah menjadi batuan dan pasir saat mendingin, peristiwa ini merupakan contoh peristiwa pembekuan (perubahan wujud dari cair menjadi padat).