PENDAHULUAN
Perumusan Masalah
- Identifikasi Masalah
- Alternatif Pemecahan Masalah
- Rumusan Masalah
Siswa kurang memiliki motivasi belajar matematika yang cukup, masih kesulitan dalam menguasai materi yang diajarkan.Proses belajar mengajar yang terjadi masih menggunakan sistem pembelajaran berpusat pada guru dengan metode ceramah. Dalam proses pembelajaran terdapat kecenderungan siswa bersikap pasif dan tidak mau bertanya kepada guru, padahal sebenarnya mereka tidak memahami materi yang diajarkan guru.
Negeri Panciro akan melakukan tindakan berupa penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas lima SD.
Tujuan Penelitian
Manfaat Hasil Penelitian
Bagi guru: Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan khususnya bagi guru kelas V SD. Mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika, sehingga berguna untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengajaran. Bagi sekolah: sebagai bahan informasi bagi pihak sekolah untuk dijadikan bahan pertimbangan agar model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat diterapkan pada semua mata pelajaran.
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
Materi Ajar
Kompetensi dasar yang ingin dicapai pada materi operasi hitung bilangan bulat ini adalah melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya. Kompetensi dasar yang ingin dicapai pada materi operasi hitung bilangan bulat ini adalah melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya.
Kerangka Pikir
Berdasarkan hal tersebut di atas maka model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) akan dilaksanakan secara bertahap. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) adalah 1) Tahap penyampaian tujuan dan motivasi, 2) Tahap pembagian kelompok, 3) Tahap presentasi dari guru, 4) Tahap kegiatan pembelajaran tim (kerja tim), 5) Kuis tahap (evaluasi) dan 6) Penghargaan kinerja tim. Setelah dilaksanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar.
Hipotesis Tindakan
Jenis Penelitian
Lokasi dan Subjek Penelitian
Faktor yang Diselidiki
Prosedur Penelitian
Berdasarkan hasil yang diperoleh, peneliti dapat melakukan refleksi sendiri, berdasarkan data observasi, apakah kegiatan yang dilaksanakan telah meningkatkan hasil belajar siswa. Instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika.
Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SD. Jika hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi skor yang dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini:. Jika hasil belajar matematika siswa pada setiap siklus dikelompokkan menjadi 5 kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar matematika siswa seperti terlihat pada Tabel 4.12 berikut ini.
Hasil analisis kuantitatif pada penelitian tindakan ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dari siklus I ke siklus II pada proses pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari tabel 4.13 dan gambar 4.3 di atas terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar.
Terdapat peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari rata-rata skor hasil belajar siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 63,45 dan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada proses pembelajaran diperoleh skor rata-rata hasil belajar. jumlah siswa pada siklus I sebesar 70,21 dan pada siklus II sebesar 80,17. Melihat hasil penelitian yang diperoleh melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dinyatakan berhasil, maka diharapkan guru bidang studi lain dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. .
Perbandingan Hasil Belajar Operasi Aritmatika Aljabar melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad dan Model Direct Teaching pada Siswa Kelas VII SMP Aisyiah Sungguminasa.
Instrumen Penelitan
Teknik Pengumpulan Data
Data respon siswa terhadap mata pelajaran matematika akan dikumpulkan dengan menggunakan angket respon siswa.
Teknik Analisis Data
Indikator Keberhasilan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Pembahasan Hasil Penelitian
Tabel di atas menunjukkan bahwa pada siklus I subjek tetap 29 siswa, nilai ideal tetap 100, nilai maksimal meningkat dari 87 menjadi 94, nilai minimal dari 52 menjadi 63 dan rata-rata (rata-rata) dari 70,21 menjadi 80,17 Siswa yang memperoleh nilai sangat yang mendapat nilai rendah pada siklus I sebanyak 1 orang atau 3,4%, pada siklus II tidak ada siswa yang memperoleh nilai sangat rendah, siswa yang memperoleh nilai rendah pada siklus I sebanyak 8 orang atau 27,6%, pada siklus II hanya 1 siswa yang mendapat nilai rendah, siswa yang mendapat nilai baik pada siklus I sebanyak 17 orang siswa atau 58,6%, pada siklus II sebanyak 10 orang siswa atau 34,5%, siswa yang mendapat nilai tinggi pada siklus I sebanyak 3 orang siswa atau 10,4%, dan pada siklus II sebanyak 16 orang atau 55,2%, terdapat tidak ada siswa yang memperoleh nilai sangat tinggi pada siklus I sedangkan pada siklus II terdapat 2 siswa atau 6,9%. Berdasarkan tabel 4.14 di atas dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD respon siswa terhadap pembelajaran matematika dapat berubah.
Hal ini terlihat dari peningkatan kehadiran siswa dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika menurut hasil observasi selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ternyata dapat meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan tugas. Kajian Teori Hakikat Hasil Belajar Matematika (online), http://rujukanskrip.blogspot.com/2013/06/kajian-theori-hakikat-hasil-belajar.html, diakses 28 Maret 2014.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan proses pembelajaran, guru diharapkan dapat lebih membimbing, memonitor dan membimbing siswa dalam kerja kelompok. Setelah setiap kelompok menyelesaikan tugasnya, salah satu siswa yang mewakili kelompoknya diminta maju ke depan untuk mempresentasikan jawaban berdasarkan hasil diskusi kelompok, dalam diskusi kelas yang dipimpin oleh guru. Memberikan pujian kepada setiap kelompok dan mengajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa kesimpulan yang diambil dari hasil diskusi kelas yang baru saja dilaksanakan adalah inti atau rangkuman bahan ajar yang baru saja dipelajari.
1. 2. Memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok dan mengajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa kesimpulan dari hasil diskusi kelas yang baru saja dilaksanakan adalah inti atau rangkuman materi pelajaran yang baru saja dipelajari.