PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Selain itu, pendidikan juga menjadi landasan awal bagi umat Islam untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia. Agar umat Islam dapat mendukung perdamaian dan juga mempunyai sikap toleransi terhadap siapapun atau mempunyai sikap tasamuh (saling pengertian). Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus mempunyai karakter tesamuh atau akhlak tesamuh untuk membangun uhuw atau persaudaraan antar umat yang berbeda keyakinan dan berbeda agama.
Fokus Penelitian
Dengan demikian, penerapan guru yang mendidik di SDK St.Yusuf memberikan dampak positif terhadap siswa untuk menggunakan akhlak tasamuh meskipun berbeda keyakinan. Bagaimana penerapan nilai moral saling menghargai dalam pembinaan ukhuwah wathaniyah di desa Sukoreno, Umbulsari, Jember. Bagaimana penerapan nilai moral saling menghargai dalam pembinaan ukhuwah wathaniyah di desa Sukoreno, Umbulsari, Jember.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai penerapan akhlak tasamuh dalam membangun Ukhuwah Wathaniyah di Desa Sukoreno, Umbulsari, Jember. Bagi UIN KHAS Jember, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi atau tambahan literatur serta dapat memberikan sumbangan intelektual bagi peneliti selanjutnya mengenai Tasamuh Akhlak dalam konstruksi Ukhuwah Wathaniyah. Bagi masyarakat Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember, penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan referensi ilmiah terkait akhlak tasamuh dalam pembinaan Ukhuwah Wathaniyah.
Definisi Istilah
Bab Ketiga, bab ini menjelaskan tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahapan penelitian. Bab Lima, bab ini merupakan bab terakhir yang berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian.
KAJIAN TEORI
Penelitian Terdahulu
Anjeli Aliya Purnama Sari Mahasiswa IAIN Jember (2021) Fakultas Keguruan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini (PIAUD): “Pemanfaatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Agama Islam.”. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan anak usia dini melalui pendidikan agama Islam. 15 Anjeli Aliya Purnama Sari, “Pemanfaatan nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui pendidikan agama Islam” (Skripsi, IAIN Bengkulu, 2021).
Kajian Teori
Menurut Abdul Majid, beliau menjelaskan akhlak yang dimaksud dengan pendidikan akhlak dalam wacana pendidikan Islam. Jelas tidak ada yang lain, akhlak adalah perbuatan yang tanpa pertimbangan tiba-tiba melakukan suatu perbuatan dimana terdapat dua pilihan antara akhlak yang baik seperti kejujuran, tanggung jawab, budi pekerti yang baik atau akhlak yang buruk yaitu iri hati dan lain sebagainya. Apabila sifat tersebut menimbulkan suatu perbuatan yang terpuji menurut ketentuan akal dan norma agama, maka disebut akhlak yang baik.
Pentingnya akhlak dalam kehidupan dinyatakan dengan jelas dalam Al-Qur'an yang menjelaskan berbagai jenis pembahasan ilmu pengetahuan terkait nilai dan akhlak dengan paling gamblang dan gamblang. 21. Artinya : “Sesungguhnya kamu mempunyai akhlak yang mulia. 23” Dalam hal ini jelas sekali bahwa akhlak merupakan landasan utama bagi seorang muslim. Moralitas yang berasal dari agama menciptakan kontrol yang pengaruhnya lebih kuat dibandingkan moralitas yang diciptakan manusia, termasuk akal.
Syukri Azwar Lubis dalam bukunya Materi Pendidikan Agama Islam, akhlak terbagi menjadi dua bagian, yaitu akhlak yang baik (kerimah) dan akhlak yang buruk atau jelek (mazmumah). Sedangkan untuk memperbaiki akhlak yang buruk, Anda harus berusaha memperbaiki akhlak yang buruk dengan berusaha melawannya. 27. Para ulama mengatakan, akhlak yang baik adalah ciri-ciri para nabi dan orang-orang Siddiq, sedangkan akhlak yang buruk adalah ciri-ciri setan dan orang-orang yang keji.
Sedangkan unfriend artinya Anda tidak ingin lagi berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. e) Bersikap serakah dan pelit (Halatu al-Hirsi wa al-Bakhil). Athiyah el Abrasyi, mengatakan bahwa pendidikan karakter adalah jiwa dari pendidikan Islam, dan Islam telah menyimpulkan bahwa pendidikan karakter dan akhlak adalah jiwa dari pendidikan Islam, mencapai kesempurnaan akhlak adalah tujuan pendidikan yang sebenarnya. Sikap tasamuh ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kepentingan sosial atau horizontal terhadap orang lain.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Keabsahan Data
- Tahap-Tahap Penelitian
Pak Sukimin sebagai guru tematik kelas 6 SD Katolik St. Yusuf, Dusun Krajan Kidul, Sukoreno, Umbulsari, Jember. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Katolik Saint Mary. Yusuf Sukoreno melakukan observasi dan mencari data pendukung dari operator sekolah. Oleh karena itu, saya berharap ada perubahan visi, misi dan tujuan St. Yusuf ini.
Menerapkan nilai-nilai moral untuk membantu membangun Ukhuwah Wathaniyah di St. Observasi proses pembelajaran di SDK St. Dusun Yusuf Krajan Kidul, Desa Sukoreno, Umbulsaro, Jember. Observasi terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan di SDK St. Yusuf, Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno, Umbulsaro, Jember.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Oleh karena itu, SD Katolik tersebut kekurangan siswa sehingga kepala sekolah mencoba menawarkan kepada Keuskupan Malang yaitu Yayasan Kamel dan disetujui oleh pastor atau tokoh agama Katolik. Setiap lembaga nonformal atau formal tentunya mempunyai visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai oleh lembaga tersebut. Visi, misi dan tujuan sekolah ini tidak berubah sejak saya menjadi kepala sekolah.
“Tentunya suatu lembaga sekolah apabila mempunyai visi, misi dan tujuan akan menjadi acuan bagi para guru terutama untuk pembangunan dan pengembangan sekolah selanjutnya.”69. Sekolah Dasar Katolik Santo Yusuf Sukoreno sebagai lembaga pendidikan terpanggil untuk mendidik anak bangsa untuk hidup bersama secara toleran, berbudaya, berdasarkan iman dan cinta kasih. Sehubungan dengan itu, struktur kelembagaan Sekolah Dasar Katolik Saint Joseph yang terstruktur adalah: 72.
Yusuf merupakan salah satu sekolah dasar yang memiliki beragam siswa dari latar belakang agama yang berbeda-beda.
Penyajian Data dan Analisis
Tidak hanya itu, sebagai kepala sekolah saya juga harus menjamin tasamuh/toleransi terhadap siswanya.” 80. Dari wawancara di atas terlihat jelas bahwa kepala sekolah mempunyai peran utama dalam menegakkan sikap saling menghormati terhadap seluruh siswa. masyarakat sekolah, sehingga juga akan dilaksanakan oleh guru dan siswa dalam proses dan kegiatan pembelajaran di luar jam sekolah. Selain itu, guru juga ikut serta dalam pelaksanaannya dan merawat siswa dengan sepenuh hati.”98.
9 Pelajaran Agama di Pesantren Ramadhan 101 Keberadaan pesantren Ramadhan yang diagendakan pihak sekolah bertujuan untuk mendorong para santri agar senantiasa bergembira dalam merayakan hari besar keagamaan dan menjunjung tinggi agama Islam. Namun, jangan lupa bahwa sebagai guru kita perlu menerapkan sikap yang baik agar dapat ditiru oleh siswa. Selanjutnya para guru khususnya saya pribadi selaku wali kelas kelas 6 datang ke rumah siswa untuk menjalin silaturahmi dengan orang tua dan siswa.
Sebab guru merupakan ujung tombak pertama bagi siswa sekolah dasar untuk bekal masa depan. Sehingga disinilah dapat memberikan nilai tambah khususnya bagi siswa dari sekolah rakyat st. Selain itu, dalam proses pembelajaran saya juga menjumpai siswa yang berbeda pendapat mengenai pilihan ketua kelas.
Selain itu guru juga memberikan postur-postur yang sangat sederhana agar dapat ditiru oleh siswa.
Pembahasan Temuan
Penerapan nilai-nilai gotong royong banyak digunakan oleh para pendidik dan siswa di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Data yang diperoleh berdasarkan fokus penelitian yang ditentukan peneliti yaitu penerapan nilai-nilai gotong royong, saling menghargai, saling menghargai dalam pembinaan ukhuwah wathaniyah di SDK St. Penerapan Nilai Pendidikan Islam Akhlak Tasamuh dalam Pembinaan Ukhuwah Wathaniyah di SD Katolik Sukoreno Umbuksari Jember.
Bagaimana menerapkan nilai moral gotong royong, saling menghormati dan saling menghargai dalam kegiatan pembelajaran. Bagaimana menerapkan nilai moral saling menghormati antar agama, antar guru, dan antar siswa. Kegiatan wawancara dengan kepala sekolah bapak Asep Idam Kurniawan mengenai penerapan nilai moral tasamuh untuk membangun ukhuwah wathaniyah di St. Sekolah Dasar Katolik.
Kegiatan wawancara dengan guru karakter Ms. Emmanuela Rina tentang penerapan nilai moral Tasamuh dalam pembinaan ukhuwah wathaniyah di St. Kegiatan wawancara dengan guru pendidikan kewarganegaraan bapak Thomas Ponidi mengenai implementasi nilai moral tasamuh dalam pembinaan ukhuwah wathaniyah di St. Kegiatan wawancara dengan guru agama Islam Bpk. Barjo tentang penerapan nilai moral tasamuh dalam pembinaan ukhuwah wathaniyah di St.
Kegiatan wawancara dengan siswi mengenai penerapan nilai moral tasamuh untuk membangun ukhuwah wathaniyah di St.
PENUTUP
Simpulan
Seperti sekolah pada umumnya, guru tidak menerapkan hal lain dalam proses pembelajaran, melainkan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Dalam kegiatan bakti sosial yang dilakukan di sekolah tersebut salah satunya dengan menyebarkan takjil untuk mendidik siswa agar nantinya dapat membantu dengan cara yang baik, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dalam penerapannya juga sangat aplikatif pada perayaan hari besar keagamaan karena didalamnya terdapat kajian-kajian yang membantu siswa untuk memiliki sikap tolong menolong.
Guru juga memberikan materi seperti buku tematik yang berisi cerita tentang saling menghargai. Proses pelaksanaan kegiatan lintas agama dalam kegiatan Pondok Ramadhan, termasuk kegiatan kajian agama bagi siswa dan guru. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pemuka agama, dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh santri.
Guru juga menerapkan hal yang sama, salah satunya adalah mengunjungi rumah guru tanpa memandang agama. Ada pula beberapa kegiatan tambahan yang dilakukan siswa, salah satunya adalah pergi ke rumah teman yang lain. Dalam menerapkan moral saling menghormati, guru menerapkannya dalam proses pembelajaran, sebagaimana pada saat pembelajaran guru memberikan.
Jadi dalam melakukan apapun, para guru khususnya siswa selalu mengamalkan apa yang guru terapkan dan bahkan setiap hari jumat dan sabtu semua siswa memakai pakaian yang sesuai dengan agamanya masing-masing.
Saran
Yusuf, Sukoreno, Umbulsari, Jember harus disiplin dan bertanggung jawab sebagai siswa serta menerapkan moral tasamuh yang telah diterapkan di sekolah. Penerapan nilai-nilai moderasi beragama pada pendidikan prasekolah melalui pendidikan agama Islam.” Skripsi, IAIN Bengkulu, 2021. Konsep Ukhuwah Basyariyah dalam Tradisi Ngejot (Tradisi Masyarakat Islam dan Hindu di Desa Loloan Timur, Jembrana, Bali.” Skripsi, IAIN Jember, 2019.
Peran Tokoh Agama Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Pendidikan Multikulturalisme Agama di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember.” Skripsi, IAIN Jember, 2019.