PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teoritis
- Teori Kognitif
- Teori Behavior
- Teori Operant Conditioning
Tinjauan Konseptual
- Penerapan
- Karakter
- Unsur Karakter
- Nilai-nilai Karakter
- Proses Pembentukan Karakter
- Kriteria Karakter
- Perilaku
- Pembentukan Perilaku
- Jenis Perilaku
- Karakteristik Santriwati
- POTREN dalam Membentuk Karakter Santriwati
Karakter adalah kepribadian yang dianggap sebagai ciri, atau ciri, atau corak, atau kebiasaan seseorang yang muncul dari bentuk-bentuk yang diterima dari lingkungannya.17 Karakter juga merupakan seperangkat nilai yang mengarah pada suatu sistem, yang mendasari pemikiran, sikap dan perilaku yang ditunjukkan. Sikap dan perilaku beragama yaitu taat dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Perilaku kerja keras yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan kemampuan terbaiknya.
Sikap dan perilaku mandiri yaitu tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas. Rasa ingin tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berusaha mengetahui lebih dalam dan luas tentang sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar. Kepedulian sosial : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya membantu orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
Jika orang tua sejak dini sudah menunjukkan hal-hal buruk yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, maka sejak itulah tumbuh kembang anak akan berkembang menjadi perilaku yang buruk. Namun apabila orang tua menunjukkan hal-hal yang baik sejak dini, misalnya saling menghormati dan menghargai melalui bentuk komunikasi yang bersahabat, maka anak juga akan tumbuh dengan perilaku yang baik. Perilaku refleks adalah perilaku yang terjadi akibat reaksi spontan (tanpa berpikir) terhadap suatu stimulus yang bekerja pada organisme.
Santriwati adalah santri di pondok pesantren, dimana santriwati juga merupakan hal penting di pesantren, tugas utama santriwati sendiri adalah mengaji, namun tidak luput dari kenyataan bahwa semua santriwati juga dapat mempunyai tugas yang luas, seperti serta sikap atau perilaku santriwati yang harus patuh dan taat kepada guru atau pembimbing di pesantren karena menggantikan orang tua kita di pesantren dan hal ini sudah menjadi sikap yang harus dimiliki oleh setiap santriwati karena sikap yang baik. atau perilakunya memudahkan kita mengumpulkan ilmu. Keberadaan pesantren dan masyarakat merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling mempengaruhi. Begitu pula dengan perubahan sosial di masyarakat yang merupakan dinamika aktivitas pesantren di bidang pendidikan dan masyarakat.
Santri juga dilatih berbagai keterampilan yang membuat mereka percaya diri meski baru lulus dari Pondok Pesantren Salafi. Cara belajar seperti ini berdampak pada kepribadian santri yang percaya diri dalam segala hal, meskipun baru lulus dari pesantren, dan menanamkan dalam diri mereka keyakinan bahwa belajar di pesantren akan memberikan manfaat ganda, yaitu perolehan. pengetahuan agama dan pengetahuan umum. pengetahuan.31. Pembentukan karakter berbasis pendidikan di pesantren (kajian pada pesantren tradisional dan modern wilayah Ponorogo), hal. 52-53.
Kerangka Pikir
METODOLOGI PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Fokus Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik keabsahan data
Dan disini peneliti juga mengajak 6 (enam) orang siswi untuk diwawancarai sebagai informan untuk mengetahui seperti apa karakter santri tersebut dan bagaimana menerapkan nilai-nilai karakter yang diberikan di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. Dalam penelitian ini sumber data pribadi penulis adalah para pelatih dan siswi di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. Di pesantren berpakaian muslim dan tidak diperbolehkan memakai celana (kecuali celana olah raga pada saat kegiatan olah raga dan kegiatan tertentu yang telah ditugaskan).
Mengenakan seragam yang berlaku di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare sesuai peraturan dan jadwal yang ditetapkan selama masa belajar. 56 Hasil wawancara Ratu Carmenita selaku Santriwati pada tanggal 3 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. 57Hasil wawancara Ni'matul Izzah selaku Santriwati pada tanggal 5 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare.
58 Hasil wawancara Masbada, S.Pd.I selaku pembimbing, pada tanggal 5 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. 59Hasil wawancara Nurlela Halim, S.Pd.I selaku pembimbing, pada tanggal 9 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. Penerapan nilai-nilai karakter untuk membentuk perilaku santri di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare, terdapat beberapa poin dalam nilai-nilai karakter tersebut.
61Hasil wawancara Nurlela Halim, S.Pd.I selaku Pembimbing, pada tanggal 9 Desember 2019, di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. 62 Hasil wawancara Devina Lidia Putri selaku Santriwati, pada tanggal 9 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. 63Hasil wawancara Fitra Aulia selaku Santriwati, pada tanggal 9 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare.
64 Hasil wawancara Regina Arsyad selaku Santriwati, pada tanggal 10 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. 65 Hasil wawancara Khusnul Mutmainnah selaku Santriwati pada tanggal 11 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. 66 Hasil wawancara Masbada, S.Pd.I selaku pembimbing, pada tanggal 5 Desember 2019 di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pembentukan nilai-nilai karakter santri diyakini perlu dan sangat penting dilakukan dalam kerangka pesantren. Dan selama saya tinggal di pesantren, mereka membimbing saya dengan sangat baik, mengajari saya disiplin dan tanggung jawab”56. Oleh karena itu, setiap aktivitas santri di pesantren memiliki banyak manfaat tidak hanya ketika santri belajar di pesantren saja, namun juga ketika hidup di masyarakat.
Santri yang awalnya masih menunjukkan perilaku buruk, setelah beberapa bulan mengikuti dan membiasakan diri beraktivitas di pesantren, hidupnya menjadi lebih fokus dan bersemangat beribadah kepada Tuhan. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dipahami bahwa para pengawas di pondok pesantren banyak memberikan bimbingan dalam bidang agama. Pesantren juga mengajarkan santri untuk saling menghargai perbedaan.
60 Hasil wawancara oleh Sitti Amirah Rasyid S.Ag.MA selaku pembimbing, pada tanggal 10 Desember 2019, di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. Bagi siswi yang sudah lebih dari satu semester tinggal dan belajar di asrama Islam, sudah terlihat mampu beradaptasi dengan lingkungan asrama Islam. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu santri, dapat dipahami bahwa banyak hal yang diajarkan di pesantren, antara lain penerapan nilai-nilai karakter dan khususnya nilai-nilai karakter religius kepada santri.
Santri di sini diberikan pengetahuan tentang agama dalam setiap kegiatan yang berlangsung di pesantren terdekat. Dan membentuk perilaku santri menjadi lebih baik atau bisa dikatakan terjadi perubahan sejak masuk pesantren. Selain nilai-nilai keagamaan, pesantren juga menanamkan nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab.
Berdasarkan hasil wawancara salah satu santri dapat diketahui bahwa di pesantren santri putri diajarkan nilai-nilai agama, di pesantren juga diajarkan nilai kemandirian dan nilai tanggung jawab. .ditanamkan. Di pesantren santri diajarkan tentang agama dan santri diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai karakter yang diberikan oleh pengawas dan pesantren pada dasarnya bertujuan untuk membentuk perilaku santri agar mempunyai akhlak yang baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu dosen pembimbing, beliau menjelaskan bahwa di asrama Islam, pengawas mempunyai harapan yang tinggi terhadap siswi agar dapat menerapkan apa yang telah dipelajari selama belajar di asrama Islam.
Pembahasan
Dengan menerapkan nilai-nilai karakter tersebut para santri dapat membiasakan diri untuk selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di pesantren dan dapat membentuk perilaku santri menjadi santri yang berakhlak mulia. Dengan hal tersebut para orang tua sangat peduli terhadap anaknya sehingga mereka memasukkan anaknya ke pesantren agar terdidik dengan baik dan berakhlak mulia, serta para santri yang ingin berubah pikiran menjadi lebih positif dalam berbuat atau bertindak. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di pesantren maka karakter santri akan semakin baik.
Nilai-nilai karakter di asrama Islam merupakan suatu hal yang tidak bisa dihilangkan, mengingat keberadaan asrama Islam merupakan salah satu alternatif solusi. Nilai-nilai karakter di pesantren bertujuan untuk membentuk karakter atau sikap santri atau yang biasa disebut santriwati agar menjadi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari dan mengubah pola pikirnya menjadi lebih positif dalam berbuat atau bertindak. Di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare, penerapan nilai-nilai karakter tidak secara langsung dimasukkan dalam mata pelajaran atau pendidikan khusus, tetapi diajarkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan penanaman nilai-nilai karakter.
Dalam pelaksanaannya santri diwajibkan untuk mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren dan mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di pesantren maka santri akan terbiasa melakukannya. Dengan membiasakan diri melakukannya maka siswi akan mempunyai perilaku yang baik. Kegiatan di pesantren yang mengarahkan santri untuk memperoleh nilai-nilai karakter antara lain kewajiban shalat berjamaah 5 waktu (subuh, siang, asar, maghrib dan isya), membaca Al-Qur'an dan tahfidz atau menghafal Al-Qur'an. an, disiplin dalam menjalankan kegiatan, bertanggung jawab, bertanggung jawab dalam berbagai tugas yang diberikan, jujur dalam perkataan dan perbuatan, mandiri.
Namun menanamkan nilai-nilai karakter religius pada santri bukanlah suatu hal yang mudah dan cukup banyak kendala dalam penerapan nilai-nilai karakter di Pondok Pesantren DDI Lil-Banat Kota Parepare. Dengan demikian, penanaman nilai-nilai karakter yang diberikan pesantren melalui kegiatan tersebut dapat diserap secara maksimal oleh para santri. Selain itu santri juga diharapkan dapat mengikuti setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh, agar implementasi nilai-nilai karakter pesantren dapat terserap secara maksimal, sehingga santri dapat memperbaiki perilaku buruk menjadi perilaku yang lebih baik.
Pembentukan Karakter Berbasis Pendidikan Pesantren (Studi pada Pondok Pesantren Tradisional dan Modern di Kabupaten Ponorogo). Peran Pesantren dalam Pengendalian Santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Asshomadiyah Sukorejo Pasuruan,” (Topik Magister: Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sunan Ampel Surabaya). Perilaku menyimpang santri di DDI Pondok Pesantren Lil-Banat Parepare, program studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar.
PENUTUP
Saran