PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Bagaimana Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqh Kelas VIII di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018. Bagaimana Penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqh Kelas VIII di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018. Bagaimana Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ranah Psikomotorik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Fiqh Kelas VIII di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018.
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan pemanfaatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam materi fiqh kelas VIII di SMA Walisongo Temuguruh Sempu banyuwangi tahun pelajaran 2017/2018. Untuk mendeskripsikan pemanfaatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah afektif pada mata pelajaran pendidikan agama islam materi fiqh kelas VIII di SMP Walisongo Temuguruh Sempu banyuwangi tahun pelajaran 2017/2018. Untuk mendeskripsikan pemanfaatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar psikomotorik siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam materi fiqh kelas VIII di SMA Walisongo Temuguruh Sempu banyuwangi tahun ajaran 2017/2018.
Manfaat Penelitian
Menurut Kasiram, “Tujuan umum penelitian adalah untuk menemukan, mengembangkan atau mengoreksi atau menguji kebenaran pengetahuan yang ada.” 11. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan keilmuan khususnya di bidang pendidikan, serta mengembangkan konsep “Pemanfaatan Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqih Kelas VIII di Walisongo Sekolah Menengah Temuguruh Sempu,Banyuwangi,tahun ajaran.
Definisi Istilah
Para ulama Syafi’i mendefinisikan fiqh sebagai ilmu tentang hukum-hukum syari’ah yang praktis (’amaliy) dari dalil-dalil yang terperinci (tafsily), yang mencakup empat kategori, yaitu al-’ibadat, al-mu’amalat, al-munakahat dan al-’uqubat. 14.
Sistematika Pembahasan
Penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Fiqih. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Aspek Afektif pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqih. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Aspek Psikomotorik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqih.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pembelajaran kontekstual (CTL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqih kelas VIII. kelas di SMA Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi tahun ajaran 2017/2018. Kondisi dan kondisi pembelajaran pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam materi fiqih kelas VIII di SMA Walisongo Temuguruh. RPP tentang pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di SMA Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi.
Penerapan Contextual Teaching and Learning (SOL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqih Kelas VIII di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018. Sehubungan dengan penerapan Pembelajaran Kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi fiqh dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa penerapan Pembelajaran Kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi fiqh dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada domain tersebut.
Sehubungan dengan penerapan Pembelajaran Kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi fiqh dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah afektif. Penerapan Pembelajaran Kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi fiqih di SMP Walisongo menerapkan metode bertanya, komunitas belajar dan keteladanan dalam pembelajaran. Penerapan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqih Kelas VIII di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018.
Penggunaan pengajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah afektif pada mata pelajaran pendidikan agama Islam Materi Fiqh VIII. kelas di SMA Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi tahun ajaran 2017/2018. Penggunaan pembelajaran kontekstual dalam pengajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa bidang psikomotorik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqih VIII. kelas di SMA Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi tahun ajaran 2017/2018. Bagaimana pemanfaatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa ranah psikomotorik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqh VIII. kelas di SMA Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi tahun ajaran 2017/2018.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian atau tempat dilakukannya penelitian ini adalah di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi. Kedua; lembaga sekolah menengah pertama ini merupakan salah satu sekolah yang menawarkan pembelajaran Fiqih dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih dan siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keinginan lembaga tersebut adalah untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan Pembelajaran Kontekstual dan siswa dapat mempunyai ilmu yang luas dan bermanfaat serta mampu melaksanakan ibadah keagamaan dengan baik dan benar sesuai syariat Islam.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Pemanfaatan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Aspek Kognitif, Afektif Dan Psikomotorik Melalui Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqh Kelas VIII SMP Walisongo Temuguruh Sempu. Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang sistematis dan terkonstruksi secara lengkap dalam pengumpulan datanya. 44 Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa gambaran umum permasalahan yang akan ditanyakan. Apakah dengan menggunakan pembelajaran kontekstual terjadi perubahan pemahaman dan kemauan siswa untuk belajar hukum.
Analisis Data
Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data selanjutnya. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data tentang penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Fiqih. Melalui representasi data ini data diorganisasikan, diurutkan menjadi suatu pola hubungan, sehingga lebih mudah untuk dipahami.
Dalam menyajikan data tersebut, peneliti menyajikan data penelitian yang berkaitan dengan fokus penelitian, mengenai penerapan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada topik pendidikan agama Islam, materi fiqh dalam bentuk teks deskripsi. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif, menurut Miles dan Huberman, adalah menarik kesimpulan dan memverifikasinya. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya.
Namun apabila kesimpulan yang diambil pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang diambil merupakan kesimpulan yang kredibel.48. Setelah menyajikan data penerapan Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi pembelajaran hukum Islam, peneliti meninjau catatan lapangan dan bertukar pikiran dengan rekan sejawat, setelah itu peneliti mengambil kesimpulan dari data tersebut. . yang diperoleh.. Oleh karena itu, kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, namun mungkin juga tidak, karena seperti yang telah dikatakan permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian tersebut berada di lapangan. .
Keabsahan Data
Tahap-tahap Penelitian
Sehingga dengan dilaksanakannya Pembelajaran Kontekstual maka hasil belajar siswa pada ranah kognitif akan meningkat, baik dari segi pengetahuan, pemahaman dan penerapannya. Penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqih di SMP Walisongo Temuguruh menggunakan beberapa komponen pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran yaitu komunitas belajar, bertanya (bertanya) dan memberi contoh (modeling). Data dari observasi yang telah dilakukan di lapangan, peneliti mengamati langsung penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqh untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif.
Penerapan pembelajaran Contextual Teaching Learning Community (CTL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah afektif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqh Kelas VIII di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018. Data dari observasi yang dilakukan di lapangan, peneliti mengamati langsung penerapan pembelajaran kontekstual pada topik pendidikan agama Islam dan materi Fiqih dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah afektif. Data ini diperkuat dengan hasil dokumentasi. Peneliti mengamati langsung penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, materi fiqih dalam meningkatkan hasil belajar pada ranah afektif meliputi menerima, menyikapi dan mengorganisasikan.
Penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa bidang psikomotorik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi Fiqih kelas VIII di SMA Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Fiqh meningkatkan hasil belajar siswa bidang psikomotorik, baik dari segi kesiapan (kelompok) maupun mekanismenya. (mekanisme). Dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi fiqih di SMA Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi menerapkan beberapa komponen Pembelajaran Kontekstual, soal, pembelajaran. komunitas dan modeling. ).
Dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran kontekstual pendidikan agama Islam pada materi fiqih di SMP Walisongo menggunakan learning community, question dan modeling. Dengan demikian, dari hasil analisis di atas terlihat jelas bahwa penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran fiqh dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah psikomotorik, baik dari segi kesiapan (set) maupun mekanisme (mechanism). Penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi fiqih di SMP Walisongo Temuguruh Sempu Banyuwangi menggunakan beberapa komponen CTL dalam pembelajarannya yaitu soal, komunitas belajar dan keteladanan.