• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV SDN 3 KAYUAGUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV SDN 3 KAYUAGUNG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI ASMAUL

HUSNA KELAS IV SDN 3 KAYUAGUNG

Siti Asni

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya E-mail: [email protected]1

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya siswa yang masih kesulitan dalam memahami materi asmaul husna, siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, dan masih rendahnya nilai hasil belajar siswa dalam mengusai materi ini. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model Project Based Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi asmaul husna kelas IV SDN 3 Kayuagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).

Penelitian tindakan kelas memiliki beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah siswa kelas IVA SDN 3 Kayuagung Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah 27 siswa. Pelaksanaan penelitian ini menerapkan 2 siklus. Hasil belajar diukur dengan tes pada akhir pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model project based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terdapat peningkatan hasil belajar antara siklus 1 dan siklus 2, hal ini dapat dilihat pada siklus I rata-rata 74,07 dan siklus 2 rata-rata 82,40. Sehingga dengan demikian rata-rata hasil belajar persiklus terlihat kecenderungan meningkat, dimana pada siklus I ke siklus 2 peningkatan sebesar 8,33.

Kata Kunci: asmaul husna, hasil belajar, model project based learning

Pendahuluan

Konteks pembaharuan pendidikan ada tiga isu utama yang perlu disoroti, yaitu pembaharuan kurikulum, peningkata kualitas pembelajara dan efektifitas metode pembelajaran khususnya pembaharuan dibidang Pendidikan Agama Islam.

Menurut Zuhairini (2004) Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk membimbing ke arah pembentukan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis supaya hidup sesuai dengan ajaran islam, sehingga terjadinya kebahagiaan dunia akhirat.

Pendidikan Agama Islam yang optimal, maka perlu optimalisasi keterlibatan dan partisipasi yang tinggi dari siswa dalam pembelajaran. Keterlibatan ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Untuk itu tugas-tugas

(2)

guru dalam pembelajaran adalah mendesain pembelajaran yang bisa mengoptimalkan partisipasi aktif siswa. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran ini berwujud dengan aktivitas aktif siswa dalam bertanya, menjawab, mengamati, berdiskusi, bekerja, presentasi, dan menemukan konsep–

konsep ilmu pengetahuan. Pembelajara bisa mengoptimalkan peran aktif siswa dan menyelesaikan persoalan dan permasalahan dalam pembelajaran dengan baik (Kurniawan,2015) .

Proses pembelajaran dikelas guru masih menggunakan model pembelajaran langsung yang dilanjutkan dengan penugasan. Sehingga siswa hanya cenderung menerima apa yang disampaikan oleh guru dan tidak mengkonstruksikan sendiri pengetahuan yang didapatnya. Selanjutnya, jika guru mengadakan diskusi, hanya beberapa siswa tertentu yang aktif bertanya dan terkadang jawaban dari pertanyaan masih sebatas mengingat dan memahami saja ketika dihadapkan pada pemecahan masalah. Partisipasi siswa didalam pembelajaran masih tergolong kurang. Siswa hanya muncul ketika guru melontarkan pertanyaan, itu pun hanya beberapa siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan.

Guru sebagai fasilitator harus mampu melakukan pembelajaran yang menyenangkan dan juga memberika tugas-tugas yang dapat memupuk tanggung jawab. Melihat kondisi dari materi yang ada, pelajaran Pendidikan Agama Islam bersifat komplek, sehingga guru dapat menerapkan berbagai metode sesuai kebutuhan dan tujuan yang hendak dicapai. Bila ditinjau dari aspek tujuannya yang mengarah pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran project based learning.

Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientas pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal (Ngalimun, 2017).

Model project based learning merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran dikelas dengan melibatkan kerja proyek. Sedangkan menurut Clegg dan Berch melalui

“pembelajaran kerja proyek, kreativitas dan motivasi siswa akan meningkat. Kerja proyek dapat dipandang sebagai bentuk open-ended contextual activity-based learning dan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai suatu usaha kolaboratif yang dilakukan dalam proses pembelajaran pada periode tertentu(Wena, 2014).

(3)

Pendekatan model project based learning ini menciptakan lingkungan belajar dimana siswa ”membangun” pengetahuan mereka sendiri. Guru di model PJBL (project based learning) benar-benar berfungsi sebagai fasilitator. Dalam pembelajaran ini benar-benar diutamakan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

Moh. Surya (1981) setelah membandingkan batasan belajar dari beberapa ahli, menyimpulkan bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan (Salamah, 2018).

Menurut pandangan Piaget belajar adalah pengetahuan yang dibentuk oleh individu sebab individu yang melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan dengan adanya iteraksi dengan lingkungan, maka fungsi intelek semakin berkembang (Sani, 2019).

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu hasil yang dicapai pada diri melalui aktifitas serangkaian kegiatan dengan lingkungan yang dilakukan secara terus menerus yang membawa perubahan pada individu.

Hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Menurut Hamalik (2011) hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran,(pengumpulan data dan informasi), pengelolaan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan dalam belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang tela ditetapkan.

Proses pembelajaran PAI metode yang digunakan adalah lebih banyak menggunakan metode ceramah. Peserta didik hanya menelan dan mendengarkan hal-hal yang disampaikan oleh guru. Peserta didik dalam menerima pelajaran, kemampuan peserta didik dalam menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata, kemampuan peserta didik dalam belajar bersama, kemampuan peserta didik dalam mengajukan pertanyaan, kemampuan dalam mengajukan argumentasi, keberanian peserta didik dalam menjelaskan materi, dirasa masih rendah belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dan belum sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh PAI itu sendiri yaitu peserta didik mampu memahami dan mengamalkan ilmu agama yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini lebih khusus dalam memahami materi asmaul husna pada siswa kelas IV semester ganjil di SD Negeri 3 Kayuagung siswa mengalami banyak kesulitan dalam memahami materi asmaul husna. Kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan peserta didik secara individu, masih sangat rendah. Hal ini juga

(4)

ditunjukkan dari hasil belajar siswa pada tahun-tahun sebelumnya, nilai rata-rata peserta didik masih banyak yang di bawah KKM .

Rendahnya hasil belajar siswa, salah satu penyebabnya adalah guru selalu menggunakan metode yang sama pada setiap proses pembelajaran di kelas, yaitu metode konvensional. Padahal tidak setiap materi pembelajaran dapat dipelajari dengan metode ceramah. Hal ini akan menyebabkan peserta didik merasa bosan, jenuh dan bagi sebagian peserta didik merasa tertekan karena selalu didikte dan tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam memecahkan masalah yang diberikan gurunya.

Karena itu peneliti tertarik untuk menerapkan model project based learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya materi asmaul husna.

Karena model Project Based Learning, menurut Purwanto, dkk (2015) mempunyai kelebihan diantaranya:

a) Mendorong peserta didik menjadi tertantang untuk menyelesaikan b) Permasalahan nyata melalui kegiatan proyek.

c) Peserta didik menjadi aktif dalam pembelajaran.

d) Melatih peserta didik untuk melakukan proses berfikir secara kritis.

e) Peserta didik lebih memiliki kebebasan dalam menyelesaikan proyek.

f) Peserta didik menjadi lebih mandiri dan memiliki tanggung jawab terhadap proyek dikerjakan.

Dan juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh

peneliti diantaranya Susanto(2020) menyatakan bahwa terdapat pengaruh model project based learning hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas X di SMK PGRI 4 Bandar Lampung untuk kelas eksperimendan penelitian Wawan (2019) Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan nilai rata- rata sebesar 13,50 (20,22%). Dengan demikian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan Model Pembelajaran Kooperative Type Team Pears Shere (TPS) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model Project Based Learning.

Metode/Metodologi

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Pada prinsipnya diterapkan PTK dimaksudkan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat di dalam kelas. Model yang dikemukakan Kemmis & McTaggart merupakan pengembangan lebih lanjut dari model Kurt Lewin. Secara mendasar tidak ada perbedaan yang prinsip antara keduanya. Model ini banyak dipakai karena sederhana dan mudah dipahami. Rancangan Kemmis & Taggart dapat mencakup sejumlah siklus, masing-masing terdiri dari tahap-tahap: perencanaan (plan), pelaksanaan dan pengamatan (act & observe), dan refleksi (reflect).

(5)

Tahapan-tahapan ini berlangsung secara berulang-ulang, sampai tujuan penelitian tercapai. Dituangkan dalam bentuk gambar, rancangan Kemmis &

McTaggart akan tampak sebagai berikut

Gambar 1 Model PTK Kemmis & Taggar

Jenis Data yang dipakai adalah data kualitatif yaitu data yang akan

digunakan untuk mengukur variabel-variabel penelitian, seperti motivasi belajar, keaktifan dan pemahaman peserta didik. Data ini berupa angka dan dapat dianalisis secara statistik. Berupa observasi terhadap aktivitas belajar siswa dalam menyelesaikan tugas kelompok dan aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran dan data kuantitatif yaitu berupa nilai hasil belajar yang diperoleh siswa yang terdiri dari nilai tes sumatif.

Teknik pengumpulan data yaitu observasi terhadap aktivitas belajar siswa dalam menyelesaikan tugas yang dilakukan dengan model project based learning dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama mengajar dan tes dilakukan terhadap siswa pada setiap siklus. Soal tes dibuat sesuai materi yang diajarkan pada setiap pertemuan. Sampel yang akan digunakan peneliti memiliki ketentuan, khusus siswa kelas IV.A SD Negeri 3 Kayuagung Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 27 orang.

Teknik Pengumpulan Data yaitu

Ketuntasan belajar siswa x100 % Hasil Penelitian dan Pembahasan

Penelitian pada siklus I dan 2 ini dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran project based learning dengan menggunakan media video pembelajaran. Pembelajaran project based learning ini adalah pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil dengan jumlah tiap anggota kelompok

(6)

terdiri 4-5 orang siswa secara heterogen.Penerapan model project based learning pada siklus I dan2 adalah sebagai berikut :

a. Persiapan pembelajaran

Dalam tahap persiapan pembelajaran menggunakan model PJBL ini Langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

1) Sebelum menyajikan materi pembelajaran, guru menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan juga guru memotivasi siswa untuk belajar.

2) Mengomando siswa di dalam kelompok secara heterogen. Masing- masing kelompok terdiri 5 kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa setiap kelompok dan pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas.

b. Pelaksanaan tindakan

Tahap penyajian materi secara garis besar memerlukan waktu 5-10 menit.

Sebelum menyajikan materi pelajaran guru menjelaskan tujuan pembelajaran, memberi motivasi untuk berkooperatif. Guru memberikan materi dengan menggunakan bantuan video pembelajaran pada PPT. Materi yang diberikan guru yaitu tentang makna Asmaul Husna Al-Malik, Al-Aziz, Al-Quddus ,As- Salam dan Al-Mu’min. Pada siklus I kegiatan awal pembelajaran, guru memberikan pertanyaan untuk memulai materi dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan absensi terlebih dahulu

2) Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik.

3) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

4) Guru menjelaskan materi melalui video pembelajaran.

5) Guru mengadakan tanya jawab mengenai video pembelajaran.

6) Guru membagi kelompok secara heterogen yang terdiri dari atau 5 orang siswa.

7) Guru membagi lembar kerja.

8) Siswa mengerjakan lembar kerja dengan diskusi berkelompok

9) Masing-masing kelompok melakukan presentasi/ membacakan hasil diskusi.

10) Guru memberikan apresiasi atau reward kepada kelompok terbaik dan memotivasi kelompok yang lain.

11) Guru melakukan ice breaking.

12) Siswa mengerjakan tugas individu.

13) Pada kegiatan penutup guru memberikan pemantapan materi.

Pembelajaran menggunakan model project based learning ini dilaksanakan di dalam kelas. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan materi yang berbeda.

Setelah melakukan pengamatan, guru membagi lembar kerja siswa. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya, guru membimbing siswa mengerjakan tugas

(7)

kelompok tersebut. Kemudian setelah itu tiap kelompok memilih satu ketua untuk membacakan hasil diskusi di depan kelas,

kelompok lain menanggapi. Guru membantu siswa menjawab pertanyaan jika ada kesulitan.

c. Pengamatan/Evaluasi

Pada kegiatan evaluasi ini dilakukan terhadap persiapan, proses, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sudah disediakan oleh peneliti. Tes dilakukan langsung untuk mengamati dan mengumpulkan data dari penggunaan model pembelajaran PJBL yang dilakukan pada proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil post test dikelas setelah dilakukan penerapan model PJBL sebagai berikut :

1) Siswa dikelompokkan menjadi 5 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa.

2) Setelah dilakukan penilaian dan pengumpulan data hasil belajar siswa d. Refleksi

Pada kegiatan ini, peneliti dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan setelah mengadakan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berhasil dengan 2 siklus. Pembelajaran ini hanya menggunakan 2 siklus karena pada proses pembelajaran siklus 2 hasilnya sudah lebih baik dari hasil siklus I. Disamping itu hasil yang dicapai sudah mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan sekolah yaitu KKM 75 sehingga tidak perlu dilakukan tindakan lebih lanjut untuk siklus berikutnya.Dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukandengan siklus I dan Siklus 2 siswa kelas IV SDN 3 Kayuagung Kecamatan Kayuagung Tahun Ajaran 2023/2024 dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Dibawah ini hasil rekapitulasi nilai hasil belajar siswa siklus 1 dan siklus 2.

Tabel 1. Rekapitulasi nilai hasil belajar siswa siklus 1 dan siklus 2.

No Kategori Siklus 1 Siklus 2

Frekuensi Persentase(%) Frekuensi Persentase(%)

1 Tuntas 20 74,07 23 85,18 %

2 Belum tuntas 7 25,92 4 14,81 %

Jumlah 27 100 27 100 %

Tabel 2. Nilai rata-rata siklus 1 dan siklus 2.

No Jumlah Nilai Keseluruhan Siswa

Persentase (%) Siklus 1 Siklus 2 Siklus 1 Siklus 2

1 2000 2225 74,07 82,40

(8)

Berdasarkan data tabel di atas, siswa yang sudah mencapai atau melampaui nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 85,18 % dan nilai rata-rata hasil belajar siswa 82,40 % sebanyak 23 siswa. Dengan demikian penelitian ini dianggap sudah selesai karena sudah melampaui batas ketuntasan pembelajaran sebesar 75 %

Dengan demikian penelitian ini membuktikan bahwa Penerapan Model Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi asmaul husna kelas IV SD Negeri 3 Kayuagung Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan semester ganjil Tahun Ajaran 2023/2024.

Kesimpulan

Hasil penelitian yang telah dipaparkan selama dua siklus, bahwa penerapan model project based learning dan dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas dan meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (74,07%), dan siklus 2 (82,40 %).

Referensi

Chomaidi Dan Salamah. 2018. Pendidikan dan Pengajaran:

StrategiPembelajaran.Jakarta: Grasindo.

Ghalia Indonesia. Purwanto, Muchlas Samani, Nanik Estidarsan. 2015.

Pembelajaran Pengelasan Las Busur Listrik Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis dan Hasil

Belajar Siswa”. Jurnal pendidikan vokasi.

Heru kurniawan, 2015. Pembelajaran kreatif bahasa indonesia ( kurikulum 2013).

Jakarta: Prenadamedia Group.

Made Wena.2014.Strategi Pembelajaran Inovatif Kontenporer.Jakarta : Bumi Aksara.

Ngalimun. 2017. Strategi Pembelajaran.Yogyakarta: Penerbit Perana Ilmu.

Oemar Hamalik.2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Susanto.2020. Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Kelas X Di SMK PGRI 4 Bandar Lampung.

http://repository.radenintan.ac.id/10277/1/ SKRIPSI%202.pdf

Zuhairini. 2004. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang:UIN Pers

Wawan. 2019. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Mengenal Asmaul Husna Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Pears Shere

(9)

(TPS).Jurnal Penelitian Guru FKIP Universitas Subang, Volume 02 No. 02, Oktober 2019 ISSN (p) 2598-5930 (e) 2615-4803

Referensi

Dokumen terkait