• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan sistem pendidikan pesantren

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan sistem pendidikan pesantren"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana implementasi sistem pendidikan pesantren dalam meningkatkan mutu ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton Kabupaten Probolonggo tahun pelajaran 2014/2015. Bagaimana sistem pendidikan pesantren tradisional meningkatkan kualitas ibadah santri di Madrasah Aliyah Karanganyar Kecamatan Paiton. Bagaimana teknik penerapan sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton Kabupaten Probolinggo tahun ajaran 2014/2015.

Bagaimana Evaluasi Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Pesantren Untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah Siswa di Madrasah Aliyah Karanganyar Kecamatan Paiton.

Tujuan Penelitian

Untuk memperoleh gambaran obyektif tentang sistem pendidikan pesantren tradisional untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton Kabupaten Probolinggo tahun pelajaran 2014/2015. Untuk memperoleh gambaran obyektif tentang teknik penerapan sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganya Paiton Kabupaten Probolinggo tahun pelajaran 2014/2015. Untuk memperoleh gambaran obyektif mengenai evaluasi penyelenggaraan sistem pendidikan pesantren dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah siswa di Madrasah Aliyah Karanganyar Kecamatan Paiton Probolinggo tahun pelajaran 2014/2015.

Manfaat Penelitian

Untuk memperoleh gambaran objektif sistem pendidikan pesantren tradisional dalam meningkatkan mutu ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton Kabupaten Probolinggo tahun ajaran. Untuk memperoleh gambaran obyektif tentang teknik penerapan sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah santri di Madrasah Aliyah Negeri Karanganya Paiton Kabupaten Probolinggo tahun ajaran.

Definisi Istilah

Oleh karena itu, sistem pendidikan dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan adalah suatu strategi atau cara yang akan digunakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dalam dirinya yang diperlukan bagi dirinya dan masyarakat. . Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata bertambah artinya bertambah. Jika kita melihat dari pengertian tersebut, maka arti kata peningkatan adalah suatu upaya untuk menaikkan tingkat lebih tinggi atau menghasilkan lebih dari hari sebelumnya. Peserta didik merupakan komponen masukan dalam sistem pendidikan yang kemudian diolah dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Maksud dari judul yang akan dikaji adalah bagaimana penerapan sistem pendidikan pesantren dalam meningkatkan mutu ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton. Khususnya sistem pendidikan pesantren telah diterapkan dalam peningkatan kualitas ibadah, serta teknik dan evaluasi pelaksanaannya.

Sistematika Pembahasan

Sistem pendidikan pesantren tradisional dalam meningkatkan mutu ibadah santri di Madrasah Aliyah Negeri Paiton Karanganyar. Teknik penerapan sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah santri di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton. Evaluasi Sistem Pendidikan Pesantren Untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah Santri di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton.

Teknik penerapan sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah santri di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton Kabupaten Probolinggo. Bagaimana penerapan sistem pendidikan pesantren tradisional dalam meningkatkan mutu ibadah siswa di Madrasah Aliyah Karanganyar kabupaten Paiton.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

Dalam pengertian umum, sistem pendidikan adalah keseluruhan bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, proses pendidikan merupakan suatu sistem yang disebut sistem pendidikan.17 Jadi sistem pendidikan pesantren adalah sistem pendidikan yang dianut dan dilaksanakan di pesantren yang merupakan sistem pendidikan. Sistem pendidikan merupakan keseluruhan interaksi sekumpulan unsur yang bekerja sama secara terpadu dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan pendidikan yang menjadi cita-cita bersama para pelakunya.

Maka berdasarkan uraian di atas, maka sistem pendidikan pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan Islam tradisional Indonesia untuk memperdalam ilmu agama Islam dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup sehari-hari, atau yang disebut dengan tafaqquh fiddin, melalui jalur pendidikan. untuk menekankan pentingnya moralitas dalam kehidupan sosial. Sebagaimana telah dijelaskan diatas mengenai sistem pendidikan pesantren, sistem pendidikan pesantren tradisional juga terdiri dari beberapa sistem pendidikan tradisional. Sistem sorogan dalam pengajian merupakan bagian tersulit dari keseluruhan sistem pendidikan pesantren, karena sistem sorogan memerlukan kesabaran, ketaatan tekun dan kedisiplinan pribadi dari pembimbing dan santri. Kebanyakan siswa di daerah pedesaan gagal dalam pendidikan dasar ini.

Hasil belajar yang dicapai siswa sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan pengajaran yang telah direncanakan guru sebelumnya.26 Sebagaimana telah dijelaskan di atas, kualitas pembelajaran adalah hasil dari proses. Evaluasi sistem pendidikan pesantren disini sama dengan evaluasi pembelajaran yang ada, namun disini aspek yang dinilai meliputi Ranah afektif berkaitan dengan sikap dan nilai. Beberapa ahli mengatakan bahwa perubahan sikap seseorang dapat diprediksi. Tipe hasil belajar afektif tampak pada diri siswa dalam perilaku yang berbeda-beda seperti perhatian terhadap pelajaran, kedisiplinan, motivasi belajar dan hubungan sosial.

Kategori bidang afektif sebagai hasil belajar ada beberapa jenis, kategori tersebut dimulai dari tingkat dasar atau sederhana hingga tingkat kompleks. Hasil belajar psikomotor merupakan hasil belajar yang berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah siswa menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor sebenarnya merupakan suatu kesatuan antara hasil belajar kognitif dan hasil belajar afektif.Hasil belajar kognitif dan hasil belajar afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila siswa telah menunjukkan tingkah laku atau tindakan yang sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan afektif.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Dalam observasi ini peneliti terlibat dengan aktivitas sehari-hari orang yang diamati atau dijadikan sumber data penelitian. Dengan observasi partisipatif ini maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan memudahkan Anda memahami tingkat pemahaman setiap perilaku yang terlihat. Dalam hal ini peneliti dalam pengumpulan data dengan jujur ​​menyatakan kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian.

Oleh karena itu, orang-orang yang diteliti mengetahui kegiatan peneliti dari awal sampai akhir, namun pada titik tertentu peneliti juga tidak berterus terang atau halus dalam pengamatannya, untuk menghindari bahwa data yang dicari adalah data yang masih bersifat rahasia. 48 Sugiyono, Pengertian Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV Alfabeta dapat dilakukan secara terstruktur dengan menggunakan pedoman observasi. Wawancara adalah teknik yang dilakukan dengan cara berkomunikasi secara lisan dengan sumber data melalui dialog (tanya jawab). 49.

Wawancara bebas adalah wawancara dimana pewawancara bebas bertanya apa saja, namun ingat juga data apa saja yang akan dikumpulkan, misalnya wawancara profil sekolah, data siswa, khususnya data siswa pk kelas XI. Wawancara terbimbing merupakan wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang lengkap dan terperinci sebagaimana dimaksud dalam wawancara terstruktur. Wawancara bebas terbimbing merupakan jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini. Prosedur ini merupakan gabungan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dengan demikian peneliti berharap dapat menguraikan secara mendalam mengenai teknik penerapan sistem pendidikan pesantren dalam meningkatkan mutu. ibadah siswa di kelas XI pk2.

Informan yang diwawancarai adalah Kepala Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Guru PAI kelas XI PK 2 Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton dan kelas. Dokumen merupakan catatan peristiwa masa lalu. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar atau karya monumental seseorang.50. Dari pendapat di atas dapat pula kita simpulkan bahwa penggunaan metode dokumen dalam penelitian.

Analisis Data

Sedangkan analisis data dalam penelitian kualitatif adalah kegiatan dalam analisis data kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan dilakukan secara terus menerus sampai selesai, sehingga datanya jenuh.52. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal yang penting, mencari tema dan pola. Dengan cara ini data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mencari data selanjutnya jika diperlukan.

Setelah reduksi data, langkah selanjutnya adalah menampilkan data penelitian kualitatif, penyajian data dapat berupa uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori, diagram alir, dan sejenisnya. Cara yang paling umum digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan di awal, namun bisa juga tidak karena hal tersebut.

Yang digunakan peneliti adalah melihat data yang diperoleh dari berbagai sudut pandang yang dikenal dengan triangulasi yang meliputi triangulasi data, triangulasi peneliti, triangulasi metode dan triangulasi waktu.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton Alamat Madrasah : JL. Raya Karanganyar Paiton Probolinggo No. telepon/fax. Sistem pendidikan pesantren juga terdiri dari beberapa sistem pendidikan pesantren yang digunakan di Madresah Aliyah Negeri Karanganyar. Dan sistem pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar yang digunakan di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar antara lain sistem sorogan, bandongan, wetonan dan halakah.

Di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton, selain kurikulum yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, kami juga mempunyai kurikulum khusus yaitu kitab klasik diantaranya; Konsep yang saya terapkan dalam penerapan sistem pendidikan pesantren yang diterapkan di sekolah Madrasah Aliyah negeri ini adalah pada mata pelajaran agama khususnya kitab klasik, misalnya kitab Nahwu yang digunakan di sini. Untuk mengetahui proses penilaian sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah santri dapat dilihat pada :

Di bawah ini akan kami uraikan hasil studi lapangan terkait dengan judul penelitian yaitu penerapan sistem pengajaran pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah santri di kelas. Sistem pengajaran pesantren tradisional untuk meningkatkan kualitas ibadah santri, teknik penerapan sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah santri Evaluasi penerapan sistem pendidikan pesantren untuk meningkatkan kualitas ibadah santri diperoleh dari observasi langsung dan wawancara. Baik dengan kepala sekolah, kepala kurikulum dan unsur lainnya masih dalam kerangka sekolah yaitu guru pendidikan agama Islam dan siswa kelas XI pk 2 Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton. Sekolah ini juga mendapat nilai akreditasi yang sangat memuaskan karena Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton terakreditasi “A”.

Dari hasil wawancara dengan berbagai informan di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton diketahui bahwa sistem pembelajaran pesantren mempunyai tiga sistem yang kesemuanya digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem pendidikan pesantren dalam meningkatkan kualitas ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton Kabupaten Probolinggo tahun pelajaran 2014/2015, baik pada tahun ajaran 2014/2015. Sistem pembelajaran pesantren, teknik pelaksanaan sistem pendidikan pesantren dan dalam evaluasi sistem pembelajaran, dapat melaksanakannya dengan baik. Sistem pendidikan pesantren tradisional dalam meningkatkan mutu ibadah siswa di Madrasah Negeri Karanganyar Paiton Kabupaten Probolinggo yaitu sistem Bandongan/Wetonan, sistem Sorogan dan sistem Halaqah.

Teknik penerapan sistem pendidikan pesantren tradisional dalam meningkatkan kualitas ibadah santri di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton yaitu pembelajaran berbasis individu, hafalan, penerjemahan kitab dan kegiatan kelompok. Evaluasi penerapan sistem pendidikan pesantren tradisional dalam meningkatkan kualitas ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Paiton yaitu menggunakan penilaian kognitif, afektif dan psikomotorik.

Sistematika Pembahasan

Referensi

Dokumen terkait

Strands Sub-strands Content descriptions Content descriptions Sub-strands Strands Knowledge and understanding Digital systems examine the main components of common digital