• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengabdian Pemaketan Wisata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengabdian Pemaketan Wisata"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Modul Penyusunan Paket Wisata Desa Banyubiru

Disusun Oleh:

Muhammad Zumar Rahafuna Anneke Rahmawati

Kuliah Kerja Nyata Desa Banyubiru, Dukun, Magelang, Jawa Tengah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta 2023

(4)

1. Pendahuluan

Desa Wisata Banyubiru memiliki posisi strategis karena terletak diantara Gunung Merapi dan Kawasan Wisata Candi Borobudur di Kabupaten Magelang. Desa ini memiliki berbagai sumber daya wisata budaya, kuliner, agrowisata maupun berbagai produk UMKM. Salah satu ikon wisata di desa ini adalah keberadaan Bukit Gununggono yang menyimpan peninggalan sejarah dari berbagai era; Patung Ganesha dari Mataram-Hindu, makam Kyai Mukri yang terkait dengan Mataram Islam hingga bekas pos pengamatan Gunung Merapi dari era Belanda.

Sejak 2019, Pemerintah Desa Banyubiru melalui Bumdes Nirmala Biru dan Pokdarwis Tirta Biru sebagai operator menginisiasi Pasar Tradisi Lembah Merapi di area puncak Gununggono dan menyajikan berbagai makanan khas tradisional serta pentas budaya. Kegiatan pasar ini sementara terhenti karena pandemi dan proses penataan area Gununggono, yang direncanakan hingga September 2023.

Menyambut rencana pembukaan kembali Pasar Tradisi Lembah Merapi pada Bulan September 2023, salah satu tantangan terbesar dalam proses pengelolaan kegiatan wisata di Desa Banyubiru adalah kapasitas SDM pengelola. Untuk itu, menyambut rencana pembukaan kembali Pasar Tradisi Lembah Merapi, maka Tim KKN Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STiPRAM) Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Desa Banyubiru bermaksud untuk mengadakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pokdarwis Tirta Biru, Desa Banyubiru pada Bulan Agustus, 2023.

Salah satu kegiatan pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pokdarwis Tirta Biru adalah pelatihan penyusunan paket wisata. Penyusunan paket wisata diharapkan dapat dapat menggerakkan aktifitas pariwisata di Desa Banyubiru dan mensinergikan manfaat yang dihasilkan dari aktifitas tersebut. Aktifitas dan manfaat tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Desa Banyubiru untuk terus mengembangkan atraksi dan potensi wisatanya. Materi pada modul ini memfokuskan pada pelatihan sumber daya manusia agar dapat berfikir analitikal dalam menyusun paket wisata sehingga paket wisata yang dihasilkan dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan, memberikan manfaat ekonomi, mempererat hubungan sosial antarmasyarakat, melestarikan budaya setempat, dan tidak meninggalkan dampak negatif pada lingkungan dimana aktivitas pariwisata tersebut dilaksanakan. Harapan setelah terlaksananya pelatihan ini adalah peserta dapat secara mandiri membuat atau mengembangkan paket wisata yang

(5)

berorientasi kepada kepuasan wisatawan dan manfaat positif dengan tidak atau meminimalisasi dampak negatif yang terjadi karenanya.

2. Pengetahuan Dasar Kepariwisataan

Pada bagian ini materi yang ditulis bertujuan untuk memberi dasar-dasar pengertian bagi audiens pada hal yang terkait dengan kepariwisataan dan penyusunan paket, sehingga audiens dapat menentukan secara jelas dan dinamis apa yang mereka butuhkan untuk menangkap peluang berdasarkan atraksi yang mereka miliki dan permintaan pasar.

a. Pariwisata

Secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan atau rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Menurut Kodhyat (1998) pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ketempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Sedangkan menurut Gamal (2002) pariwisata didefinisikan sebagai bentuk atau suatu proses kepergian sementara dari satu tempat menuju ketempat lain diluar tempat tinggalnya.

Dorongan kepergiannya adalah karena berbagai kepentingan baik karena kepentingan ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, kesehatan maupun kepentingan lain.

Burkart dan Medlik (1987) menjelaskan pariwisata sebagai suatu transformasi orang untuk sementara dan dalam waktu jangka pendek ketujuan-tujuan di luar tempat di mana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan- kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu. Menurut WTO (1999), yang dimaksud dengan pariwista adalah kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya.

Sedangkan menurut Undang - Undang RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan dijelaskan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara.

(6)

b. Obyek Destinasi Wisata

Kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. (UU No. 10 Th.

2009).

Destinasi adalah suatu lokasi dinamis yang ditandai oleh relasi kompleks antara anggota komunitas, kepentingan bisnis, dan pemerintah. Dalam konteks ini, tidak akan ada dua destinasi yang sama persis. Beberapa kondisi, seperti ukuran dan skala destinasi, kondisi geografis, iklim, kondisi ekonomi lokal, nilai sosial budaya, orientasi politik, persepsi dan pergerakan wisatawan yang semuanya saling berinteraksi akan menghasilkan permasalahan dan hasil yang berbeda.

(Wray et al, 2010)

Selain pengertian dengan perspektif teoretik seperti yang dituliskan pada paragraf sebelumnya, terdapat pengertian obyek daya tarik wisata berdasarkan perspektif komersial.

Pengertian tersebut adalah sekumpulan aktivitas, pengalaman, dan transaksi yang diciptakan dalam persepsi kita dan melalui aktivitas wisatawan, penduduk, tour operator, pengambil kebijakan publik dan politisi. Delineasi destinasi lebih ditentukan oleh pergerakan wisatawan dan paket-paket wisata populer yang diciptakan oleh tour operator. (Delineasi: Penarikan garis batas dari kawasan sesuai dengan kriteria teknis). Destinasi bisa hadir dalam beberapa tingkatan skala mulai dari tingkat nasional sampai internasional. Destinasi bisa didefinisikan sebagai lokasi geografis atau sekumpulan atraksi, jasa-jasa, aktivitas dan infrastruktur, administrasi publik, atau bentuk abstrak tatanan sosial, budaya, atau spasial, atau gabungan dari aspek-aspek di atas.

c. Komponen Destinasi Pariwisata

Hasil dari adaptasi pendekatan pariwisata menurut Cooper, Fletcher, Gilbert, Shepherd and Wanhill (1998), bahwa dalam kerangka pengembangannya, Destinasi Pariwisata minimal mencakup komponen-komponen utama sebagai berikut :

• Daya Tarik Wisata (Attractions) yang mencakup: alam, budaya, khusus/ obyek spesifik.

• Aksesibilitas (Accessibilities) yang mencakup dukungan sistem transportasi meliputi rute atau jalur transportasi, fasilitas terminal, bandara, pelabuhan dan moda transportasi

(7)

• Amenitas (Amenities) yang mencakup fasilitas penunjang wisata yang meliputi:

akomodasi, rumah makan, retail, toko cinderamata, fasilitas penukaran uang, biro perjalanan, pusat informasi wisata, dan sebagainya.

• Fasilitas Pendukung (Ancillary Services) yaitu ketersediaan fasilitas pendukung yang digunakan oleh wisatawan, seperti bank, telekomunikasi, pos, rumah sakit, dan sebagainya.

• Kelembagaan (Institutions) yaitu terkait dengan keberadaan dan peran masing-masing unsur dalam mendukung terlaksananya kegiatan pariwisata.

d. Daya Tarik Wisata

Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. (UU No. 10 Th. 2009)

• Daya tarik wisata alam adalah daya tarik wisata yang berupa keanekaragaman dan keunikan lingkungan alam

• Daya tarik wisata budaya adalah Daya tarik wisata berupa hasil olah cipta, karsa, dan rasa manusia sebagai makhluk budaya.

• Daya tarik wisata hasil buatan manusia adalah daya tarik wisata khusus yang merupakan kreasi artifisial (artificially created) dan kegiatan-kegiatan manusia lainnya di luar ranah wisata alam dan wisata budaya, misalnya: taman bertema (theme park), taman hiburan, trea perbelanjaan dan fasilitas MICE, kawasan rekreasi dan olahraga, acara-acara khusus (acara olah raga nasional/ regional/ internasional, konser musik, pameran, dst).

Suatu obyek wisata harus memiliki tiga kriteria agar obyek tersebut diminati oleh pengunjung, yaitu:

• Sesuatu yang dapat dilihat, obyek wisata harus mempunyai sesuatu yang dapat dilihat atau dijadikan tontonan oleh pengunjugn wisata, dengan kata lain obyek tersebut harus memiliki daya tarik khusus yang mampu untuk menyedot minat wisatawan untuk berkunjung ke obyek tersebut

(8)

• Sesuatu yang dapat dilakukan, obyek wisata harus memiliki aktivitas yang dapat dilakukan oleh wisatawan yang bertujuan untuk membuat wisatawan merasa senang, rileks, Bahagia, dan perasaan positif lainnya

• Sesuatu yang dapat dibeli, cinderamata maupun makanan khas merupakan hal yang penting karena wisatawan dapat membeli barang tersebut untuk mengingat-ingat lokasi yang pernah ia kunjungi, sesuatu yang dapat dibeli tersebut bisa dipusatkan atau berada pada lokasi yang terpisah-pisah

Tujuan dari dibuat atau dikembangkannya sebuah obyek wisata adalah tidak semata menjadi syarat sebuah lokasi menjadi sebuah daerah tujuan wisata namun menjadi sebuah daya tarik yang unggul dan menjadi sumber manfaat bagi daerah disekitarnya. Terdapat kriteria daya tarik wisata yang unggul, kriteria tersebut antara lain adalah:

• Memiliki fungsi utama pariwisata atau potensi pengembangan pariwisata

• Daya tarik wisata tersebut memiliki sumber daya pariwisata yang dapat diunggulkan dan memiliki citra yang sudah dikenal secara luas

• Daya tarik wisata tersebut memiliki posisi dan peran potensial sebagai penggerak investasi

• Daya tarik wisata tersebut memiliki potensi pasar, baik skala nasional maupun khususnya internasional

• Daya tarik wisata tersebut memiliki lokasi strategis yang berperan menjaga persatuan dan keutuhan wilayah

• Daya tarik wisata tersebut memiliki fungsi dan peran strategis dalam menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan hidup

• Daya tarik wisata tersebut memiliki fungsi dan peran strategis dalam usaha pelestarian dan pemanfaatan aset budaya

• Daya tarik wisata tersebut memiliki kesiapan dan dukungan masyarakat

• Daya tarik wisata tersebut memiliki kekhususan dari wilayah

• Daya tarik wisata tersebut berada di wilayah tujuan kunjungan pasar wisatawan utama dan pasar wisatawan potensial nasional

• Daya tarik wisata tersebut memiliki potensi tren produk wisata ke depan

(9)

2. Pemaketan Wisata

Paket wisata (tour package) adalah produk perjalanan yang dijual oleh satu atau lebih entitas yang bekerja sama membentuk rencana perjalanan dan harga paket wisata yang telah mencakup biaya perjalanan, hotel ataupun fasilitas lainnya. Sedangkan menurut Yoeti (1997) paket wisata merupakan suatu perjalanan wisata yang direncanakan dan diselenggarakan oleh suatu travel agent atau biro perjalanan atas resiko dan tanggung jawab sendiri baik acara, lama waktu wisata dan tempat yang akan dikunjungi, akomodasi, transportasi, serta makanan dan minuman telah ditentukan oleh biro perjalanan dalam suatu harga yang telah ditentukan jumlahnya. Tujuan utama dibuatnya paket wisata adalah untuk memberikan kemudahan kepada wisatawan rombongan maupun pribadi dalam melakukan suatu kegiatan wisata. Dengan upaya inilah entitas dapat menyampaikan informasi kepada wisatawan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan dengan daerah tujuan wisata.

Komponen dari paket wisata paling tidak memiliki komponen sebagai berikut:

a. Sarana transportasi

Sarana transportasi terkait dengan mobilisasi wisatawan, tetapi transportasi tidak hanya dipakai sebagai sarana untuk membawa wisatawan dari satu tempat ke tempat lain saja, namun juga dipakai sebagai atraksi wisata yang menarik

b. Sarana akomodasi

Sarana akomodasi dibutuhkan apabila wisata diselenggarakan dalam waktu lebih dari 24 jam dan direncanakan untuk mengunakan sarana akomodasi tertentu sebagai tempat menginap

c. Sarana hiburan

Hiburan pada hakikatnya adalah salah satu atraksi wisata. Hiburan bersifat massal, digelar untuk masyarakat umum dan dan bahkan melibatkan masyarakat secara langsung serta tidak ada pemungutan biaya yang menikmatinya, dimana hiburan semacam ini disebut amusement

d. Obyek dan atraksi wisata

Obyek dan atraksi wisata dapat dibedakan atas dasar asal-usul yang menjadi karakteristik obyek atau atraksi tersebut, yaitu wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata ziarah dan wisata hiburan

(10)

e. Pramuwisata dan pengatur wisata

Obyek dan atraksi wisata dapat dibedakan atas dasar asal-usul yang menjadi karakteristik obyek atau atraksi tersebut, yaitu wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata ziarah dan wisata hiburan

Pembuat paket wisata disebut sebagai perencana perjalanan wisata atau tour planner, seorang perencana perjalanan wisata setidak-tidaknya harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

a. Mempunyai pengetahuan geografi yang terkait dengan kepariwisataan

b. Mengetahui sarana, prasarana, serta aksesibilitas yang berhubungan dengan obyek wisata yang termasuk didalamnya adalah jenis kendaraan yang dapat masuk dan mengakses tujuan wisata

c. Memiliki pengetahuan tentang sifat dan karakter obyek wisata termasuk sejarah yang terkandung didalamnya

d. Mempunyai daya kreatifitas dalam membuat rencana dan penyelenggaraan acara wisata e. Memiliki kemampuan bisnis serta kemampuan akuntansi

Saat membuat paket wisata terdapat beberapa acuan dasar yang dapat dipakai agar memudahkan perencana perjalanan wisata menyusun seluruh komponen yang akan dimasukkan, beberapa acuan dasar tersebut adalah:

a. Akomodasi, jenis akomodasi apa yang ada yang cocok untuk digunakan pada daerah dilaksanakannya paket wisata tersebut dan jenis akomodasi penunjang untuk mendukung jenis paket yang berbeda

b. Transportasi, jenis transportasi akan sangat terpengaruh pada kondisi aksesibilitas daerah tujuan wisata disana sehingga secara langsung akan berpengaruh terhadap jumlah wisatawan yang dapat ditampung

c. Makanan, sebisa mungkin makanan yang disajikan untuk wisatawan berasal dari daerah tujuan wisata dan melibatkan masyarakat setempat

d. Pemandu, seorang pemandu wajib memiliki pengetahuan terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan dan cerita-cerita yang dapat meningkatkan nilai dari paket atau atraksi wisata yang dikunjungi

(11)

e. Atraksi, atraksi wisata yang dipilih idealnya memiliki kesinambungan terkait dengan aktivitas yang dilaksanakan atau kesinambungan cerita yang dapat meningkatkan nilai dari sebuah perjalana wisata

f. Lain-lain, hal tersebut dapat berupa asuransi, souvenir, dokumentasi, dan lain-lain

Kepuasan wisatawan merupakan tujuan utama dibuatnya paket wisata sehingga alur pemaketan adalah hal yang krusial saat membuat sebuah paket wisata, alur yang umun digunakan saat membuat paket wisata adalah:

a. Kedatangan, wisatawan akan datang ke tempat yang sudah ditentukan, proses kedatangan (penjemputan) ini juga dapat termasuk kedalam paket wisata

b. Akomodasi, wisatawan yang telah turun dari kendaraan dipersilahkan transit sementara pada tempat yang sudah ditentukan dengan berbagai macam kegaitan didalamnya seperti snacking, briefing kegiatan, atau kegiatan yang sifatnya adalah persiapan untuk melakukan kegiatan kepariwisataan

c. Perjalanan wisata, saat wisatawan dianggap siap untuk melaksanakan kegiatan, kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya

d. Istirahat, ditengah-tengan kegiatan wisatawan diberikan waktu untuk istirahat dan makan besar, hal tersebut dimaksudkan agar wisatawan dapat kembali segar saat kembali saat memulai aktivitas sesi selanjutnya

e. Hiburan, jika terdapat berbagai sesi kegiatan maka diantara istirahat dan makan besar dan kepulangan dapat diselipkan kegiatan istirahat yang dapat diisi oleh hiburan-hiburan f. Akomodasi, jika kegiatan dilaksanakan beberapa hari maka wisatawan dapat diarahkan

untuk menuju ke akomodasi yang dapat diselipkan kegiatan-kegiatan ringan

g. Cenderamata, sesi terakhir sebelum kepulangan wisatawan adalah belanja cenderamata, sehingga poin terakhir sebelum kepulangan wisatawan biasanya adalah toko cenderamata h. Kepulangan, wisatawan dapat kembali pulang ke lokasi masing-masing

(12)

Paket wisata dapat dikelompokkan manjadi beberapa kriteria berdasarkan karakteristiknya, jenis-jenis paket wisata dapat dibagi menjadi beberapa kriteria yaitu:

a. Sudut pandang penyusunan paket berdasarkan permintaan, paket dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu tailor made dan ready package. Jenis pertama atau tailor made berorientasi pada permintaan wisatawan yang menginginkan sebuah paket untuk menyesuaikan keinginan wisatawan tersebut. Ready package merupakan paket yang langsung siap jual karena sudah dibuat dan direncakan kegiatan dan harga jualnya

b. Sudut pandang area perjananan, jika perjalanan dilaksanakan dari dalam ke luar negeri maka perjalanan tersebut disebut sebagai perlajanan outbound, sebuah paket dikatakan inbound jika wisatawan datang langsung dari luar negeri, sebuah paket dapat dikatakan domestik jika wisatawan berasal dari negara asal dan tidak keluar dari negara asalnya c. Sudut pandang pelayanan, pelayanan dapat mancakup seluruh kebutuhan wisatawan saat

berada di lokasi kegiatan sampai hanya menyediakan satu atau beberapa kebutuhan yang dibutuhkan oleh wisatawan

Saat menyusun dan menjual sebuah paket wisata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena hal tersebut akan memengaruhi apakah paket tersebut dapat diterima oleh wisatawan ataupun sebaliknya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyusun sebuah paket wisata antar lain adalah:

a. Membagi obyek wisata dan melakukan klusterisasi yang didasarkan pada potensi wisatawan yang jenis aktivitas yang akan dilaksanakan, contoh: kluster pertanian untuk obyek wisata yang berkaitan dengan agrowisata, klister sejarah untuk objek wisata yang memiliki nilai sejarah, dan klaster minat khusus jika sebuah obyek wisata dianggap menarik wisatawan yang memiliki ketertarikan pada aktivitas minat khusus tertentu b. Klusterisasi tersebut dapat menjadi dasar saat sebuah paket wisata akan dipasarkan,

tentunya pemasaran sebuah paket wisata harus berdasarkan aktivitas atau daya tarik sehingga pemasaran yang dilakukan akan berjalan secara efektif dan efisien

c. Pemasaran tersebut dapat dikembangkan dengan menggunakan teori marketing mix yaitu product, price, place, dan promotion

(13)

Paket wisata yang baik adalah paket wisata yang dihasilkan dari sebuah perencanaan dan aktualisasi rencana yang baik, panduan untuk membuat paket wisata yang baik adalah sebagai berikut:

a. Melakukan klasterisasi objek wisata dari daerah tujuan wisata dan melakukan pendataan akomodasi, akses, atraksi, dan komponen pendukung

b. Menentukan tema dari paket yang akan dibuat seperti petualangan, pendidikan, relaksasi, kesehatan, dan tema-tema lainnya

c. Menentukan standar dari pelayanan yang akan diberikan kepada wisatawan, standar tersebut mulai dari premium hingga paket hemat

d. Melakukan survey berkala untuk memastikan obyek wisata yang akan dikunjungi dalam keadaan siap

e. Menyusun itinerary perjalanan dengan baik dan detail untuk memastikan kelancaran pelaksanaan acara

Perhitungan harga paket akan sangat bergantung dari fasilitas, lama paket, dan faktor-faktor lain yang harus disiapkan untuk memenuhi permintaan dari wisatawan. Dasar dari penghitungan harga dari sebuah paket adalah sebagai berikut:

a. Fix costs atau biaya tetap, biaya ini adalah biaya dasar untuk melaksanakan sebuah paket wisata, contoh dari biaya tetap adalah biaya akomodasi, biaya transportasi, retribusi obyek wisata, biaya pegawai, asuransi, dan biaya lainnya yang sifatnya adalah pokok

b. Variable costs atau biaya variabel, biaya ini adalah biaya untuk mendukung kegiatan dari paket wisata yang sudah ditentukan, misalnya adalah untuk menyewa sistem tata suara, mendatangkan grup hiburan, pembuatan spanduk, dan biaya-biaya lain yang tidak termasuk kedalam biaya teteap

c. Overhead costs atau biaya tambahan, terkadang dalam pelaksanaan paket wisata dapat terjadi hal yang tidak diantisipasi sebelumnya atau permintaan yang sifatnya spontan, maka dalam sebuah paket wisata ada sejumlah persentase yang diambil dari gabungan biaya tetap dan biaya variabel untuk mengantisipasi hal tersebut, besaran biaya tambahan dapat disesuaikan dengan tipe wisatawan atau tingkat risiko paket wisata yang dilaksanakan d. Margin atau keuntungan, setelah biaya tetap, biaya variabel, dan biaya tambahan telah

ditentukan, maka perencana perjalanan dapat menentukan keuntungan yang dia dapatkan,

(14)

tidak ada persentase baku untuk keuntungan yang akan diambil namun keuntungan sebaiknya tetap memperhatikan harga akhir agar tetap terjangkau oleh wisatawan dan dapat bersaing dengan paket-paket wisata yang ada diluar sana

Salah satu upaya untuk mempermudah perhitungan biaya adalah membuat bank data yang berisi daftar dari:

a. Akomodasi: Jenis akomodasi apa yang ada yang ada di Desa Banyubiru, spesifikasi bangunan, fasilitas, jarak dari pusat kegiatan, dan harga baik harga reguler maupun harga khusus

b. Transportasi: Jenis transportasi yang dipakai untuk memobilisasi tamu yang datang, terdiri dari jenis, kualitas, kapasitas, dan harga baik harga reguler maupun harga khusus

c. Makanan: Jenis atau pilihan makanan yang dapat dihidangkan ke tamu yang datang beserta harga baik harga reguler maupun harga khusus

d. Pemandu: Kapasitas kepemanduan, jenis kepemanduan, dan harga baik harga reguler maupun harga khusus

e. Atraksi: Jenis, kapasitas ideal tamu, akses menuju lokasi, data pengelola, dan harga baik harga reguler maupun harga khusus

f. Lain-lain, hal tersebut dapat berupa harga dari asuransi, paket souvenir, tarif dokumentasi, dan lain-lain

(15)

Contoh Rencana Biaya Paket Live In Desa Banyubiru

Fix Costs

Nama Biaya Unit Jumlah Biaya Subtotal

Sewa Bus

Pariwisata buah 6

Rp 2.500.000 Rp 15.000.000

Homestay Per Malam 60 Rp 100.000 Rp 6.000.000

Konsumsi porsi 900 Rp 20.000 Rp 1.800.000

Total Rp 22.800.000

Variable Costs

Nama Biaya Unit Jumlah Biaya Subtotal

Retribusi Do Orang 600 Rp 10.000 Rp 6.000.000

Konsumsi orang 600 Rp 20.000 Rp 12.000.000

Retribusi See Orang 600 Rp 20.000 Rp 12.000.000

Asuransi Orang 150 Rp 2.000 Rp 300.000

Retribusi Buy Orang 150 Rp 20.000 Rp 3.000.000

Operasional Paket 1 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000

Total Rp 34.300.000

(16)

All Cost

Nama Biaya Unit Jumlah Biaya Subtotal

Fix Costs paket 1 Rp 22.800.000 Rp 22.800.000

Variable Costs paket 1 Rp 34.300.000 Rp 34.300.000

Overhead Costs paket 10% FC + VC Rp 5.700.000 Rp 5.700.000 Margin paket 10% FC + VC + OC Rp 6.280.000 Rp 6.280.000

Total Rp 69.080.000

Harga jual paket Live In Desa Banyubiru adalah total seluruh biaya (FC, VC, OC, dan margin) dibagi dengan jumlah peserta, perhitungannya adalah Rp 69.080.000 dibagi 150 peserta sehinga harga per-pax adalah Rp 465.000 atau dibulatkan menjadi Rp 465.000.

(17)

Pemaketan Wisata

Aneke Rahmawati., M.Sc M. Zumar Rahafuna., M.Sc

Desa Banyubiru,

Magelang

(18)

Pendahuluan

Desa Wisata Banyubiru memiliki posisi strategis karena terletak diantara Gunung Merapi dan Kawasan Wisata Candi Borobudur di

Kabupaten Magelang. Desa ini memiliki berbagai sumber daya wisata budaya, kuliner, agrowisata maupun berbagai produk UMKM. Salah satu ikon wisata di desa ini adalah keberadaan Bukit Gununggono yang menyimpan peninggalan sejarah dari berbagai era; Patung

Ganesha dari Mataram-Hindu, makam Kyai Mukri yang terkait dengan Mataram Islam hingga bekas pos pengamatan Gunung Merapi dari

era Belanda. Sejak 2019,

Pemerintah Desa Banyubiru melalui Bumdes Nirmala Biru dan Pokdarwis Tirta Biru sebagai operator menginisiasi Pasar Tradisi Lembah Merapi di area puncak Gununggono dan menyajikan

berbagai makanan khas tradisional serta pentas budaya. Kegiatan

pasar ini sementara terhenti karena pandemi dan proses penataan

area Gununggono, yang direncanakan hingga September 2023.

(19)

Pariwisata

Secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata-mata untuk

menikmati kegiatan pertamasyaan atau rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Obyek Daya Tarik Wisata

Kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah

administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas

umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. (UU No. 10 Th.

2009).

(20)

Komponen

Destinasi Pariwisata

Syarat adanya

Destinasi Pariwisata

Atraksi

Amenitas

Aksesibilitas

Fasilitas Pendukung Kelembagaan

What to do

What to see

What to buy

(21)

STIPRAM

Pemaketan wisata

Suatu kombinasi dari banyak

komponen-komponen dari suatu

produk wisata yang saling bergabung

terdiri dari transportasi, pemondokan,

atraksi wisata dan makanan yang dijual

kepada wisatawan pada suatu harga

yang dilakukan oleh biro ataupun agen

perjalanan wisata

(22)

STIPRAM

Pemaketan wisata

Kegiatan berwisata yang dikemas sedemikian rupa, yang meliputi

pelayanan penginapan, transportasi,

atraksi wisata, makan dan lain-lain

sebagai satu kesatuan kegiatan.

(23)

Tujuan

Paket Wisata ini dibuat oleh para

pelaku pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pasar serta menambah kenyamanan para wisatawan

dalam menghabiskan masa liburan.

(24)

Membuat Paket Wisata

Produk wisata, paket wisata

Intinerary (rencana perjalanan) Cost (biaya)

Breakdown (rincian)

Flow Chart atau arus korelasi antara :

Produk Akomodasi Transportasi

Tambahan

ITINERARY

Cost/Breakdown

Ready Package

Paket wisata siap jual

Sumber : Gunawan, Arya (

(25)

Fix Cost

Variable Cost Overhead Cost Margin

Perhitungan Harga Paket Wisata

Perhitungan harga paket akan sangat bergantung dari fasilitas, lama paket, dan faktor-faktor lain yang harus disiapkan untuk memenuhi permintaan dari wisatawan. Dasar dari penghitungan harga dari

sebuah paket adalah sebagai berikut:

(26)

Daya Tarik Wisata

Desa Banyubiru

Seumber :

https://desawisatabanyubiru.c

om/index.php/about-us/

(27)

Agrowisata

Kebun Salak

Kebun Jambu Kristal Perikanan

1.

2.

3.

(28)

Agrowisata Kebun Salak

Terdapat dua jenis buah salak : (1) Salak Pondok Super dan (2) Salak Madu.

2.Salak Madu : Salak Pondok Super :

1.

Tarif Masuk :

Rp.10.000/orang

Harga jual bulan Juni- Oktober : Rp.5.000-

Rp.6.000/Kg

Harga jual bulan November- Febuari : Rp.3.000/Kg

Tarif Masuk :

Rp.25.000/orang

Harga jual bulan Juni- Oktober : Rp. 20.000/Kg

Harga jual bulan November- Febuari : Rp.10.000/Kg

Perubahan harga dipengaruhi oleh faktor perubahan musim.

(29)

Agrowisata Jambu Kristal

Jambu Kristal Desa Banyubiru berasal dari Taiwan dan

dibudidayakan melalui metode cangkok. Perkebunan Jambu Kristal ini paling banyak berada di dusun Salaman. Sejak tahun 2017, Perkebunan Jambu Kristal sudah dijadikan wisata petik buah.

Tarif Masuk kebun sebesar Rp. 15.000/orang, pengunjung

diperbolehkan menikmati Jambu Kristal sebanyak mungkin.

Jika ingin dijadikan oleh-oleh, Jambu Krstal di jual dengan

harga Rp. 10.000/Kg.

(30)

Agrowisata Perikanan

Masyarakat Banyubiru mayoritas memiliki kolam ikan di area sekitar rumahnya. Selain sebagai peliharaan, Ikan-ikan ini juga sebagai sumber penghasilan. terdapat berbagai macam jenis ikan yang dikelola, seperti : Ikan Nila, Ikan Bawal, Ikan Braskap, Ikan Koi, Ikan Lele, dsb.

Dengan berjalannya waktu, kolam ikan milik masyarakat ini

dijadikan wisata edukasi yang dikelola oleh perorangan. Wisata

ini bertujuan untuk mengedukasi para pengunjung dari segi

pembibitan Ikan, Porsi makan, sampai masa panen

(31)

Wisata Alam

Bukit Gununggono

Pasar Tradisi Lembah Merapi 1.

2.

(32)

Bukit Gununggono

.Pada jaman dahulu, di kawasan puncak Gunung Gono, dikenal sebagai tempat ritual penyembahan berhala patung archa

Ganesha dan Lingga Yonni. Akhirnya, ajaran islam masuk dan diberantas oleh Kiayi Muhammad Mukri.

diatas bukit Gununggono terdapat makam Kiayi Muhammad Mukri dan terdapat peninggalan bersejarah, yaitu Lingga-Yonni dan Patung Ganesha.

Patung Ganesha inilah yang mungkin menjadi cikal-bakal

penamaan bukit kecil tersebut menjadi Gununggono. Karena

Bukit (Gunung) dan Gana/Gono (patung Ganesha)

(33)

Pasar Tradisi Lembah Merapi

merupakan ajang pelestarian budaya yang bernuansa "tempo doeloe" yang dikemas dalam salah satu wisata di. Mengusung konsep tempo dulu, pasar ini menjual berbagai makanan dan minuman jaman dulu. Seperti nasi megono, pepes, ikan, cenil, rambut nenek, gethuk, es cendol, es pisang, dan sebagainya.

transaksi penjualan tidak seperti pada pasar umumnya, pada Pasar Tradisi Lembah Merapi ini menggunakan alat transaksi berupa Dono (Dolar Gono) Dono terbuat dari kayu tebal yang dibentuk seperti kepingan berbentuk agak oval. Di mana, satu Dono senilai dengan Rp 2 ribu.

Di dalam pasar terdapat 32 lapak yang dikelola oleh warga

setempat dari 16 Dusun. Di mana, setiap pedagang tidak

diperbolehkan menjual satu menu yang sama.

(34)

UMKM

Desa Banyu Biru memiliki 52 UKM, sebagian besar pada bidang olahan

makanan dengan cara pengolahan yang

masih tradisional

(35)

UMKM Desa Banyubiru

Banyubiru memiliki 52 UKM yang sudah berkembang.

Sebagaian besar berupa makanan khas daerah yang masih diolah menggunakan cara yang tradisional. UKM makanan tradisional ini menawarkan wisata edukasi yaitu bagaimana cara pembuatan hingga pengemasan. selain itu juga dapat

menjadi wisata budaya, menerangkan bagaimana sejarah dan

budaya makanan tradisional di desa Banyubiru.

(36)

Kesenian

Kesenian Campur Kubro Siswo

Topeng Ireng 1.

2.

3.

(37)

Kesenian Campur

Kesenian campur asalah pementasan dari beberapa aliran kesenian seperti : jathilan ,prajuritan , wayang, seni tari ,

bugisan , manukberi , dan barongan yang disatukan menjadi salah satu alur cerita tentang kehidupan tokoh-tokoh

terdahulu . kesenian campur dusun gadingan bernama Krida

Budaya

(38)

Kubro Siswo

Tari ini berlatar belakang penyebaran agama islam di Pulau Jawa dan perjuangan melawan penjajahan. Kubro artinya

besar dan Siswo artinya murid, mempunyai arti murid-murid yang memiliki pengabdian besar terhadap Tuhan. Tarian ini ditampilkan pada malam hari secara massal dengan durasi kurang lebih 5 jam. Kesenian ini diiringi dengan lagu qasidah yang liriknya diganti dengan pesan-pesan dakwah dalam

Bahasa Jawa dengan harapan mampu meluaskan penyebaran

Agama Islam

(39)

Topeng Ireng

Topeng Ireng atau yang disebut juga Dayakan merupakan kesenian yang hingga sekarang masih dirawat dengan baik oleh masyarakat setempat. Kesenian Topeng Ireng biasa

dijumpai pada acara-acara yang diselenggarakan di kampung.

Pada pementasannya seni tari ini terdiri dari tiga variasi tarian dengan mengenakan kostum yang berbeda, yaitu (1)

Menggunakan Kostum Suku pedalaman, (2) Kostum Adat

Jawa; (3) Kostum hewan hewanan.

(40)

Rencana Biaya Paket Live in Desa Banyubiru

(41)

Rencana Biaya Paket Live in Desa Banyubiru

(42)

Rencana Biaya Paket Live in Desa Banyubiru

Harga jual paket Live In Desa Banyubiru adalah total seluruh biaya (FC, VC, OC, dan

margin) dibagi dengan jumlah peserta, perhitungannya adalah Rp 69.080.000 dibagi 150

peserta sehinga harga per-pax adalah Rp 465.000 atau dibulatkan menjadi Rp 465.000.

(43)

Thank You

Referensi

Dokumen terkait

Dalam dunia pariwisata istilah obyek wisata mempunyai pengertian sebagai sesuatu yang menjadi daya tarik bagi seseorang wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah tujuan

a) Variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu adalah jumlah wisatawan Dalam Negeri yang berkunjung ke obyek wisata Grojogan Sewu.

Wisata adalah kegiatan bersenag-senang yang bersifat semenatara dan tidak untuk menetap, sedangkan pelaku wisata disebut dengan wisatawan adalah orang yang melakukan

Menurut Wardiyanta (2006) “obyek wisata adalah sesuatu yang menjadi pusat daya tarik wisatawan dan dapat memberikan kepuasan pada wisatawan. Hal yang dimaksud dapat berupa: 1)

Indeks kumulatif persepsi wisatawan terhadap kualitas obyek wisata Waduk Sermo dapat diketahui dari gabungan persepsi wisatawan pada atraksi, kondisi, aksesibilitas, fasilitas,

Berdasarkan hasil analisis AHP yang dilakukan terhadap responden key informans dan pengunjung wisatawan , kriteria yang tepat untuk mengembangkan obyek wisata batik di Kota

Hal ini dilakukan agar kualitas obyek wisata menjadi semakin baik dan wisatawan yang berkunjung dengan usaha yang tidak mudah dapat memperoleh imbalan kepuasan, baik yang

Dengan adanya Peta Digital Lokasi Wisata dapat membatu wisatawan dalam mencari lokasi obyek wisata yang dilengkapi dengan lokasi wisata di semarang, jalan